Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Bertemu Sang Ustad


__ADS_3

Pagi hari yang cerah menambah semangat Doni dan rekan kerjanya memutari kota indah Pa****. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 Wita mereka semua telah bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata di daerah itu.


Ting


Terdengar suara ponsel Nava berbunyi. Dia segera membuka pesan yang masuk, pesan yang tak lain dari kekasihnya Doni.


"*Pagi sayang kamu lagi ngapain nih?"


"Pagi sayang, lagi nyantai aja. Kamu lagi dimana nih*?" Balas Nava


"*Aku masih di homestay bentar lagi mau jalan sama teman-teman semua."


"Oh gitu, emang mau jalan kemana sayang*?" Balas Nava lagi


"Rencana mau jalan ke permandian abis itu siap-siap balik lagi sayang."


"Ya udah kamu baik-baik ya disana ingat jaga mata jaga hati ya". Balas Nava


"Iya sayang" tutup Doni


Setelah mengobrol singkat via ponsel Doni pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan bersama rombongan teman kantornya.


Sebuah pemandangan sungai yang indah, bebatuan besar menjadi tempat berpijak, suara air mengalir yang begitu menenangkan, disekitarnya dipenuhi pohon-pohon hijau yang besar. Sungguh sangat menyejukkan mata. Seperti itulah pemandangan yang disuguhkan saat Doni dan teman-temannya tiba di salah satu permandian di kota itu.


Mereka tampak asik berendam dan berenang di sungai yang tenang itu. Airnya yang sejuk, udara yang bersih, suara kicau burung yang merdu mampu menyempurnakan liburan mereka. Beberapa temannya sibuk mengabadikan momen di tempat itu, ada juga yang bersantai ria di atas bebatuan besar sambil menghisap sebatang rok*k.


Waktu berlalu begitu cepatnya, tak terasa cahaya matahari mulai menusuk di kulit. Doni bersama teman-temannya mulai beranjak meninggalkan lokasi permandian. Mereka kembali ke homestay membersihkan diri dan mengambil barang mereka yang tertinggal.


Setelah semuanya siap, mereka berkumpul dan berdoa bersama sebelum melakukan perjalanan kembali ke kota B***. Tidak lupa Doni memberi kabar kepada kekasihnya


"**Sayang aku sudah mau balik. Sampai ketemu nanti ya".

__ADS_1


"Ya sayang, hati-hati ya, selamat sampai tujuan**."


Doni bersama teman-temannya telah memulai perjalanannya. Hampir di sepanjang jalan sebelum meninggalkan kota itu terlihat banyak pedagang buah durian di pinggir jalan. Mereka pun singgah sejenak untuk menyantap buah durian. Ada beberapa di antara mereka yang juga membeli untuk dijadikan buah tangan. Termasuk Doni yang membeli beberapa biji untuk diberikan kepada kekasihnya.


Tidak berselang lama mereka melanjutkan perjalanan yang jauh itu. Panas terik matahari tidak dapat memadamkan semangat mereka berkendara untuk kembali ke keluarga mereka.


Waktu terus berlalu, jam pun telah menunjukkan pukul 20.00 Wita. Rombongan touring Doni bersama rekan kerjanya telah tiba dengan selamat di kota Beradat. Mereka pun berpisah kembali ke rumah masing-masing. Doni yang tengah merindukan kekasihnya memilih untuk mendatangi rumah Nava terlebih dahulu sekaligus membawakannya oleh-oleh.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu dari luar, Nava bergegas menuju ke ruang depan dan alangkah senangnya Nava melihat kekasihnya yang kini berdiri tepat di hadapannya. Senyum manis terukir di wajah manisnya, memberikan senyuman terindah untuk lelaki terkasihnya.


"Sayang, kapan kamu tiba?" ucap Nava membuka percakapan


"Baru aja kok sayang,aku langsung kesini, kangen tau" Jawab Doni


"Yuk masuk dulu sayang" Kata Nava mempersilahkan kekasihnya masuk ke dalam rumah.


Doni pun memasuki rumah Nava sebelumnya dia memberikan bingkisan itu kepada Nava


" Ya ampun, kok kamu repot-repot sih sayang beliin durian. Makasih ya sayang".


"Tapi kamu suka kan? Iya sama-sama sayang" Jawab Doni lagi


Nava membalas perkataan Doni hanya dengan seulas senyuman di pipi chubby nya.


Sambil membawa masuk durian ke dalam dan membuatkan minuman hangat beserta cemilan sederhana untuk kekasihnya.


Tak berselang lama Nava keluar dari dapur dengan baki di tangannya. Menghidangkan makanan ringan dan teh hangat. Mempersilahkan kekasihnya untuk mencicipinya.


Nava yang sebelumnya sudah berencana untuk pulang ke kampung ayahnya bersama keluarganya pun memberi tahu Doni tentang hal itu.

__ADS_1


"Oh ya sayang besok aku mau pulang kampung bareng keluarga ya, tapi gak bermalam kok. Pergi pagi, sore balik deh." Jelas Nava


"Hmmm emang ada acara apa sayang?"Tanya Doni


"Acara syukuran kecil-kecilan aja kok sayang, aku mau ngajak kamu sebenarnya, tapi kan besok kamu kerja" Jawab Nava


"Iya gak, papa sayang. Yang penting besok ingat rajin ngasih kabar ya sayang". Kata Doni lagi


"Iya siap sayang." Jawab Nava.


"Ya udah aku balik dulu ya sayang, mau istirahat dulu." Kata Doni sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Iya sayang, selamat beristirahat ya. Sekali lagi makasih loh duriannya." ucap Nava.


Keesokan harinya, Nava dan keluarga bersiap berangkat menuju kampung halamannya. Jarak dari rumah ke kampungnya tidak memakan waktu yang lama. Sekitar 45 menit mereka sudah tiba di desa. Nava pun telah mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya jika dirinya akan berangkat saat itu.


Empat puluh lima menit berlalu tanpa disadari karena begitu menikmati pemandangan sawah hampir di sepanjang jalan. Keadaan rumah nenek Nava disana terlihat sudah cukup ramai. Saling membantu ketika ada hajatan memang masih menjadi tradisi yang kental di daerah itu. Sehingga ketika ada hajatan ataupun acara syukuran semua datang untuk membantu tuan rumah.


Semua persiapan telah selesai, makanan-makanan yang lezat pun telah dihidangkan. Para tamu mulai berdatangan, tak lupa seorang ustad yang akan memberikan ceramah juga telah hadir.


Namun ada yang tak pernah di sangka oleh Nava. Seorang ustad muda, berpenampilan sederhana namun terlihat sholeh, seorang lulusan dari pesantren ternama dari kota Sutera, ternyata diam-diam sedari tadi memperhatikan tingkah Nava.


Saat acara syukuran di mulai, sang ustad diberikan kesempatan untuk membawakan sebuah ceramah. Kini ustad muda itu sedang berdiri dihadapan para tamu bersiap membawakan ceramahnya. Nava pun tampak antusias mendengarkannya. Sesekali mereka beradu pandangan, namun saat tersadar mereka berdua segera mengalihkan pandangan mereka. Hingga akhirnya acara selesai, para tamu pun telah menyantap makanan yang telah dihidangkan.


Dan siapa sangka sang ustad mencari tahu tentang siapa wanita yang tadi diliriknya. Sepertinya sang Ustad muda ini telah jatuh cinta kepada Nava pada pandangan pertama.


Tak lama menunggu akhirnya sang Ustad mendapatkan informasi jika wanita yang disukainya itu adalah cucu dari yang si punya hajat. Sang ustad pun tersenyum mendengar informasi itu.


Di sisi lain Nava terlihat sibuk dengan ponselnya. Seharian dia saling mengirim kabar dengan kekasihnya Doni. Tanpa tahu ada laki-laki yang telah memperhatikan dirinya sejak tadi dan ternyata laki-laki itu memiliki niat yang lebih terhadapnya.


Acara syukuran itupun berakhir, para tamu pun beranjak pulang, sebelumnya mereka saling berjabat tangan. Sampai akhirnya Nava berkesempatan untuk turut berjabat tangan dengan ustad itu. Nava yang memang tak memiliki perasaan apa-apa kepada sang Ustad bersikap apa adanya padahal sang Ustad tampak berbahagia bisa berkenalan secara langsung dengan Nava.

__ADS_1


Apakah sang ustad akan menjadi orang ketiga dalam hubungan Nava?


Let's see soon.


__ADS_2