Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Penolakan Nava


__ADS_3

Nava yang baru saja masuk ke dalam rumah agak terkejut melihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang tamu.


"Assalamualaikum, Ma Pa, tumben duduknya disini. Nungguin Nava pulang ya"Kata Nava sembari duduk disamping ibunya.


"Waalaikum salam, iya kita lagi nungguin kamu. Gimana hari ini ngajarnya? Lancar?" Jawab Ibu Nava


"Alhamdulillah lancar kok Ma. tumben mama papa tungguin Nava pulang. Emang ada apa ya?" Tanya Nava penasaran


"Jadi gini nak, ada kabar baik yang ingin kami sampaikan kepada kamu. Kamu dengar dulu ya apa yang akan papa katakan ke kamu." Jawab Ibu Nava.


Entah mengapa perasaan Nava mendadak tidak karuan, dia merasa deg-degan dengan apa yang akan dikatakan oleh orang tuanya.


"Emang apaan sih Ma Pa? Kok aku jadi takut." Kata Nava lagi


"Gini nak, jadi waktu acara syukuran kemarin di rumah nenek, kamu lihat gak ustad yang bawain ceramah waktu itu?" Tanya Ayah Nava membuka pembicaraan.


"Hmmm yang bawa ceramah itu? Nava lihat kok, kalau gak salah Nava sempat bersalaman sama dia pas dia mau balik deh Pa. Emang dia kenapa?" Tanya Nava


"Oh gitu, jadi ustad itu namanya ustad Yusuf nak. Dia anaknya Pak Rahmat, papa pernah ngomong kan sama kamu dulu tentang keluarga Pak Rahmat?" Tanya Ayah Nava


"Hmmmm gitu, duh Nava udah lupa pa yang mana. Emang ada apa sih? Bikin penasaran aja." Kata Nava


"Jadi kemarin siang Pak Rahmat datang ke rumah, terus dia menyampaikan niat baik mereka ke papa nak." Kata Ayah Nava


"Niat baik gimana ya Pa maksudnya?" Tanya Nava keheranan


"Ustad Yusuf waktu membawakan ceramah di rumah nenek, katanya dia memperhatikan kamu nak. Dia senang melihat kamu. Dan sepulangnya dari rumah nenek dia menyampaikan maksud hatinya untuk meminang kamu kepada orang tuanya nak." Jelas Ayah Nava

__ADS_1


DEG


Jantung Nava seakan berhenti berdetak mendengar apa yang baru saja ayahnya sampaikan. Nava seakan tak mampu untuk berucap, dia hanya diam, tidak mampu menanggapi penjelasan ayahnya.


Ibu Nava yang melihat anaknya terpaku sepertinya memahami jika anaknya belum siap dengan apa yang baru saja di dengarnya. Ibunya pun mendekati Nava dan merangkul pundaknya sambil berkata


"Nak niat baik ini hanya kami sampaikan kepada kamu. Untuk menerima ataupun menolak lamaran ini, kami juga akan meminta pendapat kamu. Karena kamu yang akan menjalani hubungan ini nantinya. Kamu cukup memikirkan baik-baik keputusan yang akan kamu ambil. Kami akan menerima apapun yang menjadi keputusan kamu nak."


Nava yang mendengar perkataan ibunya, mampu membuat dirinya lebih tenang. Ingin rasanya dia menolak lamaran laki-laki itu saat itu juga. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang di depan orang tuanya.


"Hmmm baik Ma Pa, kasih waktu Nava untuk berpikir ya. Nava beneran gak nyangka ustad itu mendadak gini mau melamar. Nava bingung harus bilang apa." Jawab Nava


"Apa yang dikatakan mama mu itu benar nak, pikirkan baik-baik keputusan kamu. Ini untuk masa depan kamu. Tapi setidaknya kamu harus tahu kalau ustad Yusuf ini anak yang baik dan sholeh, keluarganya pun orang-orang baik. Yusuf ini lulusan dari pesantren ternama juga di Kota Sutera. Jadi bijak ya nak dalam mengambil keputusan nantinya." Jelas Ayah Nava


"Baik Pa, kalau gitu Nava masuk kamar dulu yah, mau istirahat dulu." Nava beranjak meninggalkan kedua orang tuanya dan bergegas masuk ke kamarnya.


Doni yang sedang berbaring di kostnya, seketika bangun dan mencari ponselnya yang sedang berbunyi. Dia segera menerima panggilan telepon ketika melihat nama Nava yang tertera.


"Ya halo sayang" Kata Doni membuka percakapan


"Ya, sayang kamu lagi ngapain? Kamu sibuk gak?" Tanya Nava


"Gak kok sayang, ada apa? kok suara kamu lemas gitu?" jawab Doni


"Hmmm aku pengen ngomong sesuatu sama kamu, aku lagi bingung." Jawab Nava lesu


"Ngomong apa sih sayang? kenapa kamu tidak bersemangat gitu? Ada masalah?" Tanya Doni penasaran

__ADS_1


"Tadi pas nyampe rumah ternyata orang tua aku sudah nungguin aku, kamu tau gak mereka ngomongin apa? Ada laki-laki mau melamar aku" Kata Nava


"Melamar? siapa sayang kok tiba-tiba banget?" Tanya Doni lagi


"Aku juga gak kenal sama cowok itu, cuman waktu acara syukuran kemarin, cowok itu yang bawain ceramah terus katanya dia ngelihat aku, dan akhirnya minta keluarganya buat datang ke rumah melamar aku." Jelas Nava


Doni terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu. Dia takut jika orang tua Nava menerima lamaran itu. Bagaimana dengan hubungan mereka? Di lain sisi Doni pun belum bisa untuk datang menemui kedua orang tua Nava untuk melamar kekasihnya. Meskipun di dalam hati Doni ada keyakinan jika lamaran itu gak akan diterima namun tetap saja ada rasa khawatir dan takut tentang kekasihnya.


"Halo sayang, kamu dengar aku kan?" Tanya Nava lagi karena tidak mendapat respon dari Doni.


"I-iya sayang aku sengar, terus sekarang gimana? Orang tua kamu mau menerima lamaran itu? Terus kita giman sayang?" Tanya Doni


"Tadi mama sempat bilang ke aku, kalau keputusannya nanti tetap mendengar pendapat aku juga. Sebenarnya tadi aku mau langsung nolak aja sih tapi gak tau harus ngasih alasan apa." Jelas Nava


"Hmmm maaf yah sayang, harusnya aku yang datang ke rumah dan bertemu dengan orang tua kamu, tapi aku belum bisa untuk dekat-dekat ini. Tapi kamu harus tau kalau aku serius sama kamu, aku sayang sama kamu dan aku mau nikahi kamu." Jelas Doni


"Iya aku ngerti kok, aku cuma bingung harus ngasih alasan apa ke orang tua aku untuk menolak lamaran itu sayang." Kata Nava lagi.


Doni dan Nava tampak bersama-sama berpikir kata-kata apa yang masuk akal dijadikan alasan untuk menolak lamaran itu.


"Gimana kalau aku ngomong ke mama kalau aku mau fokus ke karir dulu, lagipula aku masi muda juga. Dan pastinya aku gak kenal cowok itu, aku gak tau karakter dia, sifat dia. Masuk akal kan sayang?" Tanya Nava.


"Hmmm masuk akal juga sayang. Coba kamu ngomong gitu aja sama orang tua kamu." Jawab Doni


"Oke besok aku akan coba buat ngomong ke mama, ya udah sayang, kamu istirahat gih. Udah malam juga."


Nava mengakhiri panggilan teleponnya. Nava yakin dengan alasan yang akan disampaikannya besok akan diterima oleh orang tuanya. Nava yang telah lelah dengan aktivitasnya hari ini segera merebahkan badannya dan tak lama dia pun terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Apakah orang tua Nava akan menerima penolakan Nava?


__ADS_2