Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Sebuah Pinangan


__ADS_3

Yusuf, seorang Ustad Muda lulusan pesantren ternama di kota Sutera. Pertemuan pertama dirinya dengan Nava ternyata memberi kesan tersendiri untuknya.


Dari pertemuan pertama itu pula terbesit niat baik dari Yusuf kepada Nava.


Sore itu matahari mulai turun dari singgasananya, Nava bersama adik dan ibunya hendak balik kembali ke rumah. Hanya sang ayah yang tetap tinggal disana untuk beberapa hari ke depan. Sekitar empat puluh lima menit kemudian mereka pun telah sampai dirumah. Semua tampak beristirahat setelah melewati hari yang cukup melelahkan. Nava tidak lupa saling berkabar dengan kekasihnya melalui pesan singkat.


Esok harinya semua berjalan sebagaimana biasanya. Ayah Nava yang masih berada di desa masih sibuk menata kembali ruangan dan beberapa barang disana. Ditengah melakukan aktivitasnya ayah Nava kedatangan beberapa orang tamu. Dan ternyata tamu itu adalah ayah dan Paman dari Yusuf.


"Assalamualaikum pak" Ucap Pak Samad, paman Yusuf.


"Waalaikum Salam warahmatullahi Wabarakatuh, Eh ada tamu mari masuk pak." Jawab Ayah Nava sambil mengajak tamu nya untuk masuk ke ruang tamu.


"Silahkan duduk pak, wah maaf rumah masih sedikit berantakan ini. Masih sementara beberes." Kata Ayah Nava lagi.


"Ah tidak masalah pak, kami juga datangnya tiba-tiba, sepertinya bapak masih sibuk beberes semoga kedatangan kami. ini tidak mengganggu." Kata Pak Samad.


"Tidak kok pak, sedikit lagi juga selesai. Oh ya ngomong-ngomong ada apa yah pak kalau boleh tahu." Kata Ayah Nava yang penasaran dengan maksud kedatangan keluarga Yusuf.


"Perkenalkan ini Pak Rahmat, Bapak dari Ustad Yusuf yang kemarin membawakan ceramah di acara syukuran bapak." Kata Pak Samad menjelaskan


"Oh iya pak, ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ayah Nava lagi.


" Maksud kedatangan kami kesini sebenarnya membawa niat baik pak. Anak kami Yusuf sepertinya menyukai anak gadis bapak. Kami bermaksud untuk meminang anak bapak" Kata Pak Rahmat memulai percakapan


"Alhamdulillah pak, terima kasih banyak untuk niat baiknya. Tapi kalau boleh tahu bagaimana ustad bisa bertemu dengan anak saya Nava? Tanya Ayah Nava lagi.


"Kebetulan pak kemarin saat membawakan ceramah, Yusuf beberapa kali melihat Nava dan bertanya kepada seseorang tentang anak bapak. Orang itu yang memberi informasi jika gadis itu anak bapak. Nah sesampainya dirumah Yusuf lalu memberi tahu kami tentang Nava dan mengutarakan maksud hatinya untuk meminang putri bapak." Jelas ayah Yusuf


"Kebetulan istri dan anak-anak saya semua sudah pulang duluan pak. Untuk hal sepenting ini saya harus membicarakannya terlebih dahulu kepada istri saya. Insya Allah besok saya akan kembali ke rumah. Nanti saya akan sampaikan dulu ke ibunya. Tapi sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Pak Rahmat dan Pak Samad sudah datang dengan niat yang sangat baik." Jawab Ayah Nava.

__ADS_1


"Baik pak tidak masalah, yang penting kami sudah datang dan menyampaikan niat baik anak kami Yusuf. Semoga kami bisa segera mendengar kabar baik dari bapak." Kata Paman Yusuf


Setelah berbincang-bincang cukup lama, keluarga Yusuf pun berpamitan untuk pulang.


Ayah Nava terlihat sangat bahagia menerima sebuah pinangan dari keluarga yang baik. Dia sudah tidak sabar untuk menunggu esok kembali ke rumah.


Hari yang di nanti pun tiba, ayah Nava sudah bersiap untuk menuju pulang ke rumah. Hampir satu jam berlalu, ayah Nava sudah tiba dirumah. Dia sudah tidak sabar untuk bercerita kepada istrinya. Melihat istrinya sedang duduk di ruang tengah menonton tv dia pun menghampiri dan duduk di sampingnya


"Ma tau tidak, kemarin ada tamu yang datang ke rumah." Kata ayah Nava membuka cerita


"Hmmm tamu dari mana emangnya Pa?" Jawab Ibu Nava


"Itu keluarga Yusuf ma, Ustad Muda yang bawain ceramah di acara syukuran kemarin." Kata Ayah Nava


"Hmmmm oh ya? Ada perlu apa mereka datang ke rumah pa?" Tanya Ibu Nava yang masih asyik menonton tv


"Mereka datang bawa niat baik Ma. Yusuf suka dengan Nava, dan dia hendak melamar Nava Ma." Jelas Ayah Nava.


"Hah serius Pa? Kok bisa, emang Ustad itu tahu Nava dari mana?" Tanya ibu Nava penasaran


"Kata ayah Yusuf kemarin sih waktu ustad Yusuf membawakan ceramah di rumah, beberapa kali dia melihat Nava dan dia suka dengan Nava. Makanya pas pulang ke rumah dia ngomong sama orang tuanya untuk meminang anak kita." Kata Ayah Nava menjelaskan


"Hmmm gimana yah Pa, bukannya mama gak suka sama Yusuf itu tapi mereka gak saling kenal satu sama lain. Lagipula Nava juga masih muda, apa dia mau menikah muda? Apalagi yang melamar dia itu seorang Ustad. Apa anak kita bisa siap menerima seorang Ustad? Bebannya akan lebih berat loh Pa." Jawab ibu Nava.


" Beban gimana maksud mama, justru karena Yusuf itu ustad, dia lebih bisa bertanggung jawab dan membimbing anak kita Nava menjadi manusia yang lebih baik lagi Ma. Apalagi Yusuf ini berasal dari keluarga baik-baik Ma, Yusuf sendiri lulusan dari pesantren ternama loh Ma." Kata Ayah Nava meyakinkan.


"Iya mama ngerti, cuman masalahnya Nava gak kenal dan gak tahu orangnya Yusuf ini kayal gimana dan seperti apa. Lagi pula yang akan menjalani kan mereka. Jadi kita gak bisa nerima Yusuf gitu aja tanpa kesepakatan dari Nava nya sendiri." Jawab ibu Nava lagi


"Ya udah. entar malam kalau Nava udah balik ngajar mama coba ajak ngobrol Nava baik-baik, semoga lah dia setuju dengan lamaran ini dan mau menerimanya." Kata Ayah Nava

__ADS_1


"Hmmm baiklah Pa nanti mama coba ngomong. Tapi apapun keputusan Nava nanti kita berdua harus menerima yah? Pinta ibu Nava.


"Iya ma, yang penting kita sampaikan dulu ke Nava " Jawab Ayah Nava lagi


......................


......................


Waktu sudah menunjukkan 21.00 Wita, Nava dan teman-teman mengajarnya yang lain bersiap untuk pulang. Nava kali ini menunggu kekasihnya Doni untuk menjemputnya. Sebelumnya mereka memang janjian untuk bertemu malam ini.


Tak menunggu lama, Doni akhirnya tiba di tempat Nava mengajar dan mereka pun meninggalkan tempat itu.


"Sayang kita makan dulu yuk trus aku antar kamu balik gimana?" Tanya Doni.


"Hmmm boleh sayang, kita mau makan dimana?" Jawab Nava


"Gimana kalau kita makan di warung pojok aja sayang?" Saran Doni.


"Hmmm boleh sayang, ya udah kita makan disana aja" kata Nava menyetujui.


Mereka lalu menuju tempat makan yang di maksud. Setelah tiba disana mereka pun mulai memesan makanan, bercerita sesaat tentang akitivitas mereka hari ini sambil menunggu pesanan mereka datang. Tak lama menunggu, makanan mereka pun sudah siap untuk di santap. Mereka menikmati hidangan itu sambil melanjutkan pembicaraan mereka.


Waktu yang dilalui berdua terasa sangat singkat. Keduanya telah selesai menyantap makanan mereka. Doni lalu segera mengantar kekasihnya kembali ke rumah. Karena waktu sudah cukup larut maka Doni hanya menemani Nava hingga depan rumahnya, Doni merasa tidak nyaman jika bertamu di waktu selarut ini.


"Makasih ya sayang sudah nganterin aku pulang" Ucap Nava


"Iya sayangku, sama-sama. Ya udah aku balik yah. Udah malem banget soalnya. Jawab Doni


Nava mengangguk tanda setuju, dan Doni pun meninggalkan rumah Nava. Sementara itu di dalam rumah, Orang tua Nava ternyata sudah menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Tumben masih pada ngumpul disini."Kata Nava yang melihat kedua orang tuanya masih betah duduk di ruang tengah.


__ADS_2