
Setelah menerima panggilan telepon dari seseorang , Leo bergegas meninggalkan tempatnya menuju lokasi orang tersebut dengan wajah tampak serius. Entah siapa gerangan yang akan ditemui Leo saat itu dan itulah perubahan sikap Leo ke Nava di mulai. Leo pun tiba di tempat si penelepon tadi. Ternyata seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut sebahu telah menunggunya. Tampak dari kejauhan wanita itu berdiri dengan raut wajah yang sedih, dan ketika Leo mulai mendekat tanpa basa basi wanita itu sontak memeluk Leo, sangat terlihat bagaimana wanita itu meluapkan rasa kerinduan pada sosok yang ada dihadapannya itu. Leo pun mulai melepaskan pelukan wanita itu dan mengajaknya ngobrol, obrolan- obrolan serius yang terjadi di antara mereka membuat mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menghabiskan banyak waktu.
Ditempat yang berbeda, seperti biasa Nava melakukan rutinitasnya di tempatnya mengajar.
****TING****
Terdengar bunyi pesan singkat dari ponsel Nava
"Selamat sore Nav, lagi ngapain?"
"Kamu sibuk ya"
Nava yang melihat isi pesan dari Doni hanya tersenyum sambil bergumam
"Nih orang emang gak ada menyerahnya yah?"
Nava sudah paham betul jika dia tidak merespon pesan dari Doni maka laki-laki itu tidak akan berhenti mengirimkan pesan kepadanya. So, Nava segera membalas pesan Doni dengan singkat dan jelas.
"Sore juga, iya nih lagi ngajar"
"Semangat ya ngajarnya, ya udah kamu lanjut aja dulu"
Balasan pesan dari Doni hanya dibaca oleh Nava dan kemudian melanjutkan aktivitasnya.
Keesokan harinya, Nava tampak sedang bersantai ria di dalam kamarnya, menikmati waktu istirahat yang ada. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WITA dan tak ada satupun kabar dari Leo. Nava mengambil ponselnya dan mulai mengirimkan pesan singkat untuk Leo.
"Pagi yank,, tumben gak ada kabar? Lagi sibuk ya?"
Selang beberapa menit ponsel Nava berbunyi, dengan wajah sumringah berharap pesan itu dari Leo. Tapi ternyata Nava salah, pesan itu tampaknya dari Si laki-laki yg pantang menyerah itu, ya siapa lagi kalau bukan Doni
"Siang Nav, lagi ngapain nih?"
"Siang juga, lagi nyantai aja dikamar" balas Nava.
"Nav boleh nelpon gak? aku pengen ngomong bentar aja sama kamu" Kata Doni
Nava tampak berpikir sejenak, entah harus menjawab apa pesan dari Doni tersebut.
"Hmmmm....sepertinya gak masalah ngobrol bentar sama dia toh Leo juga belum ada kabar, setidaknya aku bisa mengalihkan pikiranku dari Leo untuk sesaat. Lagian aku juga penasaran gimana sih suara Doni ini, kira-kira dia mau ngomongin apa yah", gumam Nava dalam hati lalu mulai membalas pesan Doni
"Menelponnya bentar aja kan? ya udah boleh deh"
--Suara Ponsel berdering--
"Hallo, siang Nav" sapa Doni saat panggilan teleponnya diterima Nava
"Ya, siang juga"balas Nava
"Makasih ya udah mau ngobrol sama aku"
"Iya, santai aja lah.."
Yah itulah kali pertama Nava dan Doni saling bercerita tentang perihal keseharian mereka, berbasa-basi dengan obrolan ringan yang setidaknya membuat Nava melewatkan waktu untuk memikirkan Leo.
Ditengah obrolan mereka, Doni memulai kembali untuk bertanya hal yang sama kepada Nava, kali ini Doni lebih berani mengatakannya langsung via phone
"Nav, serius kamu gak mau pacaran dulu? Aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?"
__ADS_1
Nava yang mendengar perkataan Doni hanya terdiam dan bergumam dalam hati
"Bener - bener nih orang, mana ada sih belum pernah bertemu hanya liat foto aja udah bisa suka. Emang bisa ya orang jatuh cinta hanya karena liat foto aja?" Nih cowok pasti cuman mau main-main aja. Entah sudah berapa wanita yang jadi korban gombalannya ya?"
"Nav, hallo Nava kamu dengar aku kan?" Sahut Doni membuyarkan lamunan Nava.
"Ah, ya aku dengar kok, aku cuman kaget aja kamu kok bisa bilang gitu sama aku? Emang kamu suka aku karena apa? Kamu tuh gak tau aku orangnya kayak gimana, kamu gak tau sifat aku kayak gimana, masa iya bisa langsung suka? Jawab Nava dengan jelas
"Ya kan namanya juga suka, gak semua harus ada alasannya. yang aku tau aku suka sama kamu, saat aku lihat foto kamu aku merasa kalo kamu adalah orang yang selama ini aku cari dan aku harap bisa jadi pacar kamu" Terang Doni menjawab keraguan Nava
"Hahaha, kamu pasti suka kan gombalin cewek-cewek? tapi sayang aku udah gak mempan gombalan kayak gitu. lagian kan aku udah bilang, hmmm a-aku gak mau pacaran dulu".
Ada rasa ragu dan bersalah yang dirasakan nava harus berbohong kepada Doni. Sebenarnya Nava tidak bermaksud untuk berbohong ke Doni perihal dia gak mau pacaran dulu. Hanya saja Nava tidak berani berkata jujur kalau dia sudah punya kekasih,yaitu Leo karena hubungan yang terjalin antara dia dan Leo pun sangat tiba-tiba. Nava gengsi kalau Doni akan berpikir dia cewek yang gak bisa di pegang perkataannya. Tapi ya mau gimana lagi, Nava dari awal memang tidak ingin dekat apalagi pacaran dengan Doni. bagi Nava alasan Doni menyukainya tuh hanya alasan klasik para lelaki gombal dan itu sama sekali gak masuk akal bagi Nava.
"Ya udah gak papa Nav, kalo kamu gak percaya sama aku. Tapi serius aku emang suka sama kamu. dan aku harap ketika kamu udah mau buka hati untuk seseorang kamu ingat aku ya?" Jawab Doni
"Iya,, iya,,. ya udah dulu teleponnya gak papa kan? aku mau ngerjain sesuatu" tutup Nava
"Baik Nav, makasih ya waktunya"
---Panggilan telepon pun berakhir---
Hari berlalu, Nava mulai disibukkan dengan kegiatan kursusnya bersosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di kota B. Belum lagi sore hingga malam dia masih melakukan aktivitasnya untuk mengajar. Minggu yang benar-benar sibuk untuknya, hingga dia lupa bahwa Leo sudah hampir seminggu itu tidak pernah memberikan kabar untuknya.
Semakin hari hubungan mereka semakin renggang, komunikasi pun sudah tidak ada.
Hingga akhirnya kegiatan sosialisasi berakhir dan disinilah Nava menyadari bahwa Leo benar-benar menghilang tanpa kabar.
Nava berusaha untuk menghubungi Leo, namun tak satupun pesan yang dia balas. Nava merasa bingung dengan perubahan Leo karena menurutnya saat terakhir mereka bertemu semuanya baik-baik saja.
Pagi itu, Nava kembali menghubungi Leo tapi seperti biasa tak ada jawaban. Ditengah kebingungannya Nava mulai mengotak atik ponselnya. Membaca satu per satu nama yang ada di kontaknya, hingga dia membaca satu nama "Doni".
"Eh,,eh,, ngapain juga aku nyariin dia yah? Hmmmm bete nih chatting ama siapa ya bagusnya?" sahut Nava lagi
Hingga akhirnya Nava mengirim pesan ke beberapa teman yang ada d ponselnya, dan entah angin apa Nava iseng mengirim pesan ke Doni juga.
"Hai apa kabar?" itulah isi pesan yang dikirim Nava untuk Doni
Doni yang saat itu sedang bekerja, mendengar ponselnya berbunyi dan seketika itu mengambilnya dari saku celana.
Doni terkejut melihat satu nama yang mengirimkan pesan untuknya. Bagaimana tidak seorang gadis yang dia suka untuk pertama kalinya mengirimkan pesan padanya. Ya disaat Doni sudah mulai untuk menghilang dari hidup Nava, tiba-tiba Nava sendiri yang kembali hadir memulai komunikasi di antara mereka.
Dengan senyum manis di wajahnya Doni pun segera melakukan panggilan telepon ke Nava.
---suara ponsel berdering---
Nava segera menerima panggilan teleponnya
"Ya Hallo Doni,,, kenapa?" sahut Nava
"Gak kok, tumben kamu ngirim pesan ke aku, aku senang bacanya" jelas Doni.
"Ah, ya itu aku lagi gak ada kerjaan trus aku iseng aja ngirim pesan ke teman-teman aku, termasuk kamu juga" balas Nava
"Oh, gitu.. kirain kenapa. aku lagi istirahat juga nih, gak papa kan kalo kita ngobrol bentar?" Pinta Doni.
" Iya gak papa, aku juga lagi santai aja dirumah. oh ya kok tumben kamu gak pernah ada kabar lagi ke aku?" Tanya Nava penasaran
__ADS_1
"Hmmm itu aku emang sengaja sih, aku mau ngelupain kamu, abis kamu gak mau sama aku. Tapi kamu tiba-tiba ngirim pesan, So aku gak jadi deh ngelupain kamu". jawab Doni
Nava yang mendengar jawaban Doni seketika tersenyum..
"Oh gitu, aku salah dong udah hubungin kamu" Kata Nava
"Ya engga lah, malah aku senang dapat pesan dari kamu. Itu artinya kamu ingat sama aku". Jelas Doni
"Bukannya ingat, tapi orang cuma iseng kok, aku baca nama kamu di kontak ponsel aku, makanya aku ngirim pesan ke kamu". Jawab Nava gak mau kalah.
Setelah berbincang beberapa saat, panggilan teleponnya pun berakhir.
---Ting---
Disaat sedang bersiap-siap untuk pergi mengajar, Nava menerima sebuah pesan dari seseorang yang selama ini dinantikan.
Yah itu Leo...
"Ntar malam kamu sibuk gak? Aku mau ketemu kamu boleh"?
Nava yang membaca isi pesan Leo dengan serius, segera membalas dan mengiyakan pertemuan untuk mereka berdua. Hari itu berlalu dengan penuh kekhawatiran bagi Nava, Nava yakin ada sesuatu yang penting akan disampaikan oleh Leo.
Waktu yang ditunggu pun tiba, Leo dan Nava bertemu di sebuah Cafe. Suasana di antara mereka kikuk dan dingin.
"Jadi kabar kamu gimana Nav?" Tanya Leo membuka percakapan.
"Aku baik, kamu gimana? kenapa kamu menghilang?" jawab Nava dengan memulai pertanyaan yang banyak mengganjal di pikiran dan hatinya.
"Aku juga baik, aku tau pasti kamu akan menanyakan hal ini ke aku, aku minta maaf sudah menghilang, tapi aku melakukan itu bukan tanpa alasan" Terang Leo.
"Ya sudah, ini waktunya kamu jelasin semua ke aku, kamu tau gak sih, kamu bikin aku khawatir? aku salah apa sama kamu? gak ada satupun pesan aku yang kamu balas. sesibuk itu kah kamu, sampai gak bisa balas pesan aku bahkan untuk sekedar tahu kabar aku gimana?" jawab Nava dengan menyerbu banyak pertanyaan kepada Leo.
Sayangnya Leo hanya terdiam dan hanya kata maaf yang terucap dari mulutnya, tanpa memberikan penjelasan mengapa dia menghilang.
Ditengah perdebatan mereka, ternyata ada seseorang yang fokus melihat Nava dari kejauhan. Dan seseorang itu adalah Doni.
Doni yakin jika yang dilihatnya adalah Nava. Doni berpikir entah siapa laki-laki yang tengah bersama dengan Nava. Doni merasa itu tidak mungkin pacar Nava karena Nava sendiri yang berkata dia tidak ingin berpacaran sekarang ini Tak pikir panjang Doni mengambil ponselnya dan melakukan panggilan telepon ke Nava.
---suara Ponsel berdering---
Nava yang melihat panggilan itu dari Doni, hanya mengabaikannya, Leo yang melihat tingkah Nava pun bertanya
"Telepon dari siapa? kenapa gak diangkat?"
"Bukan siapa-siapa. cuman teman" Pungkas Nava lalu kembali fokus berbicara perihal hubungan mereka. Tapi sayangnya hingga mereka berbalik pulang, tak ada kejelasan bagaimana kepastian hubungan diantara mereka. Leo hanya mengucapkan kata maaf saja. Hingga akhirnya Nava kembali ke rumah, setelah melihat ponselnya kembali, betapa kagetnya Nava melihat beberapa panggilan telepon dari Doni.
Doni, lelaki yang pantang menyerah, tak berhenti melakukan panggilan telepon hingga Nava menerima panggilannya. Tanpa basa basi, Doni menjelaskan bagaimana dia melihat Nava berbicara dengan seorang laki-laki...
Nava terkejut...
bagaimana reaksi Nava....
Apakah Nava Akan jujur...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...