Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Kejadian tak Terduga


__ADS_3

Beberapa menit berlalu sampailah mereka pada sebuah perumahan yang agak sepi. Doni menuju ke sebuah rumah berwarna hijau yang berada di sisi pojok sebelah kiri dari jalan masuk. Akhirnya mereka pun tiba ditempat tujuan.


Awalnya Nava sedikit ragu untuk masuk ke rumah itu karena penerangan yang agak redup dan disekelilingnya nampak sepi. Tapi Doni meyakinkan Nava bahwa sudah ada kerabat Doni yang menunggu kehadiran mereka.


Nava dan Doni pun segera memasuki rumah itu dan disambut hangat oleh Irsya. Doni memperkenalkan Nava kepada Irsya, mereka saling bersalaman sembari tersenyum satu sama lainnya. Irsya yang melihat Nava tampak melirik ke kanan dan kiri ruangan dirumah itu lalu menjelaskan kepada Nava bahwa dia hanya tinggal seorang diri dirumah tersebut.


"Maklum ya kalau kelihatannya agak berantakan dikit soalnya aku disini tinggal sendirian aja." Kata Irsya


"Oh iya gak papa kok, santai aja." jawab Nava


Doni yang melihat sebuah gitar di atas lemari bufet milik Irsya segera mengambilnya. Doni kini duduk tepat dihadapan Nava lalu Doni menawarkan diri menyanyikan sebuah lagu untuk Nava.


"sayang kamu mau request lagu apa? biar aku nyanyiin untuk kamu. Pinta Doni


Sambil berpikir sesaat, Nava yang terlihat tersenyum mendengarkan perkataan Doni lalu meminta dinyanyikan lagu kesukaannya.


"Hmmm aku suka banget sayang dengan lagunya Ungu, yang judulnya Tercipta Untukku, gimana kamu bisa?" Kata Nava


"Aku coba ya sayang". jawab Doni lagi


Sambil memainkan jari-jemarinya pada gitar yg telah di genggamnya, Doni mencoba memainkan nada dan mulai menyanyikan lagu cinta untuk kekasihnya


"Aku langsung ke reff nya aja ya sayang" kata Doni sambil mulai bernyanyi


"**Aku ingin engkau slalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang meyakiniku


Kau tercipta untukku


Meski waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tahu, ku slalu milikmu

__ADS_1


Yang mencintaimu sepanjang hidupku**


Doni bernyanyi sambil memetik gitarnya tak lupa matanya yang senantiasa memandangi wajah kekasihnya, membuat Nava tersipu malu. Seuntai senyum indah tak lepas dari wajah manis Nava. Sungguh pemandangan yang sangat romantis. Tapi sayangnya tingkah mereka berdua membuat Irsya yang juga berada dalam ruangan itu merasa kikuk. Daripada menjadi penonton gratisan yang menyaksikan adegan romantis didepan matanya, Irsya memilih pamit untuk pergi sementara waktu meninggalkan mereka berdua dirumahnya.


"Don, aku keluar bentar ya, tadi aku lupa mau beli sesuatu". Kata Irsya


"Oh oke Bro" kata Doni singkat.


Setelah kepergian Irsya, Doni kembali memikirkan rencana yang sudah dia pikirkan sebelumnya. Dia meletakkan gitar itu di atas meja lalu mencoba mendekati Nava.


"Sayang kamu gak ngerasa kepanasan? kita ke dalam yuk? " Kata Doni memulai Sambil menunjuk ke sebuah ruangan.


"Di dalam ada pendingin ruangan, disini gerah banget nih aku sampai keringetan" lanjut Doni


Nava sebenarnya ragu dan takut masuk ke ruangan itu karena di dalam rumah itu hanya ada mereka berdua. Tapi Doni mulai memegang tangan Nava dan mengajaknya masuk


"Hmmm masa iya sih panas banget, aku biasa aja kok sayang. Disini aja yah gak enak sama Irsya gimana kalau nanti dia tiba-tiba datang" jawab Nava


"Santai aja sayang, toh kita gsk ngapa-ngapain" kata Doni sambil menarik tangan Nava masuk ke dalam sebuah kamar.


Doni lalu mengambil remote dan menyalakan pendingin ruangan, di dalam kamar itu hanya ada sebuah cermin panjang yang melekat di tembok dan sebuah bed. Nava sebenarnya merasa risih, karena ini kali pertama dia berada dalam sebuah ruangan tertutup bersama seorang pria


Nava sontak berdiri menolak permintaan Doni


"Gak usah sayang, ini aja udah kerasa kok dinginnya" kata Nava


Untuk sesaat mereka beradu pendapat untuk membiarkan pintu kamar tetap terbuka, tapi Nava akhirnya mengalah karena Doni meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.


Nava tidak tau akan hal apa yang akan Doni lakukan kepadanya. Nava kembali duduk di tepi bed dengan hati yang tidak karuan. Doni lalu menghampirinya, duduk tepat dibelakang Nava. Doni mulai menyentuh Nava, tangannya mulai bergerak dengan pelan tapi pasti ke arah pinggang Nava, mencoba untuk memeluk kekasihnya itu dari belakang.


Nava yang tak menyangka akan mendapatkan perlakuan itu hanya bisa terdiam membeku, pikirannya kosong tiba-tiba bingung harus berbuat apa. Melihat Nava yang tak bereaksi apa-apa kini Doni mencoba meletakkan wajahnya tepat dipundak kiri Nava. Nava yang menyadari posisi Doni yang sangat dekat dengannya, berusaha melepaskan diri.


"Udah sayang, lepas. Gak enak nanti diliat orang. Kata Nava sambil mencoba melepas tangan Doni yang kini melingkar ditubuhnya.


"Gak papa sayang, aku kangen aja sama kamu. Sebentar aja ya?" pinta Doni.


Lagi-lagi Nava terdiam. Tapi tidak lama berselang, Nava merasa jari-jari Doni sudah berpindah, entah bagaimana tangan itu sudah berada didalam pakaiannya tepat menyentuh kulitnya. Semakin naik dan naik hampir menyentuh dada Nava. Nava kaget bukan kepalang. Nava mulai berontak dengan tingkah Doni. Dia mulai menolak sentuhan- sentuhan kekasihnya. Nava merasa sangat ketakutan. Tak hentinya Nava mencegah apa yang akan dilakukan Doni tapi tanpa dia sadari, celana jeans yang Nava kenakan sudah terbuka dan tergeletak di lantai oleh perbuatan Doni. Sekarang bagian bawah Nava hanya berbalut pakaian dalam yang membuat Doni semakin berhasrat untuk memiliki Nava seutuhnya.

__ADS_1


"Sayang, jangan sayang, tolong jangan seperti ini" pinta Nava yang masih menolak perlakuan Doni


Doni yang memang sudah terbawa nafsu dan keinginannya yang sudah bulat untuk segera memiliki Nava tak menghiraukan ucapan Nava. Doni sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan kepada Nava. Doni tak hentinya memberikan ciuman mesra kepada kekasihnya itu. Tak ada satu spasi pun yang Doni lewatkan. Nava yang awalnya berontak dengan perlakuan Doni kini pelan-pelan mulai terdiam. Nyatanya Nava bukannya menikmati sentuhan itu tapi tenaganya yang mulai terkuras karena tidak sanggup melawan kekuatan nafsu Doni.


Lama kelamaan Nava benar-benar terdiam tanpa ada gerakan-gerakan kecil sedikitpun. Doni yang tadinya menggebu-gebu mulai perlahan menghentikan cumbuannya. Dia menatap wajah Nava yang tanpa ekspresi.


Doni kaget dan bingung, mencoba memanggil kekasihnya namun tak ada jawaban sama sekali.


"Sayang,, sayang,, Nava bangun sayang,, kamu kenapa?" Kata Doni ketakutan


Beberapa kali Doni mencoba menyadarkan Nava dan syukurnya tidak butuh waktu lama, kesadaran Nava pun kembali.


Doni yang melihat kekasihnya sudah tersadar merasakan lega yang amat dalam. Dia sangat takut sesuatu yang buruk menimpa kekasihnya karena kelakuannya itu.


"Sayang kamu gak papa kan? Kamu kenapa?"


Tanya Doni


"Gak papa kok, aku baik-baik aja." Ucap Nava pelan


Doni mengambil pakaian Nava yang ada dilantai dan membantu Nava mengenakannya kembali. Nava pun menerima perlakuan kekasihnya itu.


Melihat kondisi Nava yang makin baik. Doni mengajak kekasihnya untuk pulang ke rumah. Doni merasa jika kekasihnya itu butuh istirahat


"Sayang kamu udah enakan? Kita balik aja ya? biar kamu bisa istirahat dulu" ucap Doni sambil mengelus rambut panjang Nava


"Iya aku udah baik kok. Ya udah kita pulang aja. Jawab Nava


"Tapi Irsya gimana? Dia udah datang?" Tanya Nava lagi


"Belum sih, tapi gak papa kok kita pulang duluan. Ntar kuncinya aku selipin di dalam rak sepatu" Kata Doni.


"Oh ya udah kalau gitu kita jalan sekarang." timpal Nava.


Apa kah tujuan Doni akan berhasil pada akhirnya???


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2