Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Niat dalam Hati Doni


__ADS_3

Nava tak menyangka dengan semua pengakuan Leo yang diungkapkan kepada sahabatnya. Hari itu berlalu dengan banyak tanda tanya dipikiran Nava.


"Mengapa Leo bisa melakukan itu?


Bagaimana bisa dia menyukai dua orang sekaligus di waktu yang sama?


Bagaimana bisa aku begitu mudah menerima Leo?


Ini semua salahku yang terlalu mudah memberi kesempatan kepada Leo" Sesal Nava dalam hatinya.


Malam ini seperti biasa, Doni yang merasa kangen dengan kekasih hatinya berencana untuk bertamu ke rumah Nava. Sebelumnya Doni mengirimkan pesan singkat kepada Nava tentang maksud hatinya itu.


"Sayang kamu lagi ngapain? Aku boleh ke rumah gak?"


Nava pun segera membalas pesan itu setelah membacanya.


"Aku lagi nyantai aja kok sayang, iya boleh kok. Aku tunggu ya."


Dua puluh menit kemudian, terdengar suara motor Doni dari luar rumah Nava. Nava yang memang sudah menanti kedatangan Doni pun segera menyambutnya.


Sebuah senyuman lepas dari wajah Nava ketika berhadapan dengan kekasihnya.


Nava mempersilahkan Doni masuk dan sekarang mereka duduk berdampingan di ruang tamu.


Setelah menghabiskan beberapa waktu mengobrol bersama, Doni melihat ada yang berbeda dengan kekasihnya itu.


"Sayang kamu kenapa? Kamu abis nangis ya? Kok mata kamu sembab gitu sayang?". Tanya Doni


"Hmmm gak kok, aku baik-baik aja" jawab Nava


"Serius sayang? kamu jangan bohong deh? Kamu cerita sama aku, kamu kenapa?" Pinta Doni


Tak terasa air mata Nava jatuh begitu saja, mengalir di pipinya yg chubby. Doni yang melihat Nava menangis pun semakin heran, entah apa yang terjadi dengan kekasihnya itu. Doni pun merasa tidak enak hati, dia tidak ingin keluarga Nava berprasangka buruk kepadanya. Doni menenangkan Nava dan meminta Nava untuk menceritakan kesedihannya kepadanya.


"Sayang, please jangan nangis lagi. Kamu bisa ngomong apa aja ke aku. Aku akan mendengarkan semua kesedihan kamu sayang." Pinta Doni


Nava segera menghapus air mata dipipinya. Dia pun tidak ingin orang rumah berpikiran negatif kepada kekasihnya itu. Nava juga merasa jika tidak masalah jika menceritakan rasa sedih dan penyesalannya menerima Leo dulu.


"Ini tentang Leo sayang." kata Nava membuka cerita.

__ADS_1


Doni mengerutkan keningnya mendengar nama Leo.


"Ternyata selama aku dan Leo jadian, aku hanya menjadi orang ketiga. Dia ternyata udah dijodohkan oleh orang tuanya dan bentar lagi mereka bakal nikah." Lanjut Nava


Doni yang mendengarkan penjelasan kekasihnya hanya terdiam seribu bahasa. Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dihatinya. Tapi tak mampu diungkapkan Doni saat itu juga. Tak berselang lama Doni izin pamit pulang kepada Nava, sayangnya Doni pulang dengan membawa kesalahpahaman terhadap kekasihnya itu.


Doni kini sedang berada dalam sebuah kamar kost miliknya. Ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.


"Kenapa Nava masih menangis ketika bercerita tentang Leo?


Apa Nava masih menyukai Leo?


Apa aku hanya menjadi pelampiasannya saja?


Apa benar Nava sungguh terpaksa menjalani hubungan ini?"


Doni tidak tenang dengan semua pertanyaan itu. Lalu mengambil ponsel didalam saku celananya dan mengetik nama kekasihnya itu.


Doni segera menghubungi kekasihnya itu dan tak berselang lama Nava menerima panggilan telepon Doni.


"Ya halo sayang ada apa? kata Nava membuka percakapan


"Belum sayang, nih lagi main HP aja". Timpal Nava


"Sayang aku boleh nanya gak? Apa kamu masih sayang sama Leo?" Tanya Doni


"Kok kamu nanya kayak gitu sayang? Apa karena omonganku tadi?" kata Nava lagi


"Hmmm gimana ya sayang, aku merasa gak enak hati aja. kok bisa kamu nangis hanya karena Leo didepan aku? Padahal kan aku ini pasangan kamu?" Tanya Doni lagi


"Maaf sayang, tapi kamu udah salah paham. Aku nangis bukan karena aku sedih putus sama Leo ataupun karena tahu Leo bakal nikah. Tapi aku sedih karena kok bisa aku semudah itu percaya dengan Leo. Aku sedih karena ternyata aku hanya menjadi orang ketiga dalam hubungan itu. Itu yang aku sesalkan sayang". Jelas Nava


Doni yang mendengar jawaban Nava mulai lega. Rasa khawatir dan keraguannya pun memudar.


"Hmmm syukurlah sayang, jujur tadi aku merasa gak enak juga di rumah, takutnya keluarga kamu mikir kalau aku yang bikin kamu nangis sayang. Makanya aku gak bisa berlama-lama di sana." ungkap Doni.


"Iya sayang gak apa-apa. aku juga minta maaf karena udah gak jaga perasaan kamu." Kata Nava


"Gak kok sayang, kalau gitu sekarang kamu istirahat ya sayang, jangan begadang. Kata Doni lagi.

__ADS_1


Doni kini lega mendapatkan jawaban dari kekasihnya. Sambil menatap langit-langit kamarnya Doni tampak berpikir.


"Apa yang harus aku lakukan yah agar Nava bisa bersama aku seterusnya. Aku gak mau kehilangan Nava. Aku gak mau dengar kata putus lagi dari dia. Aku benar-benar sayang dengan dia. " Kata Doni dalam hati


Beberapa lama berpikir hal apa saja yang bisa dia lakukan agar Nava betul-betul bisa menjadi miliknya. Agar Nava tidak lagi mengucap kata pisah kepadanya, tiba-tiba sebuah niat nakal muncul dalam pikirannya.


"Hmmmm sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku yakin setelah itu dia tidak akan lagi mau memutuskan hubungan kita. Guman Doni


Keesokan harinya, Doni dan Nava melakukan aktivitas seperti biasa. Diselingi perhatian-perhatian kecil oleh keduanya. Malam itu Doni menyampaikan maksud hatinya untuk membawa Nava berkunjung ke rumah salah satu kerabatnya yang juga tinggal di kota itu.


"Sayang akhir pekan nanti kamu mau gak temani aku berkunjung ke rumah kerabat aku? Namanya Irsya, udah lama aku gak ketemu dia." Kata Doni dalam panggilan teleponnya.


"Hmmm sabtu nanti boleh sayang aku gak ada kegiatan kok. sekalian kan kita bisa malam mingguan bareng." Kata Nava


" Oke deh sayangku. Ya udah malam minggu nanti kita ketemu ya, nanti aku jemput kamu di rumah abis magrib, gimana?" Tanya Doni


"Baik sayang, sampai jumpa malam minggu ya". Tutup Nava


Panggilan teleponnya berakhir, Doni masih memegangi ponsel ditangannya. Doni berpikir mungkin saat itu bisa menjadi waktu yang tepat baginya untuk melakukan niatnya itu. Awalnya ada rasa ragu dan takut di hati Doni, tapi ketika dia mengingat bagaimana sikap Nava yang terkadang berubah dan ingin pisah dengannya, membuatnya yakin untuk melakukan sesuatu kepada Nava. Itu semua Doni lakukan semata-mata hanya untuk bisa memiliki Nava.


Di sisi lain, Nava tampak bahagia setelah berbicara dengan kekasihnya. Dia seakan tidak sabar untuk menghabiskan waktu bersama kekasihnya lagi. Disamping itu Nava juga merasa senang karena Doni dengan senang hati memperkenalkan Nava kepada kerabatnya.


Hari yang ditunggu pun tiba, Nava tampak pulang lebih awal dari tempat kursusnya.


Sebelum magrib dia sudah berada di rumah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan kekasihnya. Nava terlihat memilah beberapa pakaian yang akan dia kenakan. Akhirnya pilihannya jatuh pada baju blouse berwarna pink dan celana jeans berwarna denim.


Waktu menunjukkan pukul 19.00 Wita dan Doni kini sudah berada di depan rumah Nava. Setelah berpamitan dengan orang tua Nava, mereka pun meninggalkan tempat itu dan menuju rumah Irsya. Dalam perjalanan mereka tampak bersenda gurau, bercanda di atas sepeda motor milik Doni.


Beberapa menit berlalu sampailah mereka pada sebuah perumahan yang agak sepi. Dan Doni menuju ke sebuah rumah berwarna hijau yang berada di sisi pojok sebelah kiri dari jalan masuk. Mereka pun tiba ditempat tujuan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Apakah yang terjadi selanjutnya?


Apa kah sebenarnya niat Doni kepada Nava?

__ADS_1


__ADS_2