Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Rahasia Leo


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Doni masih diam tak ada kabar sama sekali. Nava terlihat gelisah, dia merasa begitu ada yang kurang dalam hari-harinya. Tapi Nava juga tidak berani untuk menghubungi Doni. Gengsi yang tinggi membuat Nava galau, antara kangen dan malu. Akhirnya Nava terpaksa harus meminta pertolongan sahabatnya untuk membantunya mencari tahu kabar Doni. Nava mengambil ponsel dan mulai melakukan panggilan telepon ke sahabatnya Iriana. Tak berselang lama panggilan pun diterima.


"Malam Rin, kamu sibuk gak? Aku lagi butuh bantuan kamu nih."


"Ya Nav, kamu kenapa? Apa yang bisa aku bantu?" Jawab Iriana


"**Kamu janji dulu jangan ngetawain aku Rin dan janji mau bantuin aku" Timpal Nava


"Iya iya aku janji deh, emang apaan sih? Serius amat. Kata Iriana


"3 hari yang lalu aku putus ama Doni, iya sih aku salah aku mutusin dia. Tapi sekarang aku malah kangen banget sama dia. Bantu aku dong Rin." Pinta Nava


"Hmmm makanya kalo sayang tuh dijaga, ini kok malah diputusin. Jadi aku harus ngapain nih?" kata Iriana lagi


"Hmmm iya iya. Kamu boleh gak bantu aku hubungi Doni? Kamu bilang aja seakan-akan tuh aku curhat sama kamu, trus kamu bilang kalo aku sedih karena udah putusin dia. Bilang juga kalau aku merasa bersalah gitu. Tapi kamu harus yakinin dia seolah-olah kamu hubungin dia itu karena inisiatif kamu sendiri. Bukan karena aku yang minta." Jelas Nava


"Ya ampun Nav, kamu nih ada-ada aja. Untung kamu tuh sahabat baik aku. kalau gak, males banget aku. Hahahaha." Kata Iriana tertawa gelak mendengar kata sahabatnya yang mulai bucin.


"Serius yah bantu aku, ya udah aku matiin dulu panggilannya ntar aku kirim nomor ponsel Doni ya, aku tunggu loh kabarnya**."


Panggilan telepon berakhir, Nava segera mengetik nomor ponsel Doni dan mengirimkannya ke Iriana.


Iriana yang sudah mendapatkan nomor ponsel Doni pun bergegas mengirim pesan kepada Doni.


"Selamat malam, ini Doni ya? Aku sahabatnya Nava, Iriana".


Doni yang mendengar ponselnya berbunyi pun membuka pesan dari sebuah nomor baru.


"**Iya saya Doni, oh sahabatnya Nava. Ada apa yah?" Jawab Doni


"Nava abis curhat tentang hubungan kalian, katanya kalian abis putus yah?" Jelas Iriana


"Yah seperti yang Nava bilang, Nava yang mutusin aku. Kayaknya dia emang gak suka sama aku. Aku udah gak mau maksa dia buat jalan sama aku." Jawab Doni


"Sebenarnya Nava merasa bersalah dan sedih loh abis mutusin kamu Doni. Sekarang dia merasa kesepian gak ada kamu. Yah kalau kamu memang masih sayang sama dia, coba aja kamu hubungi dia dan perbaiki lagi hubungan kalian." ungkap Iriana


"Kalau dia sayang sama aku, dia gak akan mutusin aku, lagi pula ini udah kesekian kalinya dia mutusin aku." Jawab Doni**


Astaga Nava betul-betul tuh anak. Kirain mereka gak pernah putus sebelumnya. Pantes aja dia minta aku hubungi Doni. Keterlaluan juga si Nava. Gumam Iriana dalam hati.


Tapi sebagai sahabat yang baik Iriana masih berusaha meyakinkan Doni tentang perasaan Nava, dan untunglah Doni mau mendengarkan Iriana dan menghubungi Nava lagi. Iriana merasa senang karena bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sahabatnya itu.


Pucuk di cinta ulam pun tiba

__ADS_1


Pepatah yang sepertinya cocok dengan keadaan Nava sekarang. Ponselnya berdering dan betapa senangnya ketika nama yang tertera di ponselnya adalah kekasihnya Doni.


Dengan raut wajah bahagia, Nava segera menerima panggilan telepon itu.


"**Ya halo Doni." kata Nava singkat


"Gimana kabar kamu Nav?" kata Doni


"Ah aku baik kok. kamu sendiri gimana?"


"Aku juga baik. Tadi Iriana ngirim pesan aku, dia bahas sesuatu tentang kita**."


Nava berpura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan Doni padahal sebenarnya dia sudah tahu akan hal itu.


"Oh ya, Iriana bilang apa aja ke kamu?"


"Katanya kamu sedih karena kita putus. Emang benar?" Tanya Doni


"Ya ampun Iriana kok bilang gitu sama kamu? Aku cuman berniat curhat aja sama dia. aku gak nyangka dia akan sampaikan itu ke kamu." Kata Nava


"Jadi gimana? Kamu mau gak kita baikan lagi?" Tanya Doni


Sebuah senyuman terukir di wajah Nava, akhirnya kata yang dia tunggu diungkapkan oleh Doni.


"Hmmm iya aku mau kok kita baikan." Kata Nava semangat


"Ya udah sekarang aku harap hubungan kita kedepannya semoga semakin membaik. dan aku minta kamu jangan suka ngomong putus ya sayang. Itu gak baik." Kata Doni lembut


"Iya sayang aku janji." Timpal Nava


"Oh ya sayang kamu udah mandi belom?" Tanya Nava lagi


"Belum nih, tadi keburu malam nyampe di kantor, banyak surat dan beberapa paketan yang tadi aku antar. Jawab Doni


"Yaa sayang ku "buccu" dong." Kata Nava sambil tertawa


Oh ya kata "buccu" adalah bahasa daerah dari tempat Nava dan Doni berasal. Kata itu berarti bau.


"Gak kok kata siapa? Sayang kali yang buccu?." Timpal Doni


Mereka pun tertawa bersama, mengobrol ria meskipun hanya melalui ponsel. Mereka menghabiskan malam itu dengan keceriaan.


Dan sejak saat itu kata "Buccu" menjadi panggilan kesayangan di antara mereka berdua.

__ADS_1


Hari ini di sebuah kantor milik pemerintah, dimana seorang sahabat Nava bekerja, Inov tanpa sengaja bertemu dengan Leo. Saat itu Leo sedang mengantarkan pesanan katalog di kantor itu. Inov yang melihat Leo lebih dulu segera mendekati dan menyapanya.


"Hai Leo, masih ingat aku gak?" Tanya Inov


"Hmmmm Inov temannya Nava yah?" Jawab Leo


"Iya bener, by the way kok kamu tega sih sama Nava? Bisa-bisanya kamu mutusin dia gitu aja?" Kata Inov to the point


Sebagai seorang sahabat Inov dapat merasakan kesedihan Nava waktu itu. Olehnya itu Inov pun ingin tahu penyebab Leo meninggalkan Nava.


"Ya aku gak bermaksud untuk menyakiti Nava, tapi aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena sebentar lagi aku akan menikah. Aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku." Kata Leo penuh sesal.


"Terus kalau kamu tau bahwa kamu udah dijodohkan, untuk apa lagi kamu deketin Nava? Malah kamu jadikan dia pacar!" Kata Inov mulai emosi.


" Ya mau bagaimana, aku juga suka sama Nava. Aku emang suka sama dia. Tapi aku gak bisa berbuat apa-apa."


"Itu artinya kamu tuh egois. kamu mau mendapatkan keduanya. Tapi akhirnya kamu sendiri yang menyakiti hati Nava. Kata Inov berapi-api.


"iya aku minta maaf, aku tahu aku salah. Tolong sampaikan permohonan maaf ku kepada Nava yah". Kata Leo menyesal.


Percakapan di antara mereka pun berakhir. Setelah bertemu Leo, Inov segera mengambil ponselnya dan menghubungi Nava.


"Halo, Nov. ada apa? Kata Nava yang menerima panggilan sahabatnya.


"Nav, tahu gak aku baru aja ketemu siapa? Aku ketemu Leo Nav" Kata Inov


"Hah,, Leo?? Ketemu dimana? Terus kamu ngomong apa aja sama dia Nov?" Tanya Nava penasaran


"Tadi dia ke kantor aku Nav, bawa pesanan katalog kantor. Aku ngobrol tentang kamu Nav." jawab Inov


"Serius? Dia bilang apa aja ke kamu Nov?" Tanya Nava lagi.


"Kamu tahu gak Nav alasan dia mutusin kamu? Itu semua karena wanita lain." ungkap Inov.


"Hah? maksud kamu gimana Nov?"


"Ternyata Leo itu udah dijodohin sama orang tuanya sebelum kamu kenal ama dia Nav". Jelas Inov


"Terus dia bilang apa lagi Nov? kata Nava lemah


Nava yang mendengar perkataan sahabatnya hanya bisa tertunduk lesu, dia tidak menyangka menjadi orang ketiga dalam hubungan seseorang.


"Katanya dia suka sama kamu makanya dia mau jadiin kamu pacarnya. ya udah aku bilang aja kalau dia itu egois dan udah nyakitin kamu." jelas Inov

__ADS_1


Nava semakin bersedih mendengarkan semua yang dikatakan Inov.


Apa pengakuan itu semua akan mempengaruhi hubungan Nava dan Doni?


__ADS_2