Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Doni dan Nava meninggalkan rumah Irsya. Dalam perjalanan pulang, Doni masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Nava tadi. Dengan sesekali melirik kaca spion sepeda motornya Doni menatap Nava. Dia pun memulai percakapannya dengan Nava


"Sayang kamu baik-baik aja kan? Tadi kamu beneran pingsan?" Tanya Doni.


Nava yang masih merasa syok dengan kejadian tadi menjawab pertanyaan Doni terbata-bata.


"Ah,, pingsan? Ah i-iya tadi aku beneran gak sadar. Emang kenapa?" Tanya Nava balik.


"Gak sayang, aku khawatir tau sama kamu." Jawab Doni


Nava yang mendengar jawaban Doni hanya bisa tersenyum. Sejujurnya Nava sendiri ragu apa benar tadi itu bisa dikatakan pingsan? Sebenarnya Nava bisa merasakan apa yang telah terjadi tadi, hanya saja tubuhnya serasa membeku tak dapat bergerak sedikitpun. Itu karena menjadi kali pertama baginya menerima perlakuan seperti itu dari seorang pria.


Nava pun tiba dirumah, Doni langsung pamit kepada Nava dan kembali ke kostnya. Sepanjang jalan Doni memikirkan apa yang terjadi dengan kekasihnya tadi. Doni sejujurnya masih merasa takut dan ragu. Takut jika kekasihnya akan mengucap kata pisah lagi karena tindakannya dan juga ragu apakah dia bisa meneruskan apa yang sudah dia rencanakan.


Setibanya di kostan miliknya. Doni segera mengambil ponselnya dan menghubungi kekasihnya. Doni yang sedang rebahan di atas kasur empuknya menunggu jawaban panggilan teleponnya.


"Ya halo sayang, kamu udah nyampe?" ucap Nava membuka obrolan.


" Ya sayang aku udah di kost nih. Kamu gimana? Tanya Doni.


" Aku baik kok." ucap Nava singkat


Sebenarnya ada pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam hati Nava, hanya saja Nava tidak tahu harus seperti apa cara mengungkapkannya kepada kekasihnya itu.


Ada rasa malu dan tabu untuk mengucapkannya.


Sesaat mereka terdiam, entah harus bercerita tentang apa. Keduanya sibuk dengan pertanyaan di pikirannya masing-masing.


"Sayang udah dulu yah, aku mau istirahat. Udah larut malam". Tutup Nava dan Doni pun mengiyakan.


Malam minggu yang harusnya menjadi malam yang indah dengan versi mereka masing-masing malah berakhir dengan penuh tanda tanya. Malam itu malam yang sulit bagi keduanya untuk terlelap. Doni masih memikirkan apa dia masih bisa melanjutkan rencananya atau tidak.


"Tapi setidaknya Nava tidak mengucap kata putus untukku. Sepertinya aku masih ada kesempatan untuk mencobanya sekali lagi. Tapi bagaimana jika kejadian seperti tadi terulang lagi? Ah rasanya tidak mungkin. Siapa tahu tadi Nava memang tidak dalam keadaan fit. Ya aku harus mencobanya sekali lagi." Gumam Doni sambil menatap langit-langit kamarnya.


Ditempat yang berbeda, Nava yang sedang berbaring, dengan posisi menyamping sambil memeluk guling kesayangannya. Jari-jarinya bermain pada pangkal gulingnya sambil berucap dalam hati.

__ADS_1


"Sebenarnya Doni mau ngapain sih? Apa yang akan dia perbuat kepadaku? Aku harus bagaimana jika dia melakukan hal yang sama lagi? Bagaimana cara aku menghindarinya? Bagaimana aku bisa menolaknya?" Pertanyaan-pertanyaan itu membuatnya sedikit pusing karena begitu sulit baginya untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya sendiri.


Hari berlalu, semua kembali seperti sedia kala. Saling memberi kabar dan juga perhatian. Doni kembali mengajak Nava untuk pergi bersama menghabiskan waktu di akhir pekan. Awalnya Nava sempat menolak.


" Sayang hari minggu nanti giman kalau kita keluar jalan yuk berdua?" Pinta Doni


"Kita mau kemana sayang?" jawab Nava


" Ya terserah kamu aja sayang, yang penting kita bisa bareng-bareng." kata Doni lagi


"Sepertinya aku gak bisa deh sayang. Soalnya Minggu siang itu aku mau ngumpul sama teman-teman aku dan kayaknya bakal sampai sore deh. Kamu tahu sendiri kan? Gimana teman-teman bisa lupa waktu kalau udah ngumpul?" Jelas Nava.


" Hmmm ya udah kita ketemunya pas malamnya aja, ntar aku langsung jemput kamu aja di rumah teman kamu. Gimana sayang? " Jawab Doni lagi.


"Ya udah kalau gitu liat nanti aja ya?"Kata Nava lagi.


Hari minggu pun tiba. Nava yang sudah janjian dengan teman-temannya segera bersiap-siap. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 Wita, dan kini Nava sudah berada di teras rumah menunggu Ira datang menjemputnya. Tak butuh waktu lama Ira sudah tiba di depan rumah Nava. Sambil menunjukkan senyum terbaiknya Ira berkata dengan bangga


" Aku on time kan? Ku bilang juga apa, tenang aja kali ini aku pasti tepat waktu"


"Hahaha tumben banget on time udah capek ya di bully terus karena ngaret?" Ucap Nava ngeledek.


Kata Ira


Setelah berpamitan dengan ibunya Nava dan Ira pun menuju ke rumah sahabatnya Mhya.


Setibanya disana, ternyata teman-temannya yang lain pun sudah ada disana. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan menonton drama Korea di youtube, tak lupa beraneka ragam makanan ringan dan soft drink siap santap di hadapan mereka. Waktu berlalu sangat singkat, Canda tawa dan gurauan yang saling sahut-sahutan di antara mereka membuat semuanya tampak berbahagia. Di sela-sela obrolan mereka ponsel Nava tiba-tiba berdering. Sebuah panggilan telepon dari kekasihnya terlihat dari layar ponsel Nava. Nava segera bangkit dari tempat duduknya menjauh dari teman-temannya yang tak henti-hentinya mengoceh.


"Yah sayang aku masih di rumah Mhya. " Kata Nava


"Tiga puluh menit lagi aku jemput kamu boleh gak sayang?" Tanya Doni.


Nava segera melirik jam tangan di lengan kirinya. waktu menunjukkan pukul 16.25 menit.


"Oh oke sayang, ntar kalau kamu udah di depan rumah Mhya langsung telepon aku aja. Nanti aku keluar. " jawab Nava lagi

__ADS_1


"Baik sayang. ya udah aku siap-siap dulu ya. Jawab Doni bersemangat.


Nava kemudian menyimpan kembali ponselnya. untuk sesaat Nava merasa takut untuk bertemu kekasihnya namun dia segera menepis rasa itu dan kembali masuk ke dalam menemui teman-temannya.


"kenapa Nav?" Tanya Mhya


"Doni gak lama lagi mau jemput aku, katanya mau ngajak aku jalan-jalan dulu. Gak papa kan kalau aku balik duluan?" Jawab Nava


"Oh gitu ya udah gak papa, udah sore juga kan? Sahut Mhya lagi


"Ciye ciye yang mau jalan ama ayang, mau kemana tuh?" ledek teman lainnya


"Apaan sih orang cuman jalan-jalan aja" kata Nava sambil tersenyum kepada teman-temannya


Tiga puluh menit berlalu, sebuah sepeda motor berhenti di depan rumah Mhya. Doni segera mengambil ponselnya dan menghubungi Nava.


Nava yang memang sudah mendengar suara motor kekasihnya itu segera berpamitan kepada teman-temannya tanpa menerima panggilan telepon Doni.


" Aku balik duluan ya teman-teman, Doni udah ada di depan kayaknya. see you... kata Nava sambil meninggalkan teman-temannya. Doni yang baru saja ingin menghubungi Nava kembali, dikejutkan dengan kehadiran kekasihnya yang tiba-tiba sudah ada didepan matanya.


"Jadi kita kemana nih?" Kata Nava


" Sayang,, padahal baru aja aku mau hubungin kamu" Kata doni terkejut


" Hehehe tadi aku denger suara sepeda motor kamu, jadi aku langsung pamitan ke teman-teman aja." jawab Nava.


Mereka berdua pun meninggalkan rumah Mhya dan berjalan-jalan mengitari kota B untuk sesaat.


"Sayang kita mau kemana?" Tanya Nava. Doni terdiam, bingung harus berkata apa kepada Nava. Apa Nava tidak akan menolak jika diajak ke suatu tempat?" Tanya Doni dalam hati.


Kemana Doni akan membawa Nava???


Apa Doni akan mencoba kesempatan kedua???


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2