Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 10


__ADS_3

Saat berjalan menuju taman belakang tanpa sengaja Xia Xia berpapasan dengan kasim Han, pandangan mereka berdua bertemu beberapa saat sebelum kedua nya mengalihkan pandangan satu sama lain.


penasehat Han, aku ingin bicara,"


" putri Xia Xia, hamba ingin bicara,"


ucap mereka berdua secara bersamaan, terjadi keheningan sesaat sebelum di akhiri oleh tawa Xia Xia .


" putri Xia Xia,apa yang ingin anda bicarakan?" tanya penasehat Han dengan sopan santun.


" aku ingin meminta maaf atas kejadian kemarin dan juga masalah tentang kau jatuh dari kuda," Jelas Xia Xia dengan malu malu, baru kali ini Xia Xia meminta maaf kepada seseorang.


penasehat Han diam sejenak mencerna ucapan yang keluar dari mulut Xia Xia, bagaimana bisa seorang putri meminta maaf kepada nya yang hanya seorang Kasim.


" emmm, itu putri hamba sudah melupakan kejadian yang sudah terjadi, biarkan hal itu berlalu seperti air yang terus mengalir," Jawab penasehat Han dengan gugup.


" oh ya penasehat Han, apa yang ingin kau bicarakan," Xia Xia langsung ingat bahwa penasehat Han ingin membicarakan sesuatu kepada nya.


" ini obat untuk putri, hamba tahu saat orang terjatuh ke kolam teratai yang begitu dingin pasti akan langsung terkena flu," Penasehat Han menyerahkan kendi kecil yang berisi obat yang dia buat secara pribadi.


" terima kasih penasehat Han," Ucap Xia Xia sambil menerima kendi obat yang di berikan oleh penasehat Han.


" putri, obat itu di minum sebelum tidur,"


" oh baiklah, apa kau sudah minum obat?" tanya Xia Xia yang hanya di jawab anggukan oleh penasehat Han.


" jika tidak ada kepentingan hamba pamit undur diri," Penasehat Han sambil menunduk dan berniat pergi namun langsung di cegah oleh Xia Xia .


" jika tidak ada perkejaan nanti malam bisa kah kau menemani ku berkeliling melihat pasar malam,"

__ADS_1


tidak percaya apa yang telinga nya dengar, penasehat Han menatap lekat Xia Xia untuk memastikan ucapan itu benar berasal dari mulut Xia Xia.


melihat penasehat Han masih terbengong,Xia Xia mendekati tumbuh penasehat Han yang jarak antara tumbuh nya berkisar satu meter, kemudian Xia Xia mengulang kembali ucapan nya.


"jika tidak ada perkejaan nanti malam bisa kah kau menemani ku berkeliling melihat pasar malam," ucap Xia Xia dengan perlahan dengan menatap lekat pupil coklat mata penasehatnya Han.


buru buru penasehat Han menunduk kan pandangan nya dan menjauh dari Tumbuh Xia Xia, Xia Xia yang melihat itu hanya tertawa jahil, sekarang Xia Xia tahu penasehat Han adalah seorang yang pemalu.


" kenapa,apa aku perlu mengulangi ucapan ku lagi?


" tidak perlu putri," Jawab penasehat Han dengan buru buru.


" lalu bagaimana, apa kau mau menemani ku?" ucap Xia Xia dengan penuh harapan kepada penasehat Han yang seperti nya jelas jelas akan di tolak, namun apa salah nya mencoba.


" maaf putri, hamba tidak bisa menemani putri," Jawab penasehat Han dengan sikap sopan.


Xia Xia yang mendengar jawaban dari penasehat Han Sudah sangat putus asa, namun bukan Xia Xia jika tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


dengan tersenyum Xia Xia mendekati tumbuh pria yang berdiri tidak jauh dari nya, saat penasehat Han ingin menghindar Xia Xia lebih dulu menangkap tangan penasehat Han.


" aku akan menunggu mu di alun alun kota nanti malam," Xia Xia tetap kekeuh dengan permintaan nya walaupun sudah di tolak.


Xia Xia yang melihat dari arah kejauhan terlihat rombongan permaisuri vui yang berjalan ke arah taman belakang dengan buru buru Xia Xia melepas tangan penasehat Han dan langsung berjalan menghampiri permaisuri vui.


permaisuri vui yang melihat penasehat Han langsung berjalan menghampiri penasehat Han yang masih berdiri mematung.


" penasehat Han bagaimana kondisi mu, aku benar benar meminta maaf akan kejadian yang menimpa kemarin," Ucap permaisuri vui Dengan tulus berharap penasehat Han tidak pernah memasukkan ke hati akan tindakan dari putri nya Xia Xia.


walaupun permaisuri adalah seorang bangsawan kelas atas ia tidak pernah sekalipun malu atau gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu jika dirinya memang bersalah.

__ADS_1


namun jangan salah artikan jika seorang permaisuri vui adalah seorang pemaaf dia akan selalu lemah lembut namun sebaliknya jika sudah menyangkut urusan Harem, permaisuri vui akan menjadi pribadi lebih tegas dan tidak ada kata toleransi untuk kesalahan para selir.


pernah sekali permaisuri vui menghukum selir kaisar dengan hukuman potong tangan dan di asing kan Karena ketahuan meracuni anak selir lain, kaisar akan selalu mendukung tindakan tegas permaisuri vui jika itu memang terbukti benar.


" tolong jangan mengotori keagungan permaisuri dengan meminta maaf kepada hamba yang rendahan ini," Jawab penasehat Han yang langsung bersujud di hadapan permaisuri vui.


" haisss, penasehat Han jangan berlebihan seperti itu, jika kau ingin bersujud di hadapan seorang maka lakukanlah di hadapan kaisar karena dia lah tuan mu yang sebenarnya," Jelas permaisuri vui dengan membantu penasehat Han berdiri.


" terima kasih permaisuri,"


Xia xia yang orang nya tidak suka basa basi langsung menarik tangan permaisuri vui, bukan kah tujuan mereka ke sini untuk membuat lampion.


sesampai nya di taman belakang sudah terlihat kaisar Luhan dan putra mahkota yang duduk santai di gazebo sambil menikmati secangkir teh yang telah tersaji.


" apa kalian sudah menunggu lama?" xia xia langsung membuka pembicaraan.


" tidak terlalu lama," ucapan putra mahkota yang telah menampilkan wajah bosan.


" jika kakak bosan maka salah kan lah ibunda yang meperlambat waktu," Xia Xia menunjuk permaisuri dengan tatapan mata.


" seperti tidak, ibunda hanya berbicara dengan penasehat Han sebentar," Timpal permaisuri vui yang tidak terima jika di bilang mengulur waktu.


"memang apa yang ibunda bicara dengan penasehat Han?" tanya putra mahkota untuk membuang kebosanan nya.


" hanya meminta maaf kepada penasehat Han untuk kejadian yang menimpa nya kemari," jelas permaisuri sambil meminum teh.


mendengar permaisuri vui membicarakan kejadian itu membuat Xia Xia jengkel, lagi pula kenapa mengungkit kejadian memalukan itu.


" itu benar kita harus meminta maaf kepada penasehat Han, walaupun dia sakit tapi dia tetap berkeja dengan rajin," Ucap kaisar dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


mengingat bagaimana kondisi penasehat Han membuat kaisar merasa iba, baru kali ini kaisar melihat seorang yang begitu bertanggung jawab atas perkejaan nya, walaupun penasehat Han bisa mengambil cuti namun dia tidak pernah sekalipun mengambil cuti walaupun dalam kondisi sakit sekalipun.


" sudahlah jangan membahas hal yang tidak penting, bukan kah kita di sini untuk membuat bersenang-senang," Ucap Xia Xia dengan jengkel.


__ADS_2