Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 16


__ADS_3

Jleb!!


pertanyaan dari kaisar membuat penasehat Han berfikir keras, tidak mungkin juga ia menjawab menerbangkan lampion bersama dengan putri Xia Xia, tapi penasehat Han juga tidak ingin berbohong kepada kaisar Luhan.


kaisar Luhan melihat ekspresi wajah penasehat Han,ada beribu pertanyaan yang muncul di fikiran kaisar Luhan, tidak pernah sekalipun penasehat Han menjawab begitu lama pertanyaan dari kaisar.


" Kenapa penasehat Han, apa ada sesuatu yang terjadi?"


" AH, tidak yang mulia, hamba menerbangkan lampion sendiri sambil menikmati keindahan malam musim gugur,"


" Banyak pasangan yang menerbangkan lampion berharap hubungan mereka bisa selalu bersinar seperti cahaya lampion, namun kau merayakan hari yang begitu sepesial sendiri," Kekeh kaisar Luhan yang hanya di sambut senyuman dari penasehat Han.


tidak hanya fokus mengerjakan tugas negara, kaisar Luhan juga seorang manusia yang suka candaan, terkadang jika perkejaan negara begitu menumpuk kaisar Luhan akan mengerjakan nya dengan di selingi candaan, agar membuat nya tidak terlalu jenuh menangani masalah negara yang setiap hari hampir selalu ada.


"Bagaimana jika aku mencarikan mu seorang nona mudah," tawar kaisar.


sudah beberapa kali kaisar Luhan menawarkan nona muda kepada penasehat Han, tapi lagi lagi penasehat Han akan menolak nya dengan alasan yang sama.


" Terima kasih atas perhatiannya kaisar, namun hamba ingin lebih fokus ke perkejaan hamba,"


"yahhh, lagi lagi kau menolak, entah wanita mana yang bisa menarik perhatian mu,"


mendengar perkataan kaisar Luhan membuat penasehat Han teringat kepada putri xia Xia, candaan nya yang selalu membuat orang itu tertawa, senyuman manis nya yang bisa membuat orang mana pun yang melihat akan terpesona, rambut hitam legam nya yang berayun-ayun jika di terpa angin.


menyadari apa yang tengah penasehat Han fikiran, buru buru penasehat Han menyadarkan kembali akal sehatnya, akhir akhir ini penasehat Han di buat terngiang-ngiang akan kecantikan xia Xia, penasehat Han sempat mengira dirinya tengah gila namun lagi lagi di buat tertampar akan degupan jantung yang begitu kuat saat melihat Xia Xia yang hanya bisa di alami oleh orang yang sedang jatuh cinta.

__ADS_1


namun bukan kah ini terlalu cepat jika di sebut cinta, penasehat Han hanya beberapa kali bertemu dengan Xia Xia, apa mungkin ini kekaguman kepada Xia Xia, entah lah penasehat Han juga bingung tentang dirinya sendiri.


" kenapa bengong penasehat Han?" kaisar Luhan yang bingung melihat penasehat Han yang bengong.


"tidak apa-apa yang mulia,"


" oh ya penasehat Han,ada yang ingin ku tanya kan padamu,"


" tanya kan saja yang mulia," Penasehat Han yang terlihat penasaran akan pertanyaan kaisar Luhan, jarang jarang kaisar meminta izin salam mendiskusikan sesuatu.


" aku berencana mengadakan kontes pemilihan calon putri mahkota untuk putra mahkota, putra mahkota juga sudah cukup dewasa untuk menikah, bagaimana apa kah ini ide yang cocok,"


sudah beberapa kali kaisar Luhan ingin mengadakan kontes pemilihan calon putri mahkota, namun putra mahkota selalu saja menolak dengan alasan belum cukup mantap untuk menjalin hubungan dengan wanita.


di tambah urusan istana yang selalu menyibukkan putra mahkota membuat putra mahkota tidak pernah dekat dengan wanita manapun, walaupun banyak nona dan putri yang ingin mendekati nya tidak pernah sekalipun putra mahkota menggubris keberadaan mereka.


"aku akan membahas nya lagi dengan permaisuri dan putra mahkota," Kaisar Luhan sambil meminum teh yang telah tersaji di meja kerja nya.


di kediaman teratai seorang wanita tengah berhias di depan meja rias, selir agung nian yang menghabiskan hari hari nya dengan menghiasi diri dan bergosip dengan selir lain.


sebagai Selir agung tidak pernah sekalipun membantu perkejaan permaisuri, permaisuri vui juga tidak perduli jika selir agung nian tidak membantu nya sama sekali, tanpa bantuan siapapun permaisuri vui bisa mengurus semua nya sendiri.


Selir agung nian yang tidak bisa melakukan perkejaan apapun justru membuat beberapa kali kepala permaisuri vui pusing karena mendapatkan laporan dari selir lain yang di bully oleh selir agung nian.


sudah sering permaisuri vui menghukum selir agung nian karena kesalahannya namun itu tidak membuat selir agung nian jerah, sebaliknya ia perbuatan nya semakin menjadi jadi.

__ADS_1


" Rui, apakah aku cantik," Tanya selir agung nian sambil melenggak-lenggok Tumbuh nya di depan cermin.


Rui adalah pelayan pribadi selir agung nian, Rui sudah berkeja untuk selir agung nian semenjak Selir agung nian masih menjadi istri orang lain.


" Selir agung nian, anda adalah wanita tercantik di kekaisaran ini, lihatlah walaupun anda sudah memiliki anak namun badan anda tetap Masih indah," Puji Rui yang membuat Selir agung nian tersenyum bangga.


selir agung nian telah melahirkan sebanyak dua kali, satu anak wanita dari pernikahan pertama dan satu anak pria dengan kaisar Luhan.


" Aku cantik namun kenapa kaisar selalu mengabaikan ku!" selir agung nian langsung membanting vas bunga yang berada di atas meja rias, membuat pecahan beling berserakan dimana-mana.


tidak hanya di kenal dengan sikap buruk nya, selir agung nian juga sering menjadi bahan pembicaraan karena sikap pemarah nya, hampir setiap hari ada saja barang yang menjadi korban karena kemarahan nya.


"apa bagusnya permaisuri vui, hingga sampai mengabaikan ku!" teriak Selir agung nian.


" ibunda," Panggil Li Wei yang baru saja datang.


" Li Wei, ada keperluan apa kau ke sini,"


" apa aku tidak boleh berkunjung ke tempat ibu ku," Ucap Li Wei malas.


memang hubungan Li Wei dengan Selir agung nian tidak terlalu baik, hal ini di sebab Kan karena selir agung yang selalu pilih kasih dengan Li Wei.


" apa kau baru ingat jika memiliki seorang ibu," Serka selir agung yang hanya di jawab tatapan sinis oleh Li Wei.


"kakak Li Wei juga di sini," Ternyata pangeran Qing zua juga datang ke kediaman Selir agung nian.

__ADS_1


putra yang sangat selir agung nian bangga kan, pangeran Qing zua putra kandung selir agung nian dengan kaisar Luhan, tahun ini umur pangeran Qing zua baru menginjak tujuh belas tahun, walaupun umur pangeran Qing zua masih belasan tapi ambisinya untuk menjadi kaisar sangat lah besar, sama seperti ibu dan kakak nya yang membenci permaisuri vui dan putri Xia Xia sama hal nya dengan pangeran Qing zua yang iri akan hal yang di miliki oleh putra mahkota.


pangeran Qing zua ingin sekali merebut gelar putra mahkota dari tangan Xia wan, segala cara akan Qing zua lakukan untuk mencapai tujuan yang ia inginkan.


__ADS_2