Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
episode 27


__ADS_3

Plakk


satu tamparan mendarat di pipi Li Wei, membuat bibir Li Wei sedikit mengeluarkan darah, rasa sakit yang Li Wei rasakan membuat air mata lolos keluar begitu saja tampa ijin dari sang pemilik.


"Ibunda," Ucap lirih Li Wei.


"Anak tidak tahu di untung, apa kau tahu kabar putri Li Wei yang ingin membunuh putri Xia Xia telah menyebar ke seluruh penjuru istana!" Sentak selir agung nian.


"Aku tidak berencana membunuh Xia Xia, itu hanya kesalahan pahaman sementara!"teriak Li Wei.


Selir agung nian yang sudah kehabisan kesabaran langsung menarik rambut Li Wei, tatapan mereka berdua bertemu satu sama lain, namun tidak tatapan kasih sayang antara ibu dan anak, melainkan tatapan sengit yang di berikan kepada seseorang yang di benci.


"Jika aku tahu kau tidak berguna seperti ini, lebih baik aku lenyap kan kau sejak dalam kandungan,"Bisik Selir agung nian tepat di telinga Li Wei.


"Kenapa kau tidak bisa membanggakan aku sebagai orang yang telah melahirkan mu, lihat lah putri Xia Xia yang begitu jenius, lalu lihat lah adik mu yang begitu bersinar layak nya cahaya Surya, sementara diri mu hanya lah debu di jalan yang tidak berguna,"Timpal Selir agung nian.


Li Wei sudah tidak bisa berkata kata, cukup air mata yang bisa menjelaskan bagaimana rasa sakit yang menyerang hati Li Wei, seorang ibu yang harus nya menjadi pelindung bagi anak Nya, justru berbanding terbalik dengan Selir agung nian yang selalu menuntut para anak nya untuk menjadi apa yang selir agung nian mau.


"Ahhkkkk, kenapa ibunda selalu membandingkan aku dengan Qing zua, hanya Qing zua yang selalu mendapatkan kasih sayang ibunda, aku juga anak mu!" Ucap Li Wei yang begitu terlihat frustasi dengan keadaan.


"Apa ibunda tahu, aku selalu iri kepada Xia Xia yang selalu mendapatkan kasih sayang dari kaisar dan permaisuri, jangan kan mendapatkan kasih sayang, ibunda selalu menyalahkan aku atas semua kegagalan yang ibunda alami," Tangis Li Wei pecah, ia sudah tidak bisa lagi membendung air mata nya.

__ADS_1


Li Wei terduduk di lantai dengan menangkup wajah nya yang sudah basah dengan air mata yang terus mengalir, tidak ada sedikit pun di fikiran selir agung nian untuk menenangkan Li Wei, justru selir agung nian hanya memandang dingin ke arah Li Wei.


"Apa dengan menangis kau bisa mengembalikan keadaan, kau malah terlihat semakin menyedih kan, aku benci seorang yang terlihat lemah," Ucap sinis Selir agung nian.


Mendengar apa yang selir agung nian katakan, Li Wei langsung saja berdiri menatap seduh Selir agung nian.


"Memang apa yang ibunda katakan ada benar nya, namun dengan menangis setidaknya aku bisa mengobati hati ku yang hancur," Ujar Li Wei dengan menunjuk ke arah hati Nya.


"Seorang ibu yang selalu terobsesi kepada tahta hingga mengorbankan anak nya sendiri demi mencapai tujuan nya, pasti akan hancur cepat atau lambat!" Timpal Li Wei.


"Lancang!"


"Aku selalu diam saat ibunda mencaci ku, namu kali ini tidak lagi,"


"Tidak kali ini ibunda yang harus mendengarkan aku, lebih baik ibunda urungkan niat untuk menjadi kan Qing zua sebagai seorang kaisar, karena apa, karena semua mimpi ibunda hanya lah angan-angan saja, hahaha," Gelegar tawa Li Wei begitu keras.


Kepalan tangan selir agung nian yang begitu kuat, seperti nya bukan hanya Selir agung nian saja yang gila, Li Wei juga ikut gila karena semua masalah yang selalu membebani diri nya.


Seorang wanita yang seharusnya mendapatkan kehangatan pelukan dari seorang ibu, harus memeluk dingin nya tembok istana seorang diri, tanpa ada tempat sandaran yang dapat membuat nya di hargai di tempat ini.


"Lain kali ibunda tidak akan pernah memaafkan kesalahan mu lagi," Ucap lirih selir agung nian yang langsung pergi meninggalkan kediaman milik Li Wei.

__ADS_1


"Aku tidak perduli apa yang ibunda katakan,"


"Aku benci ibunda, ahkkk!" teriak Li Wei yang di akhiri dengan tangisan pilu.


Permaisuri vui masih setia menemani xia xia yang belum juga kunjung bangun, kaisar Luhan sudah pergi untuk menyelesaikan tugas negara, awal nya kaisar Luhan ingin menemani permaisuri vui menjaga Xia Xia, karena kaisar masih memiliki tanggung jawab kekaisaran yang harus di tangani, permaisuri vui membujuk kaisar Luhan untuk mengedepan kan tanggung jawab nya sebagai kaisar sebelum tanggung jawab sebagai seorang ayah, karena kaisar Luhan bertanggung jawab kepada seluruh rakyat.


XIA Xia adalah tanggung jawab kedua orang tua nya, yang bisa di alihkan ke pada salah satu di antara mereka berdua, sementara penasehat Han ia tengah berganti pakaian, karena baju penasehat Han basah saat menolong Xia Xia yang tenggelam.


"Bagaimana bisa putri Xia Xia jatuh tanpa ada orang yang tahu, bukan kah di taman belakang putri Xia Xia menghadiri pesta teh yang di adakan oleh putri Li Wei, harus nya ada seseorang yang di sana,"


"Seperti nya terjadi sesuatu sebelum putri Xia Xia jatuh ke dalam kolam, apa mungkin ini adalah rencana seseorang,"


Memikirkan hal yang tidak tidak, langsung membuat penasehat Han menggeleng kan kepala, penasehat Han sempat berfikir bahwa ini rencana dari Li Wei, namun karena Li Wei juga seorang putri, tapi mungkin juga Li Wei pelaku nya, bukan kah Li Wei pelopor dari jamuan teh itu, terlebih lagi sikap nya Li Wei yang ingin menjadi kan penasehat Han sebagai mata mata kaisar Luhan.


Selesai berganti pakaian, penasehat Han langsung pergi menuju ruang kerja kaisar, karena ada beberapa hal yang ingin penasehat Han sampai kan tentang bantuan yang di salurkan kepada desa Quan.


Sesudah mendapatkan ide dari Xia Xia, membuat banyak pejabat yang terlibat kasus korupsi, dan bantuan yang diberikan kepada desa Quan pun akhirnya cukup untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka.


Memang tidak di ragukan jika ide Xia Xia begitu cermelang karena Xia Xia langsung lulusan dari akademi Dong,yang ujian masuk nya begitu sulit, tidak ada satupun dari anak pejabat dan bangsawan yang berhasil masuk ke akademi Dong menggunakan uang, semua begitu jujur dan terbuka.


Sesampai nya di ruang kerja kaisar, penasehat Han langsung masuk, terlihat kaisar Luhan tengah sibuk menyelesaikan tugas negara.

__ADS_1


"Hormat hamba kepada kaisar luhan," Hormat penasehat Han seraya menundukkan badannya seratus delapan puluh derajat.


"Akhirnya kau datang juga penasehat han, sudah begitu lama aku menunggu mu, lihat lah tugas negara begitu menumpuk," Ujar kaisar Luhan yang begitu buru buru, mungkin ingin cepat cepat pergi menemani Xia Xia yang sedang tak sadar kan diri.


__ADS_2