Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 20


__ADS_3

"Kakak akan terus menyayangi dan melindungi mu, walaupun ada ribuan waktu yang berbaris untuk menggantikan mu tetap tidak akan bisa menggantikan posisi mu,'' Putra mahkota berusaha menyakinkan sang adik yang sangat ia cintai


"kakak janji," Xia Xia mengangkat jari kelingking nya.


"Janji," Jawab putra mahkota sambil menautkan jari kelingkingnya.


"Xia Xia, apa kah kau tahu, suatu saat nanti pasti akan ada seorang pria selain aku dan ayah, yang mengisi hati mu, yang membuat hari hari mu begitu terasa cepat,"Ucap putra mahkota seraya mengelus rambut Xia Xia.


sekilas ingatan tentang masa kecil Xia Xia terulang kembali, setelah kelahiran di kecil Xia Xia, kaisar Luhan menggelar pesta yang begitu meriah tidak hanya itu kaisar membagikan koin emas kepada seluruh. hampir setiap hari putra mahkota akan datang ke kediaman Phoenix untuk menemui si kecil Xia Xia, tangan nya yang lembut begitu menggemaskan,mata yang begitu bulat membuat siapa pun yang melihat akan langsung terpana.


nama Xia Xia di berikan langsung oleh mendiang ibu suri, yang memiliki arti matahari yang terbit, pemberian nama Xia Xia bertujuan untuk mendoakan kehidupan Xia Xia, agar kehidupan nya bercahaya seperti sang Surya.


penasehat Han melihat kesekeliling istana yang begitu megah, dengan di tumbuhi berbagai macam jenis bunga dari seluruh penjuru dunia. kicau burung dari dahan pohon terdengar seperti alunan musik yang membuat rasa tenang.


pandangan mata penasehat Han teralih ke sebuah Peony yang tengah bermekaran, harus semerbak bunga Peony begitu menguar.


" Aku tidak menyangka seorang penasehat Han menyukai keindahan sebuah bunga," Ucap Li Wei yang baru saja datang.


" Hormat hamba kepada putri Li Wei," Penasehat Han menunduk kan badan nya seratus delapan puluh derajat.


walaupun Li Wei bukan anak sah dari kaisar Luhan, tapi kaisar Luhan tetap memberikan ke gelar putri kepada Li Wei.


"Bukan kah Peony bunga paling indah, hanya di daratan ini bunga Peony bisa tumbuh dengan begitu subur nya," Ujar Li Wei.


Li Wei memetik beberapa kuntum bunga Peony lalu menghirup dalam dalam wangi bunga Peony. bunga Peony hampir tumbuh di setiap penjuru istana bahkan sampai ke istana belakang yang jarang di datangi orang.


"Jika tidak ada yang putri bicarakan, hamba ijin undur diri," Pamit penasehat sebelum Li Wei menghadang nya.

__ADS_1


" Tunggu ada sesuatu yang ingin ku katakan,"


"Apa yang ingin putri katakan?" tanya penasehat Han.


putri Li Wei mendekati penasehat Han yang jarak antara mereka berdua hanya berkisar satu meter. sekarang penasehat Han sudah tahu apa yang akan Li Wei bicarakan dengan nya.


" Penasehat Han dekat dengan kaisar, kau pasti tahu berbagai informasi tentang politik. bagaimana jika kau bergabung dengan ku, akan ada keuntungan besar yang akan kau dapatkan," Tawar Li Wei


penasehat Han tertawa mendengar apa yang Li Wei katakan, terlihat Li Wei Yang begitu terkejut melihat penasehat Han yang tertawa, Li Wei berpikir ada yang salah dengan perkataan nya.


" Apa putri lihat, hamba seperti seorang pemberontak, putri bisa menawarkan berbagai keuntungan besar kepada hamba, tapi itu tidak akan pernah menggoyahkan kesetiaan hamba kepada kaisar. jika putri ingin melakukan pemberontakan suatu saat nanti, yang harus putri ingat adalah, kaisar mau memberikan gelar seorang putri kepada seorang yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali," Jelas penasehat Han yang masih terlihat begitu tenang walaupun wanita di depan nya sudah terlihat begitu marah.


" lagi pula untuk apa kau begitu setia kepada kaisar, sementara kaisar hanya menganggap mu hanya sebagai seorang penasehat,"Cecar Li Wei yang begitu berapi api.


"Kaisar menganggap hamba sebagai apa, itu tidak ada urusan nya dengan Putri,"Jawab penasehat Han.


"Akan ku pastikan kau akan menyesal suatu saat nanti," Ancam Li Wei yang langsung pergi meninggalkan penasehat Han.


Xia Xia yang baru saja kembali dari kediaman putra mahkota melihat Li Wei terlihat begitu marah memunculkan berbagai tandan tanya.


" Kenapa dia terlihat begitu marah," Guman Xia Xia pelan.


tidak lama Xia Xia berjalan ia melihat penasehat Han yang sedang duduk gazebo dekat taman dengan tatapan lurus ke depan. tanpa pikir panjang Xia Xia langsung menghampiri penasehat Han.


"Selamat siang penasehat Han," Sapa Xia Xia yang langsung duduk di kursi yang kosong.


" Putri," Buru buru penasehat Han bangkit dari duduk nya untuk memberi salam kepada Xia xia.

__ADS_1


" Penasehat Han, bagaimana kabar mu,"


" Kabar hamba baik putri,"


" Syukurlah,"


Xia Xia memandang wajah penasehat Han yang tertunduk, sangat tampan kata yang bisa Xia Xia ucapkan. ada rasa debaran jantung yang begitu kuat saat memandang wajah penasehat Han. seperti nya Xia Xia harus pergi berobat untuk menetralkan detak jantung nya.


saat tengah menikmati wajah tampan penasehat Han, tanpa penasehat Han sadari ada sebuah dau yang jatuh di rambut nya. Xia Xia yang melihat itu refleks mengambil nya, membuat penasehat Han mengangkat pandangan nya hingga membuat pandangan di antara mereka bertemu satu sama lain dalam jarak satu jengkal.


satu detik, Dua detik, tiga detik, hingga detik kelima mereka berdua baru tersadar, buru buru Xia Xia memundurkan tubuhnya. namun tanpa Xia Xia sadari tepat di belakang Xia Xia ada sebuah batu kecil yang membuat kaki Xia Xia tersandung, melihat Xia Xia akan jatuh penasehat Han langsung menangkap tumbuh ramping milik Xia Xia.


"Putri anda tidak apa-apa,"


" Aku tidak apa-apa,soal tadi aku meminta maaf,aku hanya mengambil daun yang terjatuh di rambut mu," jawab Xia Xia sambil memperlihatkan daun yang ia ambil dari rambut penasehat Han.


" Jika putri baik baik saja, hamba undur diri dulu," Pamit penasehat Han.


Xia Xia melihat punggung penasehat Han yang semakin menjauh sampai akhirnya menghilang di balik tembok besar. Xia Xia memegang jantung nya yang masih berdegup kencang, ia tidak tahu kenapa saat dekat dengan Kasim Han, hati Xia Xia begitu gembira, apa ini yang di sebut cinta.


" Aku harus bertanya kepada ibunda,"


Tidak hanya jantung Xia Xia yang berdegup kencang, penasehat Han juga merasakan hal yang sama, penasehat Han memegang tangan nya yang gemetar.


" Sebenarnya apa yang terjadi padaku akhir akhir ini," Guman penasehat Han seraya memegang dadanya.


Tali merah sudah mulai terikat di antara mereka berdua disaat mereka berdua masih bingung dengan perasaan mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2