Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 8


__ADS_3

Permaisuri vui duduk di samping Xia Xia mengelus rambut Xia Xia yang tergerai bebas, kemudian permaisuri menyentuh kening Xia Xia untuk memastikan Suhu tubuh nya.


" demam mu tinggi," Permaisuri vui sambil memegang kening dan juga leher Xia Xia.


permaisuri vui begitu di buat khawatir dengan kondisi Xia xia yang demam tinggi seperti ini,Xia Xia hanya cengengesan melihat kekhawatiran seng ibunda.


" kenapa malam tertawa," Permaisuri vui sambil menjitak lembut keplak Xia Xia.


" Ibunda jangan khawatir,Xia Xia kan anak kuat," Xia Xia sambil memperlihatkan tangan nya yang tidak berotot sama sekali, sontak membuat permaisuri dan orang yang melihat kelakuan Xia Xia tertawa.


" lalu kalau kau kuat,apa kau tidak akan sakit," sambil menarik lembut telinga Xia Xia.


" tapi Xia Xia tidak suka obat pahit," rengek manja Xia Xia.


permaisuri vui Han bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah kanak-kanak putri nya.


" Xia Xia, ibunda dengar dari para penjaga yang ada di dekat kolam, sebelum kau terjatuh kedalam kolam,kau sempat bertengkar dengan penasehat Han," Tutur permaisuri vui dengan lemah lembut agar membuat Xia Xia nyaman saat akan menjawab.


xia Xia tidak langsung menjawab pertanyaan dari permaisuri vui, jika Xia Xia mengatakan yang sebenarnya sudah bisa di pastikan permaisuri vui akan kecewa dengan sikap kekanakan dari Xia Xia yang sudah berumur tidak kecil lagi.


tahun ini umur Xia Xia sudah hampir menginjak kepala dua namun Xia Xia belum bisa menjadi dewasa seperti wanita pada umumnya.


"yang di katakan para penjaga memang benar,aku menyuruh penasehat Han untuk mengambil kan teratai yang jauh dari daratan, namun karena penasehat Han menolak aku pun mencoba mengambil teratai itu sendiri," Xia Xia berhenti sejenak setelah mengambil nafas panjang Xia Xia mulai kembali menjelaskan kejadian yang terjadi.


" aku tidak tahu jika kolam teratai begitu dalam dengan tidak ada nya persiapan aku langsung terjun ke kolam dan penasehat Han lah yang menolong ku," Jelas Xia Xia dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


memang Xia Xia akui semua kejadian hari lalu sampai hari ini karena sikap keras kepala nya, jika bertemu kembali Xia Xia pasti akan meminta maaf kepada penasehat Han.


permaisuri vui hanya tersenyum tidak ada sedikitpun rasa untuk memarahi sikap Xia Xia , bukan berati permaisuri membenarkan sikap Xia Xia namun permaisuri ingin menegur Xia Xia dengan sikap yang lebih tenang agar bisa menjadi contoh yang baik untuk untuk Xia Xia kedepannya.


Dengan menggegam tangan Xia Xia, permaisuri vui mengangkat dagu Xia Xia agar pandangan antara ibu dan anak saling bertemu.


" Xia Xia sudah dewasa kan, pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, ibunda percaya Xia Xia bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa,"


mata Xia Xia di buat berkaca kaca mendengar ucapan dari sang ibunda, tidak pernah sekalipun permaisuri vui memarahi Xia Xia, justru permaisuri vui akan menasihati Xia Xia dengan sikap lemah lembut.


permaisuri vui percaya dengan memarahi seorang anak akan membuat kondisi psikologis anak terganggu bukan berati sebagai ibu membenarkan perilaku sang anak, tapi lebih baik nya saat menasihati anak kecil Kita menggunakan bahasa yang lemah lembut.


hal itu juga akan sangat berdampak positif ke pada sang buah hati untuk ke depannya, agar tidak menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.


" apa kau tahu Xia Xia, penasehat Han sudah sangat membantu masalah kekaisaran yang membuat ayah mu begitu pusing, tidak hanya satu masalah namun penasehat Han Sudah menyelesaikan masalah kekeringan dan bencana yang mengguncang di kekaisaran,"


" sebenarnya kaisar sudah menawarkan jabatan yang begitu menjanjikan kepada penasehat Han, namun penasehat Han selalu menolak tawaran itu, ibunda juga beranggapan sama seperti mu saat tahu kecerdasan penasehat Han, memang di sayangkan seorang yang begitu cerdas hanya menjadi seorang penasehat," Ucap permaisuri vui yang hanya menggeleng kan kepala nya.


Xia Xia tidak menyangka bahwa seorang penasehat Han bisa mengukir begitu banyak prestasi di kekaisaran ini tidak hanya kaisar yang kagum dengan kecerdasan penasehat Han, tapi juga seorang permaisuri vui yang bisa di katakan sulit untuk memuji seseorang.


semakin tahu Xia Xia tentang kepribadian penasehat Han, semakin Xia Xia di buat merasa bersalah tentang sikap nya yang angkuh kepada penasehat Han.


" ibunda berharap Xia Xia mau meminta maaf kepada penasehat Han," Permaisuri sambil mengelus rambut hitam Xia xia.


" ibunda tenang saja besok aku akan meminta maaf kepada penasehat Han," Jawab Xia Xia dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


karena hari juga semakin larut Xia Xia juga perlu istirahat yang cukup, permaisuri dan rombongannya pulang ke kediaman nya masing masing, sebelum pulang ke kediaman permaisuri vui sempat menawarkan ke pada Xia Xia untuk menemaninya malam ini, dengan lembut Xia Xia menolak karena sudah dewasa.


sekarang Xia Xia hanya sendiri di kamar nya yang begitu luas yang hanya di temani dengan cahaya lilin, Xia Xia menatap langit langit kamar nya.


tiba tiba saja semua memori pertemuan dengan penasehat Han berputar, mengingat semua kejadian itu membuat bibir tipis Xia Xia terangkat.


" besok aku harus menemui nya untuk meminta maaf,"


hacuu!!


semenjak pulang dari istana kondisi penasehat Han tidak berbeda jauh dari Xia Xia yang demam dan terus saja Bersin, beberapa kali para pelayan menawarkan untuk memanggil tabib namun lagi lagi penasehat Han selalu menolak.


tok tok tok


suara ketukan pintu membuat penasehat Han mengalihkan pandangan nya dari langit yang di penuhi oleh bintang dan bulan, kamar penasehat Han memiliki taman kecil yang berada di sebelah jika keluar sedikit akan langsung di suguhkan oleh indahnya langit dan ikan koi yang ada di dalam kolam.


" masuk," Penasehat Han sedikit berteriak dengan suara yang sedikit serak.


" hormat tuan, ini bahan bahan yang anda minta," Wuhan menyerahkan beberapa barang yang penasehat Han minta mulai dari daun herbal hingga penumbuh.


sudah menjadi kebiasaan penasehat Han jika dirinya sedang sakit ia akan membuat obat sendiri yang sudah turun temurun dari nenek nya.


" terima kasih, kau boleh pergi,"


setelah Wuhan pergi penasehat Han langsung mengambil beberapa daun herbal dan menumbuk nya sampai halus kemudian penasehat Han memasuki ke dalam gelas yang berisi air dan mendiamkan nya beberapa saat.

__ADS_1


melihat gelas yang berisikan obat herbal membuat penasehat Han ingat kepada Xia Xia yang juga pasti tengah demam sama seperti nya, karena terjatuh ke dalam kolam teratai begitu dingin.


__ADS_2