Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 23


__ADS_3

"Itu semua yang kau ucapkan semata mata hanya lah keserakahan mu, andai saja sikap dan tata Krama mu sama dengan putra mahkota," Timpal kaisar Luhan seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


"lagi lagi putra mahkota, kenapa ayah selalu membandingkan aku dengan putra mahkota,aku adalah aku!"ujar pangeran Qing zua.


Hubungan pangeran Qing zua dengan kaisar Luhan memang sangat jauh, berbeda sekali dengan putra mahkota dan kaisar Luhan yang begitu dekat seperti ayah dan anak yang sewajar nya.


Hubungan mereka berdua yang buruk bukan berarti kaisar Luhan kurang memberi kasih sayang nya kepada pangeran Qing zua, melainkan ada campur tangan Selir agung nian yang setiap saat selalu mencuci pikiran pangeran Qing zua agar menentang kaisar Luhan.


Pangeran Qing zua yang selalu mendapatkan bujukan dari Selir agung nian akhirnya menentang kaisar Luhan dan menganggap kaisar Luhan tidak pernah menganggap nya sebagai seorang anak.


"Aku tidak membandingkan mu dengan putra mahkota, namun aku hanya ingin kau mencontoh perilaku putra mahkota yang Budi luhur," Jelas kaisar Luhan.


"Aku ingin ayah tidak membahas ini, ayah harus setuju dengan permintaan ku,"Paksa pangeran Qing zua.


"Baiklah, aku akan menyetujui permintaan mu kali ini,aku ingin lihat apa yang Selir agung nian rencana kan!"ucap lantang kaisar Luhan.


Segera saja kaisar Luhan langsung masuk ke kediaman meninggalkan pangeran Qing zua yang masih diam melihat kaisar Luhan pergi meninggalkan nya tanpa sekata apapun.


Pangeran Qing zua tersenyum yang melihat punggung kaisar Luhan semakin menjauh, bagi pangeran Qing zua perlakuan ini sudah sering ia dapatkan saat setelah berdebat dengan sang ayah.


"Suatu saat kediaman ini akan menjadi milik ku,"Ujar pangeran Qing zua yang juga pergi meninggalkan kediaman naga.


Istana adalah tempat yang sangat luas, tidak heran jika ada yang merasakan kurang nya kasih sayang, tembok yang begitu dingin menjadi benteng antara hubungan satu sama lain, karena di sini lah semua masalah keluarga dan politik menjadi satu, hanya orang hebat lah yang akan menang di dalam lingkup istana, karena di sini bukan tempat tukar kasih sayang melainkan tempat ambisi berkumpul.


Jika ingin hidup bahagia, maka keluar lah dari tempat yang mengerikan itu, karena istana adalah neraka bersampul surga, tidak ada kebahagiaan yang hakiki di dalam istana.


Putra mahkota Dan permaisuri vui yang sedang berjalan menuju kediaman naga, tanpa sengaja melihat pangeran Qing zua yang Baru saja keluar dari kediaman naga.

__ADS_1


"Adik Qing zua, bagaimana kabar mu,"Sapa putra mahkota.


"Sebaiknya putra mahkota memanggil ku dengan sebutan pangeran, bukanya adik,"Ujar angkuh pangeran Qing zua.


Tidak terkejut pun dengan sikap pangeran Qing zua, permaisuri vui hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap dari pangeran Qing zua.


Sikap pangeran Qing zua sama persis dengan sikap selir agung nian, yang selalu bersikap angkuh kepada semua orang tanpa memandang status sosial rendah ataupun tinggi.


"Adik Qing zua,aku dengan kau memiliki hubungan darah, sudah seharusnya aku memanggilmu adik,"Jelas putra mahkota dengan memegang pundak pangeran Qing zua.


Bukan nya terharu ataupun senang, karena seorang mau menganggap nya seorang adik, justru pangeran Qing zua tersenyum sinis dengan mengibas kuat tangan putra mahkota.


"Menurut biologis kita memang saudara sedarah, namun menurut politik, kita hanya seorang musuh yang tengah memperebutkan mangsa!"ucap pangeran Qing zua yang langsung pergi begitu saja.


"Seperti nya dia baru saja bertengkar dengan yang mulia," Ujar permaisuri vui.


"Walaupun sikap pangeran Qing zua Begitu angkuh, kau harus tetap bersabar dalam menghadapi sikap nya, ibunda yakin suatu saat sikap pangeran Qing zua akan berubah seiring berjalannya waktu,"ujar permaisuri vui.


Mereka berdua mengurung kan niat untuk berkunjung ke kediaman kaisar, karena permaisuri vui tahu saat ini kaisar Luhan tengah membutuhkan waktu untuk sendiri, permaisuri vui dan putra mahkota memutuskan untuk berkunjung ke kediaman Xia Xia yang tidak jauh dari kediaman naga.


Sesampai nya di kediaman bulan, permaisuri vui tidak melihat Xia Xia hanya ada beberapa pelayan yang tengah membersihkan depan kediaman milik Xia Xia.


"Tumben sekali kediaman ini sepi,"ujar putra mahkota melihat kesekeliling kediaman Xia Xia yang begitu luas.


"Mungkin Xia Xia sedang istirahat,"


Baru saja permaisuri vui dan putra mahkota ingin mengurung kan niat mereka untuk bertemu dengan Xia Xia, muan muncul tiba-tiba dari belakang mereka berdua.

__ADS_1


"Hormat hamba kepada putra mahkota dan permaisuri," Dengan menunduk kan badan nya.


"Muan kau membuat ku terkejut, ayo bangun lah," Permaisuri vui mengelus dadanya yang hampir di buat copot oleh muan.


"Muan, dimana Xia Xia?"tanya putra mahkota.


"Putri Xia Xia sedang bersantai di dalam kediaman, mari hamba antar ke tempat putri Xia Xia," muan langsung pergi ke tempat Xia Xia dengan di ikuti oleh permaisuri vui dan putra mahkota.


Baru saja masuk ke kediaman, permaisuri vui di perlihatkan seorang wanita yang tengah membaca buku seraya menikmati cemilan yang telah tersaji di atas meja dekat wanita itu membaca, wanita itu siapa lagi kalau bukan Xia Xia.


Pandangan mata Xia Xia hanya tertuju kepada buku yang sekarang tengah ada di tangan nya, tanpa mengetahui permaisuri vui dan putra mahkota tengah berdiri di dekat nya.


"Xia Xia begitu fokus kau membaca buku sehingga kau tidak tahu ibunda dan aku datang," Ujar putra mahkota.


"Kakak, ibunda, kapan kalian datang," Xia Xia langsung menghampiri permaisuri vui dan putra mahkota.


"Baru saja, bagaimana kondisi mu?" tanya permaisuri vui.


"Kondisi ku selalu baik, bagaimana kondisi ibunda apakah baik baik saja, akhir akhir ini perkejaan ibunda pasti lebih banyak,"


"Xia Xia, apa kau telah lupa bahwa kau memiliki seorang kakak,"Ucap putra mahkota yang merasa terabaikan.


"Aku tahu kondisi kakak akan selalu baik, ibunda ayo duduk kenapa hanya berdiri," Xia Xia menarik pelan tangan permaisuri vui untuk duduk dan memberikan aba-aba kepada muan untuk menyajikan cemilan.


Permaisuri vui melihat kesekeliling ruangan, sebelum Xia Xia pulang kediaman ini begitu kosong walaupun telah di rawat, namun tetap saja terasa kosong, tapi sekarang setelah Xia Xia pulang ruangan yang begitu kosong terasa begitu terisi.


"Ibunda sedang melihat apa?" tanya xia xia bingung kepada permaisuri vui.

__ADS_1


"Ruangan ini yang sebelumnya begitu kosong, sekarang begitu berbeda, ada hawa kebahagiaan yang menyelimuti kediaman ini setelah kau kembali,"Jelas permaisuri vui.


__ADS_2