Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
episode 28


__ADS_3

"Akhirnya kau datang juga penasehat han, sudah begitu lama aku menunggu mu, lihat lah tugas negara begitu menumpuk," Ujar kaisar Luhan yang begitu buru buru, mungkin ingin cepat cepat pergi menemani Xia Xia yang sedang tak sadar kan diri.


Penasehat Han yang mengerti akan keadaan hanya bisa diam tanpa membahas pemikiran nya tentang kecelakaan yang di alami oleh Xia Xia, bisa saja pemikiran nya saat ini salah, keputusan ya tepat adalah menunggu sampai Xia Xia sadar.


----------------


Perlahan kelopak mata indah Xia Xia terbuka, sejenak Riana menatap langit atap kamar nya, sekarang rasanya kepala Xia Xia begitu berdenyut,ia mengingat kejadian yang menimpa nya beberapa saat yang Lalu.


Sebelum pingsan Xia Xia sempat melihat bayangan penasehat Han,apa mungkin penasehat Han yang telah menolong nya, itu lah yang berputar di fikiran Xia Xia.


Perlahan Xia Xia bangkit dari posisi tidur nya, Saat ini tumbuh Xia Xia terasa begitu lemas, Muan yang baru masuk melihat Xia Xia yang sudah sadar langsung berhamburan menghampiri permaisuri vui yang ada di depan kediaman Xia Xia.


"Xia Xia, kau sudah sadar," Permaisuri vui langsung memeluk tumbuh Xia Xia.


"Ibunda aku tidak apa-apa," Ucap lirih Xia Xia.


" Bagiamana bisa tidak apa-apa, lihat lah, tumbu mu begitu pucat dan lemah," Cemas permaisuri vui.


Tabib istana yang baru saja datang, langsung memeriksa kondisi Xia Xia, setelah itu memberikan obat yang harus di minum oleh Xia Xia, putra mahkota yang baru saja datang langsung memeluk tumbuh kecil Xia Xia.


Saat mendengar kabar Xia Xia tenggelam, putra mahkota langsung meninggalkan seluruh perkejaan istana,dan berlari ke kediaman milik Xia Xia, melihat kondisi Xia Xia yang baik baik saja, membuat putra mahkota menghela nafas lega.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya putra mahkota.


Putra mahkota berfikir, tidak mungkin juga Xia Xia menenggelamkan diri nya sendiri, pasti ini ada campur tangan seseorang.


"Apa ini ulah Li Wei?" Todong permaisuri vui.


Xia Xia tak langsung menjawab pertanyaan dari permaisuri vui, ia berfikir sejenak sebelum mengangguk.


"Wanita gila itu yang melakukan nya! aku akan membuat nya membayar dengan harga mahal!" Terlihat Amarah di mata putra mahkota yang.

__ADS_1


"Tunggu putra mahkota, kau tidak boleh langsung menghukum Li Wei, kau harus meminta izin kepada kaisar terlebih dahulu,"Ujar permaisuri vui, menghentikan langkah putra mahkota yang akan pergi ke kediaman Li Wei.


"Ini juga termasuk kejahatan Harem, kau tidak boleh semena mena sendiri," Timpal permaisuri vui.


Semua masalah di Harem tidak bisa langsung di selesaikan dengan kekerasan fisik, harus ada izin terlebih dahulu dari kaisar dan permaisuri, dan semua akan di adili seadil-adilnya.


Putra mahkota hanya bisa mengusap wajah gusar, mungkin ia akan terima jika ada orang yang mengusik diri nya, namun itu tidak berlaku dengan Xia Xia, putra mahkota tidak akan terima jika ada yang mengusik Xia Xia, itu berlaku untuk siapapun.


"Melihat sang kakak yang tengah kondisi marah, Xia Xia meraih pelan tangan putra mahkota, sehingga membuat putra mahkota duduk di sisi ranjang Xia Xia, dengan wajah lemah, Xia Xia tersenyum manis ke arah putra mahkota.


Bukan nya senang, justru hati putra mahkota semakin sakit melihat bagaimana baik nya hati Xia Xia, dengan lembut putra mahkota mengelus pelan kepala Xia Xia.


"Kakak, tenang lah, yang terpenting sekarang adalah,aku masih ada di sisi kakak," Ujar Xia Xia.


"Kau memang di sisi ku, namun aku tidak terima jika ada orang yang menyakiti mu,"Balas putra mahkota.


"Kakak akan menjadi seorang penguasa suatu saat nanti, kakak harus terbiasa dengan sikap tenang dalam menghadapi masalah, contoh lah ayah," Jelas Xia Xia.


Hati permaisuri vui tersentuh melihat bagaimana kuat nya hubungan kedua anak nya, permaisuri vui berharap hubungan ini akan selalu kuat sampai kapan pun.


----------------


Di aula istana, kaisar Luhan, permaisuri vui dan putra mahkota sedang menunggu kedatangan Li Wei, kaisar Luhan sudah Mendengar seluruh penjelasan dari Xia Xia.


Itu membuat kaisar luhan begitu murka kepada Li Wei,tak hanya membahayakan keselamatan Xia Xia, namun ini juga akan menjadi contoh bagi anak kaisar yang lain.


Dengan dikawal oleh penjaga, Li Wei masuk ke dalam aula istana dengan kondisi berantakan, ia belum sempat merapikan riasan nya saat penjaga menjemput nya.


Dari raut wajah Li Wei, terlihat Li Wei begitu gemetar takut akan murka kaisar, Li Wei tidak bisa membayangkan bagaimana hukuman dari kaisar untuk diri nya.


"Hormat hamba kepada kaisar dan permaisuri," Li Wei bersujud di hadapan permaisuri vui dan kaisar Luhan yang duduk di singgasana.

__ADS_1


"Bangunlah Li Wei,"Perintah kaisar Luhan.


Putra mahkota menatap Li Wei sengit, seperti seorang raja wali yang siap mencabik-cabik mangsanya, mungkin jika tidak ada kaisar dan permaisuri, putra mahkota akan langsung membunuh Li Wei di tempat.


"Apa benar kau yang telah mendorong putri Xia Xia ke dalam kolam, dan kau tidak menolong nya, justru meninggalkan nya?" tanya kaisar Luhan.


"Itu tidak benar, hamba tidak sengaja mendorong adik Xia Xia ke kolam," Ucap cepat Li Wei.


"Tak di sengaja? lalu kenapa kau tidak menolong nya," balas putra mahkota cepat, sekaan tidak memberi kan Li Wei cela untuk menghindar.


"I…itu hamba panik dan tidak sempat menolong Xia Xia,"Elak Li Wei.


Suasana di ruangan itu begitu sesak, rasanya Li Wei sulit untuk bernafas, bukan karena ruangan itu yang kecil, namun karena Li Wei tengah mengalami ketakutan dan tidak bisa bernafas dengan benar.


"Li Wei, lebih baik kau jujur, setidaknya hukuman mu tidak akan berat," Ucap permaisuri vui yang begitu terlihat sabar.


"Hamba tidak bersalah! bagaimana hamba bisa jujur!" sentak Li Wei.


sontak membuat kaisar Luhan, permaisuri vui dan putra mahkota, baru kali ini ada orang yang meninggikan suara di depan mereka, itu pun seorang putri.


"Sudah cukup! ke jahatan mu telah tersebar luas ke seluruh istana, bagaimana bisa kau mengelak!" Sentak kaisar Luhan.


"Kenapa selalu aku yang di salah kan, apa hanya aku yang bersalah di sini!" tangis Li Wei pecah kembali.


Li Wei merasa hidup nya seperti sebatang kara, tidak memiliki siapapun yang bisa ia raih, bahkan ibu nya sendiri meninggalkan nya.


"Apa di gila," Guma putra mahkota.


"hukuman mu karena membuat anggota istana celaka, kau akan di kirim ke istana dingin Selama satu bulan," Ucap kaisar.


Putra mahkota menatap tak percaya kepada kaisar luhan, hukuman itu terlalu ringan untuk kejantanan mencelakai anggota keluarga istana.

__ADS_1


__ADS_2