
Putra yang sangat selir agung nian bangga kan, pangeran Qing zua putra kandung selir agung nian dengan kaisar Luhan, tahun ini umur pangeran Qing zua baru menginjak tujuh belas tahun, walaupun umur pangeran Qing zua masih belasan tapi ambisinya untuk menjadi kaisar sangat lah besar, sama seperti ibu dan kakak nya yang membenci permaisuri vui dan putri Xia Xia sama hal nya dengan pangeran Qing zua yang iri akan hal yang di miliki oleh putra mahkota.
pangeran Qing zua ingin sekali merebut gelar putra mahkota dari tangan Xia wan, segala cara akan Qing zua lakukan untuk mencapai tujuan yang ia inginkan.
" ohhh, putra ke sayang ibu, apa kau sudah makan," Selir agung nian mengelus pipi pangeran Qing zua, Li Wei yang melihat itu hanya mengabaikan walaupun hati Li Wei terasa sakit karena tidak pernah sekalipun Selir agung nian memperlakukan nya seperti seorang anak.
" ibunda lupakan soal makan, aku memiliki kabar buruk untuk kita," Terlihat pangeran Qing zua yang cemas.
" kenapa kau terlihat cemas, apa kabar itu sangat lah buruk," Sahut Li Wei memandang pangeran Qing zua sinis.
" ini sangat lah buruk, karena kaisar akan mengadakan kontes pemilihan calon putri mahkota untuk putra mahkota,"
bagaikan tersambar petir siang bolong, selir agung nian begitu terkejut karena jika putra mahkota menikah dengan nona muda atau seorang putri yang memiliki kedudukan tinggi, dukungan putra mahkota akan sangat kuat dan akan sangat sulit untuk menggulingkan nya.
" sial, ini pasti saran dari permaisuri vui, dia ingin posisi putra mahkota tidak bisa tergeser kan," Tangan Selir agung nian mengepal kuat.
" ini juga salah ibunda, andai saja ibunda memulai rencana sejak dulu,ini tidak akan terjadi," Timpal Li Wei.
" Li Wei jika kau tidak bisa menyelesaikan masalah maka diam saja, ibu menunda rencana karena ini juga bagian dari rencana ibu,"
suasana hati Selir agung nian yang awalnya berantakan semakin menjadi porak poranda sebelum akhirnya bibir selir agung nian terangkat menjadi senyuman yang begitu manis menyiratkan sesuatu yang akan terjadi.
selir agung nian menatap pangeran Qing zua yang masih cemas lalu memegang kuat pundak putranya nya, hingga membuat pangeran Qing zua meringis menahan sakit akibat tangan selir agung nian yang terlalu kuat.
" Qing zua, bukan kah satu bulan lagi umur mu menginjak delapan belas tahun,"
__ADS_1
" i iya, ibunda," Ucap pangeran Qing zua dengan terbata bata.
"ibunda akan menyarankan kepada kaisar untuk mencari kan mu tunangan di hari yang sama seperti putra mahkota, ibunda harap kau bisa mengikat hubungan dengan nona muda yang keluarga nya memiliki kekuasaan yang besar, dengan begitu kau bisa mengimbangi kedudukan putra mahkota, jangan sampai membuat ibunda kecewa," Ancam Selir agung nian dengan menatap tajam pangeran Qing zua yang sudah pucat.
selir agung nian benar benar ibu yang mengerikan,ia rela melakukan apapun demi mencapai tujuan nya walaupun haru mengorbankan anak kandung nya sendiri, bagi selir agung nian kekuasaan adalah nomor satu, Selir agung nian tidak perduli pendapat orang sekitar mengenai nya yang terpenting hanya kekuasaan dan kekuasaan.
"Ibunda apa yang kau lakukan, cepat lepaskan Qing zua," Li Wei menarik pangeran Qing zua dari cengkraman selir agung nian.
walaupun Li Wei terlihat tidak perduli dengan pangeran Qing zua, namun di lubuk hati terdalam Li Wei masih menyimpan rasa kasian saat melihat pangeran Qing zua di tuntut menjadi yang selir agung nian inginkan.
" Kalian berdua tidak akan bisa mendapatkan keagungan yang kalian inginkan, jika kalian lemah seperti ini," Gertak selir agung nian.
semenjak kecil Li Wei dan Qing zua harus melakukan apa yang selir agung nian minta, jika mereka tidak mau melakukan nya, maka akan langsung di pukul deng cambuk.
hal ini juga yang membuat Li Wei dan pangeran Qing zua begitu iri dengan putra mahkota dan Xia Xia yang di perlakukan seperti seorang anak, mendapatkan kasih sayang dan bisa melakukan apa yang mereka inginkan tanpa takut cambuk melayang di kulit mereka.
" Apa kau terluka," Tanya Li Wei dengan wajah dingin.
"Tidak," Jawab pangeran Qing zua yang begitu singkat.
selama berjalan menuju kediaman mereka masing-masing hanya ada keheningan di antara mereka dengan di temani suara kicau burung di pohon, sesampai nya di kediaman sakura, Li Wei berhenti melihat punggung pangeran Qing zua yang menjauh perlahan.
"Jika kau butuh bantuan, datang lah ke kediaman ku," Teriak Li Wei
mendengar teriakkan dari Li Wei tidak membuat pangeran Qing zua berhenti apalagi berbalik menghadap Li Wei, justru membuat pangeran Qing zua semakin berjalan menjauh.
__ADS_1
" mana mungkin aku bisa merepotkan kakak, aku tahu kakak juga di tuntut menjadi apa yang ibunda ingin kan, tapi tunggu saja saat aku sudah menjadi kaisar, tidak akan ku biarkan kakak menderita apalagi menangis," Batin pangeran Qing zua dengan terus berjalan menuju kediaman nya.
di lain tempat, Selir agung nian sudah menunggu kaisar di kediaman naga, setelah Li Wei dan pangeran Qing zua pergi Selir agung nian buru buru pergi ke kediaman kaisar.
" Selir agung nian, kau di sini," Kaisar Luhan sedikit terkejut melihat Selir agung nian yang sudah duduk santai di depan kediaman naga.
" Hormat hamba kepada kaisar semoga selalu panjang umur,"Selir agung nian sambil menundukkan badannya seratus delapan puluh derajat.
" Bangun,"
" Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan," Kaisar Luhan sudah tahu selir agung nian akan sampaikan, jarang sekali selir agung nian datang dengan niat murni tanpa ada sesuatu di balik nya.
"Ternyata kaisar sudah mengerti jika kedatangan hamba ada sesuatu yang ingin di sampaikan," Selir agung nian menuangkan teh dan menyerahkan nya ke kaisar Luhan.
" Aku Sudah sangat mengenal kepribadian mu mulai, memang apa lagi yang kau lakukan hingga datang ke kediaman ku jika tidak ada niat terselubung," Cecar kaisar Luhan dengan memandang wajah Selir agung nian yang terlihat datar karena mendengar ucapan kaisar yang begitu menusuk hati.
" hahaha, mohon kaisar tidak bercanda,"
" Aku hanya membicarakan kenyataan,"
" Ah, baiklah hamba aka mengutarakan niat awal hamba menemui kaisar Luhan,"Ucap Selir agung nian yang mulia serius.
selir agung nian menggegam tangan kaisar dan menatap mata kaisar Luhan dengan serius.
"Satu u bulan lagi umur pangeran Qing zua menginjak delapan belas tahun, boleh kah pangeran Qing zua juga mengikuti kontes pemilihan calon istri untuk putra mahkota,"
__ADS_1
mengetahui niat selir agung nian datang ke kediaman nya membuat kaisar Luhan tersenyum, ternyata berita tentang pemilihan putri mahkota telah menyebar begitu luar hingga membuat selir agung nian datang ke kediaman Nya.