
Hari ini semua perkejaan telah selesai lebih cepat setidaknya untuk hari ini penasehat Han bisa pulang lebih awal, hampir setiap hari nya penasehat Han harus pulang malam.
sebelum penasehat Han pulang kaisar memberi undangan kepada penasehat Han untuk datang ke pesta malam ini sebagai tamu bukan penasehat.
dengan senang hati penasehat Han datang ke pesta malam ini, ia juga sangat penasaran dengan putri kaisar.
sebelum pulang penasehat Han menyempatkan diri untuk membeli hadiah untuk putri xia Xia, tapi dia juga bingung hadiah apa yang harus ia belikan.
karena penasehat Han tak tahu apa yang biasanya wanita sukai, pada dasarnya sikap wanita itu sangat membingungkan .
saat tengah bingung memikirkan apa yang akan penasehat Han berikan kepada putri xia Xia, pandangan penasehat Han tertuju kepada tokoh perhiasan yang berada di samping jalan.
ide untuk memberikan perhiasan kepada putri xia Xia muncul begitu saja, penasehat Han menitip kan kuda di seberang jalan lalu pergi ke tokoh yang ia tuju.
baru masuk tokoh, penasehat Han langsung di sambut hangat oleh penjaga tokoh, berbagai macam perhiasan di pajang di sana mulai dari yang mewah sampai yang sederhana.
" ada yang bisa saya bantu tuan," Ucap penjaga tokoh sambil mencuri pandang ke penasehat Han.
" Aku ingin mencari perhiasan untuk wanita, apa ada yang istimewa di tokoh ini?
" Tentu ada, mari saya tunjukkan barang nya,"
penjaga tokoh itu mengantar penasehat Han untuk melihat barang yang istimewa di tokoh itu.
penjaga tokoh itu mengambil sebuah kota kayu ya memiliki ukiran burung merak, pelayan itu lalu membuka kotak nya dan bersih tusuk rambut berbentuk bunga merak Sama yang terukir di kota itu.
" Ini tuan, tusuk rambut merak ini hanya ada satu di tokoh ini," Jelas penjaga tokoh.
penasehat Han menatap lekat tusuk rambut itu, memang sangat indah tusuk rambut berwarna emas dan di setiap ekor burung nya di hiasi batu permata berwarna biru dan hijau.
" Aku mau tusuk rambut itu!"
penasehat Han dan penjaga tokoh itu langsung menoleh ke arah suara itu berasal, Xia Xia berkaca pinggang sambil menyodorkan sekantor emas.
__ADS_1
" Aku dulu yang memesan tusuk rambut ini," ucap penasehat Han dengan wajah dingin.
" Cih, buat apa seorang pria membeli perhiasan … apa kau sudah punya istri?" Tanya Xia Xia dengan mata genit.
"Urusan aku sudah punya istri atau belum itu bukan urusan mu," Jawab penasehat Han dengan judes.
perdebatan antara mereka terjadi sengit, Xia Xia yang keras kepala di padukan dengan penasehat Han yang dingin, itu membuat suasana di tokoh menjadi dingin, penjaga tokoh terus terusan untuk membujuk satu di antara mereka untuk mengalah namun sayang mereka berdua tetap kekeh untuk membeli tusuk rambut itu.
" berapa harga awal nya?" tanya penasehat Han.
" harga tusuk rambut ini dua ratus koin emas tuan," jawab penjaga tokoh itu.
"aku akan menawar dua ratus lima puluh koin emas," Xia Xia langsung membuka penawaran.
Kasim Han menatap sinis ke arah Xia Xia, lalu tersenyum sini, Xia Xia melihat itu merasa jengkel.
" aku menawar empat ratus koin emas," penasehat Han langsung menutup harga.
Xia Xia terbengong mendengar harga yang di tawarkan oleh penasehat Han, demi jepit rambut itu ia menawar harga yang begitu tinggi, sepenting apa wanita yang akan ia berikan tusuk rambut itu.
bisa saja Xia Xia menawar harga lebih tinggi namun saat ini ia hanya membawa uang sedikit, tapi xia Xia benar tak rela melepas tusuk rambut itu.
penjaga tokoh itu langsung membungkus tusuk rambut itu dan memberikan nya kepada penasehat Han.
Xia Xia melihat baju yang di kenakan oleh penasehat Han, dari atas hingga bawah Xia Xia memperhatikan nya begitu teliti.
Xia Xia bisa menduga bahwa pria yang ada di hadapannya nya berkeja di istana, sedikit terbesit rasa balas dendam di fikiran Xia Xia.
" hei kau pria, jika kau tahu saja aku siapa, akan ku pastikan kau berlutut di hadapan ku," Xia Xia sambil menarik baju penasehat Han.
Xia Xia yang menarik baju penasehat Han, membuat penasehat Han dekat dengan Xia Xia hingga penasehat Han bisa mencium wangi dari Xia Xia.
" Awas saja jika kita bertemu lagi akan ku pastikan kau tunduk di hadapan ku," Ancam Xia Xia langsung pergi meninggalkan penasehat Han yang masih perlu menyelesaikan pembayaran.
__ADS_1
Di luar tokoh, Xia Xia merutu sambil menendang bok kayu yang berisi buah hingga buah itu jatuh berserakan.
pemilik buah yang melihat buah nya jatuh langsung menghampiri Xia Xia dan langsung memarahi Xia Xia.
" Hei nona apa yang kau lakukan, kau membuat ku rugi besar, apa kau tahu buah persik sekarang begitu mahal," Teriak pemilik buah itu.
" apa perlu kau berteriak di depan wanita seperti itu," Xia Xia yang tak kalah galak.
Xia Xia sangat tak suka orang membentak nya, bahkan ayah dan ibunya sendiri tak pernah sekalipun membentak Xia Xia, tapi sekarang pria tak di kenal berani membentak diri nya.
apa bagusnya jika meninggikan suara di hadapan wanita, jika ingin meminta ganti rugi bisa di bicarakan baik-baik tak perlu memarahi wanita di hadapan umum seperti ini.
" lalu kenapa, apa kau seorang putri kaisar," Ucap pemilik buah itu.
" te..," Xia Xia langsung terdiam, dia tak bisa memberitahu mereka bahwa di nya adalah putri, jika ada yang tahu bahwa Xia Xia adalah seorang putri bisa mengancam keselamatan Xia Xia.
"lalu kenapa kalian dia bukan seorang putri, apa hanya bangsawan saja yang boleh melakukan tidak tak senonoh,"
Xia Xia melihat ke arah suara itu berasal, dari dalam tokoh keluar penasehat Han dengan Aura keagungan nya.
banyak orang tak mengenal bahwa Zhu Han adalah seorang penasehat istana, mungkin karena dia masih muda banyak juga orang yang tak menyangka bahwa pemuda seperti dia adalah seorang penasehat resmi kekaisaran.
yang orang luar tahu hanya lah namanya bukan tampang Zhu Han aslinya, yang tahu bahwa Zhu Han adalah seorang penasehat istana hanya lah orang tertentu atau yang memiliki jabatan tinggi.
" apa kau tahu tuan, dia telah membuat ku rugi begitu besar!" terlihat penjual buah yang begitu frustasi.
" tapi anda bisa membicarakan nya baik baik, aku tahu sekarang buah persik tengah meroket, namun membentak wanita di depan umum bukan lah sikap seorang pria," Jelas penasehat Han dengan pelan.
akhirnya pemilik buah itu menyadari kesalahannya, itu memang kesalahan Xia Xia yang merusak barang yang bukan milik Nya, namun membentak wanita bukan lah solusi yang tepat.
" ini ganti rugi buah yang rusak," Penasehat Han sambil menyerahkan sekantor emas sebagai ganti rugi.
setelah suasana damai, penasehat Han membantu membersihkan buah yang tercecer di jalan takut nya menghambat laju para pejalan, awal nya pemilik buah itu melarang penasehat Han membantu membersihkan serakan buah karena melihat pakaian yang di kenakan penasehat Han membuat pemilik buah itu yakin bahwa pria di hadapan nya bukan lah orang biasa. namun penasehat Han tetap kekeh untuk membantu sementara Xia Xia hanya diam berdiri memperhatikan bagaimana sikap Budi luhur yang di miliki oleh penasehat Han.
__ADS_1