Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 22


__ADS_3

Hari ini udara begitu sejuk hingga membuat seorang gadis yang tengah bersantai di bawah pohon tertidur begitu pulas membawa seorang gadis bernama Xia Xia pergi ke alam mimpi.


Sudah begitu lama Xia Xia duduk santai di bawah pohon hanya untuk menghirup udara segar sembari melihat daun jatuh dari pokoknya, musim gugur akan datang beberapa bulan lagi, akan sangat di sayangkan jika tidak menyaksikan keindahan Musi gugur yang membuat semua pohon merontokkan daun nya.


Xia Xia mengambil daun berwarna oranye yang jatuh tepat di samping nya, lalu mengangkat nya tepat sejajar dengan kepala, dengan teliti Xia Xia memperhatikan setiap inci Dau yang berada di genggaman nya.


"Aku harap Musi gugur selanjutnya akan seindah musim gugur kali ini,"Ucap Xia Xia perlu lalu meniup daun yang berada di genggaman hingga terbang dan jatuh kembali.


Kemudian Xia Xia bangkit dari duduknya untuk pergi ke kediaman nya, beberapa langkah lagi untuk sampai ke kediaman, Xia Xia melihat Li Wei dengan di ikuti oleh pelayan pribadi nya yang datang ke kediaman.


"Adik kebetulan kau berada di kediaman mu, biasa nya kau akan berkeliling ke seluruh penjuru istana," Ujar Li Wei.


Xia Xia memutar bola matanya, kenapa Xia Xia tidak masuk ke kediaman sejak tadi, setidaknya saat ini Xia Xia tidak bertemu dengan Li wei.


"Tidak usah terlalu banyak bicara,apa yang kakak inginkan sehingga membawa kakak ke kediaman ku,"Ucap Xia Xia tanpa menawarkan Li Wei untuk masuk ke kediaman nya.


"apa adik tidak menawarkan ku untuk masuk terlebih dahulu?" tanya Li Wei sedikit jengkel akan sikap Xia Xia.


Dengan malas Xia Xia langsung pergi masuk ke kediaman nya terlebih dahulu, lalu di belakang di susul Li Wei.


Baru saja masuk Li Wei sudah di suguhkan oleh barang mewah milik Xia Xia, mulai dari vas bunga yang pasti bernilai tinggi dan banyak lagi perabotan import yang berkualitas tinggi.


Tidak heran kaisar Luhan begitu sayang kepada Xia Xia, hingga membuat kan kediaman yang begitu mewah, mulai dari atap yang berkilau hingga karpet yang yang di buat khusus oleh perancang terkenal, Jika di bandingkan dengan kediaman milik Li Wei akan sangat kalah.


Tanpa menawarkan apapun Xia Xia langsung duduk sambil memperhatikan Li Wei yang masih melihat kemewahan Kediaman milik Xia Xia.

__ADS_1


"Sampai kapan kakak hanya akan melihat, cepat katakan apa tujuan kakak datang!"ucap Xia Xia sedikit meninggikan suara.


"Kenapa begitu terburu buru adik, sudah lama sekali aku tidak ke sini," Li Wei duduk di kursi yang langsung menghadap ke Xia Xia.


Li Wei melihat ke arah muan yang hanya berdiri di belakang Xia Xia tanpa ingin menyajikan walaupun hanya secangkir teh, diam yang hanya bisa Li Wei lakukan, sebisa mungkin Li Wei menahan emosi yang hampir meluap, apakah bagi Xia Xia dia bukan seorang tamu yang seharusnya di perlakukan secara hormat.


"Aku masih memiliki urusan lain, jika ingin ada yang kau sampaikan maka sampaikanlah!" ucap malas Xia Xia.


"Urusan apa yang membuat adik begitu sibuk, seperti nya beberapa hari ini adik menghabiskan waktu hanya untuk tidur di bawah pohon," Timpal Li Wei.


Li Wei tersenyum licik melihat wajah Xia Xia yang sudah merah karena menahan marah, Li Wei memang membuat rencana kecil untuk membuat pribadi Xia Xia jelek di mata orang, Li Wei memperkirakan Xia Xia akan memarahi Li Wei di depan para pelayan,bisa di pastikan pribadi Xia Xia akan jatuh.


Tapi bukan Xia Xia jika tidak mengetahui tujuan Li Wei, bukan nya marah Xia Xia justru tertawa lepas, tidak hanya mentertawakan rencana Li Wei namun juga mentertawakan diri nya sendiri yang hampir terpancing rencana payah Li wei.


"Lupakan ucapan tadi,aku kesini ingin mengundang mu,untuk datang ke jamuan teh yang akan aku adakan besok, di taman belakang istana,"


"Jika tidak ada kepentingan, besok aku akan datang," Ucap Xia Xia malas.


"Aku harap adik bisa datang, karena di jamuan besok akan ada banyak Nona mudah dari kalangan atas yang akan datang,"Jelas Li Wei.


Tanpa berpamitan kepada Xia Xia, Li Wei langsung pergi meninggalkan Xia Xia yang senang melihat Li Wei pergi dari kediaman nya.


"Putri akan datang ke jamuan teh putri Li Wei?" tanya muan.


"Tentu saja,aku ingin melihat rencana apa yang wanita licik itu buat!" jawab Xia Xia dengan berapi-api.

__ADS_1


Di kediaman naga kaisar Luhan sedang menikmati secangkir teh, dari arah kejauhan kaisar Luhan melihat pangeran Qing zua yang baru saja datang ke kediaman nya.


Pangeran Qing zua yang melihat kaisar Luhan tengah duduk santai, langsung menghampiri kaisar Luhan dan memberi salam kepada kaisar Luhan.


"pangeran Qing zua, agak mengejutkan kau datang ke kediaman ku, biasanya kau akan menemui ku di ruang kerja ku," ujar kaisar Luhan.


Sering kali pangeran Qing zua pergi ke ruang kerja kaisar hanya untuk berdebat dengan kaisar Luhan walaupun itu tentang masalah kecil sekalipun.


"Ayah handa kenapa kau selalu berperilaku dingin kepada ku, bukan kah aku anak kandung mu!" ucap pangeran Qing zua dengan sedikit meninggikan suara nya.


"Kau memang anak ku namun kau tidak menuruni sikap ku sama sekali," timpal kaisar Luhan.


Tidak pernah sekalipun pangeran Qing zua melewatkan perdebatan jika bertemu kaisar Luhan, selalu ada saja yang menjadi topik perdebatan di antara mereka.


Inilah yang membuat hubungan di antara kaisar Luhan dan pangeran Qing zua sangat buruk, perang sengit antara ayah dan anak membuat pribadi pangeran Qing zua jatuh di mata para pejabat.


"Sudahlah aku kesini cuma untuk menyampaikan sesuatu," Pangeran Qing zua yang sedikit mengalah agar tidak membuat suasana buruk.


"Sudah Ayah duga kau kesini pasti menginginkan sesuatu," Ucap sinis kaisar Luhan.


"Aku ingin ikut serta dalam pemilihan calon istri untuk putra mahkota, bukan kah di sana banyak putri dari berbagai negara yang akan berkumpul, ini bisa menjadi pernikahan politik yang akan menguntungkan bagi kita!" ucap pangeran Qing zua dengan angkuh nya.


"Apa selir agung nian yang menyuruhmu?" tanya kaisar Luhan seraya berdiri dari duduk nya, lalu menatap pangeran Qing zua yang berdiri tepat di depan nya.


"Itu semua yang kau ucapkan semata mata hanya keserakahan mu, andai saja sikap dan tata Krama mu sama dengan putra mahkota," timpal kaisar Luhan seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2