Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 15


__ADS_3

Di lain tempat seorang pria tengah berdiri melihat dari kejauhan lampion yang di terbangkan siapa lagi kalau bukan penasehat Han yang pandangan nya tertuju ke arah istana, penasehat Han yakin lampion yang terbang lebih dulu adalah milik Xia Xia.


entah sejak menerbangkan mengapa sejak menerbangkan lampion bersama Xia Xia hati penasehat Han terus saja merasa tidak tenang ada perasaan yang membuat nya khawatir tapi diri nya sendiri tidak tahu apa penyebabnya nya.


" Aneh, hati ku merasa tidak tenang sementara aku sendiri tidak tahu apa penyebabnya nya, apa mungkin aku perlu seorang tabib,"


" tidak tidak mungkin saja aku terlalu lelah berkeja," Ucap penasehat Han yang mulai frustasi.


kemudian penasehat Han memegang dadanya yang terus saja berdegup kencang, sangking kencang nya hingga terdengar ke telinga penasehat Han. mungkin malam ini akan penasehat Han lewati tanpa bisa tidur sama seperti malam kemarin.


namun tidak hanya penasehat Han yang tidak bisa beristirahat tapi Xia Xia juga tidak bisa memejamkan mata Nya, semenjak kembali dari pesta yang tadi nya mata Xia Xia begitu berat sekarang malah begitu susah untuk di pejam kan.


Xia Xia lalu turun dari ranjang dan berlari pelan mengelilingi kamar nya agar merasa lelah kemudian bisa tertidur namun usaha nya pun tidak bisa membuahkan hasil, mata Xia xia masih saja tidak mau terpejam.


Xia Xia merasakan lelah namun ia tidak bisa tidur, bosan tidak melakukan apa pun Xia Xia keluar dari kamar untuk mencari udara segar.


" malam ini bulan bersinar sangat terang," Xia xia mendongak wajah nya menatap langit yang di hiasi oleh bulan dan bintang yang selalu setia menemani malam para mahkluk hidup di bumi.


kemudian Xia Xia berjalan menuju kursi taman dan duduk di sana dan masih setia menatap keindahan sang bulan, angin malam yang kencang membuat rambut Xia Xia terbang mengikuti arah angin itu berhembus. wajah Xia xia yang tanpa polesan mek up begitu cantik dengan di sinari oleh cahaya sang bulan, mata hitam Xia Xia begitu lekat menatap sang bulan yang masih setia berada di Langit.


" kenapa pemandangan malam hari begitu indah,"


" karena hanya orang tertentu yang bisa menikmati keindahan malam hari," Jawab seseorang yang datang dari belakang tumbuh Xia Xia.


mendengar jawaban dari seseorang yang berada di belakang tumbuh nya membuat Xia Xia langsung menghadap ke belakang untuk memastikan siapa pemilik suara itu.siapa lagi kalau bukan putra mahkota yang baru saja datang.

__ADS_1


" Kakak belum tidur?"


" Bagaimana aku bisa tidur di malam yang sepesial seperti malam ini," Jawab putra mahkota yang duduk di samping Xia Xia.


" Aku sama seperti kakak, ini malam yang begitu sepesial aku tidak bisa tidur,"


putra mahkota melihat ke bulan lalu tersenyum, Xia Xia yang melihat tingkah aneh putra mahkota sontak saja tertawa.


" hei, apa yang kau tertawakan?" tanya putra mahkota bingung dengan Xia Xia yang tertawa terbahak-bahak jika di lihat kesekeliling tidak ada sesuatu yang lucu.


" aku baru melihat kakak tersenyum menatap bulan, apakah kakak sedang jatuh cinta," Xia Xia menyokong dagunya menatap penasaran ke arah putra mahkota.


" kau tidak perlu tahu karena kau masih kecil," putra mahkota mengusap gemas kepala Xia Xia hingga membuat rambut xia Xia yang semula nya lurus menjadi tidak karuan.


" kakak harus segera mencari pasangan," Xia Xia tersenyum menatap sang kakak.


Xia Xia mengambil tangan kekar putra mahkota dan menggegam nya kuat, rasa hangat tangan Xia Xia menyalur ke putra mahkota,yang tadi rasanya dingin karena terpaan angin sekarang berubah menjadi hangat.


" Kakak tidak perlu khawatir karena ayah akan selalu melindungi ku, walaupun kakak sudah tidak ada di samping ku,"


" Kenapa kau mengatakan seperti itu, aku akan selalu bersama mu, walaupun dunia melarang ku untuk melindungi mu aku akan tetap melindungi," Putra mahkota menggegam erat tangan sang adik yang sangat putra mahkota sayangi.


"Kakak bisa mengangkat itu namun apakah kakak bisa menepati perkataan kakak jika sudah menikah,"


" Apapun masalah nya kakak akan selalu melindungi mu," Putra mahkota langsung memeluk tumbuh kecil Xia Xia.

__ADS_1


tangis Xia Xia pecah ia takut jika tidak bisa bersama sang kakak di masa depan, putra mahkota adalah bagian penting dari hidup Xia Xia.


" Kenapa kau menangis, apa kau tahu jika kau menangis kecantikan putri Xia Xia akan luntur bersama air mata yang mengalir di pipi mulus mulus mu," Candaan putra mahkota membuat Xia Xia yang tadinya menangis menjadi tertawa.


karena mata Xia Xia yang sudah mulai mengantuk Xia Xia pamit terlebih dahulu meninggal kan putra mahkota, putra mahkota menatap punggung Xia Xia yang hilang di balik pintu.


" Adik kau tenang saja, aku akan selalu melindungi mu tidak akan pernah ku biarkan air mata mu jatuh membasahi pipi mu," Janji putra mahkota yang tanpa seorang pun mendengar nya.


Pagi ini terlihat di kediaman bulan Xia Xia masih bergulat dengan selimut tanpa berniat untuk bangun menyambut pagi yang begitu indah, tidur terlalu malam membuat Xia Xia selalu terlambat bangun.


sudah beberapa kali muan datang untuk membangun kan Xia Xia namun tidak pernah sekalipun digubris oleh Xia Xia yang mata nya sangat sulit terbuka.


sementara di ruang kerja kaisar, penasehat Han sudah melakukan rutinitas pagi nya dengan menemani kaisar Luhan mengecek dokumen.


" Penasehat Han bagaimana kau merayakan malam musim gugur," Kaisar Luhan membuka pembicaraan agar bisa mengerjakan perkejaan dengan lebih ringan akan sangat membosankan jika hanya diam sambil membaca dokumen.


" Menjawab pertanyaan yang mulia, hamba merayakan musim gugur sama seperti yang lain, dengan menerbangkan lampion di danau dekat alun alun kota," Jawab penasehat Han dengan sopan.


" ohhhh benar kah, dengan siapa kau menerbangkan lampion di sana,"


jleb!


pertanyaan dari kaisar membuat penasehat Han berfikir keras, tidak mungkin juga ia menjawab menerbangkan lampion bersama dengan putri Xia Xia, tapi penasehat Han juga tidak ingin berbohong kepada kaisar Luhan.


kaisar Luhan melihat ekspresi wajah penasehat Han,ada beribu pertanyaan yang muncul di fikiran kaisar Luhan, tidak pernah sekalipun penasehat Han menjawab begitu lama pertanyaan dari kaisar.

__ADS_1


" Kenapa penasehat Han, apa ada sesuatu yang terjadi?"


" Ah, tidak yang mulia, hamba menerbangkan lampion sendiri sambil menikmati keindahan malam musim gugur,"


__ADS_2