
Saat penasehat Han tidak sengaja menatap lurus, penasehat Han melihat Xia Xia berlari ke arah nya sambil melambaikan tangan ke arah nya.
yang membuat penasehat Han lebih tercengang adalah tidak melihat satu pun pengawal istana di samping Xia Xia.
" aku datang," Teriak Xia Xia yang begitu terlihat bahagia.
sangking cepat nya Xia Xia berlari membuat kaki nya tidak bisa menge rem saat berada di hadapan penasehat Han dan alhasil tumbuh Xia Xia memeluk tumbuh penasehat Han.
wangi maskulin dari penasehat Han membuat Xia Xia tidak sadar memeluk tumbuh penasehat Han, rasanya Xia Xia telah terhipnotis oleh aroma wewangian milik penasehat Han, entah wewangian apa yang di gunakan oleh penasehat Han sehingga wangi nya begitu memikat.
darah penasehat Han seakan mengalir begitu cepat membuat degup jantung begitu kencang sehingga menghasilkan panas yang membuat tumbuh penasehat Han memerah seperti tomat.
" Pu putri, tolong lepaskan tanga anda dari Tumbu hamba,"Ucap penasehat Han dengan gugup.
sadar akan hal itu buru buru Xia Xia melepas tangan yang melingkar bebas di pinggang penasehat Han, rasanya Xia Xia ingin sekali menghilang sekejap dari bumi untuk menghilangkan rasa malu nya.
"ma maaf," Ucap Xia Xia dengan mengalikan pandangan ke arah lain menyembunyikan malu yang ada di wajah nya.
beberapa kali penasehat Han menarik nafas untuk menghilangkan rasa gugu yang sedang menyerang nya, Sampai pada akhirnya pandangan mata penasehat Han di buat terpukau akan tusuk rambut yang ia hadiah kan tengah di pakai oleh putri Xia Xia, tusuk rambut merak memang sangat cocok untuk Xia Xia.
sadar akan pandangan mata penasehat Han yang melihat tusuk rambut nya, terbit lah senyum manis di bibir tipis Xia Xia.
" apakah aku cantik menggunakan tusuk rambut yang kau berikan?'' tanya Xia Xia kepada penasehat Han.
mata Xia Xia memandang lekat mata penasehat Han, saat melihat mata penasehat Han seakan dunia berhenti sejenak rasanya kedamaian telah menyelimuti hati Xia Xia. sadar akan tatapan Xia Xia buru buru penasehat Han menundukkan pandangan nya.
" barang apa pun akan sangat cocok jika putri memakai nya," jujur penasehat Han yang memang benar adanya, walaupun barang sederhana jika Xia Xia yang memakai nya pasti akan sangat cocok.
Xia Xia yang mendengar pujian dari penasehat Han sekarang tahu tidak hanya kecerdasan yang penasehat Han miliki namun juga mulut yang manis, tidak heran jika kaisar dan permaisuri sangat menyukai nya.
__ADS_1
penasehat Han mengedarkan pandangannya ia baru teringat jika tidak melihat pengawal istana,apa mungkin putri Xia Xia berani keluar dari istana tanpa pengawal.
" putri, dimana pengawal anda?" tanya penasehat Han untuk memastikan.
" aku tidak membawa pengawal, akan sangat merepotkan jika berjalan jalan dengan membawa pengawal," Jawab santai Xia Xia yang seperti nya tidak takut akan bahaya yang selalu mengincar nya.
kali ini penasehat Han benar benar di buat geleng geleng karena sikap kekanakan putri Xia Xia, apa putri Xia Xia tidak tahu bagaimana bahayanya dunia luar untuk nya yang seorang putri.
" lebih baik putri batal kan saja acara malam ini, hamba akan mengantar putri pulang," Tawar penasehat Han yang tentu saja di jawab gelengan kepala dari Xia Xia .
" tunggu dulu…penampilan mu malam ini begitu berbeda,kau semakin tampan dengan baju biasa," ujar Xia Xia melihat penasehat Han dari atas sampai bawah yang mengenakan hanfu pria warna abu-abu.
"Terima kasih atas pujian putri,"
" tidak masalah ,kita akan pergi ke mana dulu yaaa," Xia Xia mengedarkan pandangannya melihat berbagai pernak pernik dan makan yang di jual di pinggir jalan.
malam ini mata Xia Xia benar benar di manjakan oleh berbagai macam barang barang yang di jual, namun ada sesuatu hal yang menarik Xia Xia untuk membeli, tidak lain bukan adalah tanghulu yang begitu menggoda, dengan sigap Xia Xia menarik tangan penasehat Han untuk mengikuti arah kemana pun Xia Xia pergi.
" Pak, berikan aku dua tusuk tanghulu nya," Ucap Xia xia sambil mengangkat dua jari nya.
saat ingin mengambil uang, Xia Xia baru sadar ia lupa membawa kantong uang nya yang telah ia siapkan sebelum pergi keluar, penasehat Han yang tahu jika Xia Xia lupa membawa uang langsung mengambil uang yang ia bawa dan memberikan nya kepada penjual tanghulu.
" ini tanghulu putri," Penasehat Han menyodorkan dua tanghulu ke arah Xia Xia.
" Kau memberikan nya kepada ku?"
Kasim Han mengangguk, dengan malu malu Xia Xia mengambil tanghulu yang di sodorkan oleh penasehat Han, tapi ada yang membuat penasehat Han bingung adalah Xia Xia hanya mengambil satu tanghulu.
" putri, kenapa hanya mengambil satu,"
__ADS_1
" hahaha, aku memesan dua juga untuk diri mu,"Tawa Xia Xia pecah melihat bagaimana polosnya wajah penasehat Han.
saat Xia Xia tengah santai menikmati tanghulu ada seorang nenek tua yang menawarkan lampion yang ia jual, Xia Xia yang tidak tega meminta tolong kepada penasehat Han untuk membeli satu lampion yang nenek tuan itu jual.
" ayo," Ajak Xia Xia kepada penasehat Han.
"Kemana?"
Xia Xia tidak langsung menjawab ia hanya tersenyum menarik lembut tangan penasehat Han menuju danau yang sudah banyak para orang yang ingin menerbangkan lampion bersama orang yang ia cintai
Warna merah pada lampion melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa lampion memberi jalan dan menerangi rezeki bagi penggunanya.
" penasehat Han, ayo terbangkan lampion bersama," Ucap Xia Xia dengan tersenyum manis ke arah penasehat Han.
penasehat Han langsung tersentak, orang tua dulu percaya jika seorang wanita dan pria menerbangkan lampion secara bersamaan maka hubungan mereka akan abadi sampai ajal memisahkan.
" tidak putri, jika putri ingin menerbangkan lampion maka terbangkan lah, hamba akan melihat nya,"Tolak halus penasehat Han.
"CK, aku mau menerbangkan lampion ini bersama mu,"
Xia Xia melihat ke sepasang kekasih yang telah menerbangkan lampion, Xia Xia berniat meminjam korek api untuk menyalakan lampion, ia lupa untuk membelinya.
" mohon maaf nona, boleh kah kami meminjam korek api," Ucap Xia Xia dengan cengengesan sementara penasehat Han yang melihat tingkah Xia Xia hanya bisa menepuk jidat.
" silahkan," Wanita itu menyerahkan sebuah kota kecil yang berisi korek api kepada Xia Xia.
" Terima kasih,"
tapi masalah nya tidak hanya sampai situ, Xia Xia tidak bisa memegang korek api dan lampion secara bersamaan.
__ADS_1
"Biar kan hamba bantu,"