
Penasehat Han langsung tersentak, orang tua dulu percaya jika seorang wanita dan pria menerbangkan lampion secara bersamaan maka hubungan mereka akan abadi sampai ajal memisahkan.
" Tidak putri, jika putri ingin menerbangkan lampion maka terbangkan lah, hamba akan melihat nya,"Tolak halus penasehat Han.
"CK, aku mau menerbangkan lampion ini bersama mu,"
Xia Xia melihat ke sepasang kekasih yang telah menerbangkan lampion, Xia Xia berniat meminjam korek api untuk menyalakan lampion, ia lupa untuk membelinya.
" Mohon maaf nona, boleh kah kami meminjam korek api, milik mu" Ucap Xia Xia dengan cengengesan sementara penasehat Han yang melihat tingkah Xia Xia hanya bisa menepuk jidat.
" silahkan," Wanita itu menyerahkan kota kecil berisi korek api kepada Xia Xia.
" Terima kasih,"
tapi masalah nya tidak hanya sampai situ, Xia Xia tidak bisa memegang korek api dan lampion secara bersamaan, penasehat Han yang melihat Xia Xia tengah kesulitan dalam membawa lampion langsung membantu Xia Xia.
"Biar kan hamba bantu,"
Xia Xia memegang lampion sementara penasehat Han menyalahkan sumbu lampion, membuat cahaya lampion menyinari wajah mereka berdua.
" Ayo penasehat Han," Ajak Xia Xia yang tidak di jawab apa pun oleh penasehat Han.
tidak mendapatkan respon apapun dari penasehat Han, Xia Xia menarik halus tangan penasehat Han sehingga tangan penasehat Han juga memegang lampion yang sama seperti Xia Xia.
__ADS_1
perlahan mereka berdua melepaskan tangan dari lampion dan begitu juga, lampion itu terbang perlahan pergi meninggalkan penasehat Han dan Xia Xia yang memandang dengan senang lampion yang telah menjauh dari mereka.
banyak lampion yang di terbangkan malam ini , mengisi kekosongan langit malam, membawa harapan semua orang yang ingin terwujud. namun siapa tahu lampion yang diterbangkan oleh penasehat Han dan putri Xia Xia akan membawa mereka ke babak baru.
" bukan kah malam ini langit begitu indah," Xia Xia memandang ke langit yang telah di hiasi oleh kelap kelip lampion.
"sangat indah," Ucap kagum penasehat Han.
tanpa Xia Xia sadari, tidak hanya lampion yang membuat penasehat Han terpesona namun juga kecantikan xia Xia yang membuat penasehat Han jauh lebih terpesona, sejak Xia Xia memandang ke arah langit begitu juga penasehat Han memandang kecantikan xia Xia, benar yang di katakan oleh penduduk setempat jika putri Xia Xia memiliki kecantikan yang luar biasa, pria yang akan menjadi pendamping hidup nya pasti akan sangat bahagia.
" malam sudah semakin larut putri," ucap penasehat Han membuat Xia Xia yang asik memandang langit sekarang beralih kepada penasehat Han.
" benar kah," Xia Xia melihat sekeliling dan benar saja area sekitar danau sudah mulai sepi, mungkin orang orang sudah pulang untuk merayakan pergantian musim di rumah bersama keluarga.
" saya akan mengantar putri kembali ke istana," Tawar penasehat Han untuk memastikan keselamatan putri Xia Xia.
saat akan sampai di gerbang istana, Xia Xia berhenti sejenak melihat kondisi yang begitu di jaga ketat oleh penjaga istana, sebenarnya Xia Xia juga tidak akan lewat gerbang dia hanya berhenti sejenak untuk melemaskan otot-otot kaki yang sudah ia gunakan untuk berjalan lumayan jauh. biasanya Xia Xia akan mengunakan kereta kuda tapi tidak mungkin juga ia lewat menggunakan kereta kuda melewati begitu banyak penjaga.
" Putri, ayo masuk hamba akan mengantar putri," Ajak penasehat Han yang melihat Xia Xia Xia berhenti.
" kau pulang lah, aku akan masuk sendiri,"Jawab Xia xia yang masih saja melemaskan otot-otot nya.
penasehat Han mengerutkan keningnya ia tahu pasti jika penghuni istana tidak di ijinkan keluar masuk Istana tanpa ijin langsung dari kaisar dan permaisuri, jika Xia Xia ketahuan keluar ia pasti akan terkena hukuman walaupun dia seorang putri.
__ADS_1
" kau tidak perlu bingung, aku keluar lewat pintu rahasia," Ucap Xia Xia sambil menaruh satu jari di bibir nya.
lagi lagi penasehat Han di bingung dengan tingkah Xia Xia, sementara Xia Xia tanpa pamit ia Langsung pergi meninggalkan penasehat Han yang masih bingung, bisa penasehat Han lihat ternyata Xia Xia pergi keluar lewat pintu belakang.
sesampai nya di kediaman bulan,Xia Xia langsung mengganti hanfu yang sudah basah karena keringat dengan hanfu baru dengan buru buru Xia Xia merapikan rambut dan mek up yang yang sedikit berantakan, baru saja Xia Xia bisa bernafas dengan lega tapi sudah ada suara ketukan pintu kediaman nya dan Xia Xia tahu siapa di balik suara ketukan pintu, yang tidak lain bukan adalah muan.
" masuk," Teriak Xia Xia dari dalam kamar.
baru saja muan masuk sudah ada beberapa tanda tanya di fikiran muan yang melihat Xia Xia sudah berganti pakaian, bukan kah sebelum nya putri Xia Xia menggunakan hanfu warna hijau lalu kenapa sekarang menggunakan hanfu warna biru, itu lah yang selalu terngiang-ngiang di fikiran Xia Xia.
" putri, kenapa anda berganti pakaian?" tanya muan yang Masih menatap setia penampilan Xia Xia.
" karena aku merasa hanfu sebelum nya tidak cocok dengan diri ku," Jawab santai xia Xia yang masih terduduk di depan meja rias.
muan hanya mengangguk lalu meletakkan makan malam yang telah di siapkan oleh permaisuri vui untuk Xia Xia, semenjak Xia Xia jatuh sakit setiap hari permaisuri vui yang menyiapkan makanan untuk Xia Xia, mulai dari protein hingga vitamin akan selalu permaisuri perhatikan.
melihat makanan yang begitu menggoda membuat selera makan Xia Xia bangkit, lagi pula ia tidak bisa membeli banyak makanan di pasar karena tidak membawa uang tapi syukur nya ada Kasim Han yang mau membayar tanghulu nya tadi.
setelah selesai rutinitas makan malam,Xia Xia langsung berangkat menuju ke tempat acara malam ini, baru saja sampai di tempat acara sudah banyak orang yang sudah duduk di sana menikmati tarian dan musik.
" Xia Xia memberi salam kepada ayah handa dan ibunda semoga selalu panjang umur dan jaya," Xia Xia sedikit menundukkan badannya.
" bangunlah Xia Xia dan duduk di tempat mu acara akan segera di mulai," Ucap kaisar Luhan menunjuk kursi tempat putri raja.
__ADS_1
Li Wei yang melihat itu langsung menatap tajam ke arah Xia Xia yang bisa duduk di tempat agung seperti itu sementara Li Wei hanya bisa duduk di tempat yang biasa selir kaisar duduki.
" jaga tatapan mata mu, orang orang bisa tahu jika kau membenci putri Xia Xia, apa kau ingin menghancurkan rencana ibunda mu," Selir agung nian memperingatkan kepada putrinya yang duduk di samping selir agung nian.