Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
episode 26


__ADS_3

Sesudah mendengar kan penjelasan dari Xia Xia, para Nona mudah tidak ingin melanjutkan jamuan teh kembali,dan memutuskan untuk pulang, sekarang di taman itu hanya tersisa Li Wei dan Xia Xia saja.


Terlihat wajah Li Wei yang sudah begitu merah menahan amarah yang siap untuk di keluarkan, bukan nya takut Xia Xia justru terlihat begitu santai duduk menikmati camilan yang tersaji.


"Apakah kau sudah puas membuat ku malu di depan para nona muda," Teriak marah Li Wei.


Sekencang apa pun Li Wei berteriak, tidak akan ada orang yang bisa mendengar nya, karena jarak antara tempat jamuan sangat jauh dari tempat yang biasa di lalu lalang orang.


"Kenapa begitu marah, bukan kah kita impas?" xia xia mengangkat satu alisnya.


Melihat Xia Xia yang begitu santai menikmati cemilan, membuat amarah Li Wei semakin memuncak, langsung saja Li Wei membanting piring yang berisi cemilan, hingga membuat suara yang begitu nyaring.


"Xia Xia, kenapa hanya kau yang selalu mendapatkan apa yang kau mau, aku juga seorang putri kenapa tidak ada yang menghormati ku, sama seperti orang menghormati mu, kau mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kaisar dan permaisuri!" li Wei mulai mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini tersimpan di hati nya.


"Jawaban nya sederhana saja, aku putri sah raja dan permaisuri, sementara kau hanya anak selir agung dari pernikahan pertama nya,"Jawab Xia Xia.


Mendengar itu membuat Li Wei memandang tajam ke arah Xia Xia, sementara Xia Xia berdiri dari duduk nya untuk pergi dari tempat ini, melihat itu Li Wei langsung menghadang langkah Xia Xia.


"Kau mau kemana,aku belum menyelesaikan ucapan ku!" sentak Li Wei.


"Jika kau hanya ingin mengatakan ucapan yang tidak masuk akal, maka menyingkir lah!" teriak Xia Xia yang sudah jengkel akan sikap Li Wei yang kekanakan.


perdebatan di antara mereka berdua pun tidak bisa terhindar kan lagi, Li Wei yang terus saja berbicara tidak masuk akal membuat Xia Xia jengah dan ingin segera pergi dari tempat ini, namun lagi lagi Li Wei selalu menghadang jalan nya.


Xia Xia yang sudah mulai jengkel, mendorong pelan tubuh Li Wei untuk menyingkir dari jalan nya, bukan nya menyingkir, Li Wei justru berbalik mendorong tumbuh Xia Xia hingga terjatuh ke dalam kolam yang memiliki kedalaman tiga meter.


Bukan nya menolong Xia Xia yang kesusahan untuk naik ke daratan,Li Wei justru pergi meninggalkan Xia Xia yang berusaha untuk berenang naik ke darat, tenaga Xia Xia sudah mulai melemah, perlahan tumbuh Xia Xia tenggelam ke dalam kolam.

__ADS_1


Samar samar Xia Xia melihat seorang pria berlari ke arah, siluet bayangan pria itu membuat Xia Xia teringat akan penasehat Han,yang ia temuin sebelum pergi ke jamuan teh ini.


Memang pria yang berlari ke arah kolam adalah penasehat Han, sebelum penasehat Han ingin mengembalikan giok milik Xia Xia yang terjatuh saat mereka berdua bertemu, penasehat Han melihat giok milik Xia Xia yang tergeletak di jalan saat ingin pergi ke ruang kerja kaisar, sebenarnya penasehat Han akan mengembalikan nya saat bertemu dengan Xia Xia Kembali.


Namun mengetahui bahwa Xia Xia sedang menghadiri jamuan teh yang di adakan di taman belakang istana, membuat penasehat Han akan mengembalikan nya saat itu juga, kebetulan jarak taman belakang istana sangat dekat.


Tapi saat penasehat Han sampai di taman belakang, ia tidak melihat satu pun pelayan yang berjaga di depan, sempat mengira jamuan teh telah selesai, saat akan berbalik pergi penasehat Han mendengar seseorang meminta tolong, dan asal suara itu berasal dari dalam taman.


Buru buru penasehat Han menghampiri asal suara itu berasal, sesampai nya di tempat suara, penasehat Han melihat Xia Xia yang tenggelam di kolam, dengan cepat penasehat Han terjun ke dalam kolam untuk menolong Xia Xia.


Melihat Xia Xia yang sudah tidak sadar kan diri membuat penasehat Han langsung membopong tubuh Xia Xia untuk mendapatkan pertolongan.


"Putri, tolong bertahan lah!"


kaisar Luhan dan permaisuri vui yang baru saja keluar dari kediaman naga melihat penasehat Han dengan baju basah membopong tubuh seorang gadis membuat mereka berdua begitu terkejut, dan yang membuat mereka berdua begitu terkejut lagi adalah, gadis itu adalah putri xia Xia.


"Apa yang terjadi dengan Xia Xia?" tanya permaisuri vui.


"Permaisuri biar hamba jelas kan nanti, sekarang yang lebih penting adalah keselamatan putri," Jelas penasehat Han.


Kaisar Luhan langsung menyuruh prajurit untuk memanggil tabib istana, Xia Xia langsung di bawa ke kediaman nya, tabib yang baru datang langsung memeriksa kondisi Xia Xia yang terbaring tak sadar kan diri.


"Kaisar, permaisuri, hamba telah memeriksa kondisi putri, hamba akan meracikan obat yang harus di minum oleh putri,"Ucap tabib istana.


"Baiklah, kau boleh pergi,"


"Xia Xia sebenarnya apa yang terjadi pada mu,"Tangis permaisuri vui pecah melihat kondisi Xia Xia yang lemah.

__ADS_1


"Permaisuri tenang kan lah diri mu,"Kaisar Luhan berusaha menenangkan tangisan permaisuri vui.


"Penasehat Han, sebenarnya apa yang terjadi kepada Xia Xia?" tanya kaisar Luhan.


Penasehat Han pun menceritakan kejadian awal hingga akhir, permaisuri vui dan kaisar Luhan begitu terkejut mendengar cerita dari penasehat Han.


Di kediaman Li Wei, semenjak pulang dari taman istana, ia mengurung diri di dalam kamar dan tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar nya, bahkan pelayan pribadi nya sempat bingung apa yang terjadi kepada tuan nya.


Hanya ada kegelapan di kamar Li Wei, semua jendela yang menjadi akses cahaya masuk di tutup oleh Li Wei, terlihat Li Wei begitu ketakutan.


"B…bukan aku yang mendorong Xia Xia,"


"Ini semua salah Xia Xia, dia lah yang pertama kali memulai pertengkaran ini,"


"Ini semua salah Xia Xia!" teriak Li Wei seperti orang gila.


Li Wei juga menghancurkan semua barang yang ia lihat, mulai dari vas hingga alat mek up nya.


Brakk


Suara pintu yang di dobrak membuat Li Wei menghentikan aktivitas yang tengah menghancurkan barang, setelah pintu di buka terlihat Selir agung nian yang datang.


Selir agung nian memandang sengit wajah Li Wei yang sudah begitu mengenaskan dengan mek up yang sudah luntur.


"Ibunda,"


Plakk

__ADS_1


satu tamparan mendarat di pipi Li Wei, membuat bibir Li Wei sedikit mengeluarkan darah, rasa sakit yang Li Wei rasakan membuat air mata lolos keluar begitu saja tampa ijin dari sang pemilik.


__ADS_2