Fire Sacrifice Love

Fire Sacrifice Love
Episode 19


__ADS_3

Mendengar apa yang muan katakan membuat Xia Xia yang tengah asik makan menjadi tersedak, rasanya Xia Xia tidak percaya apa yang muan ucap kan, bukan kan dulu putra mahkota kerap menolak untuk memilih putri mahkota, kenapa sekarang begitu tiba-tiba.


" Muan kau dapat berita ini dari mana,"


" Hamba mendapatkan berita ini dari pelayan permaisuri,"


Xia Xia diam sejenak lalu menyuruh muan untuk menyiapkan pakaian, hal seperti ini akan Xia Xia tanyakan langsung kepada putra mahkota, bisa saja ini hanya lah berita yang di buat buat.


sementara di kediaman matahari, putra mahkota tengah sibuk berdiskusi dengan penasehat Han tentang kekeringan yang menimpa desa Quan. tidak ada curah hujan membuat banyak petani yang gagal panen membuat banyak jumlah penduduk yang kelaparan, jumlah bahan pangan yang telah di kirim kan ke desa Quan tidak cukup memadahi.


baru saja menyelesaikan masalah krisis di desa wando, kini putra mahkota langsung di buat pusing dengan kekeringan yang sedang terjadi di desa Quan, di tambah banyak nya jumlah pejabat yang korupsi membuat masalah kekeringan di desa Quan tidak terselesaikan.


" Kepala desa Quan meminta bahan pangan lagi karena bahan pangan yang kita kirim beberapa hari lalu sudah habis. sementara jumlah penduduk yang kelaparan semakin meningkat," Ujar putra mahkota.


"Menurut hamba, sebanyak apapun kita mengirim bahan pangan, itu tidak akan cukup karena sudah pasti akan ada pejabat yang melakukan korupsi," Jelas penasehat Han, yang sudah mulai pusing dengan masalah kali ini.


putra mahkota menghela nafas panjang, tangan putra mahkota terulur mengambil gelas teh lalu meminum nya untuk meredakan rasa pusing.


tok tok tok!


suara ketukan pintu menghentikan penasehat Han dan putra mahkota yang sedang membahas kekeringan di desa Quan.tanpa ingin beranjak dari tempat duduk, putra mahkota menyuruh pelayan pribadi nya untuk mengecek siapa yang datang di kediaman nya di saat jam jam sibuk.


pelayan pribadi putra mahkota melaporkan bahwa di balik ketuk pintu adalah putri Xia Xia, dengan cepat putra mahkota menyuruh pelayan pribadi untuk membuka pintu. karena tahu sekali jika Xia Xia tidak suka menunggu lama, Xia Xia melihat sekeliling ruangan putra mahkota yang terlihat begitu berantakan dengan kertas yang berhamburan ke mana mana.


"Ihhhh, kapan kakak terakhir membersihkan ruangan, kenapa bisa begitu sangat berantakan seperti ini," Cetus Xia Xia yang sangat tidak suka dengan ruangan yang begitu berantakan.

__ADS_1


seperti biasa putra mahkota baru menyadari bahwa ruangan yang ia tempati begitu berantakan, sudah dua hari putra mahkota lembur menyelesaikan berbagai permasalahan di kekaisaran sampai ia lupa untuk membersihkan tempat tinggal nya sendiri.


"ahahaha, seperti nya aku terlalu sibuk sampai lupa membersihkan ruangan ini,"


"Harusnya kakak menyuruh pelayan untuk membereskan nya,"


" Baiklah, kakak akan menyuruh pelayan untuk membereskan nya setelah selesai mengerjakan perkejaan ini," Begitu sayangnya putra mahkota kepada Xia Xia hingga menerima semua kritikan dengan lapang dada tanpa melibatkan emosi walaupun tengah pusing dalam urusan pemerintahan.


" Eh ada penasehat Han di sini," Ucap Xia Xia terkejut yang melihat penasehat Han ada di kediaman putra mahkota. saat masuk ke ruangan putra mahkota, Xia Xia tidak terlalu sadar jika penasehat Han ada di sana.


" Kami tengah membahas tentang kekeringan di desa Quan, banyak pejabat yang korupsi sehingga membuat penyaluran dana terganggu," Keluh putra mahkota yang sudah begitu capek, tidak hanya tumbuh nya yang lelah namun juga dengan pikiran nya. sudah beberapa hari putra mahkota tidak bisa beristirahat dengan baik, pagi di habiskan untuk berkeja malam pun di habiskan untuk berkeja, tidak ada celah sedikitpun untuk menenangkan diri apalagi beristirahat.


" Seharusnya kakak bagi tugas saja, satu di antara kalian menelusuri pejabat yang korupsi, dan yang satunya lagi memantau pergerakan dana yang di salurkan," Jawab Xia Xia begitu enteng hingga menyadarkan kembali pikiran Kasim Han.


"Xia Xia, sekarang kau begitu pandai, siapa yang menduga kedatangan mu yang tiba-tiba bisa menyelesaikan masalahku yang membuat ku begitu pusing,"


langsung saja putra mahkota menghadiahkan sebuah pelukan kepada Xia Xia, bukan nya membuat Xia Xia senang. pelukan putra mahkota justru membuat Xia Xia jengkel karena terpontang panting dalam pelukan seorang putra mahkota yang sedang senang.


tidak hanya putra mahkota yang bahagia namun juga penasehat Han yang akhirnya bisa menghela nafas lega, akhirnya masalah ini ada jalan tengah yang bisa putra mahkota ambil.


"KAKAK!"


"ada apa Xia Xia?"


"Aku ingin bicara dengan kakak," Xia Xia menyipitkan matanya membuat putra mahkota merasa akan di interogasi.

__ADS_1


karena masalah juga sudah selesai, putra mahkota memberi kode kepada penasehat Han untuk pergi meninggalkan mereka berdua, segera saja penasehat Han menunduk hormat dan langsung pergi keluar dengan sedikit melirik ke Xia Xia.


ruangan itu sekarang begitu hening, hanya ada putra mahkota dan Xia Xia yang hanya saling adu tatapan, ruangan terlihat begitu luas namun kenapa putra mahkota merasa sekarang ruangan miliki nya menjadi begitu sempit, hingga membuat putra mahkota tidak bisa lari dari tatapan tajam Xia Xia yang seakan siap menerkamnya.


"Kakak,"


"Ya, putri Xia Xia,"


"Apa kakak tahu, kenapa aku ke sini," Tanya Xia Xia yang langsung di jawab gelengan kepala oleh putra mahkota.


rasanya sekarang putra mahkota benar benar di interogasi, bahkan putra mahkota kesulitan untuk menelan Saliva nya.


" Kenapa kakak tidak memberi tahu ku bahwa kakak menyetujui untuk mengadakan kontes pemilihan calon putri mahkota,"Ucap pelan Xia Xia.


"Xia Xia, maaf kan kakak jika kau mendengar berita ini dari orang lain," Putra mahkota menggegam erat tangan ramping milik Xia Xia.


"Tapi kenapa begitu tiba-tiba, apa kakak akan terus menyayangi ku,"Tangis Xia xia pecah, Xia Xia takut kakak yang selalu melindungi nya akan memiliki wanita lain yang juga pasti akan menjadi prioritas utama.


putra mahkota menangkup wajah Xia Xia, mata Xia Xia begitu berkilau, lalu putra mahkota memberikan senyuman hangat ke pada Xia Xia.


"Kakak akan terus menyayangi dan melindungi mu, walaupun ada ribuan waktu yang berbaris untuk menggantikan mu tetap tidak akan bisa menggantikan posisi mu,'' Putra mahkota berusaha menyakinkan sang adik yang sangat ia cintai


"Kakak janji," Xia Xia mengangkat jari kelingking nya.


"Janji," Jawab putra mahkota sambil menautkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


__ADS_2