GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 109. Pemilik Api Surgawi


__ADS_3

***Portal Rahasia***


Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li menyusuri lubang besar. Muncul berbagai macam jenis tembok maupun perangkap yang menghalangi perjalanan mereka.


Walaupun demikian, mereka bertiga bisa melewati semua rintangan itu. Setiap perangkap berhasil dihancurkan oleh Li Zhe Liang, sedangkan Lan Long membantu menemukan cara membuka tembok penghalang dengan mudah dan gesit.


"Zhe Liang! Dugaanmu tepat. banyaknya tembok penghalang dan perangkap membuktikan api surgawi berada tidak di depan sana," kata Yang Ruo Li.


"Hati-hati dengan munculnya monster berbahaya di depan!" ucap Li Zhe Liang.


"Lan Long! Apakah ada monster berbahaya di depan sana?" tanya Yang Ruo Li.


"Tidak ada, Nona! Lan Long tinggal di sana bersama kakak kera dan seorang wanita. Wanita itu selalu tidur pulas," jawab Lan Long dengan jujur.


"Zhe Liang! Tidak ada monster buas di depan sana, akan tetapi ada seorang wanita yang sedang tertidur pulas."


"Wanita? Apakah dia pemilik api surgawi?" kata hati Li Zhe Liang.


Tiba-tiba Li Zhe Liang merasakan monster naga bertanduk di punggungnya sedang memberontak ingin keluar. Monster naga bertanduk gelisah karena bisa merasakan kekuatan api surgawi yang semakin mendekat dan akan membahayakan nyawanya.


Li Zhe Liang berusaha menekan monster naga bertanduk dengan kekuatan spiritualnya. Yang Ruo Li merasakan telapak tangan Li Zhe Liang terasa dingin.


"Zhe Liang! Kenapa tanganmu dingin?" tanya Yang Ruo Li sambil menatap Li Zhe Liang dengan saksama.


Aura hitam secara samar mengelilingi tubuh Li Zhe Liang. Yang Ruo Li terkejut melihat bayangan hitam kepala naga bertanduk yang muncul dari punggung Li Zhe Liang. Hanya hitungan detik, bayangan hitam itu masuk kembali ke dalam tubuh Li Zhe Liang.


"Li Er! Aku tidak apa-apa!" jawab Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Kita duduk beristirahat sebentar!" ucap Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li khawatir dengan keadaannya sehingga tidak menolak usul gadis muda itu.


Mereka berdua pun duduk berdampingan. Yang Ruo Li segera memegang pergelangan tangan Li Zhe Liang untuk memeriksa nadinya, sedangkan Lan Long berbaring di bawah kaki Yang Ruo Li dengan tenang.


"Detak nadinya tidak beraturan," kata hati Yang Ruo Li.


"Zhe Liang! Apa yang terjadi dengan tubuhmu?" tanya Yang Ruo Li.


"Ketika berumur satu tahun, naga bertanduk di segel di dalam tubuhku," jawab Li Zhe Liang jujur.


Sebagai putra mahkota Kerajaan Dong Ming, banyak orang yang menginginkan nyawanya.


"Naga bertanduk? Salah satu dari tiga hewan roh buas disegel ditubuh Zhe Liang selama dua puluh tahun?" kata hati Yang Ruo Li.

__ADS_1


Gadis muda itu tidak bisa membayangkan penderitaan apa yang telah dirasakan oleh Li Zhe Liang selama ini. Berapa banyak siksaan dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh monster naga bertanduk setiap kali memberontak untuk mengambil alih tubuh Li Zhe Liang?


Air mata menetes di pipi Yang Ruo Li sehingga membuat Li Zhe Liang terkejut.


"Li Er! Jangan menangis. Aku tidak apa-apa," ucap Li Zhe Liang sambil mengelap air mata di pipi Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li ingin menghentikan tangisannya, akan tetapi air matanya mengalir terus dari pelupuk matanya. Li Zhe Liang merasa panik dan hanya bisa memeluk erat tubuh gadis muda itu untuk menenangkannya.


Selama ini Li Zhe Liang tidak pernah berhadapan dengan air mata tulus seorang gadis. Kalau air mata buaya dari wanita yang ingin menarik perhatiannya sudah sering dilihat oleh pria dingin itu dan sangat dibenci olehnya.


Selama lima menit mereka berdua berpelukan, hingga akhirnya Yang Ruo Li melepaskan pelukan itu terlebih dahulu. Wajahnya memerah karena malu menangis di dalam pelukan Li Zhe Liang.


"Maaf, Zhe Liang! Bajumu basah," kata Yang Ruo Li.


"Tidak apa-apa!" jawab Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Naga bertanduk itu pasti bisa dihancurkan oleh api surgawi. Racun ditubuhku juga bisa sembuh dengan pil penawar racikan Chong Yun. Kita berdua akan baik-baik saja," kata Yang Ruo Li dengan semangat yang berapi-api setelah berhasil menenangkan perasaan hatinya.


Li Zhe Liang menganggukkan kepala untuk menenangkan hati Yang Ruo Li.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati," tekad hati Li Zhe Liang.


***


"Nona! Tempat tinggalku di dalam dinding ini," pekik Lan Long kegirangan.


Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang menatap saksama dinding pembatas itu. Ada dua jejak kaki besar milik binatang buas di dinding itu.


"Lan Long! Tadi kamu bilang tidak ada binatang buas tinggal denganmu. Ini jejak kaki monster apa?" tanya Yang Ruo Li.


Walaupun Yang Ruo Li tahu wujud asli Lan Long sebesar singa, tetapi jejak kaki monster di dinding itu lebih besar.


"Nona! Aku bisa membuka dinding pembatas," kata Lan Long tanpa menjawab pertanyaan Yang Ruo Li karena dirinya tidak pernah melihat monster besar di sekitar sana.


Lan Long melompat setinggi-tingginya untuk mencapai jejak kaki di dinding dan berhasil menempelkan kedua kaki depannya di sana.


Cring….


Dinding pembatas itu bersinar terang dan mulai terangkat ke atas secara perlahan. Bersamaan dengan itu asap tipis terbang keluar dari celah dinding.


"Racun!" teriak Yang Ruo Li sambil mengangkat tubuh Lan Long yang sekecil kucing dengan cepat menghindari asap beracun, sedangkan Li Zhe Liang memeluk erat tubuh Yang Ruo Li serta melompat menghindari asap itu.


Beberapa saat kemudian dinding pemisah sudah terbuka sepenuhnya dan asap racun sudah menghilang. Yang Ruo Li memeriksa keadaan Lan Long.

__ADS_1


"Nona! Racun itu tidak berbahaya!" ucap Lan Long dengan polos.


"Lan Long tinggal di dalam sana sehingga tubuhnya sudah kebal dengan racun itu," kata Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Makanlah pil elixir penawar racun ini," kata Yang Ruo Li sambil menyodorkan satu butir pil.


"Tubuhku kebal terhadap sebagian besar racun," jawab Li Zhe Liang dengan tenang.


"Apakah Zhe Liang juga sering diracuni sejak kecil seperti diriku?" kata hati Yang Ruo Li.


Lan Long melompat turun dari pelukan Yang Ruo Li dan berlari masuk ke dalam ruangan dengan riang. Dirinya tidak sabar ingin menunjukkan tempat tinggalnya ke Yang Ruo Li.


"Zhe Liang! Ayo kita masuk!" ajak Yang Ruo Li.


***


Yang Ruo Li mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang kosong dan sepi itu. Hanya ada satu peti berukuran besar di tengah ruangan Lan Long duduk di dekat peti tersebut.


Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang berjalan mendekati peti yang terbuat dari bongkahan es besar. Ada seorang wanita berpakaian hitam terbaring tidur di dalam peti es.


"Lan Long! Wanita ini yang kamu bilang tertidur pulas ?" tanya Yang Ruo Li.


"Iya, Nona!" jawab Lan Long.


"Siapakah wanita ini? Apakah dia masih hidup atau sudah mati?" tanya Yang Ruo Li.


"Kata kakak kera, wanita ini akan bangun ketika waktunya tiba. Selama ini kakak kera menjaganya dan tidak pernah meninggalkan tempat ini," jawab Lan Long dengan jujur.


"Zhe Liang! Selama ini Kera purba menjaga wanita ini. Apakah beliau pemilik api surgawi?" tanya Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya karena bisa merasakan monster naga bertanduk di punggungnya semakin gelisah tepat pada saat dirinya berada di depan peti es yang besar tersebut.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.00 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


Apa hubungan wanita itu dengan Lan Long?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2