
***Paviliun Ru Yi***
Li Zhe Liang memberikan tatapan tajam yang mengintimidasi ke semua pria yang berani menatap wajah Yang Ruo Li dengan tatapan berbinar-binar tadi. Li Zhe Liang mempunyai keinginan kuat memberikan hukuman yang sama seperti Huo Si Cheng kepada semua pria itu yakni kehilangan sepasang mata.
Mereka semua merasakan aura membunuh dari tubuh Li Zhe Liang sehingga menundukkan kepala dengan cepat dan tidak berani menatap ujung kaki Yang Ruo Li sekali pun karena sosok gadis muda itu tertutup rapat oleh postur tubuh tinggi Li Zhe Liang.
Walaupun demikian, hati Li Zhe Liang masih kesal dan berniat meminta Yang Ruo Li menggunakan kembali bercak hitam di wajah gadis muda itu. Akan tetapi, Li Zhe Liang mengurungkan niatnya dengan cepat.
Selama enam belas tahun Yang Ruo Li sudah hidup menderita di bawah ejekan dan hinaan semua orang karena bercak hitam di wajahnya.
Li Zhe Liang tidak ingin Yang Ruo Li menerima semua penghinaan dan cercaan itu lagi di masa yang akan datang. Hanya ada satu cara untuk mencegah para kecoak jantan itu mendekati Yang Ruo Li yaitu dirinya akan selalu berada di sisi Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li tidak akan menolak ajakannya untuk pergi ke Kerajaan Dong Ming dan menetap di sana. Mu Dan bisa menjadi pendukung dari rencana Li Zhe Liang karena ibu kandung Yang Ruo Li itu berasal dari Kerajaan Dong Ming.
Sementara Yang Ruo Li teringat akan sesuatu dan segera mengambilnya dari cincin penyimpan batu giok miliknya.
"Jian Ming. Ini penawar racun naga api di tubuhmu," ucap Yang Ruo Li. Tangan kanan gadis muda itu nongol dari sisi kanan tubuh Li Zhe Liang.
"Obat penawar racun naga api? Nona Ruo Li sangat hebat," kata hati Tetua Wu Yuan.
"Obat penawar? Ruo Li, kamu alchemist yang luar biasa. Bukankah masih kurang dua bahan?" tanya Li Jian Ming setelah mengambil botol kecil berwarna biru itu dari tangan Yang Ruo Li.
Tentu saja Li Jian Ming tidak berani mengintip wajah Yang Ruo Li karena berhadapan langsung dengan wajah dingin tanpa ekspresi Li Zhe Liang.
"Iya. Rumput angin dan batu bulan. Aku berhasil mendapatkannya di dalam portal rahasia sehingga bisa membuat obat penawarnya," jawab Yang Ruo Li jujur.
Saat ini Li Zhe Liang merasa kekesalannya mencapai ubun-ubun dan hampir meledak. Yang Ruo Li dan Li Jian Ming masih saja bisa saling berbicara, walaupun dirinya berada di antara mereka berdua. Lu Jing dan Feng Teng hanya bisa menggaruk hidung mereka yang tidak gatal secara bersamaan.
__ADS_1
Pada awalnya Li Jian Ming mengira Yang Ruo Li berangkat ke Hutan Tengkorak untuk mencari tanaman langka yang akan digunakan untuk memulihkan kesehatan Mu Dan sehingga tidak menyangka gadis muda itu berhasil masuk ke dalam portal rahasia dan tentu saja karena ada Li Zhe Liang di sisi Yang Ruo Li.
Selain itu tadi Pengurus Ming Ye memberitahukan Li Jian Ming bahwa Yang Ruo Li mengikat kontrak dengan Qi Lin, hewan roh suci legenda. Kabar yang membuat rasa kagum Li Jian Ming terhadap Yang Ruo Li semakin meningkat.
Nona sampah dan buruk rupa yang terkenal di Kota Shang Ri La, hanya dalam waktu beberapa hari saja sudah berubah menjadi gadis muda yang cantik, ahli racun, dan seorang summoner dengan hewan roh suci legenda yang sudah punah, Qi Lin.
"Terima kasih Ruo Li," kata Li Jian Ming.
"Terima kasih Nona Ruo Li. Cepat makan obat penawarnya, Tuan muda Li Jian Ming," ucap Pengurus Ming Ye dengan antusias.
Li Jian Ming menuangkan obat penawar dari botol kecil berwarna biru itu dan memakannya. Pengurus Ming Ye menatap intens wajah Li Jian Ming untuk mengetahui apakah khasiat obat penawar itu sudah bereaksi.
"Tuan muda Li Jian Ming. Apakah racun naga api sudah hilang sepenuhnya?" tanya Pengurus Ming Ye beberapa saat kemudian.
Yang Ruo Li melangkahkan kakinya dan berjalan dari belakang tubuh Li Zhe Liang serta berhenti tepat di samping pria dingin itu sehingga pandangannya tidak terhalang oleh punggung Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Apa yang kamu lakukan?" tanya Yang Ruo Li dengan suara kecil.
"Kenapa kamu menatap wajahnya?" Li Zhe Liang bertanya balik ke Yang Ruo Li.
"Aku bisa mengetahui ada tidaknya racun di tubuh seseorang dari wajahnya. Ini adalah ilmu warisan dari guruku," jawab Yang Ruo Li dengan jujur.
Li Zhe Liang pernah menanyakan Yang Ruo Li asal mula ilmu racunnya sewaktu mereka menginap di Kediaman Bangsawan Fu Chen sehingga Li Zhe Liang mengetahui identitas guru Yang Ruo Li adalah wanita berusia empat puluh tahunan, yang menguasai banyak ilmu racun.
Jawaban jujur Yang Ruo Li membuat Li Zhe Liang menggerakkan tubuhnya yang menghalangi pandangan Yang Ruo Li ke samping.
Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li tidak ada perasaan apa pun terhadap Li Jian Ming. Yang Ruo Li hanyalah ingin memeriksa apakah racun naga api sudah hilang dari tubuh Li Jian Ming setelah memakan obat penawar racikannya. Yang Ruo Li hanya menganggap Li Jian Ming sebagai pasiennya saja.
__ADS_1
"Jian Ming. Semua racun naga api di tubuhmu sudah berhasil dihilangkan," kata Yang Ruo Li dengan yakin.
"Iya. Terima kasih Ruo Li. Kedua bahan langka itu sangat berharga. Aku akan membayarnya sesuai harga di pasaran karena kamu pasti mengalami kesulitan sewaktu mendapatkannya," ucap Li Jian Ming.
Tentu saja yang dimaksud oleh Li Jian Ming adalah batu bulan yang sangat langka dan susah didapatkan.
"Tidak apa-apa Jian Ming. Kita sudah berteman baik," jawab Yang Ruo Li.
"Baiklah. Ruo Li, apa saja yang terjadi di aula besar Kota Shang Ri La?" tanya Li Jian Ming.
"Li Er! Chong Yun pasti sudah selesai memeriksa ibumu. Ayo kita ke sana sekarang!" ajak Li Zhe Liang sambil menggenggam erat tangan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang tidak mau memberikan kesempatan kepada Li Jian Ming untuk mengobrol dengan Yang Ruo Li sehingga menggunakan Mu Dan sebagai alasan untuk membawa Yang Ruo Li pergi.
***
Selamat siang readers. Gentong cukanya sudah tumpah nih 😂.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1