GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 180. Tamparan untuk Tang Ying


__ADS_3

***Hutan Tengkorak***


Yang Ruo Li menatap ke arah rombongan Tang Song yang masih terlihat tidak tenang sambil mengawasi sekeliling.


"Kalian semuanya pengecut. Hanya ikan salju berekor pelangi saja sudah ketakutan seperti itu," ejek Yang Ruo Li.


Ejekan Yang Ruo Li membuat rombongan Tang Song menjadi malu. Tang Ying menerobos keluar dari perlindungan para pengikut dan menghampiri Yang Ruo Li dengan cepat.


Tang Song mengikuti Tang Ying dari belakang. Pria itu pun merasa malu dengan ejekan Yang Ruo Li, tetapi dirinya tidak menyalahkan Yang Ruo Li. Tang Song semakin tertarik kepada gadis muda itu karena selain cantik, Yang Ruo Li juga berani.


"Gadis kampung. Aku akan merobek mulutmu!" teriak Tang Ying.


"Tang Ying! Jaga sikapmu!" tegur Tang Song.


"Kak Tang Song! Gadis busuk ini mencuri hewan peliharaanku dan senjata abadi. Dia pantas mati!" balas Tang Ying.


"Kalian tiba-tiba mengepung dan menuduhku. Bahkan menyerang tanpa bertanya lebih dulu. Tidak disangka keturunan Kaisar Tang sangat tidak bermoral!" kecam Yang Ruo Li.


"Gadis sampah! Aku adalah putri Kaisar Tang. Aku berhak mengambil nyawamu, kapan pun aku mau!" gertak Tang Ying dengan ketus.


Benar atau tidak tuduhan yang dilancarkan olehnya, Tang Ying tidak peduli. Wajah cantik dan memesona Yang Ruo Li membuat Tang Ying semakin tidak nyaman.


Jika gadis kampung dihadapannya mati ataupun rusak wajahnya, maka predikat gadis tercantik di Kerajaan Tang pastilah miliknya. Tang Ying tidak akan membiarkan gadis muda dari kota kecil melebihi kecantikannya.


Sementara Tang Song tidak mungkin membiarkan Tang Ying merusak wajah cantik Yang Ruo Li sehingga mencoba mengajukan perdamaian.


"Nona muda. Maafkan ketidaksopanan adikku. Jika kamu mengembalikan monster telur aneh dan kipas lipat abadi, aku akan mengampuni nyawamu," ujar Tang Song.


Walaupun perkataan Tang Song terkesan akan melepaskan Yang Ruo Li, tetapi maknanya sangat jelas. Nyawa Yang Ruo Li bagaikan nyawa seekor semut yang bisa senantiasa terinjak mati.


Yang Ruo Li haruslah merasa bersyukur karena Tang Song telah menyelamatkannya dari hukuman kematian. Tang Song ingin Yang Ruo Li merasa berhutang budi kepadanya sehingga memudahkannya untuk menjadikan Yang Ruo Li selirnya di kemudian hari.


"Kak Tang Song! Gadis busuk ini pencuri! Kenapa kakak mengampuni nyawanya? Aku yang akan menghukumnya sendiri. Aku akan merusak wajah tidak tahu malunya!" teriak Tang Ying.

__ADS_1


"Pencuri? Sejak kapan telur salju putih menjadi hewan peliharaanmu? Kipas lipat abadi milikmu? Apa buktinya? Dari mana kamu mendapatkannya?"


Yang Ruo Li mengajukan pertanyaan bertubi-tubi dengan tenang.


"Bukan urusanmu! Keduanya adalah milikku! Serahkan sekarang!" bentak Tang Ying.


Pertanyaan bertubi-tubi dari Yang Ruo Li membuat Tang Ying yakin telur salju putih dan kipas lipat abadi incarannya memang diambil oleh Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tersenyum tipis melihat kemarahan Tang Ying. Gadis muda itu mengambil kipas lipat abadi dari cincin penyimpan batu giok miliknya, membukanya lebar, lalu mengibaskannya dengan santai.


"Kamu ingin memilikinya? Coba aja rebut dari tanganku," ejek Yang Ruo Li.


"Wanita sialan! Rasakan pedangku!" pekik Tang Ying.


Tang Ying menghunuskan pedangnya dan menyerang Yang Ruo Li dengan kemarahan memuncak. Yang Ruo Li menghentakkan jari tangannya sehingga kipas yang berada di tangannya kembali dalam bentuk terlipat.


Yang Ruo Li menggunakan kipas lipat abadi menangkis pedang Tang Ying dengan mudah. Bahkan gerakan tangan dan kaki Yang Ruo Li sangat cepat dan gesit sehingga berhasil melayangkan pukulan ke perut Tang Ying.


Yang Ruo Li tidak berhenti dan melanjutkan serangannya. Kali ini kipas lipat abadi di arahkan ke pipi Tang Ying. Yang Ruo Li menampar pipi kiri dan kanan Tang Ying dengan kipas lipat abadi dan dilanjutkan dengan tendangan keras ke dada Tang Ying.


"Ah!" teriak Tang Ying. Tubuh Tang Ying terhuyung ke belakang dan ditangkap oleh Tang Song dengan cepat. Jika tidak, tubuh putri manja itu akan tergeletak di atas tanah yang kotor.


"Mulutmu sangat kotor dan kejam. Mengotori kipas lipat abadiku!" ejek Yang Ruo Li sambil mengelap kipas lipat abadi dengan saputangan dan membuang saputangan itu dengan cepat sambil sengaja memperlihatkan ekspresi wajah jijik.


"Wanita sialan! Kak Tang Song. Bantu aku balas dendam," pinta Tang Ying.


Tang Song menatap pipi merah Tang Ying, bekas tamparan dengan kipas lipat abadi yang dilakukan oleh Yang Ruo Li.


Seumur hidupnya Tang Ying tidak pernah dipukul oleh siapa pun. Kaisar Tang dan Selir Bai Li sangat memanjakan Tang Ying.


Tang Song tahu jika dirinya tidak membalaskan penghinaan yang dialami oleh Tang Ying maka Kaisar Tang dan Selir Bai Li pasti akan menyalahkannya.


"Tangkap hidup-hidup!" perintah Tang Song ke para pengikutnya.

__ADS_1


Lai Yi dan para bawahannya segera menyerang Yang Ruo Li bersamaan. Gadis muda itu melemparkan kipas lipat abadi ke udara sehingga berubah bentuk menjadi besar.


Yang Ruo Li melompat ke atas kipas lipat abadi dan melemparkan sepasang jarum terbangnya ke arah dua kultivator tingkat empat.


"Argh!" Kedua kultivator tingkat empat berteriak bersamaan ketika jarum terbang menembus dada mereka.


Sepasang jarum terbang itu melesat kembali ke tangan Yang Ruo Li dan gadis muda itu melemparkannya lagi. Kali ini sepasang jarum terbang menembus bahu dua orang kultiivator tingkat lima.


Lai Yi dan bawahan lainnya menghentikan penyerangan. Mereka semua tidak menyangka Yang Ruo Li berhasil melukai empat orang dalam waktu singkat.


"Jangan ganggu aku lagi! Telur salju putih dan kipas lipat abadi bukan milik putri manja itu!" ucap Yang Ruo Li sambil menunjuk Tang Yi.


Yang Ruo Li hanya ingin memberi pelajaran kepada Tang Ying supaya tidak bersikap arogan dan angkuh. Fokusnya sekarang adalah menemukan Li Zhe Liang sehingga gadis muda itu ingin pergi dari sana dengan menggunakan kipas lipat abadi.


"Tangkap dia! Jangan biarkan dia melarikan diri!" teriak Tang Ying seperti orang gila.


Lai Yi dan bawahannya pun mengeluarkan pedang terbang masing-masing untuk menahan Yang Ruo Li melarikan diri.


"Hentikan!" Terdengar teriakan seorang pria dan bersamaan dengan itu terlihat sebuah pedang terbang menuju ke arah mereka semua.


Yang Ruo Li dan rombongan Tang Song menatap ke arah sana bersamaan. Wajah Yang Ruo Li sangat tenang setelah melihat jelas siapa yang datang menyusulnya.


***


Halo readers tercinta. Siapa yang muncul di Hutan Tengkorak? Apakah Zhe Liang atau?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya🤗.


Terima kasih readers tercinta yang sudah memberikan dukungan untuk novel ini, baik dalam bentuk Favorit, Vote, Like, Hadiah, Tips iklan, dan komentar positif.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2