
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Emosi Chong Yun pun menjadi berkurang melihat Li Zhe Liang yang melamun memikirkan Yang Ruo Li. Siapa yang bisa menyangka seorang putra mahkota Kerajaan Dong Ming yang hebat rela mengorbankan nyawanya untuk gadis muda dari kota kerajaan kecil?
Dari kejadian api surgawi, Chong Yun sudah yakin Yang Ruo Li adalah satu-satunya wanita pilihan Li Zhe Liang dan teman baiknya itu rela mengorbankan apa pun demi Yang Ruo Li.
Chong Yun memegang pergelangan tangan Li Zhe Liang untuk memeriksa nadi. Li Zhe Liang berbaring tenang dan membiarkan Chong Yun melakukan pengobatan untuknya.
Beberapa saat kemudian Chong Yun mengambil dua butir pil racikannya dan memasukkannya ke dalam mulut Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Berbaring dan beristirahatlah dengan tenang di atas tempat tidur. Aku akan berusaha meracik pil penawar untuk racun lainnya. Jika kamu tidak menjalani pengobatan dengan baik maka racun di tubuhmu akan memerlukan waktu lebih lama lagi untuk di detoksifikasi," bujuk Chong Yun.
Chong Yun tahu Li Zhe Liang pasti mengkhawatirkan keadaan Yang Ruo Li saat ini, tetapi Li Zhe Liang tidak bisa melakukan apa pun karena kondisi tubuhnya yang lemah.
"Chong Yun. Aku ingin tidur lelap," ujar Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang ingin memaksimalkan mengistirahatkan tubuhnya agar bisa mempunyai banyak tenaga menyusul Yang Ruo Li nantinya.
"Aku akan menggunakan jarum perak untuk menyegel beberapa racun yang bisa disegel sementara waktu Mungkin bisa membantumu tidur lelap hari ini," ucap Chong Yun setelah berpikir beberapa saat.
"Aku percaya kemampuanmu," jawab Li Zhe Liang.
Chong Yun pun menusuk telapak tangan dan telapak kaki Li Zhe Liang dengan jarum perak, lalu menggunakan kekuatan spiritualnya mendeteksi racun apa yang bisa disegel olehnya sementara waktu.
Satu jam kemudian Chong Yun mencabut jarum perak dari telapak tangan dan telapak kaki Li Zhe Liang secara perlahan.
Chong Yun menarik napas lega karena Li Zhe Liang sudah tidur nyenyak saat ini. Setelah menyimpan semua jarum perak ke dalam tabung, Chong Yun memberi isyarat mata kepada Lu Jing untuk ikut keluar dengannya.
Lu Jing menganggukkan kepala dan berjalan mengikuti Chong Yun keluar dari kamar tidur Li Zhe Liang.
***
"Tuan muda Chong Yun. Bagaimana keadaan putra mahkota sekarang?" tanya Lu Jing.
"Aku berhasil menyegel beberapa racun di tubuhnya untuk sementara waktu. Setiap hari aku akan menggunakan teknik akupuntur jarum perak untuk membantu Li Zhe Liang tidur nyenyak. Kamu harus menjaganya dengan baik. Jangan biarkan Zhe Liang melakukan hal yang bisa membuat tubuhnya terluka lagi. Aku akan ke ruang alkimia untuk meracik pil penawar," ucap Chong Yun panjang lebar.
__ADS_1
"Baik Tuan muda Chong Yun. Lu Jing pasti akan menjaga putra mahkota dengan baik," jawab Lu Jing dengan yakin.
Chong Yun menganggukkan kepala dan berjalan meninggalkan Lu Jing untuk melanjutkan penelitian racun di dalam tubuh Li Zhe Liang agar bisa meracik pil penawar yang baru.
***Ruang alkimia Paviliun Ru Yi***
Chong Yun berada di dalam ruang alkimia. Berbagai jenis tanaman langka memenuhi meja di hadapan Chong Yun.
Kebanyakan jenis tanaman langka itu adalah milik Chong Yun sendiri, yang disimpannya dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya.
Sebagai alchemist tingkat empat, Chong Yun memiliki api elixir di dalam tubuhnya sehingga tidak memerlukan tungku api untuk meracik pil elixir.
Chong Yun mengambil tabung yang berisi jarum perak racun tubuh Li Zhe Liang dari cincin penyimpan batu rubi dan juga gelang kristal yang tadi direbutnya dari tangan Li Zhe Liang.
Chong Yun menatap tajam gelang kristal di atas meja, lalu mengumpulkan kekuatan spiritual di telapak tangan dan mengarahkan ke arah gelang kristal, dengan maksud menghancurkan gelang kristal itu.
Pada akhirnya Chong Yun mengepalkan telapak tangannya sehingga kekuatan spiritual menyerap kembali ke dalam tubuhnya.
Chong Yun memegang gelang kristal dan mengamatinya dengan saksama. Chong Yun tahu gelang kristal ini diperoleh Li Zhe Liang saat membunuh salah satu anggota Sekte Sesat.
Pada saat itu Chong Yun berada di sisi Li Zhe Liang, sedangkan Lu Jing dan Feng Teng sedang menjalankan tugas lain yang diperintahkan oleh Li Zhe Liang sehingga kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu tidak mengetahui tentang gelang kristal ini.
Gelang kristal itu merupakan benda spiritual jahat dan berbahaya. Cara kerjanya hanya meneteskan darah dari dua orang ke gelang kristal yang berbeda.
Orang yang memakai gelang kristal dengan batu ukuran kecil akan menerima sebagian besar rasa sakit ataupun penderitaan yang diterima oleh orang yang memakai gelang kristal dengan batu ukuran besar, dengan kata lain menjadi tumbal.
Li Zhe Liang menyimpan sepasang gelang kristal itu ke dalam cincin penyimpan batu rubi. Chong Yun tidak menyangka Li Zhe Liang akan menggunakannya untuk Yang Ruo Li.
Padahal pada saat itu ada salah satu anggota pasukan rahasia yang mengetahui tentang kegunaan gelang kristal dan mengajukan dirinya memakai gelang kristal batu kecil untuk melindungi Li Zhe Liang dan ditolak keras oleh Li Zhe Liang saat itu.
Li Zhe Liang tidak mau menggunakan nyawa bawahannya sebagai tumbal. Akan tetapi, pria dingin itu bersedia menjadi tumbal untuk Yang Ruo Li.
Chong Yun hanya bisa menggelengkan kepalanya secara perlahan mengingat sifat keras kepala Li Zhe Liang. Chong Yun pun mengambil jarum perak baru dan menusuk ujung jari telunjuknya tanpa ragu, lalu setetes darah Chong Yun menyerap ke dalam gelang kristal.
Chong Yun tahu darah baru yang menetes ke dalam gelang kristal akan menggantikan darah yang lama dan serangan balik pun akan berpindah ke pemilik darah baru.
__ADS_1
Hal itu jugalah salah satu penyebab mengapa gelang kristal ini sangat jahat dan berbahaya karena bisa menggunakan orang yang berbeda-beda untuk melindungi pemilik gelang kristal dengan bebatuan besar.
"Aku sama gilanya dengan Zhe Liang," gumam Chong Yun.
Yang Ruo Li sangat berarti bagi Li Zhe Liang. Jika terjadi apa-apa dengan gadis muda itu, Chong Yun yakin Li Zhe Liang akan hidup menderita selamanya.
Oleh karena itu, Chong Yun mengorbankan dirinya sebagai pengganti Li Zhe Liang saat ini. Setidaknya selama dirinya memakai gelang kristal bisa mengetahui apakah Yang Ruo Li dalam bahaya atau tidak.
Jika memang efek serangan balik nantinya sangat besar dan bisa mengambil nyawanya, Chong Yun yakin dirinya akan melepaskan gelang kristal dari pergelangan tangannya dengan cepat.
Chong Yun memakai gelang kristal itu dan menyembunyikan di dalam lengan bajunya yang panjang agar tidak terlihat oleh Li Zhe Liang.
Beberapa saat kemudian Chong Yun tidak merasakan efek serangan balik apa pun dari gelang kristal.
"Yang Ruo Li masih hidup," kata hati Chong Yun.
Chong Yun menarik napas lega dan melanjutkan meneliti jenis racun Li Zhe Liang melalui jarum perak di dalam ruang alkimia Paviliun Ru Yi.
***
Selamat siang readers tercinta. Terima kasih kesetiaannya mengikuti novel ini.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Li Er akan muncul lagi dan menemukan sesuatu di dalam gua. Apakah itu?
Ini visual Zhe Liang dan Li Er π₯°π₯°π₯°. Semoga readers suka yaπ€
Author baru nonton dramanya nih πππ. Endingnya gak tahu karena beberapa episode terakhir harus bayarπππ
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1