
***Aula besar Kota Shang Ri La***
Ketiga Tetua Klan itu menarik napas lega saat mengetahui ejekan itu bukan berasal dari Li Zhe Liang. Mereka bertiga khawatir Li Zhe Liang akan ikut terjun ke pertarungan membantu Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang masih duduk tenang di kursi yang disediakan oleh Yang Ruo Li tadi. Tetua Huo Guang, Tetua Peng Mu, dan Tetua Yang Sin saling berbicara melalui sihir telepati. Kedua Tetua Klan itu memutuskan hanya membantu Tetua Yang Sin mengepung Yang Ruo Li saja supaya gadis muda itu tidak bisa menghindar dari serangan Tetua Yang Sin.
Sementara Tetua Yang Sin akan melancarkan Tinju Besi tepat ke tubuh Yang Ruo Li, bukan dari jarak jauh agar gadis muda itu menemui ajalnya dengan cepat dan sekaligus menghindari campur tangan Li Zhe Liang di dalam pertarungan.
Tepat saat kedua kepalan tangan Tetua Yang Sin hampir menyentuh tubuh Yang Ruo Li, gadis muda itu tersenyum samar dan memancarkan api berwarna biru langit di seluruh tubuhnya.
Api biru langit itu menerkam kedua kepalan tangan Tetua Yang Sin dan menahannya. Tetua Yang Sin bisa merasakan tulang tangannya terbakar dari dalam kulit sehingga menyebabkan kesakitan yang luar biasa. Bahkan api biru langit itu sedang menjalar ke anggota tubuh lainnya melalui kepalan tangan itu.
"Celaka!" teriak hati Tetua Yang Sin.
Tetua Yang Sin berusaha mengerahkan kekuatan spiritualnya untuk melepaskan diri dari belenggu api surgawi. Akan tetapi, pria tua itu merasakan sebuah kekuatan lain menekan kekuatan spiritualnya.
Tentu saja kekuatan lain itu berasal dari Li Zhe Liang. Pria dingin itu tahu Yang Ruo Li ingin menggunakan api surgawi membakar Tetua Yang Sin. Api surgawi yang legenda bisa membakar seorang kultivator dengan mudah.
Hanya saja tingkatan kultivator Yang Ruo Li masih di bawah Tetua Yang Sin. Tetua Yang Sin bisa melepaskan diri dengan kekuatan spiritualnya meskipun kedua tangannya akan habis terbakar oleh api surgawi.
Li Zhe Liang tidak akan membiarkan rencana Yang Ruo Li gagal sehingga membantu gadis muda itu menahan Tetua Yang Sin melepaskan diri.
***
"Ah! Panas! Tolong!" teriak Tetua Yang Sin sambil jatuh berguling di atas tanah.
Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La berteriak panik melihat tubuh Tetua Yang Sin diselimuti api dalam waktu singkat. Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang yang sedang mengepung Yang Ruo Li sangat terkejut dan menjadi yakin api biru langit itu pastilah api surgawi.
Sejak awal api berwarna biru langit itu menyelamatkan Mu Dan, kedua Tetua Klan itu sudah mencurigai api itu adalah api surgawi. Saat itu mereka berdua masih tidak berani memastikan api surgawi mengikat kontrak dengan Yang Ruo Li si nona lemah, dan bukannya mengikat kontrak dengan Li Zhe Liang.
Mengapa pria sekuat Li Zhe Liang memberikan api surgawi ke Yang Ruo Li? Mungkinkah Li Zhe Liang sudah memiliki senjata spiritual abadi lainnya yang lebih hebat dari api surgawi? Berbagai macam pertanyaan muncul di pikiran kedua Tetua Klan itu.
__ADS_1
Teriakan kesakitan Tetua Yang Sin masih menggema di aula besar Kota Shang Ri La. Beberapa pengawal Keluarga Yang menggunakan kain untuk membantu memadamkan api itu. Akan tetapi, kain itu terbakar habis dalam hitungan detik. Api yang membakar tubuh Tetua Yang Sin bagaikan memiliki nyawa dan langsung menyerang siapa pun yang berani mendekat.
"Argh!Argh!" Suara Tetua Yang Sin semakin lama semakin mengecil. Tubuhnya menggeliat kejang-kejang di atas tanah. Jiwa dan raganya tersiksa oleh kobaran api surgawi. Api surgawi membakar habis jiwa pilnya terlebih dulu sehingga pria tua itu menjadi lemah dan menghadapi siksaan terbakar.
Bau daging terbakar menguap di aula besar Kota Shang Ri La. Semua orang menutupi hidung mereka masing-masing.
***
"Bau sekali, Zhe Liang!" keluh Chong Yun yang duduk di samping Li Zhe Liang.
Lu Jing dan Feng Teng yang sudah bergabung disana hanya bisa menggelengkan kepala mendengar keluhan Chong Yun.
Yang Ruo Li melihat ke arah Li Zhe Liang. Walaupun wajah dingin tanpa ekpresi pria itu terlihat tenang, Yang Ruo Li bisa merasakan Li Zhe Liang juga tidak menyukai aroma gosong di aula besar Kota Shang Ri La.
"Zhe Liang. Kamu bisa memakai sihir energi pembatas. Masih ada dua tua bangka yang harus aku bakar," ucap Yang Ruo Li dengan santai sambil menunjuk Tetua Huo Guang dan Tetua Peng Mu.
Kedua Tetua Klan itu hampir saja muntah darah mendengar ejekan Yang Ruo Li. Kekesalan mereka semakin memuncak saat melihat Li Zhe Liang mendengarkan perkataan gadis muda itu dan menggunakan sihir energi pembatas.
***
"Ibu! Ibu!" teriak Yang Rong Xian saat Huo Rong menghembuskan napas terakhirnya.
Yang Ruo Li melirik sekilas ke tubuh Huo Rong yang tergeletak tidak bernyawa di dalam pelukan Yang Rong Xian. Gadis muda itu menggunakan kekuatan spiritualnya menarik tubuh hangus Tetua Yang Sin ke arah tubuh Huo Rong.
"Ah!" teriak Yang Rong Xian histeris melihat tubuh hitam hangus Tetua Yang Sin muncul di sampingnya. Bau gosong yang menyengat dari jarak dekat membuat Yang Rong Xian melepaskan tubuh Huo Rong dari pelukannya dan muntah di sana akibat tidak bisa menahan rasa mual.
Yang Rong Xian berlari menjauhi tubuh Huo Rong dan Tetua Yang Sin setelah memuntahkan semua isi perutnya. Tubuhnya terasa lemas. Yang Rong Xian menyeka sisa muntahan di sudut bibirnya dengan cepat. Saat ini keadaannya sangatlah menyedihkan.
Yang Rong Xian menatap penuh dendam ke arah Yang Ruo Li. Akan tetapi, dirinya tidak berani menghujat Yang Ruo Li karena menyadari kekuatan Yang Ruo Li bukankah tandingannya saat ini.
"Kedua orang busuk ini pantas dikuburkan bersama," ejek Yang Ruo Li sambil tersenyum sinis ke Yang Rong Xian.
__ADS_1
Wen Hui Min dan Pejabat Peng Chong pun merasa jijik dengan keadaan kedua jasad yang tergeletak berdampingan di atas tanah. Tidak ada seorang pun yang berani maju untuk menyingkirkan kedua jasad itu.
"Gadis busuk! Kamu menggunakan api surgawi yang suci untuk membunuh orang!" teriak Tetua Huo Guang.
***
"Api surgawi? Yang Ruo Li mengikat kontrak dengan api surgawi?"
"Api surgawi sudah hilang selama ribuan tahun. Pantas saja terjadi kerusuhan besar di dalam Hutan Tengkorak. Ternyata api surgawi muncul di sana."
"Aku melihat rombongan Tuan muda Fu Jiu Yun keluar dari Hutan Tengkorak dalam keadaan terluka."
Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menjadi ricuh. Mereka tidak mengerti mengapa api surgawi bisa mengikat kontrak dengan Yang Ruo Li? Apakah kekuatan gadis muda itu lebih hebat daripada Fu Jiu Yun?
"Ribuan tahun yang lalu api surgawi bisa menghancurkan tiga hewan roh buas dan menjadi musuh utama dari Sekte Sesat.
Api surgawi menghukum Tetua Yang Sin karena menuduhku anggota Sekte Sesat," ucap Yang Ruo Li dengan santai.
"Empat keluarga terpandang Kota Shang Ri La berkumpul untuk merebut api surgawi dari Yang Ruo Li. Benar-benar sangat memalukan! Tindakan kalian lebih kotor daripada Sekte Sesat!" umpat Chong Yun dengan suara yang keras.
Perkataan Chong Yun membuat kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menyadari konspirasi tersembunyi dari keempat keluarga terpandang. Yang Ruo Li dan ibunya bukanlah bagian dari Sekte Sesat. Keempat keluarga terpandang menggunakan nama Sekte Sesat untuk merebut api surgawi dari tangan gadis muda itu.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.30 wita.
Sampai jumpa di bab besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE