GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 117. Pedang Api Kunlun


__ADS_3

***Portal Rahasia***


Li Zhe Liang berjalan mendekati Batari Liu. Tepat pada saat Li Zhe Liang berdiri di hadapan Batari Liu, wanita itu mengarahkan telapak tangan kanannya ke peti es besar.


Sebuah pedang panjang lengkap dengan sarung pedangnya terbang keluar dan berhenti di atas telapak tangan Batari Liu.


Batari Liu menggenggam erat pedang panjang itu dengan kedua tangannya. Terlihat jelas ukiran Qi Lin di sarung dan gagang pedang itu.



Batari Liu mengeluarkan pedang panjang dari sarungnya dan melemparkannya ke udara. Pedang itu melayang dengan lapisan api berwarna kuning terang menyelimuti pedang itu.


"Pedang spiritual?" tanya Li Zhe Liang.


"Iya!" jawab Batari Liu. Pedang itu menemani Batari Liu tertidur di dalam peti es besar selama ribuan tahun.


Sama seperti api surgawi, pedang spiritual terlihat hidup dan memiliki nyawa. Hal itu dikarenakan keduanya adalah senjata spiritual tingkat tinggi.


"Batari Liu! Apakah itu juga api surgawi?" tanya Yang Ruo Li dengan semangat dan rasa penasaran yang besar.


Walaupun api itu bukan berwarna biru langit seperti api surgawi, akan tetapi Yang Ruo Li bisa merasakan hawa panas yang terpancar dari pedang itu.


"Bukan! Api pedang ini berasal dari kawah Gunung Kunlun dan bisa digunakan untuk menekan monster naga bertanduk. Senjata spiritual ini aku berikan padamu," kata Batari Liu ke Li Zhe Liang.


"Batari Liu! Pedang Kunlun adalah pedang pusakamu?" tanya Yang Ruo Li untuk kepastian.


Gadis muda itu tidak menyangka pertemuan singkat dengan mereka bisa membuat Batari Liu menyerahkan dua senjata spiritualnya.


"Iya! Kalian berdua adalah pasangan yang membuatku kagum dan terbebas dari belenggu kebencian selama ribuan tahun. Aku bisa pergi dalam kedamaian. Sebelum roh ku lenyap, aku ingin mewariskan senjataku ke orang yang bisa diandalkan. Aku yakin kalian berdua tidak akan mengecewakanku," jawab Batari Liu sambil tersenyum.


Roh Batari Liu semakin memudar dan mulai menghilang dari bagian kaki.


"Batari Liu!" teriak Yang Ruo Li dengan mata berkaca-kaca.


"Gadis muda! Hiduplah bahagia bersamanya!" pesan Batari Liu.


"Pedang Api Kunlun bisa menekan monster naga bertanduk di punggungmu. Walaupun tidak bisa menghancurkannya, kamu bisa menjinakkannya secara perlahan dengan Pedang Api Kunlun dan bisa memanfaatkan monster naga bertanduk untuk kepentinganmu," lanjut Batari Liu ke Li Zhe Liang.


"Terima kasih, Batari Liu!" kata Li Zhe Liang sambil berlutut di depan roh Batari Liu yang sudah lenyap sebagian.


Li Zhe Liang tidak menyangka di daratan Zhong Yuan masih ada senjata yang bisa menekan monster naga bertanduk. Pria dingin itu setuju dengan perkataan Batari Liu. Selama ini dirinya berusaha mencari cara untuk menghancurkan monster naga bertanduk dan ternyata sekarang bisa menjinakkan dan memanfaatkan hewan roh buas itu di masa yang akan datang.

__ADS_1


Yang Ruo Li ikut berlutut di samping Li Zhe Liang. Mereka berdua melakukan kowtow yaitu berlutut dan bersujud sampai kepala menyentuh tanah sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan kepada Batari Liu.


Roh Batari Liu dengan senyuman tulus mengembang di sudut bibirnya lenyap tanpa jejak dari hadapan Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


Kera Purba memeluk Lan Long sambil menangis terisak-isak, sedangkan Lan Long sendiri pun merasakan kepedihan di hatinya atas kepergian Batari Liu dan meneteskan air mata.


Walaupun hewan roh suci legenda itu sudah tidak mengingat lagi kehidupan lampaunya bersama Batari Liu, akan tetapi dirinya masih bisa merasakan sedikit ikatan batin dengan wanita yang sudah lenyap selamanya di daratan Zhong Yuan ini.


Batari Liu akan menjadi sosok legenda yang menghilang bersama portal rahasia ini nantinya, sedangkan Yang Ruo Li akan menjadi incaran semua orang maupun kultivator tingkat tinggi di daratan Zhong Yuan karena api surgawi yang dimiliki olehnya.


Sementara Pedang Api Kunlun yang merasakan kepergian Batari Liu bergetar hebat di udara.


SWOSH! SWOSH! SWOSH!


Gerakan Pedang Api Kunlun menjadi semakin tidak terkendali. Berputar di udara sehingga menyebabkan guncangan yang kuat di dalam ruangan itu.


Li Zhe Liang tetap berdiri tenang di tempatnya dan membiarkan Pedang Api Kunlun melepaskan emosinya akibat kepergian Batari Liu, sedangkan Yang Ruo Li menghampiri Lan Long dan mengelus kepalanya dengan lembut. Kera Purba menghapus air matanya dengan cepat karena kemunculan Yang Ruo Li.


Beberapa saat kemudian Pedang Api Kunlun sudah tenang. Li Zhe Liang berjalan menghampirinya.


"KEMARILAH!" perintah Li Zhe Liang.


Pedang Api Kunlun patuh menuruti perintah Li Zhe Liang dan terbang ke telapak tangan pria dingin itu.


Satu tetes darah Li Zhe Liang mengalir dan meresap dengan cepat ke dalam Pedang Api Kunlun sehingga terjalin kontrak antara mereka berdua.


Mata Yang Ruo Li membulat besar melihat betapa mudahnya Pedang Api Kunlun mengikat kontrak dengan Li Zhe Liang, sedangkan dirinya hampir saja terbakar habis-habisan sewaktu menjalin kontrak dengan api surgawi.


Senjata spiritual yang sudah menjalin ikatan kontrak, bisa masuk ke dalam tubuh pemiliknya. Sama seperti api surgawi yang masuk ke tubuh Yang Ruo Li, Pedang Api Kunlun juga masuk ke dalam punggung Li Zhe Liang.


Pada saat Pedang Api Kunlun masuk ke dalam punggungnya, Li Zhe Liang bisa merasakan kegelisahan segel monster naga bertanduk. Bahkan terdengar samar-samar raungan dan berakhir dengan kesunyian. Seolah-olah monster naga bertanduk sedang bersembunyi.


"Zhe Liang! Apakah Pedang Api Kunlun bisa menekan monster naga bertanduk?" tanya Yang Ruo Li.


"Monster naga bertanduk sedang bersembunyi," jawab Li Zhe Liang.


"Baguslah! Aku yakin kamu bisa menjinakkannya dengan Pedang Api Kunlun," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum.


Li Zhe Liang menatap wajah Yang Ruo Li dengan tatapan mata lembut, lalu matanya menatap lekat bibir merah Yang Ruo Li sehingga membuat gadis muda itu salah tingkah dan mengalihkan pandangan matanya disebabkan jantungnya berdegup kencang.


"Li Er!"

__ADS_1


Li Zhe Liang memanggilnya dengan lembut. Suara pria dingin itu bagaikan alunan melodi yang bisa menghipnotis pikiran Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu menoleh ke arah Li Zhe Liang.


"Ada a……"


Yang Ruo Li tidak melanjutkan perkataannya karena jari telunjuk Li Zhe Liang menempel di bibir bawah gadis muda itu dan mengusapnya dengan lembut.


Yang Ruo Li merasakan getaran listrik menyengat seluruh tubuhnya melalui sentuhan jari telunjuk Li Zhe Liang. Matanya membulat besar dan pipinya merona merah.


Li Zhe Liang tertawa kecil melihat semburat merah yang terlihat jelas di pipi mulus Yang Ruo Li, tanpa bercak hitam itu.


"Luka di bibirmu sudah sembuh," kata Li Zhe Liang.


"A…apa?" tanya Yang Ruo Li terbata-bata.


Gadis muda itu masih bingung dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Li Zhe Liang.


"Ini!" kata Li Zhe Liang sambil menggoyangkan botol kecil di tangannya di hadapan Yang Ruo Li.


Saat itu lah Yang Ruo Li sadar Dan mengingat jelas botol kecil itu berisi ramuan giok. Dirinya menyentuh bibir bawahnya secara perlahan dan terasa dingin, yang merupakan efek dari ramuan giok.


Sekarang bukan hanya pipinya saja yang merona merah, bahkan telinganya juga bersemu merah. Ingin rasanya gadis muda itu bersembunyi di dalam lubang besar untuk menutupi rasa malu nya.


Ternyata Li Zhe Liang menyentuh bibir bawahnya untuk mengobati luka yang ditimbulkan oleh gigitannya sendiri akibat menahan rasa sakit ketika mengikat kontrak dengan api surgawi.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 21.15 wita dan sudah sangat panjang ya.


He he he. Readers tercinta bisa tidur nyenyak kan malam ini. Zhe Liang dan Li Er sama-sama selamat 🤗.


Author sengaja tambahin akhir cerita yang sweet-sweet. Readers pasti senyum-senyum sendiri deh sewaktu membacanya.


Jangan lupa beri dukungan untuk author dan novel ini ya readers 🤗🤗. ( Sudah 10 vote Thank You 😘).


Di tunggu Vote, hadiah, like, tips iklan, dan komentar positifnya 🤗🤗🙏


Masih ada kejutan menunggu di luar portal rahasia lo. Don't miss it 😘😘


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2