GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
Bab 59. Kerumunan rakyat kota Shang Ri La


__ADS_3

***Kota Shang Ri La, tepatnya di luar Kediaman Bangsawan Fu Chen***


"Ada suara ledakan dari dalam Kediaman Bangsawan Fu Chen! Apa yang terjadi?"


"Bangsawan Fu Chen sedang keluar. Hanya ada Nyonya Fu dan Tuan muda Fu Jiu Yun di sana!"


"Ayo! Kita kesana sekarang!" 


"Semoga Nyonya Fu dan tuan muda Fu Jiu Yun tidak terluka!"


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La berlari menuju Kediaman Bangsawan Fu Chen karena merasa khawatir dengan keselamatan keluarga Penguasa Kota Shang Ri La tersebut.


Dua penjaga yang berjaga di depan pintu masuk Kediaman Bangsawan Fu Chen menghadang kerumunan rakyat itu.


"Tuan penjaga! Kami mendengar suara ledakan. Apa yang terjadi?" tanya salah satu rakyat Kota Shang Ri La yang berumur tua.


"Ruang alkimia meledak secara tidak sengaja," jawab salah satu penjaga.


"Ruang alkimia meledak? Wah! Pasti banyak pil elixir langka milik Bangsawan Fu Chen di sana. Ini kesempatan untuk mendapatkannya," kata hati kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


Pil elixir langka bisa menambah kekuatan spiritual dan juga mahal harganya sehingga tidak semua rakyat Kota Shang Ri La bisa memiliki maupun membelinya.


Semua perkataan yang diucapkan oleh penjaga pintu masuk adalah perintah dari Wen Hui Min karena rubah betina licik itu tahu rakyat Kota Shang Ri La akan menyerbu masuk ke dalam Kediaman untuk mendapatkan pil elixir langka yang tercecer akibat ledakan.


Padahal semuanya adalah tipu muslihat dari Wen Hui Min untuk mengumpulkan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La supaya melihat Yang Ruo Li berselingkuh sehingga dirinya bisa membatalkan pertunangan Fu Jiu Yun dengan mudah tanpa disalahkan oleh rakyat Kota Shang Ri La.


Umpan dari Wen Hui Min tentunya termakan oleh kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu.


"Tuan penjaga! Kami ingin membantu membersihkan puing-puing di tempat ledakan," kata salah satu pemuda dengan semangat.


"Baiklah! Kalian ikut kita ke tempat ledakan. Tidak boleh memasuki ruangan lain yang ada di dalam Kediaman Bangsawan Fu Chen!" kata salah satu penjaga dengan tegas.


"Tentu saja! Tentu saja!"


Para kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menganggukkan kepala bersamaan.


"Ikuti aku!" kata salah satu penjaga dan berjalan duluan untuk menunjukkan arah.


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La mempercepat langkah kaki mereka mengikuti penjaga pertama yang berada di depan dengan perasaan hati gembira karena sudah bisa membayangkan mendapatkan pil elixir langka.


Sementara itu penjaga yang satunya lagi berjalan di urutan paling terakhir setelah semua kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu masuk ke dalam Kediaman Bangsawan Fu Chen.


"Ada sekitar seratus orang lebih di dalam kerumunan itu. Nyonya besar pasti senang," kata hati penjaga kedua.

__ADS_1


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Dugaan penjaga kedua sangatlah tepat. Senyum lebar muncul di sudut bibir Wen Hui Min ketika mendengar banyaknya suara langkah kaki menuju ke arahnya.


"Pengawal! Coba periksa apakah Yang Ruo Li dan temannya terluka?" teriak Wen Hui Min dengan keras sehingga menarik perhatian kerumunan rakyat Shang Ri La.


"Kenapa Yang Ruo Li ada di sini? " tanya salah satu wanita yang penasaran.


Wanita itu termasuk salah satu orang yang  melihat jelas Yang Ruo Li bergandengan tangan dengan Li Zhe Liang sehingga merasa iri dan mengutuk di dalam hatinya, pertunangan Yang Ruo Li akan segera dibatalkan. Sekarang wanita itu sangat penasaran kenapa Yang Ruo Li bisa ada di Kediaman Bangsawan Fu Chen.


"Nona Yang Ruo Li dan temannya menjadi tamu agung di Kediaman Bangsawan Fu Chen dan menginap semalam," jawab penjaga pintu masuk.


"Iya, benar sekali. Kamar tamu mereka dekat dengan ruang alkimia sehingga terkena ledakan. Ayo, kita periksa bagaimana keadaan mereka sekarang!" kata salah satu pelayan wanita Kediaman Bangsawan Fu Chen.


Beberapa pemuda dari kerumunan itu pun berinisiatif ikut membantu. Mereka bersama-sama menyingkirkan sebagian puing pintu kamar yang menghalangi jalan. Sementara kerumunan itu mengikuti dari belakang karena penasaran dengan keadaan Yang Ruo Li.


Beberapa saat kemudian seluruh puing pintu itu berhasil disingkirkan. Pandangan pertama yang muncul di hadapan mereka adalah pakaian pria dan wanita yang berserakan di lantai.


"Apa ini? Kenapa banyak pakaian berserakan di lantai? Apa yang sudah terjadi di kamar ini?" 


"Ah! Memalukan! Mereka berpelukan di atas tempat tidur!" teriak salah satu pelayan pribadi Wen Hui Min.


"Yang Ruo Li dan pria lain? Mereka sudah mempermalukan tuan muda Fu Jiu Yun!"


Terdengar berbagai macam umpatan dan caci maki yang dikeluarkan oleh kerumunan rakyat Shang Ri La terhadap Yang Ruo Li. 


Sementara gadis muda yang menjadi bahan ejekan itu sedang memanyunkan bibirnya di atas atap, tempat pengintaiannya bersama Li Zhe Liang dan Lu Jing. Li Zhe Liang mengusap kepala Yang Ruo Li dengan lembut. Senyum kecil menghias di wajah Yang Ruo Li. Suasana hatinya yang buruk berubah menjadi baik hanya karena usapan lembut di kepalanya. Lu Jing pura-pura tidak melihat interaksi antara Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


***


Wen Hui Min tersenyum lebar mendengar semua umpatan dan caci maki dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La terhadap Yang Ruo Li.


"Pengawal! Seret Yang Ruo Li dan laki-laki itu keluar sekarang juga!" perintah Wen Hui Min.


"Baik, Nyonya!" jawab empat pengawal yang tadi datang bersama Wen Hui Min.


Para kerumunan rakyat Kota Shang Ri La memberi jalan kepada keempat pengawal itu. Pandangan mata mereka tidaklah beralih dari tempat tidur. 


"Pria itu sudah bangun!" teriak salah satu pemuda.


Umpatan dan caci maki serta keributan yang terjadi membuat Fu Jiu Yun bangun dan duduk sambil memegang kepalanya yang terasa sakit dan berat. Bahkan rasa gatal di tubuhnya kembali muncul. Akan tetapi, kesadarannya masih belum pulih semua. Bisa dibayangkan berapa banyak kadar racun yang telah diberikan oleh Yang Ruo Li kepadanya.


Keempat pengawal terkejut dan menghentikan langkah kakinya ketika melihat jelas wajah pria yang duduk di atas tempat tidur adalah Fu Jiu Yun.

__ADS_1


***


"Kenapa pipiku sakit sekali?"


"Kepalaku berat dan tubuhku lemas!"


Semua orang yang berada di sana terkejut mendengar suara dua wanita, yang berasal dari tempat tidur.


Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei yang terbangun terkejut dan malu dengan keadaan mereka saat ini.


"Ah!" Teriakan nyaring dan panjang keluar bersamaan dari mulut Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Kedua gadis itu pun saling berebutan selimut yang sedang menutupi tubuh bagian bawah Fu Jiu Yun. 


"Bukan Yang Ruo Li di atas tempat tidur melainkan putri keluarga Peng dan Keluarga Lim bersama tuan muda Fu Jiu Yun di sana!" teriak salah satu rakyat Kota Shang Ri La.


Keempat pengawal tadi berdiri ditengah berusaha menghalangi kerumunan rakyat Kota Shang Ri La untuk melihat ke arah tempat tidur.


Wajah Wen Hui Min menjadi pucat seperti warna kertas setelah mendengar perkataan rakyat Kota Shang Ri La itu. 


"Cepat usir mereka keluar dan tutup pintu kamar!" perintah Wen Hui Min ke para pelayan wanita yang berdiri di dekatnya.


"Nyonya besar! Pintu kamar sudah rusak. Tidak bisa di tutup," jawab salah satu pelayan wanita.


"Kalian semua tidak berguna!" teriak Wen Hui Min .


Wen Hui Min berjalan cepat menerobos masuk ke dalam kamar. Para pelayan wanita mengikutinya dari belakang. 


Setibanya di kamar, para pelayan wanita bergegas mencabut kain gorden untuk menutupi tubuh polos Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei, sedangkan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La masih betah berdiri di sana untuk menonton kejadian memalukan di Kediaman Bangsawan Fu Chen itu.


"Jiu Yun!" panggil Wen Hui Min dengan nada khawatir.


Terlihat jelas kemurkaan di wajah Fu Ji Yun. Saat ini Fu Jiu Yun sudah sadar sepenuhnya dan mengetahui apa yang terjadi. Dirinya telah dijebak dan dipermalukan di depan umum. Harga diri dan reputasi yang selama ini selalu dijunjung tinggi dan dijaga olehnya, hancur seketika.


***


Selamat malam readers.Hari ini author sudah crazy up 3 bab ya. Bab ini up pukul 21.45 wita.


Cerita bab ini sudah sangat panjang. Lanjutannya besok ya 🤗


Terima kasih pengertiannya 🙏


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2