GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
Bab 26. Tinju Besi


__ADS_3

***Kediaman Keluarga Yang***


Kusir kuda menarik tali kekang kuda sehingga kereta kuda berhenti tepat di depan Kediaman Keluarga Yang.


Dua penjaga yang berdiri di depan Kediaman Keluarga Yang tahu kereta kuda itulah yang dipakai oleh Yang Ruo Li sehingga berlari masuk ke dalam untuk memberi laporan kepada Huo Rong, yang sudah berada di dalam Kediaman Keluarga Yang.


Yang Ruo Li turun dari kereta kuda dan berjalan masuk ke dalam Kediaman Keluarga Yang. Kedatangan Yang Ruo Li langsung dihadang oleh sepuluh orang penjaga yang memegang senjata di tangan masing-masing serta memberikan tatapan tidak bersahabat ke arah Yang Ruo Li.


"Ha ha ha! Apakah penjaga Kediaman Keluarga Yang tidak bersikap sopan santun terhadap nona pertama Keluarga Yang?" tanya Yang Ruo Li dengan suara dingin.


"Nona Yang Ruo Li sudah membuat Nona Yang Rong Xian luka dalam sehingga masih terbaring di atas tempat tidur. Tadi Nona Peng Wei Wei datang bilang dia dibuat malu di Paviliun Ru Yi oleh nona Yang Ruo Li. Nyonya besar sangat marah dan meminta kita membawa nona Yang Ruo Li ke Kediaman Edelweiss sekarang juga!" ujar salah satu penjaga Kediaman Keluarga Yang.


"Tidak kusangka Peng Wei Wei sudah datang mengadu kepada Huo Rong," kata hati Yang Ruo Li.


"Nyonya besar? Huo Rong hanyalah istri kedua. Nyonya besar kalian ada di Kediaman Teratai!" kata Yang Ruo Li.


Beberapa penjaga tua yang sudah bekerja lama di Kediaman Keluarga Yang menundukkan kepala mereka secara spontan karena merasa malu. Perkataan Yang Ruo Li sangatlah benar.


Nyonya besar Keluarga Yang adalah Mu Dan, ibu kandung Yang Ruo Li. Bukanlah Huo Rong. Yang Lim belum menceraikan Mu Dan. Keadaan Mu Dan yang masih belum sembuh dari penyakit gilanya, membuat Huo Rong yang berkuasa di Kediaman Keluarga Yang.


Huo Rong yang memerintahkan kepada para pelayan dan penjaga untuk memanggilnya dengan panggilan Nyonya Besar di Kediaman Keluarga Yang.


"Maaf Nona Yang Ruo Li! Silakan ikut kita ke Kediaman Edelweiss. Kita hanya menjalankan perintah saja," kata salah satu penjaga tua.


"Aku memang ingin bertemu dengan Huo Rong sekarang," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li melangkahkan kakinya menuju Kediaman Edelweiss. Para penjaga mengikutinya dari belakang.


***Kediaman Edelweiss***


Huo Rong sedang duduk sambil menikmati teh hangat ketika Yang Ruo Li tiba di sana, sedangkan Xi Xi dan Luo Luo berdiri di belakangnya dengan tangan diperban karena dipatahkan oleh Yang Ruo Li tadi.


"Yang Ruo Li! Berlutut!" perintah Huo Rong.


"Apa kesalahanku?" tanya Yang Ruo Li dengan tenang.


"Kamu melukai Rong Xian dan membuat malu Nona Peng Wei Wei di Paviliun Ru Yi," jawab Huo Rong.


"Benarkah aku yang melukai Rong Xian? Coba kamu bertanya ke rakyat Kota Shang Ri La. Siapa yang melukai Rong Xian? Rong Xian luka dalam oleh kekuatan spiritual Fu Jiu Yun karena tidak tahu malu memeluk dan mencium Fu Jiu Yun di depan mata banyak orang!" jawab Yang Ruo Li.


Huo Rong melempar cangkir teh ke lantai. Wajahnya memerah karena emosi. Tentu saja dirinya sudah mendengar gosip sewaktu perjalanan pulang ke Kediaman Keluarga Yang.

__ADS_1


Harga diri dan martabat Yang Rong Xian tercoreng karena mengungkapkan perasaan cintanya terhadap Fu Jiu Yun di depan umum.


Huo Rong sangat tahu Yang Romg Xian menyukai Fu Jiu Yun dan dirinya juga mendukung untuk menjadikan Yang Rong Xian tunangan Fu Jiu Yun, menggantikan Yang Ruo Li.


Tidaklah mungkin Huo Rong mencari Fu Jiu Yun untuk menuntut balas karena telah melukai Yang Rong Xian. Huo Rong yakin pasti Yang Ruo Li meracuni Yang Rong Xian pada saat itu.


"Kenapa Ruo Li berubah sifatnya? Apa yang telah terjadi di Hutan Tengkorak? Dia bukan lagi Ruo Li yang dulu!" kata hati Huo Rong.


Selama enam belas tahun ini Yang Ruo Li tidak pernah berani membantah perkataan Huo Rong dan menerima semua hukuman yang diberikan kepadanya.


"Rong Xian ku selalu bersikap elegan dan menjaga martabatnya. Pasti kamu yang mencelakainya!" kata Huo Rong.


"Kamu tidak berada di sini waktu itu. Aku akan memperagakan bagaimana Rong Xian yang elegan menggoda Fu Jiu Yun, tunanganku. Kebetulan tempat kejadian adalah Kediaman Edelweiss ini," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berlari ke arah tempat kejadian peristiwa memalukan itu dan berdiri di sana.


"Fu Jiu Yun. Rong Xian sangat menyukaimu. Rong Xian ingin menciummu!"


"Rong Xian sangat mencintaimu! Setiap malam memimpikanmu! Rong Xian ingin menjadi wanitamu!"


Yang Ruo Li menirukan suara manja Yang Rong Xian serta berpura-pura memeluk angin dan memberikan ciuman yang bertubi-tubi.


***


"Ha ha ha! Nona Yang Ruo Li sangat luar biasa. Mata ibu tirinya sudah hampir mau melompat keluar karena marah. Adik tirinya benar-benar tidak malu menggoda tunangan Nona Yang Ruo Li," kata Feng Teng ke Lu Jing.


"Akan terjadi pertumpahan darah! Aku takut nona Yang Ruo Li akan terluka!" ucap Lu Jing.


Lu Jing dan Feng Teng bisa muncul di Kediaman Edelweiss, tentu saja karena mengikuti Li Zhe Liang. Saat ini mereka bertiga berada di atas atap salah satu bangunan di Kediaman Edelweiss dan melihat dengan jelas kejadian di bawah sana.


Sewaktu di Penginapan Persik, Fu Rong melaporkan bahwa bahan kain itu digunakan oleh putri Keluarga Yang. Hal itu membuktikan gadis misterius yang melakukan hubungan istimewa dengan Li Zhe Liang berasal dari Keluarga Yang sehingga Li Zhe Liang langsung menuju ke sana.


Tidak disangka, mereka bertiga akan melihat Yang Ruo Li lagi dan kelihatannya gadis muda itu akan berada dalam kesulitan.


"Putra mahkota! Apakah perlu Lu Jing turun ke sana membantu nona Yang Ruo Li?" tanya Lu Jing.


Li Zhe Liang melihat ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu sedang tersenyum lebar dan bersikap tenang menghadapi kemarahan Huo Rong.


"Tidak perlu!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


"Tidak perlu? Bukankah putra mahkota tertarik dengan nona Yang Ruo Li? Atau selama ini aku yang salah mengira," kata hati Lu Jing.

__ADS_1


Lu Jing dan Feng Teng saling memberikan isyarat mata, yang dimengerti oleh mereka sendiri. Keduanya pun terdiam dan mengikuti pandangan Li Zhe Liang ke arah Yang Ruo Li di bawah sana.


***


"Patahkan tangannya sebagai hukuman!" perintah Huo Rong sambil menunjuk salah satu penjaga. Penjaga itu sudah mencapai kultivasi tingkat tiga.


"Baik, Nyonya Besar!" jawab penjaga itu.


Penjaga itu maju dan berdiri di hadapan Yang Ruo Li. "Tinju besi!" teriak penjaga itu sambil melayangkan jurus ke tangan Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berdiri tenang dan tidak panik sama sekali. "Tinju besi!" teriak Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li meniru jurus penjaga itu dan melayangkan tinjunya ke tangan penjaga.


"Bodoh!" teriak Huo Rong kegirangan.


Jurus tinju besi dari gadis sampah yang tidak bisa melatih kultivasi berhadapan dengan jurus tinju besi dari seorang kultivator tingkat tiga, bagaikan telur yang menabrak batu.


Huo Rong yakin tulang tangan Yang Ruo Li pasti patah. Senyum di wajah Huo Rong semakin lebar karena mendengar suara tulang yang retak dan pecah.


"Ah!" Penjaga itu berteriak dan berguling di lantai sambil memegang tangannya yang patah.


"Bagaimana mungkin?" teriak Huo Rong.


Huo Rong berdiri dari kursi dan menepuk meja di hadapannya dengan keras.


"Kamu kira aku masih nona sampah yang tidak bisa berkultivasi?" tanya Yang Ruo Li sambil tersenyum mengejek.


Yang Ruo Li mengulurkan tangan kanannya ke depan sambil mengumpulkan kekuatan spiritualnya. Dalam hitungan detik terlihat telapak tangan kanannya bersinar mengeluarkan cahaya putih yang berkilau terang.


***


Selamat sore readers. Bab ini author up pukul 18.15 Wita dan ceritanya sudah panjang ya 😁.


Jangan lupa baca kelanjutannya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2