GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 82. Balasan untuk Huo Si Yan yang angkuh


__ADS_3

***Hutan Tengkorak***


Kedua mata tajam Li Zhe Liang melihat Yang Ruo Li dari atas kepala sampai ujung kaki untuk memeriksa keadaan gadis muda itu apakah ada terluka.


Pria dingin dengan wajah tanpa ekspresi menarik napas lega karena gadis kesayangannya hanya terluka di bagian pergelangan kaki kanan saja.


Li Zhe Liang tidak tahu luka pergelangan kaki kanan Yang Ruo Li diakibatkan oleh racun laba-laba hitam kuno dari semburan api monster elang tingkat tujuh.


Selama Yang Ruo Li berada di dalam ruang dimensi cincin lotus tiga hari, Li Zhe Liang berusaha mencari gadis muda itu di setiap pelosok Hutan Tengkorak. Bahkan pintu portal rahasia yang mulai terbuka pun diabaikan olehnya.


Sihir pelacak di serpihan pakaian terbakar milik Yang Ruo Li bereaksi beberapa saat yang lalu sehingga Li Zhe Liang segera menggunakan sihir teleportasinya menuju ke sana.


"Zhe Liang! Aku tidak apa-apa!" ucap Yang Ruo Li.


Hati kecil Yang Ruo Li merasa senang karena Li Zhe Liang terlihat jelas mengkhawatirkan dirinya yang menghilang secara tiba-tiba.


"Untung aku tidak datang terlambat," kata Li Zhe Liang sambil mencium kening Yang Ruo Li dengan lembut. Kemudian menempelkan keningnya ke kening gadis muda itu.


Wajah Yang Ruo Li merona merah di sertai suara jantung yang berdetak sangat cepat. Tanpa sadar kedua tangannya melingkar erat di pinggang Li Zhe Liang. Mereka berdua berpelukan sambil memejamkan kedua mata dengan rapat. Seolah-olah di Hutan Tengkorak ini hanya ada mereka berdua saja.


Sementara itu Huo Si Yan menatap ke arah Li Zhe Liang dengan perasaan gelisah. Pria muda tampan itu sangat menakutkan dan memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.


Huo Si Yan sama sekali tidak bisa memprediksi Li Zhe Liang sudah mencapai kultivasi tingkat berapa. Akan tetapi sebagai salah satu tetua dari Klan Huo, dirinya yakin statusnya bisa mengintimidasi pria tampan yang terlihat akrab dengan Yang Ruo Li.


"Siapa kamu? Berani sekali mencampuri urusan Klan Huo! Aku sarankan kamu menyingkir saat ini juga!" perintah Huo Si Yan dengan angkuh.


Li Zhe Liang membuka lebar matanya dan menoleh ke arah Huo Si Yan. Wanita tua itu terkejut dengan tatapan mata tajam yang mengintimidasi dari Li Zhe Liang bagaikan dewa kematian yang akan menjemput ajalnya dengan cepat.


"MATI!"


Satu kata singkat terucap dari mulut Li Zhe Liang. Pria dingin itu tidak pernah memberi ampun kepada orang yang ingin membunuh Yang Ruo Li sehingga mengarahkan telapak tangan kirinya ke Huo Si Yan. Gelombang kekuatan spiritual yang kuat berubah bentuk menjadi bayangan seekor harimau putih besar dan langsung menerkam Huo Si Yan.

__ADS_1


Huo Si Yan sama sekali tidak memiliki waktu untuk melawan. Tubuhnya dengan cepat menghilang di dalam terkaman bayangan harimau putih besar dalam hitungan detik. Hanya tersisa aroma amis darah menguap di udara.


Kejadian ini membuat Yang Ruo Li teringat akan pertemuan pertama kalinya dengan Li Zhe Liang. Pada saat itu Li Zhe Liang muncul dengan aura hitam di sekeliling tubuhnya serta membunuh sekumpulan monster Kera Bercula Satu menggunakan cara yang sama dengan kematian Huo Si Yan. Akan tetapi, wujud kekuatan spiritual kali ini membuat gadis muda itu teringat Bai Hu yang berada di dalam ruang dimensi cincin lotus.


Bersamaan dengan kematian Huo Si Yan yang mengerikan, ketiga tetua Klan tiba di sana akibat mendengar suara ledakan yang besar tadi. Mereka semua menatap Li Zhe Liang dengan tatapan mata tidak percaya karena menyaksikan kematian tragis Huo Si Yan.


"Siapa kamu?" tanya Huo Ren dan Huo Guang secara bersamaan.


Li Zhe Liang mengacuhkan pertanyaan mereka dan malahan mengirimkan kekuatan spiritualnya yang langsung menekan kedua tetua Klan Huo serta akan mengirim mereka menyusul Huo Si Yan.


"Berhenti Tuan! Kami tidak berniat jahat!" teriak Tetua Huo San panik.


Li Zhe Liang tidak memedulikan perkataan Tetua Huo San. Kekuatan spiritualnya mulai menyelimuti tubuh Huo Ren dan Huo Guang. Tetua Huo San yang melihat hal itu bersiap mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk bertarung melawan Li Zhe Liang.


Tiba-tiba kekuatan spiritual yang menekan tubuh Huo Ren dan Huo Guang menghilang. Li Zhe Liang menarik kembali kekuatan spiritualnya. Hal itu membuat ketiga tetua Klan Huo menarik napas lega terutama Huo Ren dan Huo Guang karena terlepas dari kematian mengerikan seperti yang dialami Huo Si Yan.


Mereka bertiga melihat ke arah Li Zhe Liang yang sedang menggendong Yang Ruo Li. Ternyata gadis muda itu tiba-tiba pingsan sehingga Li Zhe Liang menarik kembali kekuatan spiritualnya. Saat ini mereka bertiga sadar nyawa mereka tidaklah berarti jika dibandingkan dengan Yang Ruo Li.


Racun yang diberikan oleh Yang Ruo Li hanyalah untuk membuat tubuh Yang Rong Le lemas dan tidak bertenaga karena ingin membunuhnya secara langsung dengan kelima pisau terbang milik Yang Rong Le sendiri.


Yang Rong Le menatap Yang Ruo Li dengan penuh kebencian dan iri hati. Bagaimana mungkin Li Zhe Liang yang tampan dan berkharisma melindungi gadis buruk rupa itu?


Yang Rong Le mengingat jelas dirinya pernah bertemu dengan Li Zhe Liang di suatu tempat dan jatuh hati pada pandangan pertama terhadap pria itu. Tidak disangka pertemuan kedua kali ini, pria tampan dan dingin itu membunuh Tetua Huo Si Yan demi Yang Ruo Li, si buruk rupa.


Sementara itu Li Zhe Liang menatap wajah pucat dan napas lemah Yang Ruo Li dengan cemas.


"LI ER! LI ER!" panggil Li Zhe Liang.


Saat ini Li Zhe Liang teringat akan luka di pergelangan kaki kanan Yang Ruo Li dan berfirasat luka itu bukanlah luka biasa.


"Li Er! Aku melarangmu mati!" ucap Li Zhe Liang dengan tegas.

__ADS_1


Dengan sihir teleportasi, Li Zhe Liang membawa Yang Ruo Li pergi tanpa memedulikan empat orang yang tertegun dan melihat ke arah mereka.


***


Sepuluh menit setelah kepergian Li Zhe Liang, ketiga tetua Klan Huo menghela nafas panjang bersamaan. Aroma amis darah yang menguap di udara masih terasa sehingga membuat wajah mereka bertiga memucat.


"Rong Le! Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa tetua Huo Si Yan terbunuh?" tanya Tetua Huo San sambil menatap tajam ke arah Yang Rong Le.


"Tetua Huo San! Ini bukan salahku! Aku berbaik hati ingin mengobati luka pergelangan kaki Yang Ruo Li. Akan tetapi, dia meracuniku sehingga aku menggunakan pisau terbang bertarung dengannya. Tubuhku yang lemah karena racun membuat dia berhasil merebut pisau terbang dan ingin membunuhku. Pada saat itu Tetua Huo Si Yan datang menolongku. Kemudian pria itu datang. Yang Ruo Li mengadu kepadanya bahwa aku dan Tetua Huo Si Yan melukainya. Pria itu percaya perkataan Yang Ruo Li dan membunuh Tetua Huo Si Yan!"


Yang Rong Le menjelaskan panjang lebar serta memutarbalikkan kenyataan dan melimpahkan semua kesalahan ke Yang Ruo Li sambil menangis tersedu-sedu.


Penjelasan Yang Rong Le dan tangisannya tidak membuat ketiga tetua Klan Huo merasa iba terhadapnya. Karena gadis muda itu lah yang melukai Yang Ruo Li terlebih dulu dengan monster rajawali nya sehingga membuat Tetua Huo Si Yan mengalami kematian yang naas. Pertikaian antara gadis muda sudah lumrah di daratan Zhong Yuan ini.


Ketiga Tetua Klan Huo itu menyadari sekarang bukan saatnya membalas dendam terhadap Li Zhe Liang. Pria muda itu sangatlah kuat dan statusnya masih misteri. Cincin batu rubi merah delima ukuran besar di jari tangan Li Zhe Liang memperkuat dugaan bahwa dia adalah keturunan bangsawan ataupun kemungkinan besar pangeran dari salah satu kerajaan di daratan Zhong Yuan.


"Tetua Huo San! Pria kuat itu muncul di Hutan Tengkorak pasti karena portal rahasia juga. Kita harus segera menuju ke sana,"kata Tetua Huo Ren.


"Baiklah! Ayo kita berangkat sekarang dan bergabung dengan tuan muda Fu Jiu Yun!" kata Tetua Huo San.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 14.35 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya malam ini ya.


Dukung novel Gadis Beracun dengan menekan tombol favorit, like, vote, hadiah maupun komentar positif.


TERIMA KASIH🙏


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2