GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 60. Pergunjingan


__ADS_3

***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La saling berbisik dan menunjuk ke arah Fu Jiu Yun, Peng Wei Wei serta Lim Hsuang Hsuang. Tubuh Fu Jiu Yun hanya tertutup selimut di bagian bawah sehingga menampakkan bagian dada serta punggung yang penuh dengan bercak merah dan disalahartikan oleh kerumunan rakyat Kota Shang Ri.


Sementara Lim Hsuang Hsuang dan Peng We Wei, tubuh kedua gadis itu sudah tertutup rapat oleh kain gorden. Akan tetapi, bekas tamparan di wajah mereka dan juga rambut yang berantakan membuat kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu tidak bisa menahan rasa penasaran akan petualangan fantasi sedahsyat apa yang dilakukan oleh mereka bertiga.


Bagaimana pun juga ini adalah Kediaman Bangsawan Fu Chen sehingga mereka tidak berani mempergunjingkan dengan suara yang besar karena takut mendapat hukuman.


Fu Jiu Yun sudah mencapai kultivasi tingkat empat, tentu saja bisa mendengar jelas bisikan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu.


"Memalukan sekali! Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei wanita murahan! Berpetualangan fantasi dengan Tuan muda Fu Jiu Yun sepanjang malam!"


"Kasihan Nona Yang Ruo Li! Bukankah sebentar lagi gadis malang itu akan menikahi dengan Tuan muda Fu Jiu Yun?"


"Justru karena wajahnya yang jelek membuat tuan muda Fu Jiu Yun bersenang-senang dulu dengan kedua wanita murahan ini sebelum menikah."


"Tidak disangka penampilan tuan muda Fu Jiu Yun yang berwibawa hanya kedok saja. Ternyata kemahirannya adalah bersenang-senang dengan wanita."


"Lihatlah dada dan punggung tuan muda Fu Jiu Yun penuh dengan gigitan cinta. Kedua wanita murahan itu pasti sangat agresif semalaman."


"Ada bekas tamparan di wajah Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei serta rambut yang berantakan. Ternyata kesukaan tuan muda Fu Jiu Yun sebelum melakukan petualangan fantasi adalah membuat kedua wanita itu saling menampar terlebih dahulu!" kata salah satu pemuda yang mempunyai imajinasi terlalu tinggi.


Fu Jiu Yun tidak bisa menahan kemarahannya lagi setelah mendengar semua gunjingan tidak bermutu dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Fu Jiu Yun ingin sekali membunuh mereka semua sehingga kejadian hari ini tidak ada yang tahu  serta nama baiknya terjaga.


Wen Hui Min juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Fu Jiu Yun. Akan tetapi, hal itu malahan bisa membuat kedudukan Bangsawan Fu Chen sebagai penguasa Kota terancam sehingga 


satu-satunya jalan adalah mengusir kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu dari Kediaman Bangsawan Fu Chen.


"PERGI!"

__ADS_1


Fu Jiu Yun berteriak kuat dan memancarkan seluruh kekuatan spiritual dari tubuhnya. Tekanan angin yang besar menerpa kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu sehingga mereka semua terdorong mundur ke belakang hingga puluhan langkah kaki. 


Puluhan penjaga Kediaman Bangsawan Fu Chen segera membuat barisan yang memblokir kerumunan rakyat Kota Shang Ri La mendekati tempat tidur. Mereka semua hanya bisa memantau dari kejauhan saja dan masih betah tidak mau meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen.


Si Han melepas jubah luarnya dengan cepat dan memberikannya ke Fu Jiu Yun karena pakaian Fu Jiu Yun yang berserakan di lantai dalam keadaan robek sehingga tidak mungkin bisa dipakai lagi. Semalam Li Zhe Liang memang sengaja merusak pakaian Fu Jiu Yun sebelum melemparkannya ke lantai.


***


"Sekarang saatnya aku muncul!" kata Yang Ruo Li.


Gadis muda itu melompat turun dari atap dan berjalan dengan santai ke arah kerumunan para rakyat Kota Shang Ri La.


"Apa yang terjadi?"  Yang Ruo Li berpura-pura bertanya kepada salah satu pemuda di kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Akting Yang Ruo Li sangat alami sehingga tidak ada yang mencurigainya sama sekali.


"Luar biasa! Nona Ruo Li lah yang menyebabkan kehebohan itu, tetapi bisa membohongi semua orang saat ini," kata hati Lu Jing.


Lu Jing melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang untuk melihat ekspresinya. Senyum kecil menghias di sudut bibir Li Zhe Liang dan matanya fokus menatap ke arah Yang Ruo Li.


***


"Yang Ruo Li!"


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La berseru memanggil nama Yang Ruo Li secara bersamaan. Kemunculan Yang Ruo Li secara tiba-tiba membuat mereka semua semakin tidak mau meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen karena tidak mau melewatkan pertunjukkan yang menarik.


Berbagai ekspresi yang berbeda-beda terlihat dari wajah para kerumunan rakyat Kota Shang Ri La itu. Ada yang penasaran, ada yang menertawai dan ada juga yang merasa simpati terhadap Yang Ruo Li. Mereka semua ingin tahu bagaimana reaksi Yang Ruo Li saat ini.


Sementara itu Wen Hui Min yang mendengar teriakan nama Yang Ruo Li oleh kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menjadi sangat marah.


"Yang Ruo Li! Pasti dia yang menjebak Jiu Yun!" teriak Wen Hui Min. Wen Hui Min yakin Yang Ruo Li lah yang menyebabkan kejadian hari ini sehingga tidak bisa menahan emosinya dan berlari keluar untuk mencari perhitungan dengan Yang Ruo Li.

__ADS_1


Teriakan Wen Hui Min didengar oleh Fu Jiu Yun yang sedang memakai jubah luar milik Si Han sehingga pria sombong itu mengernyitkan alisnya.


"Yang Ruo Li?" gumam Fu Jiu Yun.  


Fu Jiu Yun sangat mengenal sifat ibu kandungnya, Wen Hui Min sehingga menjadi curiga kenapa Wen Hui Min bisa memastikan Yang Ruo Li lah penyebab semua ini.


"Kenapa ibu bilang Yang Ruo Li menjebakku?" tanya Fu Jiu Yun ke Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei.


Wajah kedua gadis muda itu sangat pucat dan harga diri mereka sudah hilang karena menjadi tontonan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Tentu saja mereka berdua sependapat dengan Wen Hui Min karena seharusnya yang menjadi tontonan dan ditertawakan rakyat Kota Shang Ri La adalah Yang Ruo Li.


"Seharusnya dialah yang terkena racun cinta!" teriak Peng Wei Wei spontan.


"Racun cinta? Kalian meracuni Ruo Li?" tanya Fu Jiu Yun sambil mencengkeram erat pergelangan tangan Peng Wei Wei.


"Sakit! Tanganku sakit sekali!" ucap Peng Wei Wei sambil meringis kesakitan.


"Jawab!" perintah Fu Jiu Yun dan mempererat cengkeraman tangannya.


Peng Wei Wei bisa merasakan tulang pergelangan tangannya hampir patah.


"Nyo....nyonya Fu memberikan racun cinta racikan alchemist Keluarga Peng di makanan Yang Ruo Li dan temannya supaya bisa membatalkan pertunangan," jawab Peng Wei Wei terbata-bata.


Peng Wei Wei melimpahkan semua tanggung jawab ke Wen Hui Min. Tanpa persetujuan dari Wen Hui Min, tidaklah mungkin dirinya berani menggunakan racun cinta di dalam Kediaman Bangsawan Fu Chen. Lagi pula Fu Jiu Yun tidak mungkin menyalahkan ibu kandungnya sendiri.


***


Halo readers setia novel Gadis Beracun. Author minta maaf up nya agak siang ya karena banyaknya kesibukan di real life. Sabar menunggu ya🙏. Di tunggu kelanjutan ceritanya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2