
***Taman Paviliun Ru Yi***
Suasana taman Paviliun Ru Yi menjadi sepi setelah puluhan orang tua itu pergi. Yang Ruo Li menatap ke arah Li Jian Ming dan Tetua Wu Yuan sambil tersenyum kecil.
"Apa kesimpulan Jian Ming dan Tetua Wu Yuan dari cerita mereka tadi?" tanya Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li ingin tahu apakah mereka berdua sepemikiran dengannya dan bisa menebak kasus anak hilang ini ada sangkut pautnya dengan siapa.
"Kebanyakan anak hilang di sekitar lembah Pegunungan Wu Dong. Bahkan ada orang tua yang sudah meminta bantuan kepada prajurit Bangsawan Fu Chen yang berada di sana dan hasilnya nihil," ucap Li Jian Ming.
"Cuma ada dua kemungkinan saja. Bangsawan Fu Chen tidak menemukan semua anak hilang itu atau semua anak hilang itu mempunyai hubungan dengan Bangsawan Fu Chen," ujar Tetua Wu Yuan sambil mengelus janggut panjangnya.
"Aku sependapat dengan Tetua Wu Yuan," ucap Li Jian Ming dan Yang Ruo Li bersamaan.
Mereka bertiga pun tersenyum kecil. Hanya sekilas saja dan raut wajah mereka bertiga sudah berubah menjadi serius lagi.
"Aku akan pergi ke lembah Pegunungan Wu Dong," kata Yang Ruo Li.
"Aku akan ikut Nona Ruo Li pergi ke sana," ucap Tetua Wu Yuan.
"Ruo Li. Aku pun bisa membawa pengikut dan mengikutimu ke sana," ucap Li Jian Ming.
Tetua Wu Yuan dan Li Jian Ming menatap wajah Yang Ruo Li untuk menunggu jawaban dari gadis muda itu. Yang Ruo Li tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalian berdua tidak bisa ikut denganku ke sana," kata Yang Ruo Li.
"Kenapa Nona Ruo Li?" tanya Tetua Wu Yuan.
"Kenapa Ruo Li?" tanya Li Jian Ming.
Yang Ruo Li tahu Li Jian Ming dan Tetua Wu Yuan tidak sependapat dengannya sehingga segera memberikan jawaban apa alasan penolakannya.
"Kalian berdua dengar dulu penjelasanku. Jian Ming, tiga keluarga terpandang Kota Shang Ri La sudah hancur dan hanya ada Keluarga Li untuk menjaga keamanan Kota Shang Ri La. Kamu harus tetap di sini agar menghindari bentrokan dengan Bangsawan Fu Chen jika memang dialah dalang di belakang anak yang hilang. Aku sudah menjadi musuh bebuyutannya sekarang sehingga tidak masalah jika aku menyinggungnya lagi," jelas Yang Ruo Li.
"Tetua Wu Yuan. Ibuku masih belum siuman. Aku mempercayai keselamatan ibuku di tangan Tetua Wu Yuan selama aku pergi. Kita tidak akan pernah tahu apakah Bangsawan Fu Chen akan mengirim orang untuk menculik ibuku lagi. Jangan khawatir keselamatanku. Aku akan pergi bersama Zhe Liang ke sana," lanjut Yang Ruo Li.
"Baiklah Ruo Li," jawab Li Jian Ming.
"Baik Nona Ruo Li. Aku akan menjaga nyonya dengan nyawaku hingga Nona Ruo Li kembali," ucap Tetua Wu Yuan.
"Kalau begitu, aku akan mencari Zhe Liang sekarang. Semakin cepat aku berangkat maka semakin banyak nyawa anak yang bisa kuselamatkan," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berpamitan dengan Li Jian Ming dan Tetua Wu Yuan untuk mencari Li Zhe Liang, sedangkan Sha Sha ditugaskan kembali ke kamar Mu Dan.
__ADS_1
Li Jian Ming masih menatap ke arah Yang Ruo Li pergi tadi. Li Jian Ming bisa merasakan Yang Ruo Li sangat bersemangat dan senang ketika mengucapkan nama Li Zhe Liang tadi.
Li Jian Ming yakin Yang Ruo Li sangat menyukai dan mencintai Li Zhe Liang. Begitupun juga dengan pria dingin itu, yang memiliki rasa cinta tulus ke Yang Ruo Li.
"Ruo Li. Aku yakin kamu akan bahagia dengan pilihanmu. Dia memang yang terbaik dan paling pantas untukmu dibandingkan Fu Jiu Yun ataupun pria lainnya," kata hati Li Jian Ming.
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
"Putra mahkota. Anda sudah bangun," ucap Lu Jing dengan semangat ketika melihat Li Zhe Liang membuka kedua matanya dengan perlahan.
"Berapa lama aku tertidur?" tanya Li Zhe Liang.
"Sekarang sudah siang. Putra mahkota tertidur dari semalam," jawab Lu Jing.
"Siang? Di mana Li Er? Apakah Li Er melihat keadaanku?" tanya Li Zhe Liang dengan nada menyelidiki.
"Nona Ruo Li sedang berada di taman untuk bertemu dengan para orang tua yang anaknya hilang. Tadi Feng Teng berhasil mencegah Nona Ruo Li masuk ke kamar dengan alasan putra mahkota sedang istirahat," jawab Lu Jing.
Li Zhe Liang ingin bangkit dari tempat tidur untuk mencari Yang Ruo Li. Lu Jing menahan tubuhnya dengan cepat.
"Putra mahkota. Tuan muda Chong Yun mengatakan putra mahkota harus berbaring di tempat tidur dan tidak boleh menggunakan kekuatan spiritual lagi hingga Tuan muda Chong Yun berhasil menghilangkan semua racun di tubuh putra mahkota," jelas Lu Jing dengan raut wajah khawatir.
"Apa? Panggil Chong Yun kemari!" perintah Li Zhe Liang.
Bersamaan dengan itu terdengar suara keras Feng Teng di luar kamar.
"Nona Ruo Li. Kamu sudah datang," ucap Feng Teng.
"Iya, Kak Feng Teng. Zhe Liang masih beristirahat di dalam kamar? Aku akan masuk ke dalam mencarinya," kata Yang Ruo Li.
"Tunggu sebentar Nona Ruo Li. Aku...aku akan masuk ke dalam memeriksa keadaan Tuan dulu," kata Feng Teng dengan terbata-bata.
"Baiklah Kak Feng Teng. Aku tunggu di sini," jawab Yang Ruo Li.
Feng Teng segera masuk ke dalam kamar dan berlari menghampiri Li Zhe Liang.
"Putra mahkota. Bagaimana kalau memberitahukan Nona Ruo Li tentang racunnya saja? Aku yakin Nona Ruo Li bisa menyembuhkan putra mahkota," ucap Feng Teng.
Lu Jing pun menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah Li Zhe Liang.
"Kalian berdua mau di hukum mati?" tanya Li Zhe Liang dengan tegas.
Lu Jing dan Feng Teng menundukkan kepala mereka dan tidak berani mengucapkan satu kata pun.
__ADS_1
Li Zhe Liang pun terdiam tenang memikirkan alasan yang akan digunakannya terhadap Yang Ruo Li untuk menutupi keadaannya saat ini.
"Aku akan menemui Li Er agar dia tidak curiga," kata Li Zhe Liang beberapa saat kemudian.
"Baik putra mahkota," jawab Lu Jing dan Feng Teng dengan patuh.
Feng Teng berjalan keluar dari kamar dan mempersilakan Yang Ruo Li masuk ke dalam kamar, sedangkan Lu Jing membantu memapah Li Zhe Liang agar bisa bersandar di tempat tidur.
Li Zhe Liang sama sekali tidak menyangka tubuhnya akan menjadi selemah ini dan memerlukan bantuan Lu Jing untuk memapahnya.
***
"Zhe Liang. Kamu sudah bangun," ucap Yang Ruo Li dengan riang dan duduk di samping tempat tidur Li Zhe Liang.
"Iya. Li Er, bagaimana dengan hasil pertemuannya?" tanya Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li pun menceritakan semua yang didengar olehnya di taman Paviliun Ru Yi sambil menggenggam tangan Li Zhe Liang dengan erat.
Li Zhe Liang mendengarnya dengan saksama, sedangkan Lu Jing dan Feng Teng yang berdiri di dekat tempat tidur berkeringat dingin dengan perasaan was-was dan gelisah.
"Zhe Liang, ayo kita berangkat ke lembah Pegunungan Wu Dong untuk mencari anak yang hilang," ajak Yang Ruo Li setelah selesai menceritakan semuanya.
Li Zhe Liang menatap lekat wajah Yang Ruo Li dan yakin gadis yang dicintainya ini sangat ingin pergi bersamanya. Akan tetapi, kondisi tubuhnya yang lemah tidak memungkinan Li Zhe Liang pergi walaupun hati kecilnya ingin selalu menemani Yang Ruo Li.
"Li Er, aku tidak bisa pergi," jawab Li Zhe Liang.
"Kenapa? Apakah Zhe Liang ada kesibukan lain?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya. Ada sesuatu yang harus aku urus selama seminggu supaya bisa pulang ke Kerajaan Dong Ming bersamamu," jawab Li Zhe Liang.
Lu Jing dan Feng Teng menarik napas lega bersamaan. Mereka berdua sangat takut Li Zhe Liang akan memaksakan diri untuk ikut dengan Yang Ruo Li ke lembah Pegunungan Wu Dong.
***
Selamat malam readers. Apakah Li Er percaya dengan alasan Zhe Liang?
Jawabannya ada di bab besok ya. Jangan lupa mengikuti jalan ceritanya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1