GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 141. Menyelamatkan Mu Dan


__ADS_3

***Aula besar Kota Shang Ri La***


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La merasa heran dengan kejadian di tengah aula besar. Kemana perginya kobaran api besar yang menyala tadi? Kenapa Mu Dan tidak terbakar dan dilindungi oleh api berwarna biru langit itu?


Pengurus Ming Ye dan para penjaga Paviliun Ruo Yi segera berlari ke arah Yang Ruo Li. Mereka melindungi gadis muda itu dari kepungan para pengawal Keluarga Peng Dan Keluarga Fu.


"Nona Ruo Li! Bawa nyonya pergi. Kita akan menahan mereka," ucap Pengurus Ming Ye.


"Tidak ada satu pun dari kalian bisa pergi dari sini!" ujar pejabat Peng Chong.


"Para rakyat Shang Ri La! Lihatlah! Bukan hanya Mu Dan saja yang menjadi boneka Sekte Sesat, bahkan Yang Ruo Li juga. Itu api iblis!" tuduh pejabat Peng Chong.


Pejabat Peng Chong tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memfitnah Yang Ruo Li. Dendam Peng Xiao Ran harus terbalaskan hari ini.


"Api iblis?" teriak kerumunan rakyat Shang Ri La dengan panik.


"Ha ha ha! Sekte Sesat? Empat keluarga terpandang Kota Shang Ri La memfitnahku dan ibuku sebagai boneka dari Sekte Sesat sebagai alasan untuk membunuh. Kalian benar-benar busuk!" ejek Yang Ruo Li.


"Gadis tidak tahu malu! Masih berani membantah!" gertak pejabat Peng Chong.


"Sekte Sesat atau bukan, kalian semua akan mengetahuinya segera!" ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum samar.


Yang Ruo Li mengeluarkan Lan Long seukuran ibu jari dari ikat pinggangnya dan mencabut jimat pengecil dari tubuh Qi Lin kecil.


Lan Long berubah wujud seperti semula, sebesar tubuh singa. Qi Lin kecil itu berdiri tegak di samping Yang Ruo Li sambil melihat sekeliling dengan mata merah delimanya.


"Hewan roh! Yang Ruo Li adalah summoner!" teriak salah satu orang dari kerumunan rakyat Shang Ri La.


"Qi…Qi Lin! Hewan roh suci legenda!" teriak Pengurus Ming Ye.


Pengurus Ming Ye menangkap maksud perkataan Yang Ruo Li dengan cepat sehingga sengaja berteriak keras agar kerumunan rakyat Kota Shang Ri La tahu Yang Ruo Li mengikat kontrak dengan hewan roh jenis apa.


***


"Qi Lin? Salah satu dari empat hewan roh suci legenda yang sudah punah?"

__ADS_1


"Hewan roh suci legenda tidak mungkin mengikat kontrak dengan Sekte Sesat!"


"Benar sekali! Di daratan Zhong Yuan, hanya ada tiga hewan roh buas yang berhubungan dengan Sekte Sesat!"


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La saling memberikan komentar paling benar menurut mereka. Sebagian besar yang mempercayai perkataan pejabat Peng Chong tadi menjadi ragu.


Tepat saat itu Chong Yun, Fu Rong, dan Fu An tiba di sana. Mereka bertiga berbaur di dalam kerumunan rakyat Kota Shang Ri La, sedangkan anggota pasukan rahasia lainnya bersembunyi sambil menunggu perintah dari Li Zhe Liang.


Selama ini pasukan rahasia Li Zhe Liang sangat jarang memperlihatkan diri di tempat umum. Mereka akan menjalankan perintah Li Zhe Liang secara diam-diam dan karena petualangan ke portal rahasia yang sangat bahaya membuat mereka menunjukkan diri di tempat umum.


Sekarang tugas ke portal rahasia sudah selesai sehingga mereka pun menjalankan tugasnya seperti semula. Chong Yun yang penasaran akan apa yang sedang terjadi, ingin bergabung ke dalam kerumunan rakyat Kota Shang Ri La sehingga Fu Rong dan Fu An berada di sisinya untuk melindunginya.


"Di mana Zhe Liang? Mengapa Zhe Liang tidak bersama Yang Ruo Li menghadapi semua musuh gadis itu? Bukankah Zhe Liang tidak pernah membiarkan Yang Ruo Li berada dalam bahaya?" kata hati Chong Yun.


***


Wen Hui Min mengepalkan erat kedua tangannya mendengar semua perkataan rakyat Kota Shang Ri La. Semua rencananya hancur berantakan karena kemunculan Qi Lin.


"Bagaimana mungkin Qi Lin, hewan roh suci legenda mengikat kontrak dengan gadis sampah itu?" kata hati Wen Hui Min.


Hubungan antara summoner dan hewan roh diikat oleh kontrak. Jika summoner mati maka hewan roh miliknya akan ikut mati. Hal ini membuat hewan roh tingkat tinggi tidak mau mengikat kontrak dengan summoner dengan bintang terlalu rendah karena nyawanya dipertaruhkan.


Sementara Peng Xiao Ran, Huo Si Cheng, dan Yang Rong Xian menatap ke arah Lan Long dengan perasaan iri terhadap Yang Ruo Li.


"Ayah! Aku ingin Qi Lin! Bunuh Yang Ruo Li sekarang juga!" rengek Peng Xiao Ran ke pejabat Peng Chong.


Peng Xiao Ran ingin mendapatkan Qi Lin dan menggunakannya untuk membunuh siapa pun yang berani mengejek wajah jeleknya.


"Yang Ruo Li pasti mendapatkan Qi Lin dari dalam portal rahasia!" kata hati Huo Si Cheng.


"Sial! Kenapa Yang Ruo Li bisa mengikat kontrak dengan Qi Lin?" kata hati Yang Rong Xian.


***


"Lan Long! Bawa ibu pulang ke Paviliun Ru Yi!" perintah Yang Ruo Li sambil menepuk lembut punggung Lan Long.

__ADS_1


"Baik nona," jawab Lan Long patuh.


Qi Lin kecil berlari menghampiri Mu Dan. Api berwarna biru langit mengangkat tubuh Mu Dan secara perlahan dan membaringkannya di atas tubuh Lan Long, lalu terbang kembali ke telapak tangan Yang Ruo Li


"Pengurus Ming Ye! Bawa semua penjaga Paviliun Ru Yi dan ikuti Lan Long pergi!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik nona Ruo Li!" jawab Pengurus Ming Ye dengan patuh.


***


"Hentikan mereka!" teriak Wen Hui Min ketika melihat rombongan Pengurus Ming Ye akan meninggalkan aula besar bersama Qi Lin dan Mu Dan. Wen Hui Min tahu pasti kelemahan terbesar Yang Ruo Li adalah Mu Dan.


Semua pengawal Kediaman Keluarga Peng dan Keluarga Fu mengepung rombongan Pengurus Ming Ye dan Qi Lin.


"Coba saja kalau bisa!" ejek Yang Ruo Li.


"Kera Purba! Gunakan sihir ilusi sekarang!" perintah Yang Ruo Li melalui sihir telepati.


Kera Purba yang melihat semua kejadian dari atas pohon tahu maksud Yang Ruo Li dan segera bermeditasi menggunakan sihir ilusi terhadap para pengawal yang mengepung Lan Long dan rombongan Pengurus Ming Ye.


***


Semua anggota dari keempat keluarga terpandang melihat ke tengah aula besar dengan mata terbelalak dan mulut terbuka. Para pengawal bergerak mengepung tempat kosong secara bersamaan sehingga Lan Long dan rombongan Pengurus Ming Ye bisa melarikan diri dari aula besar dengan mudah. Tidak ada satu pun pengawal yang mencegah mereka.


"Kejar mereka!" teriak Pejabat Peng Chong.


"Tangkap mereka!" pekik Wen Hui Min histeris.


Perintah Pejabat Peng Chong dan Wen Hui Min bagaikan angin lewat di telinga para pengawal. Mereka tidak mendengarnya sama sekali. Ketika Lan Long dan rombongan Pengurus Ming Ye sudah pergi jauh, para pengawal itu baru tersadar dan melihat sekeliling dengan raut wajah bingung karena tidak menemukan kumpulan orang yang harus mereka kepung.


***


Selamat siang readers setia. Bab ini up pukul 15.40 wita. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya nanti malam ya.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA 🤗

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2