
***Kamar tidur Yang Ruo Li***
Yang Ruo Li masuk ke dalam ruang dimensinya dengan gembira dan melihat Xue Qiu sedang berendam di dalam kolam mata air spiritual.
"Nona!" sambut Xue Qiu dengan riang dan berlari menghampiri Yang Ruo Li.
"Xue Qiu. Apakah kamu terluka tadi?" tanya Yang Ruo Li.
"Xue Qiu tidak terluka. Hanya kecapekan saja," jawab Xue Qiu.
Xue Qiu yang berjalan jauh dan berlarian menghindari kejaran rombongan Tang Song tentu saja merasa kelelahan.
"Xue Qiu. Lain kali kamu tidak boleh nakal lagi dan berkeliaran di luar. Bagaimana jika tadi kamu tertangkap oleh mereka? Banyak orang jahat di luar sana. Apakah kamu mengerti?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya Nona. Aku tidak akan mengulanginya lagi," jawab Xue Qiu sambil memegang tangan Yang Ruo Li.
"Sebagai hukuman, kamu tidak boleh keluar dari ruang dimensi dulu," ucap Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan pasrah.
"Di mana Bai Hu? Kenapa masih belum kelihatan Bai Hu?" tanya Yang Ruo Li sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Aku tidak tahu Nona," jawab Xue Qiu.
"Aku akan keliling mencari Bai Hu. Xue Qiu mau ikut?" tanya Yang Ruo Li.
"Xue Qiu mau ikut," jawab Xue Qiu dengan semangat.
Xue Qiu merasa kesepian ditinggalkan sendirian di dalam ruang dimensi. Jika bisa menemukan Bai Hu maka dirinya ada teman bermain karena Lan Long berada di luar ruang dimensi untuk menjaga Mu Dan.
"Ayo!" ajak Yang Ruo Li sambil menggandeng tangan Xue Qiu.
"Nona. Kita bisa memakai kipas lipat abadi. Nona kan belum mencoba hadiah dariku," ucap Xue Qiu dengan antusias.
Yang Ruo Li tersenyum manis mendengar kata kipas lipat abadi. Pikirannya dipenuhi dengan Li Zhe Liang yang duduk bersamanya di atas kipas lipat abadi dalam perjalanan pulang ke Paviliun Ru Yi.
"Botol bertuah dan kunang-kunang," gumam Yang Ruo Li.
Saat ini Yang Ruo Li baru teringat akan kunang-kunang hadiah dari Li Zhe Liang disimpannya di dalam ruang dimensi cincin lotus beberapa waktu yang lalu.
"Xue Qiu. Di mana botol bertuah yang berisi kunang-kunang?" tanya Yang Ruo Li.
__ADS_1
"Aku tidak melihatnya Nona," jawab Xue Qiu dengan jujur.
"Mungkin botol bertuah itu berada di tempat yang disukai kunang-kunang," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengeluarkan kipas lipat abadi dan melemparkannya ke udara.
"Ayo Xue Qiu. Kita keliling ruang dimensi mencari Bai Hu dan botol bertuah," ajak Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li dan Xue Qiu pun melompat ke atas kipas botol abadi, yang bergerak dengan kekuatan spiritual Yang Ruo Li.
Xue Qiu melompat-lompat dan berlarian di atas kipas lipat abadi. Hewan roh arogan itu senang hadiahnya sangat berguna. Bahkan Lan Long dengan tubuh sebesar ukuran singa pun masih muat di atas kipas lipat abadi.
Yang Ruo Li tersenyum kecil melihat kegembiraan Xue Qiu. Mata tajamnya melihat sekeliling. Gadis muda itu tidak menyangka ruang dimensinya semakin besar.
Tiga puluh menit kemudian Yang Ruo Li dan Xue Qiu masih belum bisa menemukan Bai Hu alias Shan Dian.
"Bai Hu! Bai Hu!" Yang Ruo Li memanggil-manggil nama Bai Hu.
Shan Dian yang sedang tertidur di atas Pohon Darah Naga membuka kedua matanya dengan cepat dan terkejut dengan suara Yang Ruo Li. Suara itu semakin dekat ke arahnya sehingga Shan Dian mengintip secara diam-diam.
Kipas lipat abadi sedang terbang menuju ke arahnya. Shan Dian menjadi panik dan segera bersembunyi di dalam dedaunan Pohon Darah Naga yang lebat.
Pada awalnya Shan Dian bermeditasi di sana, tetapi beberapa jam yang lalu Shan Dian merasakan seluruh tubuhnya sakit dan lemah sehingga berbaring untuk beristirahat.
"Tinggal sedikit lagi kekuatan spiritual ku akan pulih semuanya. Aku bisa berada di sisi Tuan lagi," tekad hati Shan Dian.
Jantung Shan Dian berdetak semakin kencang dan merasa khawatir Yang Ruo Li akan menemukannya dan pastinya curiga dengan ukuran tubuhnya yang membesar.
"Nona! Aku melihat botol bertuah!" pekik Xue Qiu kegirangan.
Teriakan Xue Qiu membuat Yang Ruo Li menghentikan niatnya untuk terbang mengelilingi Pohon Darah Naga yang besar dan lebat.
"Di mana Xue Qiu?" tanya Yang Ruo Li.
"Di sana Nona," jawab Xue Qiu sambil menunjuk ke arah botol bertuah yang berdiri kokoh di tempat yang tidak jauh dari Pohon Darah Naga.
Yang Ruo Li menggerakkan kipas lipat abadi ke tempat botol bertuah dan membuka tutup botolnya.
Semua kunang-kunang yang berada di dalam botol bertuah terbang keluar dan menghampiri Yang Ruo Li.
"Nona! Cantik sekali cahayanya," ucap Xue Qiu kegirangan.
__ADS_1
Yang Ruo Li melihat sekeliling dan menyadari ruang dimensi di bagian ini memang terlihat agak gelap dibandingkan di bagian kolam mata air spiritual.
Selama ini Yang Ruo Li selalu muncul di bagian kolam mata air spiritual berada. Di dalam ruang dimensi tidak ada pergantian waktu siang dan malam.
Semula Yang Ruo Li mengira semua sisi bagian ruang dimensi sama terangnya. Ternyata seiring bertambah besar ruangan dimensi maka secara alami mempunyai bagian tempat yang terang dan agak gelap.
Tidak mengherankan botol bertuah bisa berada di sini karena tempat ini paling cocok untuk memancarkan cahaya dari tubuh kunang-kunang.
Yang Ruo Li berfirasat mungkin saja seiring kekuatannya bertambah, di ruang dimensi pun akan muncul empat musim seperti dunia nyata.
"Ayo kita bermain sebentar dengan kunang-kunang," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu.
Yang Ruo Li menggerakkan kipas lipat abadi lebih cepat dan semua kunang-kunang terbang mengikutinya. Mereka berdua bermain dengan riang bersama kunang-kunang.
Sementara Shan Dian yang berada di atas Pohon Darah naga menarik napas lega karena tempat persembunyiannya tidak ketahuan oleh Yang Ruo Li.
Shan Dian merasakan keadaannya sudah lebih baikkan sehingga melanjutkan meditasinya lagi agar bisa secepatnya keluar dan berkumpul kembali dengan Li Zhe Liang.
Dua puluh menit kemudian, Yang Ruo Li meninggalkan tempat itu. Tutup botol bertuah dibiarkan terbuka agar kunang-kunang di dalamnya bebas berterbangan di ruang dimensi.
Seperti yang dikatakan oleh Li Zhe Liang sebelumnya, semua kunang-kunang itu akan masuk kembali ke dalam botol bertuah apabila merasa lapar.
Yang Ruo Li membawa Xue Qiu kembali ke tempat kolam mata air spiritual.
"Xue Qiu. Kamu tidak boleh nakal di sini!" pesan Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.
***
Selamat siang readers. Bab ini khusus untuk pecinta Bai Hu alias Shan Dian ya🥰.
Tidak lama lagi kekuatan spiritual Shan Dian akan pulih dan pastinya bisa bertemu dengan Li Zhe Liang. Pada saat itulah identitas Yang Ruo Li sebagai gadis misterius di Hutan Tengkorak akan terbongkar.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya readers. Alur cerita sedang menuju ke sana dan akan ada kejutan lagi di hubungan Li Er dan Zhe Liang.
Jangan lupa baca bab malam ya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE