GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 76. Terluka


__ADS_3

***Hutan Tengkorak***


Yang Ruo Li berlari kencang sambil memeluk telur salju putih. Gadis muda itu tidak mungkin melarikan diri dan membiarkan Feng Teng mengorbankan nyawanya melawan monster elang tingkat tujuh tadi.


Keinginannya menyelamatkan telur salju putih dari kelompok monster badak bermata tiga lah yang menyebabkan munculnya monster elang tingkat tujuh mengejar mereka.


Lagi pula sekarang dirinya sudah terikat kontrak dengan telur salju putih dan tidak ada cara untuk memutuskan ikatan kontrak itu. Yang Ruo Li hanya bisa berharap Feng Teng segera menemukan Li Zhe Liang dan datang menyelamatkannya.


Monster elang tingkat tujuh membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan api besar. Pohon-pohon disekitar Yang Ruo Li terbakar dan hangus dalam waktu singkat.


"AH! Monster elang itu mengeluarkan jurus andalannya!" teriak Yang Ruo Li.


Gadis muda itu semakin panik berlari menghindari semburan api dari mulut monster elang tingkat tujuh. Hewan roh tingkat tujuh mempunyai jurus mematikan dan kekuatan api adalah jurus mematikan dari monster elang tingkat tujuh yang sedang mengejarnya saat ini.


"Kenapa aku begitu tidak beruntung? Ikatan kontrak dengan telur tidak berguna!" teriak Yang Ruo Li dengan kesal.


Setiap summoner akan mengikat kontrak dengan hewan roh yang kuat .Untuk summoner pemula, pilihan utama mereka adalah hewan roh tingkat dua yang memiliki kecepatan maupun kekuatan yang lebih baik dari hewan biasa.


"Nona! Aku sangat hebat! Bukan telur tidak berguna!"


Telur salju putih protes dengan perkataan Yang Ruo Li dengan cepat.


"Kamu hebat? Coba tunjukkan kehebatanmu melawan monster elang tingkat tujuh itu!" ucap Yang Ruo Li dengan ketus.


Telur salju putih diam seribu bahasa, sebagai jawaban terhadap perkataan Yang Ruo Li sehingga membuat gadis muda itu semakin kesal.


"Dasar telur tidak berguna!" kata Yang Ruo Li sambil memukul cangkang telur salju putih dengan keras.


"Aduh! Sakit sekali Nona!"


"Hukuman bagimu karena berani menjebakku!" ujar Yang Ruo Li.


"NONA! HATI-HATI!"


Peringatan dari telur salju putih terlambat. Kaki Yang Ruo Li tersandung ranting kayu sehingga terjatuh. Monster elang tingkat tujuh tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan menyemburkan api dari mulutnya ke kaki gadis muda itu.


Yang Ruo Li menarik kakinya dengan cepat, akan tetapi pergelangan kakinya terkena sedikit semburan api.

__ADS_1


"Kurang ajar! Rasakan racunku!" teriak Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mengeluarkan senjata racun dari pergelangan tangannya. Satu garis lurus hitam yang panjang beradu dengan semburan api dari mulut monster elang tingkat tujuh.


Kekuatan api monster elang tingkat tujuh terlalu kuat. Senjata racun Yang Ruo Li sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh monster elang tingkat tujuh itu.


Beberapa saat kemudian garis hitam itu masuk kembali ke dalam pergelangan tangan Yang Ruo Li. Monster elang tingkat tujuh menyemburkan api besar ke arah Yang Ruo Li dengan cepat.


"NONA!" teriak telur salju putih.


***Hutan Tengkorak tempat Li Zhe Liang dan Lu Jing berada***


Li Zhe Liang duduk di atas batu besar yang dibersihkan oleh Yang Ruo Li sebelumnya sambil mendengarkan laporan dari Fu Rong.


"Putra mahkota! Pasukan rahasia sudah berada di dekat portal rahasia. Secara samar pintu portal rahasia mulai terlihat. Fu Rong yakin portal rahasia akan terbuka dalam waktu dekat!" lapor Fu Rong.


"Fu Rong! Kamu tunggu di sana! Aku akan segera berangkat setelah Feng Teng kembali!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik, putra mahkota!" jawab Fu Rong dan bergerak meninggalkan tempat itu dengan cepat.


***


Lu Jing bermaksud membujuk Li Zhe Liang untuk berangkat terlebih dahulu karena portal rahasia akan terbuka setiap saat. Lu Jing yakin Li Zhe Liang pasti akan mendapatkan api surgawi jika berhasil masuk ke dalam portal rahasia lebih awal, sedangkan dirinya bisa tinggal di sini menunggu Feng Teng dan Yang Ruo Li serta mengantar mereka ke tempat Li Zhe Liang nantinya.


"Tunggu Li Er!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


"Baik putra mahkota!" jawab Lu Jing dengan patuh.


Tiba-tiba terlihat kelompok monster tingkat rendah berlarian panik dari arah timur. Li Zhe Liang mempunyai firasat yang tidak baik dan segera menggunakan sihir teleportasi menuju ke arah timur karena di sana lah Yang Ruo Li dan Feng Teng pergi untuk berburu. Lu Jing mengetahui arah tujuan Li Zhe Liang dan segera mengikutinya dengan ilmu meringankan tubuh.


Sosok Li Zhe Liang yang berteleportasi muncul tepat di depan Feng Teng yang sedang berlari sambil memegang lengan kanannya yang patah. Li Zhe Liang melihat sekeliling dan tidak menemukan sosok Yang Ruo Li di mana pun sehingga pria dingin itu menatap tajam ke arah Feng Teng.


"Di mana Li Er?" tanya Li Zhe Liang.


Feng Teng segera berlutut di hadapan Li Zhe Liang.


"Feng Teng pantas mati! Nona Ruo Li dikejar monster elang tingkat tujuh. Putra mahkota cepat selamatkan Nona Ruo Li!" lapor Feng Teng.

__ADS_1


Wajah tanpa ekspresi Li Zhe Liang semakin dingin setelah mendengar laporan Feng Teng. Pendengaran tajam Li Zhe Liang bisa mendengar jelas suara monster elang yang sedang mengamuk sehingga pria dingin itu menggunakan sihir teleportasi lagi.


Sementara itu Lu Jing yang sudah berhasil menyusul ke sana segera memapah Feng Teng yang terluka parah. Lu Jing menggunakan kekuatan spiritualnya mengobati lengan kanan Feng Teng yang patah, lalu memberikan satu butir pil elixir ke Feng Teng.


Feng Teng segera menelan pil elixir itu. Keadaannya sekarang lebih baik dibandingkan tadi walaupun tubuhnya masih terasa lemah.


"Feng Teng! Apa yang terjadi?" tanya Lu Jing.


"Nona Ruo Li sengaja mengalihkan perhatian monster elang tingkat tujuh untuk mengejarnya. Ayo bawa aku menyusul putra mahkota," ucap Feng Teng.


"Baiklah!" kata Lu Jing.


Lu Jing juga khawatir dengan keselamatan Yang Ruo Li. Apa lagi gadis muda itu memiliki tempat yang khusus di dalam hati Li Zhe Liang. Jika saja sesuatu yang buruk menimpa Yang Ruo Li, Lu Jing tidak bisa membayangkan bagaimana Li Zhe Liang akan mengamuk nantinya.


***


Li Zhe Liang tiba di tempat dekat Yang Ruo Li jatuh tersandung tadi. Monster elang tingkat tujuh sedang mengamuk dan menyemburkan api dari mulutnya ke semua pepohonan di sekitar sana.


Dalam waktu singkat semua pepohonan itu hangus terbakar. Beberapa kelompok monster tingkat rendah lari kocar-kacir menghindari amukan monster elang tingkat tujuh.


Li Zhe Liang berdiri dengan tenang dan melihat sekeliling untuk mencari sosok Yang Ruo Li. Matanya memerah sewaktu melihat sobekan pakaian wanita di dekat ranting kayu.


Li Zhe Liang berteleportasi ke sana dan mengambil sobekan pakaian itu dan terlihat jelas ada jejak terbakar di sana.


"Li Er!" teriak Li Zhe Liang dengan suara yang bergetar.


***


Halo readers. Hari ini author LYTIE up dua bab ya supaya readers ga penasaran. Bab ini up pukul 15.30 wita.


Sambil menunggu bab berikutnya , tebak yuk. Li Er berada di mana sekarang? Apakah Li Er diselamatkan oleh seseorang? Atau Li Er mati di tangan monster elang tingkat tujuh? Atau?


Selamat menebak ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2