GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 70. Salah paham


__ADS_3

***Kamar tamu Li Zhe Liang***


Lu Jing dan Feng Teng saling memberikan isyarat mata yang hanya dimengerti oleh mereka berdua saja. Lalu senyum lebar mengembang di sudut bibir Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.


Selama ini Li Zhe Liang tidak pernah membiarkan satu gadis pun mendekatinya maupun berada di sisinya. Hanya Lu Jing dan Feng Teng saja yang berada di sisinya dan membantu mengatur semua kebutuhan Li Zhe Liang.


Lu Jing dan Feng Teng boleh dikatakan sebagai pengawal pribadi yang merangkap sebagai pelayan pribadi Li Zhe Liang. Sementara Fu Rong, wanita yang menjadi pemimpin pasukan rahasia Li Zhe Liang selalu melakukan pekerjaannya di luar dan jarang berada di sisi Li Zhe Liang.


"Li Er bersedia menjadi pelayan pribadiku?" tanya Li Zhe Liang.


"Iya! Iya!" jawab Yang Ruo Li dengan antusias.


"Kalau begitu nanti aku akan mengujimu dulu, apakah layak menjadi pelayan pribadiku," jawab Li Zhe Liang dengan santai.


"Baiklah!" ucap Yang Ruo Li.


"Ayo kita makan malam sekarang!" ajak Li Zhe Liang.


"Sha Sha sudah menyiapkan makan malam di taman. Kita makan di sana malam ini," kata Yang Ruo Li.


Mereka berempat pun menuju ke taman dan menyantap makan malam. Lu Jing dan Feng Teng ikut bergabung di meja makan. Suasana di meja makan sangat tenang. Dari mereka  berempat, hanya Li Zhe Liang  makan dengan tenang tanpa memikirkan apa pun, sedangkan Yang Ruo Li, Lu Jing, dan Feng Teng hanyut  dengan pemikiran masing - masing.


Lu Jing dan Feng Teng memikirkan persiapan apa saja yang diperlukan untuk menghadapi bahaya dan ancaman di dalam Hutan Tengkorak besok. Yang Ruo Li memikirkan tanaman langka apa saja yang bisa di dapatkannya di Hutan Tengkorak besok.


Liu Jing dan Feng Teng berpamitan setelah selesai makan, sedangkan  Li Zhe Liang meminta Yang Ruo Li mengikutinya ke kamar tamu.


***


"Zhe Liang! Apakah ada yang ingin kamu bicarakan tentang perjalanan besok?" tanya Yang Ruo Li sambil menuangkan teh ke cangkir Li Zhe Liang.


"Bukankah kamu mau menjadi pelayan pribadiku? Aku akan mengujimu sekarang," jawab Li Zhe Liang.


"Baiklah! Zhe Liang, apa tugas pertamaku?" tanya Yang Ruo Li dengan serius. Gadis muda itu memegang cangkir tehnya dan meminumnya secara perlahan.


"Menghangatkan tempat tidurku!" jawab Li Zhe Liang dengan tenang.


Yang Ruo Li menyemburkan air teh di dalam mulutnya secara tidak sengaja karena perkataan Li Zhe Liang, tetapi percikan air teh tidak mengena wajah Li Zhe Liang karena pria itu mengangkat telapak tangannya dengan cepat sehingga percikan api itu terhenti di udara dan jatuh ke lantai.


Yang Ruo Li mengambil saputangan untuk menyeka sudut bibirnya dan memandang Li Zhe Liang dengan mata membulat besar.

__ADS_1


"Meng…menghangatkan tempat tidur? Kamu ingin aku tidur bersamamu?" tanya Yang Ruo Li terbata-bata.


"Aduh, sakit!" teriak Yang Ruo Li sewaktu Li Zhe Liang menyentil keningnya.


"Kamu ingin tidur bersamaku?"  Li Zhe Liang bertanya balik ke Yang Ruo Li.


"Tidak! Aku akan menghangatkan tempat tidur sekarang!" ucap Yang Ruo Li dan berlari secepat kilat ke arah tempat tidur.


Selama sepuluh menit Yang Ruo Li berbaring di atas tempat tidur. Sementara Li Zhe Liang minum tehnya dengan santai.


Yang Ruo Li melompat turun dari tempat tidur setelah yakin tempat tidur itu cukup hangat dan berjalan menghampiri Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Tempat tidurnya sudah hangat. Cepatlah beristirahat," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sengaja mendesak Li Zhe Liang untuk tidur sehingga dirinya bisa segera meninggalkan kamar ini.


Li Zhe Liang berjalan menuju tempat tidur dan menyentuh kasur di sana. 


"Cukup hangat!" kata Li Zhe Liang dengan singkat.


"Cepatlah tidur sekarang!" kata hati Yang Ruo Li.


"Buka jubah luarku!" perintah Li Zhe Liang.


"Hah? Ba…baiklah!" jawab Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li melepaskan jubah Li Zhe Liang sambil menundukkan kepala. Wajah gadis itu bersemu merah dan jantungnya berdetak kencang. Semua gerak gerik Yang Ruo Li terlihat jelas di dalam pandangan mata Li Zhe Liang. 


Tepat saat Yang Ruo Li menarik pakaian di bagian pergelangan tangan kanan, gadis muda itu terkejut melihat ukiran lotus di sana. Ukiran lotus yang sama persis dengan cincin lotus miliknya.


"Kenapa bisa ada ukiran lotus di pergelangan tangan Zhe Liang? Apakah Zhe Liang mengenal guru?" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sama sekali tidak tahu cincin lotusnya lah yang meninggalkan tanda ukiran itu di pergelangan tangan kanan Li Zhe Liang sewaktu mereka berdua tertidur di Hutan Tengkorak.


"Li Er! Kamu tahu ukiran lotus ini?" tanya Li Zhe Liang dengan nada menyelidiki.


"Ukiran lotus ini sangat unik. Darimana Zhe Liang mendapatkannya?" tanya Yang Ruo Li penasaran.


"Dari gadis muda yang mencuri jubah hitamku," jawab Li Zhe Liang.

__ADS_1


"Oh! Gadis muda yang Zhe Liang cari di Hutan Tengkorak waktu itu ya. Aku tidak bertemu dengannya. Apa yang akan  Zhe Liang lakukan jika menemukannya nanti?" tanya Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li penasaran hukuman apa yang akan Li Zhe Liang berikan kepada gadis muda yang mengambil jubah hitam dan meninggalkannya di Hutan Tengkorak dengan tubuh yang polos yaitu dirinya.


"Kenapa Li Er tidak mengaku? Apakah gadis jubah hitam itu bukan Li Er? Tidak! Tidak! Aku yakin dia pasti Li Er!" kata hati Li Zhe Liang.


"Aku akan membunuhnya!" jawab Li Zhe Liang dengan ketus.


Wajah Yang Ruo Li menjadi pucat. Perkataan Li Zhe Liang bukanlah omong kosong belaka. Jika memang gadis yang bersamanya di Hutan Tengkorak bukan Yang Ruo Li , maka dia akan membunuh wanita itu.


"Aku tidak boleh mengakuinya," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li yakin cincin lotus lah yang meninggalkan ukiran lotus di pergelangan tangan Li Zhe Liang sehingga gadis muda itu memegang  jari kelingkingnya tempat benang halus yang merupakan wujud dari cincin lotus secara tidak sadar. 


Li Zhe Liang menangkap gerakan kecil Yang Ruo Li dan ingin melihat apa yang disembunyikan gadis muda itu, tetapi reaksi Yang Ruo Li lebih cepat. Gadis muda itu menarik sekuat tenaga bagian jubah luar yang masih melekat di tubuh Li Zhe Liang. Kemudian melemparnya ke atas tempat tidur dan berlari cepat menuju pintu.


"Selamat malam Zhe Liang! Sampai ketemu besok pagi!" 


Yang Ruo Li berteriak dari luar kamar sambil berlari masuk  ke kamarnya.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 15.50 wita.


Gemes ya sama kesalahpahaman Zhe Liang dan Li Er. Sabar ya readers. Author memang sengaja 😅 karena nanti akan ada gadis lain yang bermuka tembok mengaku dia adalah gadis di Hutan Tengkorak waktu itu. Siapakah dia? ( spoiler dikit nih 😁).


Penasaran kan? Baca terus kelanjutan ceritanya besok ya. Petualangan di Hutan Tengkorak akan di mulai dan pastinya ada kejutan di sana.


Sambil menunggu kelanjutan ceritanya, mampir yuk di novel ketiga author LYTIE , dengan genre yang sama yaitu fantasi.


Ceritanya tentang reinkarnasi dan mengubah takdir. MC nya cowok.Ikut lomba juga waktu itu 😁.


Judul Novel REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH. Novelnya sudah tamat dan sekarang sepi di sana 😭😭. Kalau mampir jangan lupa tekan favorit ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2