GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 161. Racun mayat


__ADS_3

***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La mengundurkan diri dari aula besar setelah kepergian Yang Ruo Li. Sekarang yang tersisa di sana hanyalah pasukan rahasia Li Zhe Liang. Mereka sedang menjalankan perintah Li Zhe Liang untuk membersihkan aula besar Kota Shang Ri La.


Fu Rong membagi pasukan rahasia menjadi dua kelompok. Sebagian pasukan rahasia dipimpin oleh Fu An menghancurkan Kediaman Keluarga Yang, sedangkan sebagian lagi bersama Fu Rong di aula besar Kota Shang Ri La.


Fu Rong dan pasukan rahasia sedang memeriksa satu persatu jasad yang berserakan di sana. Ketika Fu Rong dan pasukan rahasia menemukan beberapa orang yang masih hidup dan hanya terluka parah, maka Fu Rong dan pasukan rahasia akan mencabut nyawa orang-orang itu.


Tentu saja Huo Si Cheng termasuk salah satu dari orang-orang itu. Fu Rong menikam dada Huo Si Cheng berkali-kali untuk memastikan pria tidak tahu malu itu sudah meregang nyawanya.


Sebagai bawahan kepercayaan Li Zhe Liang, Fu Rong sangat mengerti sifat tuan nya. Li Zhe Liang tidak akan mengampuni nyawa Huo Si Cheng karena pria muka tembok itu berani menginginkan Yang Ruo Li menjadi istrinya sehingga Fu Rong turun tangan sendiri memeriksa keadaan Huo Si Cheng apakah masih hidup atau tidak, serta langsung mengirim pria muka tembok itu ke neraka.


Inilah yang dimaksud membersihkan tempat oleh Li Zhe Liang. Pria dingin itu tidak mau orang-orang yang luka parah dan masih hidup itu akan menjadi masalah di kemudian hari serta mengancam keselamatan Yang Ruo Li.


Tiba-tiba Si Han muncul di tengah aula besar Kota Shang Ri La bersama sepuluh orang.


"Serang!" perintah Fu Rong ke pasukan rahasia. Fu Rong pun menghunuskan pedang dan berlari ke arah rombongan Si Han.


Kemunculan rombongan Si Han pasti tidak mempunyai itikad yang baik sehingga Fu Rong langsung mengerahkan pasukan rahasia untuk bertarung.


"Tunggu sebentar Nona! Kami tidak bermaksud jahat!" teriak Si Han.


Fu Rong menodongkan pedangnya ke leher Si Han dan menatap tajam bawahan kepercayaan Fu Jiu Yun itu.


"Kami hanya ingin membawa Nyonya Fu pulang. Nona Ruo Li sudah menghancurkan jiwa pilnya. Nyonya Fu tidak akan bisa balas dendam lagi," ucap Si Han.

__ADS_1


Si Han memberi isyarat tangan kepada anggotanya untuk membawa Wen Hui Min pergi, sedangkan dirinya tetap berdiri di sana dengan pedang Fu Rong masih ditodongkan ke arah lehernya.


Fu Rong melirik sekilas ke arah Wen Hui Min yang pingsan dan dibaringkan ke atas tandu oleh anggota Si Han. Luka bakar di tubuh Wen Hui Min tidak akan bisa disembuhkan oleh ramuan apa pun karena api yang membakarnya adalah api surgawi, sedangkan jiwa pil yang rusak akan membuat tubuh Wen Hui Min lemah seumur hidup disertai muntah darah setiap hari.


Fu Rong berfirasat Yang Ruo Li tidak membunuh Wen Hui Min karena ingin wanita licik itu merasakan penderitaan seumur hidup sehingga memutuskan membiarkan rombongan Si Han membawa pergi Wen Hui Min.


Anggota Si Han dengan cepat membawa Wen Hui Min pergi meninggalkan aula besar Kota Shang Ri La. Si Han masih tidak bergerak di tempatnya. Pria itu sudah bertekad mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Wen Hui Min.


Beberapa saat kemudian Fu Rong menyimpan kembali pedangnya. "Enyahlah!" ujar Fu Rong. Fu Rong membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Si Han.


Gadis muda itu memberi isyarat tangan kepada pasukan rahasia untuk melanjutkan membersihkan aula besar Kota Shang Ri La. Si Han tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera beranjak pergi meninggalkan aula besar Kota Shang Ri La.


Pada awalnya Si Han dan anggotanya hanya menjalankan perintah Fu Jiu Yun untuk mengawasi keadaan di tengah aula besar. Si Han sama sekali tidak menyangka dalam waktu satu jam an keempat keluarga terpandang Kota Shang Ri La dibantai habis-habisan di sana, bahkan jiwa pil Wen Hui Min pun hancur.


Ketika Si Han melihat Fu Rong dan pasukan rahasia membunuh orang yang masih hidup di aula besar Kota Shang Ri La, Si Han bersama anggotanya segera muncul untuk menyelamatkan Wen Hui Min.


***


Si Han menghentikan langkah kakinya setelah berada agak jauh dari aula besar Kota Shang Ri La. Bawahan kepercayaan Fu Jiu Yun itu menoleh ke belakang untuk mencari tahu bagaimana cara Fu Rong dan pasukan rahasia membereskan kumpulan jasad di sana.


Dari kejauhan, Si Han melihat Fu Rong dan pasukan rahasia mengeluarkan botol kecil dari cincin penyimpan masing-masing dan menuangkan satu tetesan ke tubuh jasad yang berbaring di atas tanah.


Beberapa saat kemudian Fu Rong dan semua pasukan rahasia yang berpakaian serba hitam pergi meninggalkan aula besar Kota Shang Ri La. Si Han merasa penasaran cairan apa yang dituangkan ke tubuh semua jasad itu.


Si Han memutuskan berjalan kembali ke aula besar Kota Shang Ri La setelah memastikan Fu Rong dan pasukan rahasianya sudah pergi jauh.

__ADS_1


***


Kedua mata Si Han terbelalak diikuti mulut yang terbuka lebar melihat kondisi kumpulan jasad yang berserakan di tengah aula besar Kota Shang Ri La.


Setiap jasad melebur secara perlahan dan akhirnya lenyap untuk selamanya. Hanya tercium bau cairan kimia yang menguap di udara. Si Han yakin air tetesan dari botol kecil itu racikan dari alchemist tingkat tinggi sehingga Si Han semakin mencurigai identitas Li Zhe Liang, yang kemungkinan berasal dari kerajaan besar di daratan Zhong Yuan dengan status yang tinggi.


Si Han segera bergegas pulang ke Kediaman Bangsawan Fu Chen untuk melaporkan semuanya ke Fu Jiu Yun.


Dugaan Si Han sangat tepat. Air tetesan dari botol kecil itu bernama racun mayat dan merupakan racikan Chong Yun.


Cara kerja racun mayat hampir sama dengan racun pelebur tulang racikan Yang Ruo Li. Hanya saja racun mayat digunakan untuk menghilangkan tubuh dari orang yang sudah meninggal, sedangkan racun pelebur tulang racikan Yang Ruo Li bisa digunakan untuk menghadapi orang yang masih hidup sehingga orang itu akan merasakan kesakitan yang luar biasa sebelum ajal menjemputnya.


Setiap anggota pasukan rahasia mempunyai ramuan racun mayat untuk memudahkan tugas mereka membersihkan jasad dari orang-orang yang melawan Li Zhe Liang.


Begitu pun juga sewaktu Yang Ruo Li menghilang di Hutan Tengkorak akibat kejaran monster elang tingkat tujuh sehingga Li Zhe Liang mengamuk dan membunuh banyak monster yang tinggal di Hutan Tengkorak. Pasukan rahasia menghilangkan jasad para monster itu dengan menggunakan racun mayat.


***


Selamat siang readers. Pasti akan ada yang protes nih kenapa Wen Hui Min ga mati aja? 😂🙏 Hukuman terberat buat Wen Hui Min adalah menjadi gila dan merasakan kesakitan akibat luka bakar serta jiwa pil yang rusak seumur hidupnya, sebagai karma dari Wen Hui Min membiarkan Mu Dan disiksa selama enam belas tahun.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Babang gentong cuka akan beraksi lagi 😂😂😂


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2