GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 198. Jimat burung bangau


__ADS_3

***Tempat makan di perbatasan Kota Shang Ri La***


Lan Xi mengenali gelang kristal berwarna pelangi itu sehingga menanyakan Yang Ruo Li dari mana asal gelang itu.


Wajah Lan Xi lebih serius dan dingin dibandingkan sebelumnya. Yang Ruo Li menarik lengan bajunya untuk menutupi gelang kristal dengan cepat.


"Hadiah dari temanku," jawab Yang Ruo Li dengan singkat.


Hubungannya dengan Li Zhe Liang adalah masalah pribadinya sehingga Yang Ruo Li tidak ingin bercerita banyak ke Lan Xi.


Identitas misterius Lan Xi membuat Yang Ruo Li bersikap waspada terhadapnya. Apa lagi Yang Ruo Li mengira Lan Xi tertarik dengan gelang kristalnya sehingga semakin menjaga jarak dengan pria itu.


Lan Xi menyadari sikap gegabahnya tadi. Ini pertama kali Lan Xi bersikap emosional. Semua dikarenakan gelang kristal itu berasal dari Sekte Sesat dan termasuk senjata spiritual yang berbahaya.


Ketika mendengar jawaban dari Yang Ruo Li, Lan Xi berusaha mengingat bentuk gelang kristal yang terlihat olehnya tadi.


Walaupun gelang kristal itu sepasang, tetapi ukuran batu kristal dari kedua gelang kristal itu berbeda yaitu besar dan kecil.


Lan Xi mengingat jelas batu kristal yang melingkar di pergelangan tangan Yang Ruo Li berukuran besar dan merasa lega di dalam hatinya karena gelang kristal yang dipakai oleh Yang Ruo Li aman serta tidak membahayakannya.


Lan Xi pun sudah menyadari Yang Ruo Li menggunakan jimat pengubah wujud karena tangan lentik gadis muda itu tidaklah sesuai dengan wajah pria di tubuh Yang Ruo Li, tetapi Lan Xi tidak membongkar penyamaran Yang Ruo Li.


"Aku pergi dulu. Hubungi aku setelah racunnya selesai," pesan Lan Xi dan meninggalkan tempat makan dengan cepat.


"Pria aneh," gumam Yang Ruo Li sambil menggenggam lempengan giok pemberian Lan Xi dan menyimpannya di dalam cincin penyimpan batu giok miliknya.


"Aku harus menyelidiki sekitar lembah Pegunungan Wu Dong sekarang," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li pun melanjutkan perjalanannya menuju lembah Pegunungan Wu Dong, sedangkan Fu An dan Fu Rong mengikutinya dari kejauhan.


"Kak Fu Rong. Apakah kita perlu memberitahukan tentang Nona Ruo Li mendapat lempengan giok dari pria lain?" tanya Fu An.


"Kita harus mengabarkan semua hal tentang Nona Ruo Li agar tidak dihukum oleh putra mahkota nantinya. Kirim kabar ini ke Lu Jing sekarang. Dia yang akan memutuskan apakah perlu memberitahukan putra mahkota," jawab Fu Rong.


"Baik Kak Fu Rong," ucap Fu An.


Fu An mengambil satu lembar jimat dan menulis tentang pertemuan Yang Ruo Li dengan Lan Xi serta lempengan giok dari Lan Xi. Kemudian melipat kertas jimat itu menjadi bentuk burung bangau dengan gerakan tangan yang gesit, lalu meniupnya.

__ADS_1


Jimat burung bangau berubah menjadi sebuah cahaya kuning kecil dan terbang menuju Paviliun Ru Yi.


Jimat burung bangau adalah surat yang dipakai di daratan Zhong Yuan. Cara kerjanya hampir sama dengan lempengan giok yang diberikan oleh Lan Xi tadi yaitu bisa berhubungan dengan orang lain.


Hanya saja lempengan giok lebih bersifat khusus dan bisa diisi dengan indra spiritual seseorang, sedangkan jimat burung bangau bersifat rapuh dan bisa hancur apa bila cahaya kuning itu padam, yang mungkin disebabkan oleh hal-hal tertentu.


Cahaya kuning yang merupakan wujud dari jimat burung bangau akan terbang menuju penerima surat itu dalam waktu dua jam.


Pada saat cahaya kuning terbang jatuh ke tangan penerima surat dan si penerima surat menekan cahaya kuning itu maka akan berubah menjadi suara si pengirim surat dan membacakan isi surat itu.


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***


Li Zhe Liang berbaring di atas tempat tidur, sedangkan Lu Jing dan Feng Teng setia berdiri di sisi tempat tidur untuk menjaga Li Zhe Liang.


Selama dua hari ini Li Zhe Liang tidak bisa tidur nyenyak karena reaksi racun ditubuhnya dan juga sering memuntahkan darah berwarna hitam.


Chong Yun sudah berhasil menghilangkan lima jenis racun di tubuh Li Zhe Liang. Saat ini Chong Yun sedang membuat ramuan untuk mencegah Li Zhe Liang muntah darah hitam.


Jimat burung bangau terbang masuk melalui jendela dan jatuh tepat di atas tangan Lu Jing. Lu Jing ingin membacanya di luar kamar agar tidak mengganggu waktu istirahat Li Zhe Liang.


Perkataan Li Zhe Liang membuat Lu Jing mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar sehingga menekan cahaya kuning itu.


"Kak Lu Jing. Nona Ruo Li bertemu dengan pria misterius dan menerima lempengan giok dari pria itu." Suara Fu An menggema di dalam kamar tidur.


Lu Jing dan Feng Teng secara bersamaan melihat ke arah Li Zhe Liang. Mereka berdua tahu pasti sikap posesif Li Zhe Liang terhadap Yang Ruo Li.


Lu Jing dan Feng Teng tidak menyangka Yang Ruo Li dalam wujud pria masih saja bisa menarik perhatian pria lain.


Sementara Li Zhe Liang tetap bersikap tenang setelah mendengar isi surat itu. Tidak ada kemarahan ataupun cemburu muncul di hati Li Zhe Liang karena dirinya sangat percaya dengan ketulusan hati Yang Ruo Li terhadapnya.


Hanya saja pria misterius itu yang kemungkinan besar adalah kumbang jantan harus di awasi agar tidak terbang semakin dekat ke arah Yang Ruo Li.


"Perintahkan Fu Rong dan Fu An awasi dengan ketat apakah pria itu ada niat tersembunyi dengan Li Er!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik putra mahkota," jawab Lu Jing dengan patuh dan berjalan meninggalkan kamar untuk menulis surat balasan untuk Fu An.


***

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Lu Jing berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa sebuah amplop surat yang berisi tugas dari Li Zhe Liang sebelumnya.


"Putra mahkota. Ini hasil penyelidikan tentang wanita yang menguasai ilmu beracun di Kota Shang Ri La dan juga informasi mengenai Nyonya Mu Dan," lapor Lu Jing sambil menyerahkan amplop surat itu ke Li Zhe Liang.


Feng Teng dan Lu Jing membantu memapah tubuh Li Zhe Liang agar bisa bersandar di tempat tidur.


Li Zhe Liang membuka amplop surat dan membaca dua lembar surat di dalamnya bergantian secara saksama.


Beberapa saat kemudian senyum tipis mengembang di sudut bibir Li Zhe Liang. Informasi yang berada di dalam surat merupakan kabar baik.


"Putra mahkota. Apakah wanita yang menguasai ilmu racun itu ada hubungannya dengan nona Ruo Li?" tanya Lu Jing.


"Wanita itu guru Li Er," jawab Li Zhe Liang dengan singkat dan menyerahkan surat yang berisi tentang wanita itu ke Lu Jing.


Kondisi fisik Li Zhe Liang tidak memungkinkannya berbicara panjang lebar. Lu Jing dan Feng Teng segera membaca surat itu bersama.


"Master Beracun. Seorang wanita yang dingin, pendiam, dan suka menyendiri. Master Beracun menetap di Hutan Tengkorak dan tidak ada seorang pun berani mengusiknya karena ilmu racunnya yang sangat hebat dan sudah mencapai alchemist tingkat lima, Dewa Obat. Sampai sekarang tidak ada kabar lagi mengenai Master Beracun."


Walaupun informasi tentang Master Beracun sangat sedikit dan tidak diketahui pasti sekarang Master Beracun berada di mana, namun Lu Jing dan Feng Teng yakin ilmu beracun milik Yang Ruo Li pastilah warisan dari Master Beracun.


"Putra mahkota. Bagaimana dengan identitas Nyonya Mu Dan di Kerajaan Dong Ming?" tanya Feng Teng penasaran.


Li Zhe Liang memberikan surat yang satunya lagi ke Feng Teng. Kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang menbaca isi surat itu dengan antusias.


Mata Lu Jing dan Feng Teng membulat besar setelah membaca isi surat itu. Sama seperti ekspresi Li Zhe Liang, mereka berdua pun tersenyum senang.


***


Selamat malam readers tercinta. Penasaran kan status Mu Dan di Kerajaan Dong Ming?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Apa kegunaan gelang kristal pemberian Zhe Liang akan terungkap di bab besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2