GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 35. Tekad menjadi Kultivator Terkuat


__ADS_3

***Kediaman Edelweiss***


Kekuatan spritual Li Zhe Liang yang dashyat membuat Yang Ruo Li kagum. Selama ini Yang Ruo Li tidak pernah bertemu dengan orang yang memiliki kekuatan spiritual sehebat Li Zhe Liang sehingga membuatnya semakin bersemangat untuk menjadi yang terkuat.


"Kekuatan spiritual yang sangat luar biasa!" puji Yang Ruo Li.


Suasana hati Li Zhe Liang menjadi senang karena pujian gadis muda di pelukannya itu. Bahkan ketika Li Zhe Liang menurunkan Yang Ruo Li dari gendongannya, mata gadis muda itu masih menatap Li Zhe Liang dengan tatapan mata berbinar-binar.


"Ada apa?" tanya Li Zhe Liang.


"Tuan tampan! Kamu membutuhkan waktu berapa lama untuk berlatih kultivasi hingga menjadi sekuat ini?" tanya Yang Ruo Li dengan antusias.


Li Zhe Liang mengernyitkan dahinya dengan wajah tanpa ekspresi. Bahkan aura dingin mulai menyebar dari tubuhnya.


"Gadis bodoh ini tertarik dengan kekuatan spiritualku! Apakah dia tidak sadar aku lebih menarik daripada kekuatanku?" kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang membuang muka ke arah lain karena kesal dengan kebodohan Yang Ruo Li, tetapi Yang Ruo Li tidak sadar perkataannya telah melukai hati pria tampan di sampingnya ini.


Kedua tangan Yang Ruo Li memegang pergelangan tangan kanan Li Zhe Liang secara spontan.


"Ayolah! Beritahu aku! Berapa lama? Tidak mungkin ratusan tahun bukan?" tanya Yang Ruo Li sambil menggoyang-goyangkan pergelangan tangan Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li sangat ingin mengetahui jawaban dari pertanyaannya karena dirinya sudah bertekad bulat untuk menjadi kuat seperti Li Zhe Liang sehingga akan mengikuti jejak pria itu menjadi kultivator tingkat tinggi setelah berlatih dalam jangka waktu tertentu.


"Lima ratus tahun!" jawab Li Zhe Liang sambil menggertakkan giginya.

__ADS_1


"Lima ratus tahun? Tidak mungkin! Aku baru berusia tujuh belas tahun sekarang. Harus berlatih begitu lama? Kalau begitu, kamu sudah berusia lima ratus tahun lebih? Kakek tua?" ucap Yang Ruo Li panjang lebar.


"Siapa yang kamu panggil kakek tua?" tanya Li Zhe Liang sambil menatap tajam Yang Ruo Li.


Gadis muda dihadapannya ini berani sekali memberinya julukan nama yang berbeda-beda. Tadi memanggilnya si hidung belang, dan sekarang kakek tua. Li Zhe Liang sangat tidak menyukai semua nama julukan yang diberikan oleh Yang Ruo Li, kecuali julukan 'tuan tampan'.


"Eh…maaf… maaf! Bukan kakek tua! Aku akan memanggilmu Master Tetua!" kata Yang Ruo Li.


"Aku tidak suka!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


"Hah? Ehm…Tu…tuan tampan?" kata Yang Ruo Li dengan hati-hati.


"Tidak buruk!" jawab Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.


Li Zhe Liang hampir saja muntah darah karena emosi dengan perkataan jujur Yang Ruo Li dan memiliki keinginan kuat untuk mengunci mulut Yang Ruo Li dengan kekuatan sihirnya supaya tidak terdengar hal yang aneh dari mulut gadis itu.


Sementara itu Lu Jing dan Feng Teng yang berdiri tidak jauh dari Li Zhe Liang berusaha keras menahan tawa karena mereka berdua mendengar dengan jelas semua percakapan Li Zhe Liang dan Feng Teng.


"Feng Teng! Aku ke sana!" kata Lu Jing sambil menunjuk ke arah Li Zhe Liang.


Lu Jing berjalan menghampiri Li Zhe Liang setelah meninggalkan Feng Teng yang sedang menjaga tubuh Mu Dan.


"Nona Yang Ruo Li! Tuanku berumur dua puluh satu tahun. Bukan lima ratus tahun," kata Lu Jing dengan ramah.


"Dua puluh satu tahun?" kata Yang Ruo Li sambil menghitung jari tangannya.

__ADS_1


Sudut bibir Li Zhe Liang terangkat sedikit melihat raut wajah serius Yang Ruo Li yang sedang menghitung dengan jari tangannya. Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li pasti sedang menghitung semua kelebihannya dan akan semakin kagum padanya karena bisa menjadi kultivator tingkat tinggi di usia yang masih muda.


Yang Ruo Li melompat kegirangan secara spontan sehingga membuat suasana hati Li Zhe Liang menjadi baik. Dirinya sudah tidak sabar ingin mendengar pujian dari Yang Ruo Li.


" Kalau begitu, aku juga bisa menjadi kultivator tingkat tinggi setelah berlatih empat tahun lagi!" kata Yang Ruo Li dengan bersemangat.


"Kamu kira mudah untuk mencapai kultivator tingkat tinggi sepertiku? "tanya Li Zhe Liang dengan ketus.


"Aku tahu sulit untuk mencapainya, tetapi aku yakin bisa menjadi yang terkuat di kemudian hari! Bahkan aku akan lebih kuat darimu!" jawab Yang Ruo Li dengan suara lantang.


"Lihat saja nanti!" kata Li Zhe Liang dengan singkat.


"Aku pasti bisa!" ucap Yang Ruo Li.


***


Halo readers tercinta. Pasti ga tahan lihat sikap narsis Li Zhe Liang ya 😂😂😂.


Di tunggu bab kedua hari ini ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2