GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 32. Sihir racun tingkat dewa


__ADS_3

***Kediaman Edelweiss***


Ketika Yang Ruo Li terlempar jauh, salah satu penjaga segera maju menyelamatkan Yang Rong Xian dan membawanya ke hadapan Huo Rong.


"Xian Er! Xian Er!" teriak Huo Rong sambil memapah Yang Rong Xian.


Wajah Yang Rong Xian membengkak dan babak belur karena tamparan dari Yang Ruo Li. Ditambah lagi bahu yang berlumuran darah terkena pedang besar sewaktu dijadikan tameng oleh Yang Ruo Li membuat Huo Rong semakin gusar.


"Bunuh dia sekarang juga!" perintah Huo Rong sambil mengeluarkan obat untuk menghentikan pendarahan di bahu Yang Rong Xian.


Huo Rong tidak ingin meninggalkan Kediaman Edelweiss sebelum menyaksikan Yang Ruo Li mati di depan matanya sendiri.


Beberapa penjaga langsung menuju ke arah Yang Ruo Li dan mengepungnya, sedangkan Yang Ruo Li berusaha berdiri secepatnya dari tempat dia terjatuh.


Yang Ruo Li mengelap darah segar di sudut bibirnya dengan lengan bajunya dan menatap tajam ke para penjaga yang sedang mengelilinginya.


"Mereka semua mempunyai tahap ilmu yang lebih tinggi dariku. Si penjaga tua itu adalah yang terhebat. Aku terlalu ceroboh dan memberinya kesempatan melukaiku!" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li bisa merasakan luka dalam yang besar di tubuhnya. Akan tetapi, sekarang bukanlah saatnya untuk menyerah. Yang Ruo Li segera melancarkan serangan bertubi-tubi dengan seluruh kekuatannya tanpa memedulikan luka dalamnya.


Yang Ruo Li bagaikan iblis wanita yang sedang mengamuk dan berhasil membuat beberapa penjaga kewalahan menghadapinya.


Selain menggunakan jurus pamungkas, Yang Ruo Li juga melemparkan bubuk racun pelebur tulang hasil racikannya ke setiap bagian tubuh penjaga yang berhasil dilukainya.


"AH! Tanganku!"


"Kakiku! Sakit!"


Dua penjaga yang berhasil dilukai Yang Ruo Li berteriak kesakitan dan jatuh berguling di atas tanah. Luka di tubuh mereka yang terkena bubuk racun Yang Ruo Li meleleh bersamaan dengan tulang di dalamnya sehingga dalam sekejap mata bagian tangan dan kaki yang terluka itu hilang tanpa jejak.


Kedua penjaga itu menjadi lumpuh karena kehilangan tangan dan kaki masing-masing sehingga membuat para penjaga yang lain menghindari Yang Ruo Li. Mereka tidak mau terkena bubuk racun pelebur tulang.


Yang Ruo Li mengumpulkan kekuatan spiritualnya lagi untuk menghadapi para penjaga yang masih tersisa.

__ADS_1


"Yang Ruo Li! Hentikan! Jika tidak ingin ibumu mati sekarang!" Terdengar teriakan Huo Rong dari arah belakang tubuh Yang Ruo Li.


"Ibu!" gumam Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li membalikkan tubuhnya dan matanya memerah seketika menahan amarah akan keadaan Mu Dan saat ini.


Terlihat seorang wanita bertubuh kurus dengan penampilan rambut berantakan dan tatapan mata nanar melihat sekelilingnya. Pakaian yang kotor dengan kulit tubuh berwarna kusam dan sebuah rantai besi hitam membelenggu pinggangnya.


Huo Rong memegang ujung pegangan rantai besi itu dan menariknya dengan keras sehingga wanita itu berteriak kesakitan.


"Yang Ruo Li! Ibumu berada di tangan kita. Cepat berlutut! Aku akan menampar balik wajahmu!" kata Yang Rong Xian sambil tersenyum sinis.


Yang Ruo Li berkeinginan kuat membunuh Huo Rong dan Yang Rong Xian sekarang juga. Selama enam belas tahun ini, Huo Rong tidak pernah mengizinkan Yang Ruo Li menemui Mu Dan di Kediaman Teratai dengan alasan penyakit gila Mu Dan sangat berbahaya.


Beberapa kali Chun Hua mencoba menyusup ke dalam Kediaman Teratai untuk melihat kondisi Mu Dan, tetapi selalu ketahuan oleh para penjaga di sana.


Tidak disangka Mu Dan juga mendapatkan perlakuan kejam dari Huo Rong. Yang Ruo Li merasa bersalah karena tidak pernah menduga ibu kandungnya hidup dalam keadaan menderita, sama seperti dirinya selama enam belas tahun ini.


Huo Rong dan Yang Rong Xian tersenyum lebar melihat Yang Ruo Li sudah terpengaruh dengan keadaan Mu Dan.


"Bodoh! Ibumu sudah gila! Mana mungkin mengenalmu!" kata Yang Rong Xian.


"Ibu! Li Er akan membawamu pergi dari sini!" teriak Yang Ruo Li sambil berjalan maju beberapa langkah mendekat ke arah Mu Dan.


Mata nanar wanita itu yang sedang melihat ke kiri dan ke kanan, mendadak menatap lurus ke arah Yang Ruo Li. Lama kelamaan sorot mata kosongnya berubah menjadi lembut.


"Li….Li Er!" kata Mu Dan dengan suara yang lirih.


"Lepaskan ibuku dan aku akan mengampunimu kali ini!" perintah Yang Ruo Li sambil berjalan maju beberapa langkah lagi.


"Hancurkan jiwa pilmu dan kembalikan semua racun racikan Tu Yao! Aku akan melepaskan kalian berdua!" kata Huo Rong sambil menarik ujung pegangan rantai besi dengan keras, untuk mengancam Yang Ruo Li.


Huo Rong mengira racun pelebur tulang Yang Ruo Li tadi dicurinya dari ruang alkimia Tu Yao sehingga Huo Rong ingin memiliki racun itu untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"AH!" Mu Dan menjerit kesakitan karena tarikan rantai besi yang membelenggu pinggangnya dengan erat sehingga membuat Yang Ruo Li semakin murka.


"Huo Rong! Aku akan menghancurkanmu!" teriak Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li memusatkan semua kekuatan spiritualnya bergabung dengan senjata racun yang berada di pergelangan tangannya sehingga menjadi kabut hitam yang menyelimuti sekujur tubuh Yang Ruo Li.


Rambut hitamnya yang berantakan karena pertarungan tadi disertai bercak hitam di wajah kirinya membuat penampilan Yang Ruo Li sangat menakutkan.


***


"Sihir racun tingkat dewa!" teriak Feng Teng dari atas atap kamar Yang Rong Xian.


Sihir racun tingkat dewa hanya bisa dilakukan oleh alchemist tingkat tertinggi yaitu Dewa obat. Padahal kekuatan Yang Ruo Li masih rendah dan belum bisa menggunakan sihir itu.


Jika Yang Ruo Li memaksakan menggunakan sihir itu, maka akan terjadi serangan balik ke tubuhnya. Itu sama saja dengan bunuh diri.


***


Halo readers setia. Terima kasih sudah mendukung novel ini dengan memberikan vote, like, hadiah, tips iklan, maupun komentar positifnya.


Hari ini author sudah up 2 bab ya dan ceritanya sudah panjang. Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


Apakah Li Zhe Liang akan membiarkan Yang Ruo Li mati di depan matanya?


Spoiler cerita besok : Yang Ruo Li berhasil membawa Mu Dan meninggalkan Kediaman Keluarga Yang. Akan tetapi......??


Sampai jumpa besok ya 🤗


TERIMA KASIH


Salam Sayang


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2