Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Masakkan Iqbal


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Jadi Zizah sudah ditemukan ma?" suara yang terdengar begitu gembira dari sambungan telepon membuat ibu Ratih merasa tenang.


Ibu Ratih lega sekarang dia yakin, jika anak sulungnya yang berada di luar negeri itu baik-baik saja, dari cara bicaranya saja, sang ibu bisa menembak anaknya begitu senang mendengar kabar yang dia berikan.


"Benar Lutfi, adikmu sudah ditemukan, tapi mama belum melihat wajahnya, dia mengenakan niqab, mama lebih merasa lega lagi, karena adik sepupumu itu menikah dengan karyawan terbaik papamu" sahut ibu Ratih dari seberang telpon.


Saat ini ibu Ratih sedang melakukan panggilan suara pada anak sulungnya yang sudah lama menetap di negeri orang.


Walaupun begitu anak sulung ibu Ratih dan pak Firman akan tetap pulang ketahan kelahiran mereka, bersama istrinya minimal satu tahun dua kali.


Tadinya ibu Ratih ingin melakukan panggilan via Vc, tapi dia urungkan, karena anaknya itu sedang berada di desa  luar negri yang susah sinyal, untuk memeriksa proyek yang sedang dibuat. 


"Tapi kenapa mama dan papa begitu yakin jika perempuan itu Zizah, padahal kalian belum melihat wajahnya dengan baik"


Terdengar suara bingung dari nada bicara Lutfi, saat ibu Ratih mama nya itu mengatakan jika Azizah adik sepupunya mengenakan niqab.


"Kami yakin karena mama melihat tanda lahir yang sama saat dia masih balita, ada di telapak tangannya, bahkan perempuan itu juga mengingat kejadian 20 tahun silam yang menimpa keluarga kita"


"Aku tahu sekarang kenapa mama dan papa begitu yakin jika dia Azizah, daya ingatnya yang sedari kecil sudah begitu kuat" sahut Lutfi setelah mendengar penjelasan dari mama nya.


"Jadi kapan kamu dan istrimu mau pulang? Mama merindukan kalian?" tanya ibu Ratih kali ini dia menganti topiknya.


"Insya Allah secepatnya ma, kalau proyek disini sudah berjalan, aku juga ingin bertemu dengan adikku yang sudah 20 tahun menghilang"


Saat keduanya sedang asik mengobrol suara seorang perempuan membuat ibu Ratih terpaksa menyudahi panggilan suaranya pada Lutfi anaknya.


"Mama" teriak seorang perempuan tidak begitu nyaring.


"Iya" sahut ibu Ratih.


"Lutfi sudah dulu ya nanti mama telpone lagi, itu adikmu pagi-pagi sudah teriak aja dirumah, dia kira ini hutan apa ya"


"Assalamualaikum nak" ucap ibu Ratih.


"Waalaikumsalam ma" sahut Lutfi dari seberang telpon, setelah mendengar Lutfi menjawab salamnya, ibu Ratih segera memutuskan sambungan telepon mereka.

__ADS_1


"Apa sih Del teriak-teriak ini rumah bukan hutan ya" tegur ibu Ratih pada anak ketiganya itu.


Delia hanya nyengir tanpa merasa bersalah. "Mama katakan apa benar Adel memiliki kakak sepupu perempuan yang sudah 20 tahun menghilang, tapi sekarang dia sudah ditemukan"


"Iya kenapa memangnya?" bingung ibu Ratih, dia tidak tahu kenapa Adel anak ketiganya itu bisa terlihat seceria ini saat menanyakan tentang Azizah.


"Adel nggak sabar pengen ketemu, mau lihat orangnya kayak mana"


"Ohhh, nanti juga orangnya kerumah" ujar ibu Ratih.


"Benarkan?" tanya Adel yang terlihat begitu antusias. "Hari ini dia ke rumah ma" lanjutnya lagi.


"Bukan hari ini juga mama nggak tahu pasti kapan mbak Zizah mu mau main kesini, tapi pastinya minggu-minggu ini, kalau kamu mau lebih tahu kapan mbakmu kesini, kamu tanya papa saja"


"Kenapa harus tanya papa?"


"Ya karena suami mbakmu itu kerja di kantor papa, papa kemarin bilang kalau suaminya dan mbakmu mau main kesini bakal meringankan pekerjaannya"


"Nanti Adel tanya deh, tapi ngomong-ngomong suami mbak Zizah karyawan papa siapa ma?" tanya Adel lagi yang masih kepo tentang Azizah.


"Direktur Iqbal!" sahut ibu Ratih.


"Kalau gitu Adel berangkat kuliah dulu ma, Assalamualaikum" ucapnya dengan tidak bersemangat.


"Waalaikumsalam" sahut ibu Ratih sambil membiarkan Adel pergi ke kampus.


"Dia sudah menikah rupanya, dengan kakak sepupuku sendiri" gumun Adel merasa dirinya melemas.


***


Di rumah pak Firman yang begitu heboh saat mendengar Azizah sudah ditemukan, berbeda dengan orang yang sedang dibicarakan, dia sedikit kelelahan pagi ini oleh suaminya.


"Pagi dek" sapa Iqbal dengan senyum yang terus mengembang di pipinya sedari bangun tidur.


"Pagi mas" sahut Azizah dengan senyum cerah nya. Walaupun sebenarnya Azizah masih merasa kesal pada suaminya, tapi dia harus berlaku baik pada suaminya agar tidak dicap sebagai istri yang tidak baik.


"Kamu mau ngapain?" tanya Iqbal saat istrinya sudah memegang pisau siap untuk bergelut dengan sayur-sayuran dan alat dapur.

__ADS_1


Azizah yang akan berjalan ke wastafel memberhentikan langkahnya. Karena pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya.


" Mau masak lah mas, mau ngapain lagi" ujar Azizah, yang membuat suaminya itu mendekat padanya.


"Sini biar mas aja yang masak, kamu duduk aja sekarang liatin mas masak" ucap Iqbal yang sudah memegang semua alat yang Azizah pegang tadi. 


"Mas bisa masak?" tanya Azizah memastikan.


"Bisa dong kamu tunggu aja disitu mas bakal masakin menemu spesial buat istri mas tercinta" ucap Iqbal.


Setelah mengatakan itu pada Azizah, Iqbal langsung begitu fokus pada kegiatan barunya, yaitu memasak untuk Azizah istrinya.


Azizah yang duduk di kuris dapat melihat Iqbal suaminya begitu cekat saat memotong-motong sayuran. "Sepertinya mas Iqbal memang sudah terbiasa masak, tapi kenapa ibu tidak pernah cerita ya" ucap Azizah lirih, dia berkata pada diri sendiri.


Azizah tak bosan hanya duduk sambil melihat suaminya memasak untuk mereka.


"Aku fotoin aja lah mas Iqbal" ujar Azizah sambil mengeluarkan ponselnya.


Beberapa kali Azizah mengambil potret suaminya yang sedang memasak, sesekali dia tertawa karena melihat Iqbal begitu lucu menurut Azizah.


35 menit berlalu Iqbal sudah beres dengan kegiatannya, Azizah masih tak boleh membantunya, Iqbal menyiapkan sendiri semua yang dia masak kemeja makan.


"Wangi banget mas" puji Azizah sambil tersenyum pada Iqbal, Iqbal mengusap kepala Azizah dengan sayang.


"Ayo kita makan, ini khusus mas buat untuk istri mas" 


Cup


Setelah itu Iqbal mencuri ciuman di pipi istrinya Azizah tertawa bersama dengan Iqbal. "Mari kita makan, bismillahirrahmanirrahim Allahumma barik lana fima razaqtana waqina adzabannar" doa Iqbal.


"Aamiin" sahut Azizah setelah itu mereka makan bersama.


Saat Azizah memasukan suapan pertama masakan suaminya kedalaman mulut Azizah langsung berbicara sendiri dalam benaknya. "Pantes waktu itu mas Iqbal bilang masakanku lumayan orang masakkan mas Iqbal seenak ini" batin Azizah, dia tak sadar jika melamun.


"Dek kenapa ngelamun? Masakannya nggak enak ya?" ucap Iqbal menyadarkan Azizah.


"Ini enak malah mas lebih enak dari punya Zizah" sahut Azizah dengan begitu jujur.

__ADS_1


"Tapi bagi mas tetap sampai kapanpun enak masakan kamu" Iqbal tidak mau istrinya itu berkecil hati.


__ADS_2