
Bismillahirohmanirohim.
Iqbal sudah mengatakan pada Azizah, jika dia akan bertugas di Cianjur, satu minggu lagi Iqbal akan berangkat, Iqbal juga mengatakan dia akan membawa Azizah bersamanya.
Tentu saja Azizah menuruti apa kata suaminya, lagi pula Iqbal bertugas di sana bukan hanya sehari dua hari, mungkin akan berbulan-bulan, jadi tak mungkin dia dan Azizah tinggal sendiri-sendiri, lebih baik Iqbal membawa Azizah bersamanya.
Jadi hari ini sesuai janji Iqbal sebelumnya saat hari libur kerja, Iqbal akan mengajak Azizah bersilaturahmi ke panti asuhan tempat Azizah tinggal dulu.
"Mas terima kasih sudah mengajak Azizah kesini, Azizah sangat merindukan mereka semua" ucap Azizah menatap panti asuhan tempatnya dulu tinggal.
Azizah tak menyangka jika Iqbal benar-benar membawanya ke tempat yang begitu Azizah rindukan.
"Tak usah berterima kasih dek, ini sudah menjadi kewajiban mas untuk membahagiakanmu" ucap Iqbal dengan begitu lembut.
Iqbal memang senang melihat istrinya bahagia, bahkan sekalipun Iqbal tak ingin melihat Azizah bersedih, dia ingin selalu melihat senyum yang terukir di kedua bola mata Azizah. Juga dia bibir istrinya hanya dia yang dapat melihatnya.
Azizah dan Iqbal berjalan bersama menuju panti asuhan itu. Rasanya Azizah sudah begitu rindu pada tempat di hadapannya sekarang ini.
"Assalamualaikum" Azizah maupun Iqbal mengucapkan salam secara bersama.
Ibu panti yang kebetulan habis dari luar menjawab salam mereka."Waalaikumsalam" jawab ibu panti, penasaran siapa tamu yang datang.
Azizah dan Iqbal menoleh ke belakang, karena suara jawaban salam terdengar dari belakang mereka.
"Ibu" ucap Azizah pelan, dia segera memeluk ibu panti yang pernah menjadi ibu pengganti bagi Azizah.
Ibu panti sangat paham betul suara Azizah. "Zizah" ibu panti langsung membalas pelukan Azizah, dia juga sangat merindukan perempuan yang begitu tegar dalam setiap cobaan dan ujian yang menimpanya. Ibu panti tentu sangat tahu seperti apa kehidupan Azizah dulu.
__ADS_1
Ibu panti sangat menyukai kepribadian Azizah. "Ayo masuk nak" ajak ibu panti pada Azizah dan Iqbal setelah melepaskan pelukannya pada Azizah.
Saat masuk ke dalam Azizah disambut dengan begitu senang oleh anak-anak panti, karena mereka merindukan sosok Azizah, mereka paham siapa yang datang, walaupun Azizah mengenakan niqab, tapi anak-anak panti sudah sangat paham pada Azizah, jadi mereka tahu jika yang datang Azizah.
Azizah membagikan bungkusan pada anak-anak panti, yang sempat dia dan suaminya beli saat di perjalanan, tak lupa Azizah dan Iqbal juga membelikan buah-buahan dan beberapa makanan untuk di panti
"Anak-anak biar kak Zizah nya istirahat dulu" ujar ibu panti, semua langsung menurut.
Setelah anak-anak kembali bermain masing-masing Azizah dan Iqbal berbincang-bincang pada ibu panti, sebelum nya ibu panti menyerit heran, saat melihat Azizah datang dengan seorang laki-laki.
Karena ibu panti paham sekali dengan Azizah yang tak perna dekat dengan laki-laki manapun.
Bahkan ada beberapa anak panti laki-laki yang sudah lebih dewasa daripada Azizah, tak pernah sekalipun Azizah dekat dengan mereka, paling Azizah hanya menyapa seadanya, mereka yang sudah bisa bekerja memang tak tinggal di panti asuhan lagi, tapi mereka akan tetap sering berkunjung ke panti asuhan yang pernah menjadi tempat mereka menghabiskan waktu kecil sampai remaja.
"Ibu bagaimana kabarnya?, maaf Azizah baru bisa kesini lagi"
"Zizah Alhamdulilah sehat ibu, iya sampai lupa ibu Azizah sebenarnya sudah menikah maaf saat itu tak sempat mengundang ibu" sesal Azizah.
Sebenarnya ibu panti sempat kaget dengan kebenaran yang baru saja dia dengar, tapi ibu panti berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.
"Ini mas Iqbal suami Zizah" lanjut Zizah memperkenalkan suaminya pada pemilik panti.
"Masya Allah nak ibu tak menyangka kamu sudah menikah, selamat atas pernikahan kalian, samawa nak" ucap ibu panti terharu dan bahagia, ibu panti berkata setelah menyapa Iqbal sebentar.
"Aamiin" Iqbal dan Azizah mengamini ucapan ibu panti secara bersama.
Terlihat jelas sekali pancar kebahagiaan dari muka ibu panti mengetahui Azizah sudah bersuami.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada seorang yang tak sengaja mendengar percakapan ketiganya, dibalik tembok bukan menguping tapi orang itu tak sengaja lewat saat kebetulan Azizah berbicara dia sudah menikah.
Orang tersebut meremas dadanya yang terasa perih, entah apa yang terjadi pada dirinya, apa salahnya jika Azizah sudah menikah apakah ada hubungannya dengan orang ini pada Azizah.
"Kak Nizam, ayo main" ajak seorang anak panti.
Laki-laki yang berada di balik tembok tadi mendekati anak perempuan yang mengajaknya main, ya orang yang berdiri dibalik tembok tadi adalah seorang laki-laki.
Dia Nizam, sudah lama menyukai Azizah, sejak pertama kali Azizah menginjakkan kaki di panti asuhan ini, dia sudah tertarik dengan gadis kecil yang rambutnya selalu dikuncir kuda.
Dulu saat Azizah masih di panti waktu kecil Nizam selalu mengutamakan Azizah, tapi sejak Azizah menginjak umur 17 tahun dia mulai menjaga jarak dengan Nizam, karena Azizah tahu Nizam menaruh hati padanya, sementara Azizah hanya menganggap Nizam seperti kakaknya sendiri.
Nizam menggendong anak perempuan tadi membawanya menuju taman bermian yang ada di halaman belakang panti asuhan itu. "Kak Nizam ada kak Zizah datang ya" ucap anak perempuan itu saat sudah berada dalam gendongan Nizam.
"Kak Zizah, kesini sama kakak ganteng, terus juga ramah" lanjut anak perempaun tadi, karena tak langsung mendapat respon dari Nizam.
Nizam terpaku sejenak dengan ucapan anak perempuan yang bernama Bella itu, umurnya sekitar 4 tahun, dia anak paling kecil di panti asuhan tempat Azizah tinggal dulu.
"Semoga kamu bahagia Azizah dengan pernikahanmu, mungkin kita memang tak berjodoh, tapi hati ini belum bisa mengikhlaskanmu bersama laki-laki lain" batin Nizam, dia tak sadar jika dirinya sedang melamun.
Bella melambaikan tangannya di depan muka Nizam. "Kak Nizam, kak Nizam, kak Nizam!" panggil Bela berkali-kali pada Nizam, tapi laki-laki itu sama sekali tak merespon.
Karena gemas Bella memcubit lengan Nizam dengan sedikit kuat. "Kak Nizam!" ucap Bella sekali lagi kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
"Bella siapa yang nagajrin nggak sopan?" tegur Nizam.
"Maaf kak Nizam, habisnya dari tadi Bella panggil kakak nggak respon, kak Nizam ngelamun" Bela berkata dengan takut.
__ADS_1
Bela takut Nizam memarahinya karena tak sopan pada yang lebih tua, padahal mereka di panti sangat diajarkan sopan santun.