Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Keberadaan Iqbal


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Satu minggu pasca terjadinya gempa yang melanda Cianjur, kini Iqbal dan Azizah belum juga ditemukan. Padahal pak Firman sudah mengirim orang suruhannya untuk mencari keberadaan Iqbal dan Azizha. Beberapa hari yang lalu, setelah terjadinya gempa.


Sementara itu Tio sudah ditemukan, saat pencarian ketiganya hari itu juga Tio ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, saat itu juga Tio segera dilarikan ke rumah sakit, dan dia dinyatakan kritis, beruntung sekarang dia sudah melewati masa kritisnya, selama di rumah sakit Adel selalu menemai Tio. 


Adel juga terus merawat Tio sampai dia benar-benar siuma dari masa kritisnya, perjauang Adel selama merawat Tio tak sia-sia, karena 5 hari setelah dilarikannya Tio ke rumah sakit Tio akhirnya bisa melewati masa kritis.


Pak Heri dan ibu Ria juga sudah 1 minggu ini berada di kediaman pak Firman, sore harinya saat mendapatkan kabar yang menimpa Iqbal dan Azizah, pak Firman langsung menjemput sendiri orang tua Iqbal sekaligus mertua Azizah itu.


Pak Firman benar-benar merasa bersalah pada pak Heri dan ibu Ria. Atas kejadian yang menimpa Iqbal dan Azizah, dia berulang kali meminta maaf pada kedua orang tua Iqbal. 


Tapi untungnya pak Heri dan ibu Ria tidak menaruh dendam pada keluarga pak Firman, atas kejadian yang menimpa Azizah, Iqbal dan Tio.


Mereka semua yang berada di kediaman pak Firman terus mendoakan untuk keselamatan Azizah dan Iqbal, mereka semua yakin jika Iqbal dan Azizah pasti selamat.


Pak Firman hari ini turun langsung ke tempat kejadian, begitu juga dengan pak Heri yang ingin ikut andil mencari keberadaan Azizah dan juga Iqbal.


"Bagaimana apakah sudah ada titik terang dimana keberadaan Azizah dan Iqbal?" pak Firman bertanya pada orang suruhannya yang dia keranhkan untuk pencarian yang mereka lakukan, selama berhari-hari.


"Dari informasi yang kami dapat, direktur Iqbal terakhir berada di restoran saat gempa terjadi, tapi saat itu dia dan Tio baru saja keluar dari restoran itu dan gema pun terjadi, kemungkinan besar direktur Iqbal terlempar di tempat yang tidak jauh dari tempat kita menemukan Tio" jelas orang suruhan pak Firman, itu informasi yang mereka dapat saat ini.


"Lalu Azizah?"

__ADS_1


Kali ini pak Heri juga penasaran, dia merasa lega ada titik terang untuk keberadaan Iqbal, tapi tetap saja pak Heri khawatir akan keberadaan menantunya.


"Info terakhir yang kami dapat nona Azizah masih berada didalam kamar hotel, karena saat sampai di Cianjur direktur Iqbal meninggalkan nona Azizah di kamar hotel, tapi setelah kami telusuri kamar yang di tempat nona Azizah sudah tidak ada, kemungkinan besar kamar itu sudah roboh, seperti kamar-kamar yang lainnya"


"Ini kabar buruk dan kabar baik, setelah selesai istirahat dan sudah pada shalat kita lanjutkan pencarian Azizah dan Iqbal, pencarian ini akan semakin ditambah agar kita cepat menemukan keberadaan mereka" putus pak Firman.


"Baik pak" mereka semua pergi untuk beristirahat masing-masing, pak Firman yang hendak pergi netranya tak sengaja menangkap pak Heri yang sedang melamun yang tempatnya tak jauh dari pak Firman.


Pak Firman menepuk pundak pak Heri pelan. "Maafkan saya pak Heri" sesal pak Firman.


Pak Heri menoleh ke sumber suara. "Ini bukan salah anda pak Firman, lagi pula kita sudah terus berdoa dan berusaha untuk mencari Iqbal dan Azizah, jika mereka tak ditemukan berarti Allah berkehendak lain" 


"Tapi saya berharap mereka berdua ditemukan dengan keadaan selamat" ujar pak Firman menyambung ucapan pak Heri.


***


Di Bawah tumpukan pohon yang tumbang, ditambah lagi ada dua kendaraan yang bertumpuk di atas antara tanah dan jalan raya, seorang laki-laki yang ada didalamnya tengah berusaha untuk keluar dari tempat itu, tempat yang begitu sempit.


1 minggu dia berusaha untuk keluar dari sana, tapi tak ada celah sedikitpun untuk dirinya bisa keluar dari tempat tersebut.      


"Bagaimana cara aku keluar dari sini, bagaimana keadan Zizah, sayang semoga kamu baik-baik disana" doa Iqbal.


Sudah bermalam-malam ini Iqbal menangis, dia terjepit di antara jalan raya dan tanah yang runtuh, Iqbal ada di tengah-tengahnya. Ibaratkan kata orang yang mengetahui tentang spiritual, Iqbal itu seperti orang yang sedang melakukan topo pendem.

__ADS_1


Satu minggu ini Iqbal sholat sebisa dia, Iqbal terus berdzikir dan bersholawat ditempat itu, berkali-kali Iqbal mendoakan istrinya, dalam keadaan hidup dan mati pun yang Iqbal ingat hanya Azizah yang dia tinggal di kamar hotel sebelum bencana terjadi, Iqbal harap Azizah selamat dari bencana yang menimpa kota Cianjur ini.


Setiap hari Iqbal selalu mencari cara agar bisa keluar dari tempat itu, tapi dia tak kunjung menemukan ide yang bisa membebaskan dirinya saat itu, dari dalam tanah dan jalan raya tersebut.


Disaat seperti itu Iqbal hanya ingin memeluk istrinya dengan erat, sudah 1 minggu dia tak tahu bagaimana keadaan Azizah, bagaimana kehidupan di dunia luar. 


"Saya semoga kamu baik-baik saja, mas akan mencari cara agar bisa cepat keluar dari sini, masa janji setelah keluar dari tempat ini mas akan segera mencari keberadaan dirimu" ucap Iqbal pada dirinya dengan sungguh-sungguh. 


Walaupun sudah 1 minggu berusaha untuk keluar dari tempat itu Iqbal, tak putus asa sama sekali, semakin hari dia bertambah semangat agar bisa keluar dari dalam situ.


Iqbal itu ibarat berjuang tapi tak menunjukan hasil, tapi dia tak peduli, karena Iqbal percaya akan kun fayakun Allah.


Pak Firman memutuskan untuk segera mencari keberadaan Firman dan Azizah lagi. "Pencarian untuk hari ini kita mulai lagi, kalian akan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 pergi mencari keberadaan Iqbal, sementara kelompok 2 pergi untuk mencari keberadaan Azizah, tempat yang harus kalian cari sudah saya beritahu sebelumnya"


"Untuk kelompok 1 pak Heri akan bersama kalian dan untuk kelompok 2 saya akan bersama kalian, sekarang juga kita berangkat!" suruh pak Firman. 


"Baik pak!" mereka semua menjawab dengan serentak sambil berjalan pergi meninggalkan tempat istirahat untuk mencari keberadaan Iqbal dan Azizah.


Para orang suruhan pak Firman bukan sekedar hanya mencari keberadaan Azizah dan Iqbal saja,  tapi juga mereka tetap menolong korban lainnya.


Bahkan pemilik restoran tempat terakhir yang Iqbal kunjungi itu, ditemukan oleh rombongan pak Firman.


Saat ini beberapa penduduk yang ditemukan sudah diungsikan dan diselamatkan, pak Heri dan pak Firman juga menggalang dana untuk mereka yang selamat, pemerintah setempat sudah mengurus semua kebutuhan yang diperlukan oleh korban gempa Cianjur.

__ADS_1


"Semoga Iqbal dan Azizah segera ditemukan" doa pak Heri, beliau selalu memanjatkan doanya untuk anak dan menantunya.


__ADS_2