Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Partner dunia akhirat


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Azizah tersenyum manis sambil menatap suaminya, Iqbal saja sampai terheran-heran ada apa dengan istrinya itu.


Mereka baru saja sampai rumah setelah isya, dari rumah pak Firman, karena sebelum mereka pulang pak Firman mengajak untuk makan malam bersama terlebih dahulu.


"Kamu kenapa dek?" alih-alih menjawab pertanyaan suaminya, Azizah malah semakin tersenyum lalu menatap kedua bola mata suaminya, yang menurut Azizah menjadi daya tarik tersendiri dari seorang Iqbal.


"Dek Zizah, kamu kenapa hmm?" tanya Iqbal sekali lagi, kali ini dia menangkup kedua pipi gemoy istrinya dengan kedua tangannya.


Iqbal memberikan kecupan sekilas pada istrinya. Azizah selalu saja memancing dirinya padahal Azizah tak sekalipun berniat untuk memancing dirinya.


"Katakan mas, mas sudah lama penasaran bukan apa hubunganku dan paman Firman dan bibi Ratih" Iqbal yang mendengar perkataan istrinya spontan mengangguk.


Azizah bukanya menjawab dia malah tertawa melihat suaminya yang tiba-tiba menjadi polos menurutnya.


"Kenapa kamu malah menertawakan suamimu ini Zizah!" dengus Iqbal.


Jadilah di atas kasur keduanya saling mengelitik satu sama lain, bahkan Azizah tak henti-hetinya tertawa.


"Mas sudah Zizah capek" keluhnya.


"Oke, tapi cerita ya"


"Siap bos"

__ADS_1


Akhirnya Iqbal mendengarkan cerita istrinya sambil mengelus pucuk kepala Azizah. Azizah menceritakan semuanya pada Iqbal, dari awal perpisahan dirinya dengan keluarga pak Firman, sampai Allah mempertemukan mereka kembali dengan cara yang tak pernah diduga-duga.


"Apakah sebegitu sulit hidupmu dulu dek?" tanya Iqbal saat mendengar cerita istrinya, tak terasa air mata Iqbal sudah membasahi pipinya.


Untuk pertama kalinya Iqbal menangisi seorang perempuan selain ibunya, Iqbal segera mengelap air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya, dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan sang istri.


Azizah tatap kedua netra suaminya dari bawah, dia tatap dengan dalam kedua netra itu. "Mas" ucap Azizah lembut.


"Sesulit apapun cobaan dan ujian yang Azizah jalani, Azizah yakin keindahan di depan sana sedang menunggu Azizah, bagaimana cara kita menyikapi dan mengahadpai setiap cobaan dan ujian yang menimpa kita, itu semua tergantung pada persetiap orangnya"


"Saat hari pertama kita menikah Zizah dapat melihat bahwa mas belum bisa menerima Zizah, Zizah tahu itu semua pasti wajar lagi pula sebelumnya kita tak pernah bertemu, atau mungkin kita dulu pernah bertemu tapi tak tahu dimana. Sangat wajar jika mas Iqbal tak bisa langsung menerima Zizah, tapi Zizah yakin dengan perjuangan dan kesabaran Zizah akan menemukan keindahan itu sendiri"


"Sekarang semuanya terbukti rahasai Allah memang luar biasa, buktinya ternyata Zizah mendapatkan suami yang soleh seperti mas Iqbal, selalu bisa menjaga pandangannya terhadap yang buka mahram" Aziza mencium pipi suaminya.


Iqbal benar-benar mendengarkan dengan saksama penjelasan yang istrinya berikan. "Lalu kenapa kamu begitu yakin dek dengan sebuah keindahan yang sedang menantimu di depan?" tanya Iqbal sekali lagi.


"Bagaimana Zizah tidak yakin mas, jika Allah saja selalu meyakinkan hamba-hambanya. Contohnya seperti kisah ibunda Aisyah istri Fir'aun, ketika Fir'aun menyuruh prajuritnya untuk membuhun istrinya sendiri yang mana istrinya itu adalah ibunda Aisyah. Ibunda Aisyah tersenyum saat akan dihukum mati, sampai Fir'aun mengatakan ibunda Aisyah gila"


"Padahal apa yang ibunda Aisyah lihat tak dapat dilihat oleh orang lain, ketika Allah menapak tempat ibuda Aisyah disyugra saat itu beliau tersenyum, karena melihat syurga tersebut dan Fir'aun mengatakan ibuda Aisyah gila padahal dia tak melihat apa yang ibunda Aisyah lihat"


"Walaupun Azizah tahu tak semua yang kita korbankan di dunia ini akan dibalasa di dunia juga, terkadang orang berbuat baik di dunia, tapi mereka ingin kebaikan itu dibalas di dunia juga dengan yang lebih besar tadi, padahal indahnya syurga tak ada yang tahu"


"Bahkan tak bisa digambarkan dan tak bisa dijelaskan. Tapi ada banyak riwayat-riwayat yang menerangakan seperti apa indahnya syugra"


"Heheha maaf mas, sepertinya Zizah terlalu banyak bicara" cicitnya merasa tidak enak, bukan apa Azizah tak mau menjadi seorang istri seperti mengurui suaminya sendiri, karena hal seperti itu memang tidak dibenarkan.

__ADS_1


Bahkan seorang istrinya menyuruh suaminya sendiri untuk melaksanakan sholat tidak boleh, karena takut menguri suami yang seharusnya menjadi guru, tapi ada cara yang lebih baik untuk seorang istri bagaimana cara dia untuk memberi tahu suaminya, tapi tidak dengan cara menggurui.


Sementara Iqbal begitu terpaku dengan penjelasan dari istrinya. "Kamu pintar sekali dek belajar dari siapa?" bingung Iqbal.


Istrinya itu tak memiliki orang tua bahkan hanya sebatang kara bisa tubuh menjadi seorang wanita yang begitu bermartabat dan menjaga kehormatannya sebagai seorang wantai.


"Dulu Zizah punya teman anak kayi mas, rumahnya dekat dengan panti asuah, setiap hari Zizah bersama dia, Zizah banyak tahu tentang kehidupan yang sebenarnya, Zizah jadi tahu untuk apa sebenarnya kita hidup. Karena sering bersama dia, sering bertemu umi dan abinya, jadi otomatis Zizah menyesukain diri dan Alhamdulillah, Azizah banyak belajar dari keluarga mereka" jelasnya yang membaut Iqbal mengangguk mengerti.


"Tapi setelah dia menikah Azizah sudah jarang bersama dia lagi, tak disangka setelah peristiwa itu Allah mempertemukan Zizah dengan ibu yang kini menjadi mertua Azizah"


"Kamu wanita luar biasa dek, mas sangat bersyukur memiliki istri seperti dirimu" puji Iqbal dalam hatinya dia tak henti-heti mengucapkan syukur pada sang maha Esa atas segala sesuatunya.


Lalu kedua suami istri itu terus mengobrol dan berbagi cerita, bukankah suami istri itu partner sehidup semati, partner dunia akhirat, bukan hanya partner di atas ranjang saja.


Saling terbuka merupakan kunci kesuksesan utama rumah tangga, jika suami sedang menjadi api apakah seorang istri harus menjadi api pula, tentu tidak seperti itu bukan.


Seharusnya jika suami sedang menjadi api makan istri harus menjadi air untuk mendinginkannya, begitu pual sebaliknya buka malah sama-sama menjadi api.


Saling percaya dan jujur hal utama, disetiap rumah tangga pasti ada cobaanya, tergantung bagaimana kedua orang yang menjalani di dalamnya menghadapi rumah tangga tersebut.


Alangkah baiknya jika kedua ingsan yang sudah disatukan dalam ikatan pernikahan mereka menjaga aib pasangan mereka masing-masing.


Ingat dua ingsan yang sudah disatukan mereka adalah menjadi partner dunia akhirat, bukan hanya partner dunia saja, atau bahkan partner akhirat saja. Saling terbuka dengan pasang itu kunci utama.


"Dek tidur yok sudah larut" ajak Iqbal.

__ADS_1


Akhirnya suami istri yang hampir 3 bulan menikah itu, tidur larut malam setelah mereka selesai berbagi cerita satu sama lainnya.


"Mau peluk" pinta Azizah, tanpa mengucapkan sepatah katapun Iqbal memeluk erat tubuh istrinya.


__ADS_2