Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Bertemu Tio


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Mas Iqbal ayo buruan" suruh Azizah pada suaminya itu.


"Iya bentar dek" tak lama kemudian Iqbal menyusul istrinya yang sudah menunggu dirinya. Di lantai bawah sudah sedikit lama Azizah menunggu Iqbal dibawah.


"Kok lama mas?" Iqbal hanya senyum menjawab pertanyaan istrinya.  "Yuk" Ajak Iqbal sambil menggandeng tangan Azizah.


Iqbal menggandeng tangan istrinya dengan mesra.


Hari ini Azizah akan berkunjung ke rumah paman dan bibinya, siapa lagi kalau bukan ibu Ratih dan pak Firman, pemilik perusahaan tempat Iqbal bekerja.


Sebelumnya pak Firman sudah mengirimkan alamat rumah mereka, karena Iqbal, baru pertama kali ini Iqbal akan berkunjung ke rumah bosnya itu, begitu juga dengan Azizah, untuk pertama kalinya dia berkunjung ke rumah paman dan bibinya.


Iqbal belum mengetahui apa ikatan antara Azizah istrinya dengan pak Firman, setiap Iqbal ingat ingin bertanya tentang hal ini selalu saja waktunya kurang tepat. Tapi Iqbal yakin pasti mereka ada ikatan keluarga.


"Mas nanti mampir dulu ke toko buah ya buat beli buah tangan, masa kerumah bibi dengan tangan kosong" ucap Azizah saat keduanya memasuki mobil.


"Iya dek" sahut Iqbal, setelah itu dia menyalakan mesin mobilnya. Menuju kediaman pak Firman.


Kediaman pak Firman lumayan jauh dari rumah Iqbal dan Azizah, bahkan mereka melewati perusahaan milki pak Firman terlebih dahulu baru bisa menuju rumah pak Firman.


Iqbal memberhentikan mobilnya tempat di supermarket lengkap yang berada tepat di depan perusahaan pak Firman.


Iqbal dan Azizah sengaja mengambil waktu seluruh karyawan libur kerja untuk berkunjung ke rumah pak Firman, agar tidak mengganggu waktu pak Firman sekeluarga, juga tidak mengganggu waktu kerja Iqbal.


"Mas Zizah ikut turun ya" pinta Azizah.


"Ayo" ajak Iqbal, keduanya turun dari mobil, Iqbal kembali menggandeng tangan istrinya sambil masuk ke supermarket tersebut. Yang berlolog supermarket lengkap paket komplit.


"Kita beli buah dulu ya mas" ujar Azizah.


Keduanya segera menuju tempat buah-buahan yang banyak berada.


"Beli buah apa aja dek?" tanya Iqbal sambil ikut  memilih buah yang bagus dan buah yang apa saja akan mereka bawa.   


"Ini, ini, ini sama ini aja mas" tunjuk Azizah pada beberapa buah-buahan segar yang ada di supermarket paket komplit.

__ADS_1


Iqbal mengambil semua buah yang ditunjuk oleh Azizah tadi, dia memasukkan semua buah-buahan itu ke dalam keranjang troli yang Iqbal dorong.


"Beli apa lagi dek?" tanya Iqbal saat Azizah sudah selesai memilih buah-buahan.


"Beli cemilan ya mas" pinta Azizah, Iqbal tak melarang.


Iqbal hanya mengikuti istrinya dari belakang sambil terus mendorong keranjang troli, sesekali Azizah akan bertanya pada Iqbal apa yang dibutuhkan dan apa juga yang harus mereka beli.


Saat keduanya sedang asik memilih cemilan seorang menyapa Iqbal. "Direktur Iqbal" sapa seorang laki-laki yang tengah membeli cemilan paul seperti Iqbal dan Azizah.


Iqbal maupun Azizah menoleh ke sumber suara, setelah memastikan siapa yang menyapa suaminya Azizah kembali melanjutkan kegiatannya.


"Tio, kamu belanja juga?" tanya Iqbal basa-basi.


"Ah iya, kalau kita diluar panggil saja saya Iqbal, diluar kerja kita sama, saya lihat-lihat kita seperti seumuran, bukankah begitu Tio?"


"Seperti nya yang Iqbal katakan benar, tapi jika Iqbal menyuruh saya memanggil nama saja di luar pekerjaan tolong jangan bicara terlalu formal, sama saja namanya seperti masih ditempat kerja" gurau Tio.


"Aku akan menyetujuinya, kamu mau kemana? Apakah membeli makanan untuk stok bulanan?"


"Bukan ini buat pujaan hati, doain ya Bal biar keterima" ujar Tio yang membuat Iqbal mengaminkan ucapanya.


"Mas sudah selesai" ucap Azizah tiba-tiba, Tio yang samar-samar pernah melihat Aziza kembali bersuara.


"Bukannya ini mbak yang beberapa hari lalu dimaki-maki sama si Citra ya" ucap Tip sambil melihat Azizah.


"Iya, saya yang minggu lalu datang untuk menemui suami saya di tempat kerjanya" sahut Azizah dengan sopan.


Iqbal mengerutkan dahinya saat mendengar istrinya pernah dimaki-maki  oleh Citra, tapi Azizah tidak pernah cerita pada dirinya, tentu saja Iqbal percaya dengan ucapan Tio.


Karena Tio itu resepsionis yang paling baik dan paling berkualitas di perusahaan milik pak Firman.


"Iya dia istri saya Tio" ujar Iqbal yang membuat Tio hampir syok, tidak menyangka jika gadis bercadar di hadapannya ini istri dari direktur utama tempatnya bekerja.


Memang belum banyak karyawan yang tahu jika Iqbal sudah menikah, hanya saja yang mengetahui jika Iqbal sudah berganti status menjadi seorang suami bukan lagi pria lajang.


"Oh istri pak Iqbal" ucap Tio sedikit syok.

__ADS_1


"Selamat ya pak atas pernikahannya samawa, semoga saya cepat menyusul bapak"


"Aamiin" jawab Iqbal dan Azizah kompak. 


"Kami duluan ya Tio" pamit Iqbal setelahnya.


Iqbal mendorong kerjanya  troli menuju kasir  untuk melakukan pembayaran. Saat ini Iqbal sedang menjadi pusat perhatian karena wajah gantengnya, ada beberapa orang pula yang mengenali Iqbal sebagai direktur utama PT sejahtera.


"Ganteng banget cowoknya, andai dia cowok gue ya" 


"Huh, gue bukan mau jadi ceweknya lagi sih, lebih mau jadi istrinya aja" sahut pelanggan satunya, banyak bisik-bisik para pelanggan yang memuji ketampanan Iqbal.


Tapi Iqbal tidak peduli dengan omongan orang-orang itu, dia hanya biasa saja, sementara Azizah sebagai istrinya tentu saja merasa cemburu, Azizah hanya diam tak bersuara dia terus beristighfar di dalam lubuk hatinya.


"1 juta 3 ratus" ucap mbak kasir.


Iqbal menyerahkan kartu atmnya, saat mbak kasir itu akan mengambil kartu atm milik Iqbal dia melihat muka Iqbal yang begitu dikenali mbak kasir, karena dia salah satu fes Iqbal.


"Direktur Iqbal" ucap mbak kasir tak percaya karena baru pertama dia melihat Iqbal belanja supermarket.


"Silahkan direktur" ucap mbak kasir sambil menyerahkan kembali atm milik Iqbal.


Iqbal mengangguk untuk merespon mbak kasir tadi sambil mengambil atmnya kembali.


"Sayang ayo udah beres" ucap Iqbal sambil merangkul Azizah mesra di depan banyak orang, Iqbal melakukan itu karena dia tau Azizah sedang menahan cemburunya.


Dia juga melakukan hal itu agar semua orang tahu jika dirinya sudah ada yang punya, sudah ada pawangnya. 


"Mas" lirih Azizah malu, karena Iqbal merangkulnya di depan banyak orang.  


"Sweet banget sih pengen kayak gitu juga"


"Ia mereka sweet banget"


"Jadi mau" komentar para pelanggan yang begitu lebay menurut Tio, dia berada disana juga ikut mengantri di kasir untuk membayar barang yang sudah dia beli pada kasir.


Untungnya kasir disana tidak mempermasalahkan para pelanggan yang sedikit berisik itu

__ADS_1


__ADS_2