Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Ada hikmah dibalik setiap musibah


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Seorang dokter laki-laki tanpa permisi masuk ke dalam ruang tempat Azizah dirawat. "Sayang papa mencarimu?" ucapnya saat sudah masuk ke dalam.


Perempuan yang dipanggil sayang itu pun hanya menaikkan sebelah alisnya, sambil menyuapi Azizah.


"Apa!" pekiknya setelah sadar.


"Ya benar papa" sahut dokter laki-laki itu, sambil berjalan mendekati istrinya.


"Kapan pasienmu sadar?" lajut sang suami bertanya.


"Tadi pagi sekitar jam 8" sahut Ida.


Sebelumnya Azizah langsung kembali mengenakan cadar saat merasa ada seorang yang akan masuk ke dalam ruang itu, Ida menjadi kesusahan saat menyuapi Azizah, ketika perempuan itu kembali mengenakan cadarnya, tapi Ida tak berkomentar sama sekali, dia membiarkan Azizah, melakukan apa yang Azizah lakukan.


Ida diam sejenak apa yang membaut papanya itu bisa sampai kesini. "Katkan mas, kenapa papa bisa berada di Cianjur juga?"


Rama membuang nafas kecil sambil menatap istrinya, dia sama sekali tak menatap Azizah, karena Rama tahu batas, tapi tadi dia sempat menyapa Azizah sebentar.


"Papa beberapa hari yang lalu mengirim orang untuk mengurus perusahaannya yang ada di Cianjur, tapi siapa sangka orang yang pap kirim terkena musibah, 1 orang sudah ditemukan lebih dulu, 1 orang lagi masih dirawat disini, dan 1 orang lagi belum diketahui diaman sekarang, tapi perkiraan papa dan temannya perempuan itu ada disini" jelas Rama pada istrinya.


Rama memang sudah diberi tahu mertunya kenapa dia bisa sampai di Cianjur, pak Firman sudah menceritakan semuanya pada Rama.


Sementara Azizah yang mendengar jelas cerita Rama merasa jika yang dimaksud itu pak Firman.


"Apakah satu dua orang yang sudah ditemukan itu laki-laki semua dan satu orang bernama Iqbal?" timpal Azizah memastikan, dia merasa tidak salah orang.


"Apakah kamu Azizah?" Rama malah balik bertanya, dan atas pertanyaan Rama barusan Azizah mengangguk.


"Dimana mas Iqbal?" Azizah hendak bangkit dari tempatnya berbaring, tapi Ida segera mencegahnya.


"Aku ingin bertemu mas Iqbal mbak" pintanya dengan tatapan memohon, sejak pagi tadi Azizah memanggil Ida dengan sebutan mbak.


"Tapi kamu harus istirahat dulu Azizah, tak boleh keamana-mana kasihan janin yang ada dalam perutmu" cegah Ida.


"Aku ingin tahu kabar mas Iqbal mbak apakah dia baik-baik saja, aku ingin bertemu denganya" pinta Azizah sekali lagi.


"Begini saja biar Iqbal yang menemuimu, sedari tadi saat bangung dia juga terus menanyakan keberadaamu pada papa dan pak Heri"


"Sepertinya usulanmu bangus mas biar Iqbal saja yang kesini" sambung Ida.

__ADS_1


"Sekalian katakan pada papa jangan hukum putrinya" pesan Ida pada Rama saat suaminya itu mulai melangkah kelaur dari tempat Azizah dirawat.


Setelah kepergian Rama, Azizah menatap Ida dengan lekat sampai-samapi membaut Ida merasa bingung dengan tatapan Azizah yang ditunjukkan untuk dirinya.


"Apakah dia mbak Ida" tanya Azizah pada diri sendiri. "Tapi kenapa mbak Ida tak mengenaliku? Apa karena sudah 20 tahun lamanya mbak Ida lupa" Azizah masih bertanya-tanya dalam hatinya.


"Azizah" panggil Ida yang membuyarkan lamunan Azizah.


"Ah, iya mbak" ucap Azizah tersadar. "Maaf mbak saya jadi keingat mbak saya yang sudah lama tak berjumpa"


"Tak apa" sahut Ida sambil tersenyum.


Sekitar 20 menit akhirnya Rama kembali dengan 3 orang laki-laki yang begitu Azizah kenali.


"Mas Iqbal"


"Zizah" ucap keduanya, mereka saling terpaku ditempat masing-masing. Iqbal cepat berjalan ke arah istrinya.


"Alhamdulillah mas Iqbal selamat" rasa syukur Azizah betul-betul bahagia karena suaminya selama dari musibah yang menimpa mereka.


"Kamu juga sayang, mas senang melihat kamu baik-baik saja" berkali-kali Iqbal memeluk istrinya itu.


"Ets... etss...etss..! Siapa bilang boleh peluk papa" cegah pak Firman, Azizah tak lupa menyalami bapak mertuanya dan pamannya itu.


"Ihss, papa jahat sama anak sendiri" kesal Ida.


Aziza kembali menatap Ida dengan serius, lalu dia melihat pak Firman, pak Firman tahu apa yang dipikirkan oleh keponakannya itu.


"Pama jadi benar ini mbak Ida?" pak Firman mengangguk, sementara Ida mengulangi ucapan yang terlontar dari mulut Azizah.


"Paman?"


"Hmmm, apakah kamu sudah melupakan adikmu Azizah, Ida?"


"Kamu benar Azizah" Ida tak merespon papa nya, Ida langsung memeluk Azizah dengan erat.


"Akhirnya kamu kembali Azizah!" Ida begitu senang sampai dia lupa jika saat ini dalam pertu Azizah ada janji.


"Mbak perut Azizah" ucapnya lirih.


"Astagfirullah! Zizah maaf mbak lupa kalau kamu lagi hamil"

__ADS_1


"Apa hamil? Kamu benar hamil sayang?" Iqbal tak ingin berharap tapi dia benar-benar ingin merasakan menjadi seorang ayah.


Azizah mengangguk. "Kamu benar hamil sayang, tapi bukankah kamu saat kesini dalam kondisi haid?" bingung Iqbal.


"jadi begini" akhirnya Ida menjelaskan pada Iqbal dan semua orang yang ada disitu kenapa Azizah bisa haid disaat kondisinya sedang hamil.


***


Setelah memastikan jika Azizah dan Iqbal sudah pulih, juga kandung Azizah aman untuk berpergian sedikit jauh akhirnya mereka memutuskan untuk pulang hari ini.


Rama dan Ida pun ikut bersama mereka, karena tugas suami istri sebagai dokter di Cianjur itu sudah usai, semuanya dapat ditanagi dengan baik.


Iqbal betul-betul menjaga istrinya dengan ekstra. Senyum selalu mengembang di wajah Iqbal saat mengetahui istrinya hamil.


"Benar dibalik musibah ada hikmah yang tak terduga" batin Iqbal, dia tak menyangka setelah musibah datang padanya dan sang istri, setelah musibah itu berakhir sebuah hikmah dan kebahagain datang.


"Allahamdulillah Ya Rabb"


Saat sampai di rumah pak Firman mereka semua mengucap syukur kala melihat Iqbal dan Azizah selamat, rasa syukur mereka semakin bertambah saat mengetahui Azizah sedang hamil.


"Alhamdulillah masih diperkenankan bertemu dengan adik mas yang sudah berpisah beberapa tahun ini" ujar Lutfi.


"Aku pun tidak menyangka mas, jika perempuan yang selama beberapa hari ini aku rawat adikku sendiri" timpal Ida.


Adel yang baru saja pulang kuliah dijemput oleh Tio heboh sendiri saat melihat Azizah sudah duduk di ruang tamu. "Mbak Zizah!" teriak Adel sedikit melengking membuat mereka semua yang ada disitu menutup kupingnya akibat teriakan Adel.


"Bersisik mbak!" protes Rahmat yang baru saja ikut bergabung bersama mereka.


Adel segera memeluk mbaknya itu, saat Rahmat akan memeluk Azizah pula, segera dicegah oleh Iqbal.


"No peluk, peluk!" kali ini Iqbal yang membuat mereka semua terkekeh.


"Direkrut Iqbal pelit!" dengus Rahamat sambil mengambil tempat duduk disebelah Adel.


"Iqbal, Alahmdulilah kalian selamat" ujar Tio sambil memeluk Iqbal.


"Kamu juga Tio Alhmdulillah selamat" sahut Iqbal.


"Iya selamat tapi koma berhari-hari" dengus Adel yang membuat mereka semau kembali terkekeh.


Yang tahu tentu saja paham bagaimana perjuangan Adel saat menjaga Tio, begitu besar harapan Adel untuk Tio segera sembuh.

__ADS_1


__ADS_2