Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Iqbal sudah ditemukan


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Pencarian yang dilakukan pak Firman, dia benar-benar mengerahkan banyak orang untuk menemukan keberadaan Azizah dan Iqbal.


Saat ini mereka masih di lokasi tempat Iqbal berada sebelum gempa terjadi, mereka semua dengan teliti mencari Iqbal di tempat tersebut, karena banyak sekali penghalang yang menghambat mereka untuk mencari keberadaan Iqbal di situ.


"Coba pinggirkan dulu semua kayu dan penghalang yang lainnya di tempat ini!" suruh pak Firman pada para orang suruhannya.


Dengan perlahan tapi pasti, mereka semua bergotong royong meniadakan semua barang-barang yang menghalangi pencarian mereka.


"Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai kalian terluka!" instruksi pak Firman.


"Baik pak!" kekompakan yang luar bisa ditunjukkan oleh para orang suruhan pak Firman.


Tak ada satupun keluhan yang keluar dari mulut orang-orang itu, mereka benar-benar melakukan pencarian untuk Iqbal dengan begitu sabar, bahkan mereka sangat semangat untuk bisa menemukan Iqbal.


"Ayo kita pindahkan kayu besar ini" ajak salah satu orang suruhan pak Firman pada beberapa rekannya, karena kayu yang terlalu besar tidak mungkin bisa dipindahkan oleh dua orang saja.


Para orang suruhan pak Firman yang lainnya segera membantu rekan mereka, tadi yang meminta untuk memindahkan sebuah kayu besar secara bersama segera menolong orang tadi.


Mereka benar-benar kerjasama dengan baik. "Pohon kayunya begitu besar, ini tak bisa kita pindahkan hanya dengan tangan kosong saja, haru menggunakan alat" ucap salah satu orang suruhan pak Firman.


Pak Firman sedang membantu yang lainnya, segera mendekati kelima orang yang tadi berusaha bersama untuk memindahkan pohon besar yang tumbang di pinggir jalan raya dan pembatas tanah disana. Tapi usaha mereka sia-sia karena hanya menggunakan tangan saja, tak ada alat yang bisa mereka gunakan untuk memindahkan pohon itu.


"Ada apa ini?" tanya pak Firman memastikan.


"Begini pak Firman, kami ingin memindahkan pohon tumbang ini, tapi tak bisa karena tidak menggunakan alat, harus ada alatnya sebelum kita memindahkan pohon ini" jelas orang yang memberikan usul tadi.

__ADS_1


"Kalau seperti itu kamu cari barang yang bisa memindahkan pohon ini, apa saja asalkan pohonya bisa segera kita pindahkan"


"Baik pak" orang tadi langsung pergi untuk menjalankan apa yang pak Firman suruh.


Iqbal yang ternyata berada tepat di bawah pohon itu merasa bersyukur, karena ada orang yang datang membantunya.


"Alhamdulillah Ya Allah semoga mereka cepat menemukan keberadaanku" doa Iqbal.


Iqbla yang berada dibawah mereka bisa dengan jelas mendengarkan percakapan orang-orang itu, Iqbal tak tahu jika mereka yang berada di sana merupakan orang suruhan pak Firman.


Setelah mereka hampir selesai membereskan tempat itu, hanya tinggal pohon besar yang tumbang itu saja, akhirnya tak lama setelah itu orang yang pak Firman suruh untuk mencari alat agar bisa memindahkan pohon itu datang.


"Syukurlah kamu cepat datang, yang lain cepat potong pohon ini menjadi 3 bagian" suruh pak Firman.


Pak Firman sudah mengukur bagaimana mana saja yang akan dipotong. Proses pemotongan bagian tengah untung saja tidak mengenai kepala Iqbal yang ada di bawah pohon itu, karena setelah lama menunggu orang-orang itu hampir 3 jam lebih Iqbal sudah tak sanggup membuka matanya lagi, matanya begitu lelah sampai Iqbal memejamkan matanya sambil begitu menduakan kepalanya, posisi Iqbal saat ini seperti orang yang sudah tak berdaya lagi untuk melakukan apapun. 


Sementara itu pak Firman dan rombongannya akhirnya bisa memindahkan pohon kayu tadi dengan mudah setelah berhasil dipotong menjadi 3 bagian.


Mereka semua segera megeromboli tepat itu saat mendengar teriakan rekan mereka yang lainnya, termasuk pak Firman ikut dalam gerombolan tersebut.


"Cepat bantu dia!" suruh pak Firman.


Mereka belum tahu kalau orang itu Iqbal, karena posisi Iqbal yang saat ini sedang menanduk.


Sebelum membantu Iqbal mereka mengecek nadi Iqbal terlebih dahulu. "Cepat bantu angkat! Nadinya melemah" saat mendengar jika nadi orang yang berada di dalam situ melemah mereka semua segera membantu mengeluarkan Iqbal dari tempat itu, ternyata tak mudah untuk bisa mengeluarkan Iqbal, karena kakinya yang terjepit tahan dan jalan raya secara bersamaan.


"Jangan dipaksakan kalau tidak bisa! Kakut berpengaruh pada kakinya" ucap pak Firman yang melihat para orang suruhannya mengeluarkan Iqbal secara paksa.

__ADS_1


"Cepat gali dulu tanah di sebelahnya, tapi lakukan dengan hati-hati, jangan dipaksa seperti tadi"


"Baik pak, segera dilakukan" ada dua orang yang membantu menggali tanah di tempat itu, waktu 1 jam mereka butuhkan agar bisa menggali tanah dengan baik dan tak mencelakai orang yang ada di dalamnya. 


Akhirnya setelah satu jam penggalian pun berhasil. "Angkat dengan hati-hati orangnya" ucap mereka semua yang mengangkat Iqbal secara bersama. 


"Alhamdulillah berhasil juga" ucap mereka kompak, setelah berhasil mengeluarkan tubuh Iqbal yang sempat terjepit.


"Iqbal" pak Firman terperangah saat melihat orang yang mereka tolong tadi ternyata Iqbal.


"Alhamdulillah" ucap pak Firman setelahnya.


Iqbal segera dilarikan di tempat rumah sakit darurat yang disediakan untuk para korban gempa, pak Firman segera memberi tahu pak Heri jika Iqbal sudah ditemukan.


Sementara itu, mereka yang ditugaskan pak Firman untuk mencari keberadaan Azizah, begitu herna melihat ada sebuah kamar hotel yang masih utuh akibat gempa.


Pak Heri yang ikut bersama mereka segera mengecek ke dalam kamar tersebut, begitu membuka lemari baju kamar hotel itu pak Heri begitu kaget saat melihat semua barang anak dan menantunya ada di dalam sana.


"Pasti sudah ada orang yang dari sini, itu artinya Azizah selamat, jika kamar ini tak rusak sedikit pun. Masya Allah begitu besar kuasa Engkau Ya Rabb" syukur pak Heri.


Setelah memeriksa semuanya pak Heri segera keluar dari kamar hotel itu dan bertepatan saat pak Heri keluar dari saat dia mendapatkan kabar jika Iqbal selamat, pak Heri langsung bersujud syukur saat itu juga kala mengetahui anak dan menantunya selamat. 


"Alhamdulillah, ini kabar baik usaha kami selama 1 minggu ini tak sia-sia" ucap pak Heri setelah dia melakukan sujud syukur.


Pak Heri segera menemui yang lainnya, sedang menunggu dia di depan kamar hotel.


"Ayo sekarang kita ke rumah sakit kemungkinan besar Azizah disana, dan juga Iqbal sudah ditemukan" ucap pak heri pada mereka semua.

__ADS_1


Sontak mereka langsung mengucapkan syukur, tak menyangka jika Iqbal dan Azizah akan selamat dari bencana yang begitu besar ini, bahkan keduanya sudah ditemukan secara bersama.


"Alhamdulillah"  ucap mereka semua dengan kompak, setelah itu mereka segera bergegas ke rumah sakit yang disediakan untuk membantu korban gempa


__ADS_2