Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal

Gadis bercadar jodoh untuk Ahmad Iqbal
Azizah pingsan


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Ya Allah kenapa perutku sakit sekali" keluh Azizah.


Azizah memegangi perutnya yang terasa begitu nyeri, untuk pertama kalinya Azizah mengalami sakit perut yang luar biasa sekali, seperti sekarang ini.


"Ada apa ini" Azizah merasa sangat resah, dia sendiri tidak tahu kenapa merasa begitu resah pada diri sendiri.


Sudah 1 minggu ini Azizah bertahan di dalam kamar hotel itu, Azizah tak tahu keajaiban dari mana datang, mungkin Allah melindungi dirinya, selama 1 minggu ini Azizah tak pernah kehausan maupun kelaparan sama sekali, karena di dalam kamar hotel itu tersedia makanan yang bisa mengganjal perut Azizah.


Selama di dalam kamar hotel tersebut Azizah tak pernah berhenti mendoakan keselamatan suaminya. Azizah dan Iqbal saling mendoakan untuk keselamatan pasangan mereka masing-masing, sebegitu kuat doa yang Iqbal langitkan untuk istrinya Azizah, sama halnya pula yang dilakukan Azizah untuk Iqbal, doa untuk keselamatan suaminya selalu Azizah panjatkan tak terhenti. 


Sebenarnya Azizah baru saja selesai melaksanakan shalat ashar, saat selesai shalat dia merasakan perutnya begitu sakit, Azizah sendiri tidak tahu kenapa dia bisa sakit perut yang teramat sangat.


Saat pencarian yang dilakukan oleh orang suruhan pak Firman sebenarnya Azizah mendengar suara-suara orang orang itu, tapi apalah daya Azizah sudah berteriak memanggil mereka berkali-kali, tapi tak ada yang mendengar teriakannya sama sekali, karena posisi kamar hotel itu sudah tak terlihat lagi.


Azizah sendiri setiap hari dapat mendengar orang-orang yang sedang mencari keberadaanya. "Bagaimana apakah nona Azizah sudah ditemukan?" entah suara siapa itu, tapi terdengar  jelas ditelinga Azizah yang posisi nya ada tepat di bawah orang-orang itu.


Sayangnya mereka tidak peka dengan keberadaan Azizah. "Ya Allah, ada orang disana tapi kenapa mereka tidak mendengar suara ku" heran Azizah, dia masih berusaha keras untuk mencari cara agar orang-orang itu menemukan dirinya.


"Bagaimana ini" gusar Aziza, sampai dia kembali mendengar suara yang berbeda dari sebelumnya.


"Belum ada tanda-tanda, pak Firman menyuruh untuk menarik semua orang suruhannya untuk beristirahat, pencarian akan dilakukan besok" ujar seorang itu lagi.


Azizah membuang nafas kecil saat mendengar suara tadi yang kini sudah tidak ada lagi, pagi harinya Azizah menunggu kedatangan orang-orang itu, tapi dia tak kunjung merasa ada orang yang datang, sampai dia selesai menunaikan shalat ashar dan merasakan perutnya begitu sakit.


"Ya Allah aku harus segera keluar dari tempat ini" Azizah segera mencari cara agar bisa keluar dari kamar hotel itu.

__ADS_1


Setiap hari Azizah menjebol pintu kamar hotel tersebut, laki ini Azizah mengulangi hal yang sama, sampai akhirnya ada celah sedikit dari pintu kamar hotel itu.


Azizah berusaha mencari pertolongan lewat celah tersebut, sambil terus menahan rasa sakit perutnya yang terus semakin menjadi-jadi.


"Tolong, tolong, tolong, apakah ada orang tolong saya" ucap Azizah sambil mengetuk pintu kamar hotel tersebut.


Azizah kali ini berharap ada orang yang mendengar suaranya. Sepertinya Allah mengabulkan doa Azizah saat dia meminta tolong ternyata ada seorang perempuan yang berpakaian seperti dokter melewati tempat itu.


Perempuan itu segera mencari sumber suara, segera mendekati tumpukan besi dan kayu juga ada seripah kaca ditempat itu, dengan berhati-hati.


Dengan perlahan tapi pasti, dokter itu membuang sedikit tumpukan yang ada disana. "Apakah ada orang?" teriak perempuan itu yang ternyata, tepat di daun pintu kamar yang Azizah tempati.


Mendengar ada suara orang dari luar Azizah mengucapkan syukur. "Alhamdulillah" 


"Tolong saya, saya ada didalam sini, perut saya sangat sakit" Azizah berusaha teriak dari tempatnya, dia masih saja memegangi perutnya, tapi tak tahu kenapa walaupun begitu sakit Azizah tak berani meremas perutnya dengan kuat.


"Hah benar ada orang harus cari bantuan" ucap perempuan tadi yang khawatir akan keberadaan Azizah.


Perempuan yang mengenakan pakaian dokter itu cepat pergi dari situ untuk mencari bantuan, tak lama kemudian dia kembali lagi dengan 3 sukarelawan,  2 laki-laki dan 1 perempuan.


"Cepat bantu saya pindahkan semua ini, di dalam situ ada orang yang harus segera kita tolong!" suruh perempuan itu pada ketiga relawan tersebut.


"Baik dokter!" jawab ketiganya dengan kompak.


Mereka berempat bekerja sama untuk memindahkan semua yang menghalangi tempat itu, karena mereka harus melakukan dengan hati-hati untuk memindahkan semua yang ada disana, jika tidak berhati-hati serpihan kaca dan sebagainya akan melukai mereka, 15 menit kemudian baru mereka selesai.


"Subhanallah" ucap dokter perempuan itu saat melihat 1 kamar hotel masih utuh padahal gempa begitu besar mengporak porandkan kota Cianjur.

__ADS_1


Empat orang terperangah melihat sebuh kamar hotel yang masih utuh padahal sudah ditindih berbagi macam barang.


"Ada orang di dalam, sepertinya dia pingsiang" ucap seorang relawan laki-laki.


"Cepat dobrak pintunya, saya harus memeriksa keadaannya" suruh dokter tadi.


Dua orang relawan laki-laki itu segera mendobrak pitu tersebut, mereka dapat mendorbka dengan mudah, karena sudah ada sedikit celah yang Azizah buat.


Setelah pintu kamar itu terbuka mereka kembali takjub dengan isi di dalam kamar itu yang masih utuh tak ada yang terpisah sekalipun.


"Subhanallah kamar ini masih rapi, bagaimana bisa?" bingung salah satu relawan.


"Aji tak usah memikirkan itu dulu sekarang bantu saya mengakat orang ini" ujar dokter.


"Namanya juga kuasa Allah Ji" timpal temannya.


Mereka segera membawa Azizah ketemapat yang dapat memeriksa keadaan Azizah yang tak jauh dari tempat pengungsian para korbaan lain yang terkena dampaknya.


"Saya akan memeriksanya terlebih dahulu" ucap dokter itu. "Tolong Aji dan Rio kalian keluar dulu" usir dokter itu pada 2 relawan laki-laki, karena saat ini dia akan memeriksa perut Azizah dan memastikan muka Azizah apakah dia baik-baik saja, karena Azizah saat pingsan cadar tetap melekat pada wajahnya.


"Iya dokter Ida!" ucap Aji dan Rio kompak, kedunya keluar dari tempat itu secara bersama. 


Setelah memastikan jika Aji dan Rio sudah keluar dari tempat pemeriksaan darurat, dokter yang dipanggil dokter Ida itu segera mengecek keadaan Azizah, dokter Ida berharap tak terjadi apa-apa pada Azizah, walaupun dokter Ida tak mengenal Azizah, tapi dia sebagai dokter yang diutus langsung untuk memeriksa keadaan para korban gempa, harus menolong setiap nyawa seorang yang membutuhkan dirinya.


"Subhanallah" kaget dokter Ida saat memeriksa keadaan Azizah.


"Ada apa dok?" tanya Siska, dia merupakan sukarelawan perempaun yang ikut menolong Azizah tadi.

__ADS_1


"Dia sedang hamil Sis, cepat bantu berikan pertoloang kandunganya sedikit melemah" 


Siska segera membantu dokter Ida untuk memberikan pertolongan pada Azizah.


__ADS_2